Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi

February 6th 2010 by Abu Muawiah |

22 Shafar

Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi

Allah Ta’ala berfirman:
وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُواْ
“Dan jika kalian junub maka mandilah.” (QS. Al-Maidah: 6)
Allah Ta’ala berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ
“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di waktu haid. Dan janganlah kalian mendekati (melakukan jima’ dengan) mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah bersuci (mandi), maka datangilah (jima’) mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُ
“Jika seseorang (lelaki) duduk di antara empat anggota badannya (wanita), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib banginya mandi.” (HR. Al-Bukhari no. 291 dan Muslim no. 348)
Ibnu Daqiq Al-Id menyatakan bahwa makna ‘empat anggota badan wanita’ adalah: Kedua tangan dan kedua kakinya atau kedua kaki dan kedua pahanya.
Sementara makna bersungguh-sungguh di sini, Ibnu Rajab menyatakan, “Dia adalah ungkapan akan kesungguhnan lelaki memasukkan kemaluannya ke dalam farj wanita.”
Dalam riwayat Muslim ada tambahan:
وَإِنْ لَمْ يَنْزِلْ
“Walaupun dia (mani) tidak keluar.”

Penjelasan ringkas:
Ada beberapa perkara yang jika hal itu menimpa seseorang maka wajib atasnya untuk mandi:
1.    Ketika keluar mani dalam keadaan terpencar, baik dalam keadaan terjaga maupun sedang tidur (mimpi basah), baik melalu jalan yang halal (jima’) maupun jalan yang haram (onani, masturbasi, dan perzinahan).
2.    Ketika melakukan jima’, baik ada mani yang keluar maupun tidak ada, baik jima’ yang halal maupun yang haram.
3.    Ketika suci dari haid.
4.    Ketika suci dari nifas.

Incoming search terms:

  • hal-hal yang mewajibkan mandi wajib
  • yang mewajibkan mandi junub
  • hal hal yang mewajibkan mandi
  • yang mewajibkan mandi wajib
  • hal-hal yang mewajibkan mandi
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, February 6th, 2010 at 1:46 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

28 responses about “Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi”

  1. Fahrul said:

    Assalamu ‘alaikum
    Ustadz teman saya pernah bangun tidur dan menemukan celana dia sudah basah bekas kencing tetapi dia tak ingat apakah dia mimpi basah atau tidak. Pertanyaannya apakah dia wajib mandi janabah atau tidak? Mohon penjelasannya . Jazakallah

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Kalau memang ciri-cirinya adalah kencing maka dia adalah kencing, baik dia mimpi jima’ maupun tidak. Karenanya dia tidak wajib mandi. Wallahu a’lam

  2. Fahrul said:

    Dan apakah wanita yang juga mimpi basah wajib mandi atau tidak

    Ia dia juga wajib mandi junub. Hukum ini berlaku bagi lelaki dan wanita. Dari Ummu Salamah Ummul Mukminin, bahwa dia berkata:
    جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ امْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنْ الْحَقِّ هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا هِيَ احْتَلَمَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ إِذَا رَأَتْ الْمَاءَ
    “Ummu Sulaim, isteri Abu Thalhah, datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dengan kebenaran. Apakah seorang wanita wajib mandi bila dia bermimpi?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ya. Jika dia melihat air.” (HR. Al-Bukhari no. 273)

  3. Abu umar said:

    Assalamu’alaikum,
    Sebelumnya maaf ustadz kalo menyimpang dari tema, apakah setelah kita jima’ dengan istri, apakah cairan yang menempel di kemaluan saya ataupun istri (karena bekas jima’) itu najis? apakah itu mani saja atau mani bercampur madzi, karena kadang sblm jima’, istri basah dulu waktu bercumbu (apakah yg basah itu madzi ustadz), mhn jawabannya,jazakumullahu khair

    Waalaikumussalam
    Yang jelas madzi itu najis dan mani itu suci. Jika keduanya berkumpul maka wajib dicuci karena adanya madzi.

  4. anwar said:

    ustadz setelah jima dan mandi junub ada cairan yg menempel di celana dalam saya tanpa ada syahwat. Apakah itu mani atau wadi krna kelelahan? Bila wadi apakah handuk yg saya pakai untuk menegeringkan kemaluan saya stlh mandi jdi najis? Krna saya tdk tahu kapan keluarnya dan di handuk jga tdak jelas tmpatnya, krna basah. Makasih ustadz.

