Haramnya Nyanyian dan Alat Musik

November 5th 2010 by Abu Muawiah |

28 Dzulqa’dah

Haramnya Nyanyian dan Alat Musik

Allah Ta’ala berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)
Abdullah bin Mas’ud berkata menafsirkan ‘perkataan yang tidak berguna’, “Dia -demi Allah- adalah nyanyian.” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Itu adalah nyanyian, demin yang tidak ada sembahan yang berhak selain-Nya,” beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.
Ini juga merupakan penafsiran dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah dari kalangan sahabat. Dan dari kalangan tabi’in: Ikrimah, Said bin Jubair, Mujahid, Mak-hul, Al-Hasan Al-Bashri, dan selainnya. (Lihat selengkapnya dalam Tafsir Ibnu Katsir: 3/460)
Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعازِفَ
“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)
Kalimat ‘akan menghalalkan’ menunjukkan bahwa keempat hal ini asalnya adalah haram, lalu mereka menghalalkannya.
Lihat pembahasan lengkap mengenai keshahihan hadits ini serta sanggahan bagi mereka yang menyatakannya sebagai hadits yang lemah, di dalam kitab Fath Al-Bari: 10/52 karya Al-Hafizh dan kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.

Penjelasan ringkas:
Nyanyian secara mutlak adalah hal yang diharamkan, baik disertai dengan musik maupun tanpa alat musik, baik liriknya berbau maksiat maupun yang sifatnya religi (nasyid). Hal itu karena dalil-dalil di atas bersifat umum dan tidak ada satupun dalil yang mengecualikan nasyid atau nyanyian tanpa musik.

Jadi nyanyian dan musik ini adalah dua hal yang mempunyai hukum tersendiri. Surah Luqman di atas mengharamkan nyanyian, sementara hadits di atas mengharamkan alat musik. Jadi sebagaimana musik tanpa nyanyian itu haram, maka demikian pula nyanyian tanpa musik juga haram, karena keduanya mempunyai dalil tersendiri yang mengharamkannya.

Sebagai pelengkap, berikut kami membawakan beberapa ucapan dari keempat mazhab mengenai haramnya musik dan nyanyian:
A.    Al-Hanafiah.
Abu Hanifah rahimahullah berkata, “Nyanyian itu adalah haram dalam semua agama.” (Ruh Al-Ma’ani: 21/67 karya Al-Alusi)
Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata, “Abu Hanifah membenci nyanyian dan menghukumi perbuatan mendengar nyanyian adalah dosa.” (Talbis Iblis hal. 282 karya Ibnu Al-Jauzi)

B.    Al-Malikiah
Ishaq bin Isa Ath-Thabba’ berkata, “Aku bertanya kepada Malik bin Anas mengenai nyanyian yang dilakukan oleh sebagian penduduk Madinah. Maka beliau menjawab, “Tidak ada yang melakukukan hal itu (menyanyi) di negeri kami ini kecuali orang-orang yang fasik.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu anil Munkar hal. 142, Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 282, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 98)
Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata, “Adapun Malik bin Anas, maka beliau telah melarang dari menyanyi dan mendengarkan nyanyian. Dan ini adalah mazhab semua penduduk Madinah.” (Talbis Iblis hal. 282)

C.    Asy-Syafi’iyah.
Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku mendapati di Iraq sesuatu yang bernama taghbir, yang dimunculkan oleh orang-orang zindiq guna menghalangi orang-orang dari membaca AL-Qur`an.” (Riwayat Abu Nuaim dalam Al-Hilyah: 9/146 dan Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 283 dengan sanad yang shahih)
Taghbir adalah kumpulan bait syair yang berisi anjuran untuk zuhud terhadap dunia, yang dilantunkan oleh seorang penyanyi sementara yang hadir memukul rebana mengiringinya.
Kami katakan: Kalau lirik taghbir ini seperti itu (anjuran zuhur terhadap dunia) dan hanya diiringi dengan satu alat musik sederhana, tapi tetap saja dibenci oleh Imam Asy-Syafi’i, maka bagaimana lagi kira-kira jika beliau melihat nasyid yang ada sekarang, apalagi jika melihat nyanyian non religi sekarang?!
Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiah berkata mengomentari ucapan Asy-Syafi’i di atas, “Apa yang disebutkan oleh Asy-Syafi’i bahwa taghbir ini dimunculkan oleh orang-orang zindiq adalah ucapan dari seorang imam yang mengetahui betul tentang landasan-landasan Islam. Karena mendengar taghbir ini, pada dasarnya tidak ada yang senang dan tidak ada yang mengajak untuk mendengarnya kecuali orang yang tertuduh sebagai zindiq.” (Majmu’ Al-Fatawa: 11/507)
Ibnu Al-Jauzi berkata, “Murid-murid senior Asy-Syafi’i radhiallahu anhum mengingkari perbuatan mendengar (nyanyian).” (Talbis Iblis hal. 283)
Ibnu Al-Qayyim juga berkata dalam Ighatsah Al-Luhfan hal. 350, “Asy-Syafi’i dan murid-murid seniornya serta orang-orang yang mengetahui mazhabnya, termasuk dari ulama yang paling keras ibaratnya dalam hal ini (pengharaman nyanyian).”
Karenanya Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbi Iblis hal. 283, “Maka inilah ucapan para ulama Syafi’iyah dan orang-orang yang baik agamanya di antara mereka (yakni pengharaman nyanyian). Tidak ada yang memberikan keringanan mendengarkan musik kecuali orang-orang belakangan dalam mazhabnya, mereka yang minim ilmunya dan telah dikuasai oleh hawa nafsunya.”

