Hukum Bagian-Bagian Tubuh Bangkai

March 7th 2012 by Abu Muawiah |

Hukum Bagian-Bagian Tubuh Bangkai

Karena banyaknya pertanyaan seputar ini, maka berikut kami bawakan artikel ringkas yang insya Allah bisa menjadi rujukan dan semacam kaidah dalam permasalahan ini. Maka kami katakan:
Bagian tubuh hewan darat, yang mengalir darahnya, dan mati dengan tidak disembelih secara syar’i secara umum bisa diklasifikasikan menjadi 3 bagian dari sisi hukumnya:
1.    Najis secara mutlak, dan tidak bisa disucikan sama sekali. Ini adalah darah dan daging dari bangkai.
Ini adalah pendapat seluruh ulama kecuali Asy-Syaukani rahimahullah yang berpendapat sucinya bangkai. Dan tidak ada seorang pun ulama yang mendahului beliau pada pendapat tersebut.
Dalil akan najisnya darah dan daging bangkai adalah dalil-dalil umum yang sudah masyhur tentang najisnya bangkai.

2.    Suci secara mutlak. Ini adalah rambut dan bulunya jika diperoleh dengan cara dicukur. Ini adalah pendapat Al-Hanafiah, Al-Malikiah, dan sebuah riwayat dari Ahmad.
Dalilnya adalah: Bangkai itu najis adalah karena adanya darah yang tertahan padanya. Karenanya, semua bagian bangkai yang tidak ada darah padanya maka dia suci.
Walaupun Al-Hanafiah mengecualikan dalam hal ini bulu babi. Namun yang benarnya adalah bulu babi sama seperti hukum bulu hewan bangkai lainnya.
Termasuk dalam kategori suci secara mutlak adalah tanduk dan tulangnya. Ini adalah pendapat Al-Hanafiah dan yang dirajihkan oleh Ibnu Taimiah.
Hal itu karena pada tanduk dan tulang tidak terdapat darah padanya, karenanya dia tidak dihukumi najis.

3.    Suci dengan syarat setelah disamak. Ini adalah kulitnya.
Ini adalah mazhab Azh-Zhahiriah. Berdasarkan keumuman hadits Abdullah bin Abbas secara marfu’:
إِذا دُبِغَ الإهابُ فَقَدْ طَهُرَ
“Jika kulit sudah disamak maka sungguh dia telah suci.” (HR. Muslim no. 366)
Dan dalam riwayat Ahmad (1/219), At-Tirmizi no. 1728, Ibnu Majah no. 3609, dan An-Nasai no. 4241 dengan lafazh, “Kulit mana saja yang telah disamak maka dia telah suci.”

Demikian kesimpulan hukum dalam permasalahan ini, semoga bisa bermanfaat. Wallahu A’lam bishshawab.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, March 7th, 2012 at 11:21 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

7 responses about “Hukum Bagian-Bagian Tubuh Bangkai”

  1. Abdul Aziz said:

    Apakah kalau kita memegang bangkai yg dianggap najis diatas mengharuskan kita harus bersuci Ustadz ? Bagaimana cara bersucinya ? Jazakallahkhairan

    Tidak perlu bersuci, cukup tangannya dicuci sampai bersih.

  2. Abu `Abdullah Al Jawi said:

    3. Suci dengan syarat setelah disamak. Ini adalah kulitnya.
    Ini adalah mazhab Azh-Zhahiriah. Berdasarkan keumuman hadits Abdullah bin Abbas secara marfu’:
    إِذا دُبِغَ الإهابُ فَقَدْ طَهُرَ
    “Jika kulit sudah disamak maka sungguh dia telah suci.” (HR. Muslim no. 366)
    Dan dalam riwayat Ahmad (1/219), At-Tirmizi no. 1728, Ibnu Majah no. 3609, dan An-Nasai no. 4241 dengan lafazh, “Kulit mana saja yang telah disamak maka dia telah suci.”

    Apakah termasuk bangkai babi maka menjadi suci ya pak ustadz? mohon penjelasan

    Ya, termasuk kulit babi, menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama.

  3. may said:

    Assalamu’alaiukum..
    Apakah daging babi itu najis,, Pak Ustadz??

    Waalaikumussalam.
    Ya, daging babi itu najis karena terhitung bangkai.

  4. may said:

    Bagaimana cara bersuci jika menyentuhnya (daging babi)? Apa sama dg air liur anjing?

    Tubuh babi bukanlah najis, sama seperti menyentuh hewan lainnya.

  5. hendi said:

    pak ustadz bagaimana caranya bersuci juka kita menginjak bangkai tikus yang terlindas motor ?!

    Dicuci saja kakinya sampai bersih.

  6. may said:

    Tentang daging babi., apakah jika menyentuhnya harus dicuci 7 kali, dan salah satunya dg tanah., seperti liur anjing??

    Tidak sama. Kalau babi, cukup dicuci biasa saja.

  7. Pencari Ilmu said:

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, saya mau menanyakan hukum yg berkaitan dengan hewan babi.
    1. Apakah babi itu mutlak najis atau haram baik waktu hidup atau sudah mati? Adakah dalilnya?
    2. Apabila najis, apakah seluruh bagian tubuhnya najis? bagaimana cara bersuci bila menyentuhnya?
    3. Apakah seluruh bagian tubuhnya haram untuk dimakan? Bagaimana halnya dengan makanan yg tercampur dgn bagian tubuhnya, misal minyak babi dsb?
    4. Kalau kita tidak sengaja/tidak tahu telah makan makanan yg mengandung babi dan menyadari setelah memakanya, bagaimana cara bersuci/membersihkan nya?
    5. Apabila ada restoran atau rumah makan yg di isyukan mengandung babi dan belum ada label halal dari MUI, padahal pihak restoran tesebut sudah menjamin kalau makananya halal dan tidak mengandung babi;apakah kita boleh makan di restoran tsb?

    Terimakasih.

    Waalaikumussalam.
    1. Babi hanya menjadi najis jika dia sudah mati. Karena setelah mati, dia menjadi bangkai. Sementara bangkai adalah najis berdasarkan ijma’.
    2. Babi tidak najis jika masih hidup. Jika menyentuh babi yang sudah mati, maka cukup dicuci saja bagian tubuh yang menyentuhnya.
    3. Ya, semua bagian tubuhnya atau makanan yang berasal dari bagian tubuhnya adalah haram.
    4. Tidak perlu, karena sudah tidak mungkin untuk disucikan. Dia cukup bertaubat kepada Allah.
    5. Boleh.