    Kalaupun itu mani lagi yang keluar maka tidak wajib mandi. Karena keluarnya mani yang mewajibkan mandi hanyalah jika keluarnya terpancar dan disertai dengan perasaan nikmat. Wallahu a’lam

  5. ahmad said:

    ustadz kalo ana sedang mandi junub tetapi ana tidak membaca niat untuk mandi junub yang dilafalkan oleh mulut ataupun didalam hati, tetapi langsung melakukan tatacara mandi junub yang Nabi shallallahu alaihi wassalam contohkan. tetapi sebelum ana masuk wc ana sudah meniatkan untuk mandi junub.
    apakah mandi junubnya sah ?!
    mhn jawabannya …
    jazakumullahu khair..

    Tata cara mandi junub itu sangat jauh berbeda dengan tata cara mandi biasa, maka bisa dikatakan mustahil jika seorang itu mandi junub tanpa ada niat di dalam hatinya untuk mandi junub. Karena sekedar dia membuka bajunya -misalnya- sementara di dalam hatinya sudah ada maksud untuk mandi junub, maka itulah niatnya.

  6. ahmad said:

    oh berarti mandi junub ana sah dong pak ustadz walaupun hanya membaca bismillah saja di awal permulaan mandi soalnya sebelum ana masuk kamar mandi ana sudah meniatkan mandi junub di dalam hati ?!

    Ya betul

  7. abu said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb

    saya berpendapat mani itu keluarnya dengan hentakan-hentakan sehingga keluarnya sangat banyak yang hampir bisa membasahi seluruh bagian depan celana dalam dan keluarnya terasa sangat nikmat dan tubuh akan menjadi sangat lelah.
    sedangkan madzi keluarnya dengan sedikit dorongan sehingga keluarnya kadang terasa dan kadang tidak terasa dan keluarnya hanya berupa tetesan-tetesan saja dan bukan berupa hentakan-hentakan, sehingga tubuh tidak terasa lelah, adapun lelah itu mungkin disebabkan oleh hal lain, seperti tegangnya hati yang disebabkan oleh was-was yang dibisikkan oleh syetan.
    sedangkan wadi keluarnya setelah kencing dan setelah melakukan aktivitas rutin yang dilakukan setiap hari, wadi dapat keluar kembali setelah beberapa menit kita kencing atau contoh lainnya : sebelum mandi kecil/besar kita kecing terlebih dahulu, nah setelah mandi kita merasakan ada cairan yang keluar lagi dari kemaluan kita.

    mohon pendapatnya pak ustadz, tolong dikoreksi apabila kesimpulan saya salah.

    Waalaikumussalam.
    Ya insya Allah itu sudah tepat. Wallahu a’lam.

  8. abu said:

    assalamu ‘alaikum pak.
    saya sedang mengalami sedikit kendala nih pak
    pada jam 03.30 saya kan makan sahur, nah setelah itu saya tertidur selama 30 menit, saat tertidur saya mimpi basah pak, lalu saya sgera mandi junb. selesai mandi sya shalat shubuh dan tadarus Al-Qur’an, nah sesudah itu saat jam 6 saya tertidur kmbali pak, dan saat saya tertidur, sya beberapa kali merasakan seperti ada dorongan dari kemaluan saya seperti keluarnya mani yang terpancar dan saya merasakan lemas, tpi saat sya bangun tadi jam 9, saya periksa tidak ada basah di celana dalam saya tapi saya melihat ada beberapa titik bekas cairan kering yang menempel di celana dalam, dan kemaluan saya sedang tegang pak karena menahan ingin kencing.
    apakah jika tadi ada cairan yang keluar, ini cairan apa pak ?!
    madzi atau bukan ?!
    dan apakah saya wajib mandi kembali atau tidak pak ?!
    mohon penjelasannya pak, saya sedang ragu.

    Waalaikumussalam.
    Kemungkinan itu madzi, tidak wajib mandi. Cukup dibersihkan karena itu najis.

  9. dendi said:

    pak ustadz apakah wadi itu keluarnya disertai rasa lemas sejenak ?!
    karena saat pertengahan mandi junub saya suka kencing dan saat saya mengakhiri mandi junub, saya suka merasakan ada cairan yang keluar dari kemaluan dengan disertai rasa lemas ?!
    mohon bimbingannya . . .

    Apapun yang keluar, maka itu tidak mewajibkan mandi junub.