D.    Al-Hanabilah
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak menyukainya.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf hal. 142)
Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbis Iblis hal. 284, “Adapun nyanyian yang ada di zaman ini, maka terlarang di sisi beliau (Imam Ahmad), maka bagaimana lagi jika beliau mengetahui tambahan-tambahan yang dilakukan orang-orang di zaman ini.”
Kami katakan: Itu di zaman Ibnu Al-Jauzi, maka bagaimana lagi jika Ibnu Al-Jauzi dan Imam Ahmad mengetahui bentuk alat musik dan lirik nyanyian di zaman modern seperti ini?!

Kesimpulannya:
Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Imam Empat, mereka telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik yang merupakan alat-alat permainan yang tidak berguna.” (Minhaj As-Sunnah: 3/439)
Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata, “Hendaknya diketahui bahwa jika rebana, penyanyi wanita, dan nyanyian sudah berkumpul maka mendengarnya adalah haram menurut semua imam mazhab dan selain mereka dari para ulama kaum muslimin.” (Ighatsah Al-Luhfan: 1/350)
Al-Albani rahimahullah berkata dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 105 berkata, “Para ulama dan fuqaha -dan di antara mereka ada Imam Empat- telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik, guna mengikuti hadits-hadits nabawiah dan atsar-atsar dari para ulama salaf.”

Incoming search terms:

  • hukum nyanyian dan musik menurut islam
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, November 5th, 2010 at 5:34 am and is filed under Fatawa, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

47 responses about “Haramnya Nyanyian dan Alat Musik”

  1. Irfani said:

    Assalamu alaikum,

    Pak Ustd, Apa hukumnya musik sebagai sarana berdakwah seperti yang di lakukan Wali Songo.

    Syukron, Wassalam.

    Waalaikumussalam.
    Musik dan nyanyian adalah hal yang diharamkan, apapun liriknya dan apapun tujuannya, walaupun yang berdakwah seperti itu adalah Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma. Akan tetapi hal itu tentu saja tidak mungkin karena para sahabat sangat jauh dari berdakwah dengan cara haram.

  2. ai said:

    assalamulaikum..
    ustadz saya pernah mendengar di acara stasiun televisi tentang seni dalam islam,dan narasumbernya mengatakan ada hadist bahw ada seorang yang memainkn alat musik didepan rasulullah , lalu datang abu bakar dan mengatakan apa yang kalian lakukan di rumah rasulullah dengan memainkn alat musik tersebut didepan nabi. tapi rasulullah berkata kepada abu bakar bahwa biarkan saja.
    kurang labih seperti itu perkataan narasumber maaf kalau saya salah mengucapkan.tapi ini kalimat yg saya pakai maksud dri narasumbrnya intinya musik itu dibolehkan. tapi saya ragu apa benar ada hadistnya membolehkan seni musik?
    wassalam..

    Waalaikumussalam.
    Haditsnya shahih akan tetapi hadits itu terjadi pada saat hari raya id dan dilantunkan oleh anak-anak perempuan. Darinya para ulama menyatakan bahwa semua musik dan nyanyian itu haram kecuali nyanyian (dengan lirik yang baik) dari anak-anak perempuan di hari raya id. Selain dari itu, kembali ke hukum asal yaitu haram

  3. alfu said:

    Assalamu alaikum
    ijin share ustadz

  4. didi shedi said:

    assalamualaikum ustad, jadi di jaman sekarang music apa saja yang boleh di dengar?

    Waalaikumussalam.
    Tidak ada satupun jenis musik yang dibolehkan, di zaman dulu, sekarang, dan yang akan datang.

  5. didi shedi said:

    assalamualaikum ustad, saya mau tanya, apakah puji-pujian/sholawatan yg di ucapkan bersenandung juga dikatakan nyanyian?di kampung saya selang waktu diantara adzan dan iqomat di selangi dengan puji pujian,apa itu boleh? terimakasih ustad

    Waalaikumussalam.
    Waalaikumussalam.
    Butuh dilihat bagaimana bentuk bersenandungnya. Karena tidak diragukan bertakbir di hari raya juga terkadang dibaca dengan intonasi akan tetapi itu tidak dianggap sebagai menyanyi. Wallahu a’lam.
    Namun satu hal yang jelas di sini adalah bahwa membaca shalawat antara azan sampai iqamah dikumandangkan adalah tidak disyariatkan dan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam.

  6. idda said:

    assalamu’alaikum ustad..,
    kalau nyanyian haram, lalu bagaimana hukumnya dengan sholawat-sholawat yang biasa dilagukan di pondok-pondok seperti Yaa Nabi Salaam, Ya Hana na, Sholawat Badar seperti itu?..
    mohon penjelasannya.,
    jazakallah khoiron katsiro..,
    wassalamu’alaikum..,

    Waalaikumussalam.
    Yang pertama, butuh dilihat dulu bunyi shalawatnya, karena pada shalat badar jelas terdapat kesyirikan dalam tawassul.
    Kedua, jika tidak terdapat kesyirikan namun itu tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam maka seharusnya shalawat seperti itu tidak dibaca, karena beliau sendiri telah mengajarkan banyak lafazh shalawat, tinggal kita pilih salah satunya.
    Ketiga, jika itu shalawat yang disyariatkan tapi dalam membacanya mempunyai intonasi yang menyerupai lagu dan nyanyian maka itu tetap terlarang. Wallahu a’lam

  7. Bahiy said:

    assalamualaikum Ustad
    saya tahu tentang nyanyian itu HARAM,tetapi di sekolah saya ada nyayian tetapi islami apakah Boleh ustad?

    Terima kasih atas perhatianya
    Jazakumullah khoiron katsiro,,,wassalamu’alaikum.

    Waalaikumussalam.
    Tetap tidak diperbolehkan. Silakan baca artikel ‘Fatawa para ulama tentang nasyid’ dalam blog ini.

  8. abu yusuf said:

    ebook hukum lagu musik oleh syeh albani
    http://www.4shared.com/document/MzeQXZVX/hukum_lagu_musik-syeh_albani.html

  9. abu yusuf said:

    tambahan, ebook Noktah2 hitam senandung setan – Ibnu Qoyyim
    http://4shared.com/document/5djThSX2/Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Nokt.html

  10. Dea said:

    pak ustad, saya bersekolah di sekolai negeri, dan setiap minggu ada pelajaran seni. Setelah mengetahui bahwa musik haram, saya jd gak suka pelajaran seni. Tp seluruh siswa diwajibkan untuk mengikuti seluruh mata pelajaran, kalau tidak akan kena masalah. Yg saya khawatirkan lg, yg mengajarkan adalah orang kafir (nasrani). Saya jd bingung pak, dan banyak sekali teman2 saya yg suka dgn musik.

    1. Adakah nasihat untuk saya pak?
    2. Bagaimana cara mengingatkan teman2 yg masih suka mendenharkan musik?

    Dan ada lg pak, di kelas saya, setiap ada yg ultah, pasti dirayakan menggunakan kue, dan membelinya menggunakan uang patungan. Saya takut, uang yg saya berikan akan menghalangi rahmat Allah ke saya… Saya bimbang akan hal ini…

    Sebaiknya anda mencari sekolah yang lebih baik.

  11. vava said:

    Asalamualaikum wr,wb
    Ustadz berarti kalau saya nonton atw dengerin acara musik live atau ditelevisi itu jga haram ustadz??
    lalu kalo saya nyanyi’n lagu-lgu pop dan jenis lainnya itu haram juga ustadz?
    satu lagi ustadz kalo saya nntn film maupn drama trutama film dr luar,klo msalnya ada adegan yang agak vulgar apakah saya dosa ustadz?ada lagi ustadz,kalo saya mengagumi aktris atau aktor sampai saya beli,majalh,downld video n lagnya, itu gmna hukumnya..saya tunggu jawabannya ustadz.terimaksih banyak ustadz..

    Waalaikumussalam.
    Ya, mendengarnya musik atau nyanyian atau melihat aurat orang lain adalah hal yang diharamkan, hukum ini jelas berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak.

  12. harry said:

    artikelnya bagus pak ustadz,saya dulu pecandu semua jenis musik,tapi saya sering alami stres dan depresi,apalagi mendengar musik rock,saya juga pernah dengar semua jenis musik haram….pengalaman dulu saya selalu lupa mengingat allah pada saat asyik dengar musik jenis apapun,dan saya mudah stres dulu…

  13. harry said:

    pak ustadz,jadi kesimpulannya semua jenis musik haram ya, Alhamdulillah saya udah berhenti dengar musik,dan perasaan saya yg labil sekarang jadi stabil…..dulu perasaan saya cepat berubah ubah,saya mudah gembira dan kadang tiba2x mudah sedih..saya emosional sekali tapi sekarang saya tidak emosional lagi setelah berhenti nyanyi dan dengar musik

  14. rusda said:

    Trs gimana dengan nabi daud?
    bukankah dia senang bersenandung?
    suaranya sangat indah bukan?

    Harap dibawakan dahulu hadits yang menyatakan bahwa Nabi Daud bersenandung.

  15. rusda said:

    bukankah nabi daud yang membuat dawai/gitar?
    buat nabi buat apa dibuat kalo dilarang?

    Siapa yang mengatakan demikian? Harap didatangkan dalil yang jelas.
    Dan kalaupun itu benar, maka itu adalah syariat Nabi Daud. Dan sudah kita pahami bersama bahwa syariat Muhammad shallallahu alaihi wasallam itu menghapuskan semua syariat sebelum beliau.

  16. kya said:

    Asalamualaikum
    pak ustadz, apakah profesi sebagai penyanyi dan uang hasil mjd penyanyi itu haram? apakah mengajari nyanyi anak kecil dengan nyanyian anak2 itu juga haram?
    Mohon penjelasannya. terimakasih.

    Waalaikumussalam
    1. Ya, profesi menyanyi dengan semua bentuknya adalah diharamkan. Dan uang hasilnya juga diharamkan.
    2. Mengajarkan menyanyi kepada anak-anak juga dilarang.

  17. febri said:

    assalamuallaikum pak ustad,saya sedikit heran kenapa bernyanyi atau mendengarkan musik haram,,,kalau menurut saya selagi tidak menimbulkan ke musyrikan dalam hal musik kenapa diharamkan,,,dan sudut pandang saya terhadap dosa itu berdasarkan akibat,,,misal jika saya mendengar musik akibat saya mendengar musik saya mulai menyembah2 yang tidak jelas,,,bisa dikatakan dosa dan haram..tp kalau mendengar musik hanya untuk sedikit merilekskan fikiran apa salah…??

    Waalaikumussalam.
    Anggapan anda di atas adalah keliru.
    Apakah minum miras itu lantas halal karena tidak ada kemusyrikan di dalamnya dan minumnya sedikit hanya untuk merilekskan pikiran?
    Anda tidak mungkin mengatakan miras itu halal hanya karena alasan lemah seperti ini.

  18. rusda said:

    Beberapa Kurnia Allah Kepada Nabi Daud

    Allah mengutusnya sebagai nabi dan rasul mengurniainya nikmah, kesempurnaan ilmu, ketelitian amal perbuatan serta kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.

    Kepadanya diturunkan kitab “Zabur”, kitab suci yang menghimpunkan qasidah-2 da sajak-2 serta lagu-2 yang mengandungi tasbih dan pujian-pujian kepada Allah, kisah umat-2 yang dahulu dan berita nabi-nabi yang akan datang, di antaranya berita tentang datangnya Nabi Muhammad s.a.w.

    Allah menundukkan gunung-2 dan memerintahkannya bertasbih mengikuti tasbih Nabi Daud tiap pagi dan senja.

    Burung-2 pun turut bertasbih mengikuti tasbih Nabi Daud berulang-ulang.

    Nabi Daud diberi peringatan tentang maksud suara atau bahasa burung-2.

    Allah telah memberinya kekuatan melunakkan besi, sehingga ia dapat membuat baju-baju dan lingkaran-2 besi dengan tangannya tanpa pertolongan api.

    Nabi Daud telah diberikannya kesempatan menjadi raja memimpin kerajaan yang kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh musuh, bahkan sebaliknya ia selalu memperolehi kemenangan di atas semua musuhnya.

    Nabi Daud dikurniakan suara yang merdu oleh Allah yang enak didengar sehingga kini ia menjadi kiasan bila seseorang bersuara merdu dikatakan bahawa ia memperolehi suara Nabi Daud.

    Kisah Nabi Daud dan kisah Sabtunya Bani Isra’il terdapat dalam Al-Quran surah “Saba’” ayat 11, surah “An-Nisa’” ayat 163, surah “Al-Isra’” ayat 55, surah “Shaad” ayat 17 sehingga ayat 26 dan surah “Al-’Aaraaf” ayat 163 sehingga ayat 165.
    Rasulullah Saw. juga bersabda:
    “Allah Swt. tidak pernah mendengarkan dengan serius terhadap sesuatu sebagaimana Dia mendengarkan seorang nabi yang memiliki suara yang indah.” (H.R. Bukhari-Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i dari Abu Hurairah).

    Nabi Saw. juga bersabda:
    “Sungguh Allah Swt. lebih serius mendengarkan seorang pembaca al-Qur’an dengan suara merdu daripada seorang pemilik biduan perempuan mendengar nyanyian biduannya.” (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim dari Fudhalah bin Ubaid).

    Sebagaimana pula diriwayatkan dan Nabi Saw bahwa beliau bersabda, “Sungguh Abu Musa diberi terompet (seruling) dan terompet keluarga Nabi Dawud a.s. karena ia telah diberi suara yang merdu.” (H.R. Bukhari-Muslim).

    Dari Mu’adz bin Jabal, bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah Saw., “Andaikan aku tahu bahwa engkau orang yang mendengar, niscaya aku akan memperindah suaraku dalam membaca al-Qur’an.” (H.R. Muslim dan Nasa’i).

    Allah Swt. mencela suara yang tidak disukai (buruk), sebagaimana dalam firman-Nya:
    “Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S. Luqman: 19).

    Insya Allah kalo anda bisa mempercayai hadist Bukhari dan Muslim juga tentu saja al qur’an
    yang sudah sahih

    kalo hadist lain saya masih belum terlalu yakin.
    saya hanya meminta pendapat.

    Tanggapan kami:
    1. Bersuara merdu tidak menunjukkan bolehnya menyanyi, karena suara merdu yang dimaksud adalah merdu dan indah suaranya ketika melantunkan Al-Qur`an.
    2. Syariat nabi-nabi sebelum Muhammad shallallahu alaihi wasallam sudah terhapus dengan risalah beliau. Karenanya anggaplah di syariat nabi sebelumnya nyanyian itu dihalalkan, maka hukum itu terhapus dengan pengharaman Nabi shallallahu alaihi wasallam.

  19. febri said:

    apakah bisa disamakan music dg miras,..kalau miras mau banyak mau sedikit efek nya buruk…maka itu dikatakan dosa,,,,lah kalau music..apa bisa diefekan dg miras,,,,kembali pada manusianya lagi..pola fikir dan sudut pandangnya….bagaimana dg opick,raihan,snada,dll..yg tujuan mereka baik..agar dpt mengingat allah..apakah itu haram juga….darimana asalnya….??

    Musik tidak bisa disamakan dengan miras dari seluruh sisi. Karena musik mempunyai dalil tersendiri yang melarangnya.

  20. obey said:

    berarti lagu indonesia raya haram dong?, kalo gitu kita harus gabung NII dong?

    NII hanya mengharamkan indonesia raya, tapi tidak mengharamkan lagu-lagu pop, rock, dll. Sementara ahlussunnah tidak membolehkan semua jenis lagu. Maka bagaimana bisa keduanya disamakan. Ahlussunnah melarang lagu dan musik karena Allah melarang mereka, semantara NII tidak mau menyanyi indonesia raya dikarenakan mereka tidak mengakui negara ini.

  21. Nindy said:

    ada buku yang khusus membahas materi ini tidak? penerbitnya siapa?

    Ada, ‘Haramnya Musik dan Nyanyian’, yang merupakan buku terjemahan dari kitab Asy-Syaikh Al-Albani. Insya Allah bisa dicari di toko-toko buku Islam.

  22. Muhammad Asri said:

    assalamualaikum….pa ustadz, saya jadi tambah bingung nih… semua ustadz yang biasanya kita lihat ditelevisi, misalkan ustadz arifin ilham, berzikir dengan bersenandung, ustadz UJ dalam ceramahnya sering bernyanyi, atau dalam acara damainya indonesia, yang diisi ceramahnya oleh para alim ulama, ustadz, kiayi yang kondang di negeri ini, sebelum ceramah di buka dulu dengan nyanyian…. musik2 kasidahan , rebana, gambus dan lain sebagainya haram juga hukumnya? apa mereka2 yang sy sebutkan tadi diatas tidak ada yang tau mengenai haramnya bermusik, bersenandung, bernyanyi dan sejenisnya.?????? ataukah maaf sebelumnya ustadz… mungkin ada hadist2 lain yang tidak mengharamkannya , yang mungkin saja belum ustadz baca dalilnya… jangan sampai kami2 yang awam ini malah jadi tambah bingung !??? atau jagan sampai ustadz yang salah mengartikan dalil???!!…bukankah itu menyesatkan..??? maaf sekali lagi ustadz…. wassalaam

    Waalaikumussalam.
    Apa yang ada pada kami berupa pengharaman musik dan nyanyian sudah kami sampaikan. Adapun tentang para ustadz yang anda sebutkan, mungkin lebih tepat anda menanyakan sebabnya kepada mereka, karena kami tidak mengetahui isi hati manusia. Tidak ada seorang ulamapun yang terbebas dari kesalahan, ada juga di antara mereka yang mengetahui sesuatu ilmu lantas tidak mengamalkannya dengan berbagai alasan.

  23. Jefri Akbar said:

    Assalamualaikum ustad,
    Saya pernah membaca mengenai para sahabat bersenandung, contohnya seperti saat penggalian parit saat perang dan saat menyambut kepulangan Rasulullah – saya lupa dalam peristiwa apa (mohon dikoreksi kalau saya salah), yang jadi pertanyaan saya berbedakah senandung ini dengan nyanyian, mohon penjelasannya.
    Terima kasih sebelumnya
    Wassalamualaikum

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya antum bawakan kisah selengkapnya, agar bisa dijawab dengan baik. Soalnya kami tidak punya waktu untuk mencarinya.

  24. Anto said:

    Asalamu’alaikum
    maaf pak ustadz,sy cuma mo sharing,sy pecandu japanesse rock berat,sy memang seperti org gila,seakan2 gitar,dn stick drum ada di tangan sy,jdi ketika sya teringat musik yg sy sukai itu tangan saya bergerak seakan2 memainkan gitar/drum,trkadang sy terfikir islam g mungkin menghalalkan musik,trnyata setelah sy baca2 musik memang laknat.
    Dan dlm fikiran saya orang yg memuji2 Allah dg musik persiiis orang kristen.

  25. sarah said:

    Assalamu’alaikum ustadz,
    saya mau tanya, bagaimana dengan orang yang berdalih bahwa musik itu halal dengan mencontohkan kisah ketika Rasul membolehkan musik dalam walimahan karena orang anshar menyukainya. Apakah dalil ini bisa dibenarkan?
    Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Para ulama menjelaskan bahwa itu merupakan salah satu tempat dimana nyanyian dibolehkan, dan tempat yang lain adalah ketika hari raya. Hanya saja pembolehannya di sini dengan syarat yang sesuai dengan keadaan dalam kisah tersebut, yaitu:
    1. Yang menyanyi adalah anak-anak wanita yang masih kecil.
    2. Dilakukan di kalangan wanita, bukan di hadapan laki-laki.
    3. Tanpa menggunakan alat musik kecuali rebana.
    4. Liriknya tidak boleh mengandung kemaksiatan dan hal-hal yang melalaikan.

  26. Abu Rifqah said:

    Ustadz,
    Ada rumah Tahfiz dekat rumah ana, khusus untuk anak2. Ternyata sebelum anak2 itu pulang, mereka menyanyikan doa khatam yang terkenal di masyarakat yaitu “Allahummarhamni bil quran…”

    Apakah itu termasuk yang tidak dibolehkan? Apa nasehat Ustadz jika kami mengirim anak2 kami menghapal di situ?

    Kalau disuruh menghafal di rumah memungkinkan atau privat kepada orang yang paham agama, maka itu jauh lebih baik.

  27. Tommy Hutomo said:

    Jazakumullah atas artikelnya Ustadz. Saya jadi bisa lebih mudah dalam mengabarkan info ini ke khalayak ramai. Izin copy-paste ya Ustadz. :-)

  28. Ana said:

    Assalamualaikum ust. bagaimana pendapat ust ttg kejadian kaum anshar yg menyambut kaum muhajirin?bukan kah itu artinya musik diperbolehkan?

    Yang mana itu, tolong disebutkan kisahnya.

  29. andi said:

    ustad ana mau tanya
    seni mana yg d haramkan oleh islam…..bgai mna dgn sabda nabi hiasilah al quran dgn suara mu….pernah kah ustad membaca kitab ihya ulumud din krangan imam algazali d stu d bahas seni mnurut islam…..klw ustad mengharam kan seni brarti ustad mengharam kan seni baca al quran trus bgaii mana dgn imam2 qiraah yg terkenal itu ustad…..
    sukran ustad d tungu jwbanx

    Kelihatannya anda tidak bisa membedakan antara seni dengan musik/nyanyian atau antara memperindah suara dengan musik dan nyanyian. Islam tidak melarang seni secara mutlak, karenanya ada banyak seni yang diperbolehkan oleh Islam. Adapun jika seninya berupa musik maka itu dilarang, berdasarkan dalil dari Al-Qur`an dan hadits.

  30. abu haidar said:

    izin copas ya ustadz

  31. Pencari Ilmu said:

    Astaghfirullah. Hamba minta ampun ya Allah atas segala maksiat yg hamba lakukan selama ini. Do’akan saya ustadz agar saya bisa istiqomah. Terimakasih.

  32. Ergi said:

    ya ustad saya mau tanya kalau itu banyak kutipan, hadist kuat apa lemah?

    ilmu saya terbatas ustad jadi saya hanya meng iyakan pernyataan dari al quran apakah haram atau tidak dan apakah ada ayat alquran yang melarang alat musik secara gamblang? saya kurang mengerti hadist hadist ustad

    Dalil pertama yang disebutkan di atas kan dari ayat Al-Qur`an.

  33. Khaerunnisaa said:

    Assalamu’alaikum
    Bagaimana hukum bermain rebana selain pada saat walimahan dan hari raya? kemudian bagaimana hukumnya jika rebana tersebut dimainkan sehingga menghasilkan bunyi yang berirama (seperti memainkan gendang)? apakah hal tersebut termasuk bermain musik yang dilarang?

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh pada selain dua hari raya. Ya, itu termasuk bermain musik.

  34. ahmad said:

    assalamu’alaikum pak ustad
    jadi, apakah jika kita menyanyi tanpa musik dan lirik dari nyanyian itu adalah hal yg baik, untuk menumbuhkan semangat, apakah juga haram ??
    mohon penjelasannya.. terimakasih pak ustadz

    Waalaikumussalam.
    Tetap diharamkan.

  35. agil romansyah said:

    askum…..
    maunanya..bgmn dengan musik instrument…..yang hanya musik tanpa ada lagu2an di dalamnya…..apakah itu haram….
    jujur banyak org yang mengatakan musik haram secara keseluruhan…
    jujur saya risih mendengarnya….
    saya tdk setuju apabila di katakan musik haram secara keseluruhan………
    thanks ustadz…mohon bimbingannya

    wa’alaikum salam warahmatullah.
    Iya, itu termasuk.
    semoga Allah memudahkan bagi kita untuk mengikuti kebenaran. (MT)

  36. abdullah said:

    bagaimana menurut pendapat ustad

    Firman Allah SWT:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 87).

    Ruba’i Binti Mu’awwidz Bin Afra berkata:

    Nabi Saw mendatangi pesta perkawinanku, lalu beliau duduk di atas dipan seperti dudukmu denganku, lalu mulailah beberapa orang hamba perempuan kami memukul gendang dan mereka menyanyi dengan memuji orang yang mati syahid pada perang Badar. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata: “Di antara kita ada Nabi Saw yang mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.” Maka Nabi Saw bersabda:

    “Tinggalkan omongan itu. Teruskanlah apa yang kamu (nyanyikan) tadi.” [HR. Bukhari, dalam Fâth al-Bârî, juz. III, hal. 113, dari Aisyah ra].

    dalam ayat al quran yg disebutkan pertama

    “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)

    tidak di sebutkan secara langsung pengharaman musik, tapi perkataan yang tidak berguna, ini ditafsirkan musik, padahal dalam pengetahuan saat ini musik memiliki banyak kegunaan termasuk sebagai alat untuk mengembangkan otak kanan manusia,

    apakah mungkin musik yang di maksudkan oleh Rasulullah tersebut adalah musik yang biasa dimainkan untuk ibadah orang kafir. jangan sampai kita melewati batas dengan mengharamkan sesuatu yang sebetulnya dihalalkan oleh ALLAH,
    Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” HSR Muslim (no. 91).
    bukankah musik itu merupakan sebuah keindahan yang diciptakan ALLAH untuk kita, sejauh tidak membuat kita lupa kepada ALLAH, bahkan mungkin bisa membuat iman kita lebih besar

    mohon maaf jika ada salah kata
    WALLAHU’ALAM BISAWAB

    Baarakallahu fiykum.
    Silahkan baca kembali artikel di atas, telah kami paparkan dalil-dalil dari Al-qur’an & As-Sunnah juga ucapan para Ulama terdahulu, tafsir Ibnu ‘Abbas radhiyallahu tentang surah Luqman ayat 6 sangat jelas bagi orang-orang yang bisa mengambil pelajaran.

    Tidak ada sisi pendalilan bagi anda untuk menghalalkan musik dengan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang anda bawakan, juga hadits tentang keindahan bisa jadi mengenai anda : yaitu orang yang “sombong” yang ditafsirkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “menolak kebenaran”.

    Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang menghalalkan sesuatu yang jelas pengharamannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah juga kesepakatan para Ulama, apalagi jika dibumbui dengan Al-Qur’an & Hadits tapi menafsirkannya tanpa ilmu agar sesuai dengan hawa nafsu. Allahul Musta’aan. (MT)

  37. Hamba Allah said:

    Assalaamualaikum..afwan ustadz..ana mau nanya..Misalkan ada akhwat salafy yg hidup dalam keluarga yg awam tentang agama..ayahnya tiap hari memutar musik sampai kedengaran ttangga..sementara si akhwat tidak ada tempat untuk menghindar dr tidak mendengarkan musik tersebut..dan si akhwat tidak mungkin meninggalkan rumah..
    Pertanyaannya..apakah dosa kalau akhwat tersebut mendengarkan musik dalam keadaan terpaksa,tanpa sengaja seperti itu? Afwan mohon penjelasannya ustadz..jazaakallaahu khairan

    wa’alaikum salam warahmatullah.

    InsyaAllah tidak berdosa. (MT)

  38. Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik « Ketahuilah Bahwa Musik itu haram hukumnya, said:

    [...] http://al-atsariyyah.com/haramnya-nyanyian-dan-alat-musik.html [...]

  39. مسروجي said:

    سبحان الله والحمدلله ولا اله الا الله والله اكبر

  40. Kiat-Kiat Meninggalkan Lagu & Musik « Diperlihatkan said:

    [...] http://al-atsariyyah.com/haramnya-nyanyian-dan-alat-musik.html [...]

  41. Ali said:

    Assalaamu’alaikum pak ustad . .

    yah apa yg dikatakan ustad dari referensi Al-Qur’an dan hadits benar adanya, namun itu tidak dapat dpungkiri dalam kehidupan saya pak ustad, sejak saya SD,SMP,SMA dan sekrang kuliah musik jadi kas di sekolah saya, dan harus bisa BERMUSIK, kalo tidak dikatakan kurang pergaulan, sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan musik ,, sebenarnya saya di ajarkan islam setengah2 dalam hidup saya, saya benci dikatakan oleh orang2 islam itu agama teroris, namun saya mencari fitnah tersebut dan dari sekian fitnah yg saya dptkan ternyata itu semua hanyalah kebohongan belaka . .

    sekian pencarian islam saya, ternyata Al-Qur’an adalah penyejuk hati dari pada musik itu,

    bila memang musik itu haram kenapa di pelajaran Agama islam yg diajarkan sejak saya SD dan SAMPAI KULIAH sekarang tidak dijelaskan haramnya musik itu??

    wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Mungkin pertanyaan ini lebih tepat ditujukan kepada pihak yang terkait.

  42. herdin said:

    assalaamu alaikum pak ustad, saya ini masih awam tentang masalah hadits2. saya mencoba online di situs2 islam. sampai menemukan kutubu tis’ah (9 kitab induk hadits2). kemudian saya lihat di shahih bukhori no 5590, ternyata isinya tidak seperti hadits di atas. dan saya masukan kata kunci “musik” untuk mencarinya di delapan kitab yang lainnya, ternyata tidak muncul.
    apakah hadits diatas itu benar ada, atau kitab yang ada di situs yang saya kunjungi itu yang tidak lengkap?
    terus kenapa mui tidak mensosialisasikan masalah ini kepada kaum muslimin di indonesia, ditengah gencarnya dunia hiburan terutama musik saat ini? padahal majelis itu kan berisi para alim ulama yang jadi panutan..

    Waalaikumussalam.
    Beda antara kitab asli dengan yang ada di software itu. Itu pun antara kitab asli bisa terjadi perbedaan halaman, tergantung penerbitnya.

  43. sang said:

    jadi bagaimana dengan peneras suara bukan bagian dari alat musik?

    Jelas bedalah.

  44. zainal said:

    ana bingung sama orang yg ngeyel dah tau haram tetep saja berikeras dengan dalil yg aneh.
    afwan ustad..

  45. andri said:

    maaf ustadz bgaimana pendapat tentang hadist ini

    “Apa saja yang telah Allah halalkan dalam Kitab-Nya adalah halal; apa saja yang telah Allah haramkan dalam Kitab-Nya adalah haram; apa saja yang Allah diamkan adalah dimaafkan maka terimalah yang dimaafkan dari Allah, dan sesungguhnya Allah tiadalah lupa.” Lalu Nabi saw. membaca: Tidaklah Tuhanmu lupa (TQS Maryam [19]: 64) (HR. al-Bazar, ath-Thabarani, al-Baihaqi dan al-Hakim).

    jazakumullah khairan kasiiran

    Ada apa dengan ayat itu?! Allah mengharamkan sesuatu, terkadang langsung dengan firman-Nya, dan kebanyakannya melalui lisan Rasul-Nya, termasuk musik ini. Karena Rasul adalah penyampai wahyu dari Allah.

  46. jati said:

    Assalamu’alaikum ustadz….
    sy mau tanya, kalau denger al-qur’an dan sholawat di hp itu hukumnya haram juga pak ustadz..?

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja, tidak ada larangannya. Asalkan shalawatnya adl shalawat yang ada haditsnya.

  47. taufiq said:

    ustasd, ijin kopas ya..?