  10. iyan said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz. . .
    saya mau tanya. . .
    setiap hari saat saya duduk nonton tv, main playstation ataupun belajar ataupun tadarus Al-Qur’an, saya selalu mengeluarkan CAIRAN PUTIH LENGKET dari kemaluan saya dan saya selalu merasa LEMAS, tapi saya tidak tahu ini cairan apa, karena saya tidak tahu saya selalu mandi junub saat waktu shalat tiba jadi saya selalu mandi junub sebanyak 5x dalam sehari.
    saya bingung pak ustadz yang keluar ini cairan apa ?!
    mohon solusinya pak ustadz . . .

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas itu bukan mani sehingga tidak wajib mandi.
    Jangan sekali-kali melakukan kebiasaan seperti itu (mandi setiap mau shalat karena was-was), kebiasaa itu harus dihentikan karena bisa merusak agama dan bisa membuat malas beribadah.

  11. dendi said:

    pak ustadz, jika saya sedang smsan dengan pacar saya, terus syahwat ana naik sedikit, nah lama-kelamaan ada cairan lengket yang keluar dari kemaluan saya dan saya lemas sejenak, tapi cairannya tidak keluar dengan memancar, apakah ini madzi atau bukan pak ustadz ?!
    apakah saya harus mandi junub ?!

    Itu madzi, jadi tidak harus mandi junub.

  12. dendi said:

    assalamu ‘alaikum wr.wb
    minal aidzin wal faidzin ya pak ustadz. . .
    saya mau tanya lagi. .
    jika saya sudah naik syahwatnya terus beberapa menit kemudian saya buang air kencing pak ustadz, nah sesudah cebokan, saya suka mencium tangan kiri saya dan baunya seperti bau mani, tapi sebelumnya saya tidak mengeluarkan mani.
    apakah dengan hal itu saya harus mandi junub pak ustadz ?!
    mohon bimbingannya. . .

    Waalaikumussalam.
    Taqabbalallahu minnaa waminkum shalihal a’mal.
    Tidak wajib mandi junub.

  13. IBNU said:

    Ustadz sebenarnya jika saat mandi junub keluar kencing atau kentut mandinya harus diulang atau dilanjutkan dan tetap sah. Dan cukup wudhu jika akan sholat.

    Tidak perlu diulang dan mandinya tetap syah, cukup wudhu kalau mau shalat.

  14. surya said:

    asslm ustadz.
    sy mau tanya:
    apakah jika sy memasukkan jari kedlm kemaluan istri sy itu bs disebut berjima’??
    dan apakah kami berdua diwajibkan mandi junub? atau hanya istri sy sj yg wajib mandi junub karna dy spt merasakan nikmat, & ada mngeluarkan cairan. smntara sy hrs pergi kerja stlh dimintai istri sy utk melakukan itu kpdanya.
    dan kemaluan sy jg tegang saat itu & mngeluarkan sdkit cairan. apakah kami berdua wajib mandi ustad??
    mohon bimbingannya ustad.

    1. Itu bukan jima’.
    2. Siapa yang mengeluarkan mani maka dialah yang wajib mandi.

  15. doni said:

    pak ustadz, kan kata pak ustadz apapun cairan yang keluar dari kemaluan setelah mandi junub atau saat selesai mandi, kita tidak wajib mandi kembali.
    nah yang ingin saya tanyakan, apabila cairannya keluar dengan terpancar dan disertai lemas tapi cairannya kadang lengket kadang tidak, apakah kita masih tidak wajib mengulangi mandi junubnya.
    mohon penjelasannya dengan rinci pak ustadz karena saya masih dihinggapi rasa keraguan.

    Jika keluarnya terpancar dalam jumlah banyak dan disertai perasaan nikmat maka wajib mandi. Jika tidak maka tidak wajib.

  16. rahma said:

    ustad kalau kita buang air kecil di tengah mandi junub, lalu ingin solat, kita wajib wudhu lagi pak? selama ini saya tidak wudhu lagi

    Wallahu a’lam, sebaiknya dia berwudhu kembali.

  17. hendi said:

    assalamu ‘alaikum.
    pak ustadz tdi shubuh saya mimpi basah dan saya langsung terbangun, lalu saya langsung melakukan mandi junub tpi sblum mandi sya BAB trlebih dahulu. saat selesai BAB sya lngsung mandi, nah saat d’prtengahan mandi saya mengeluarkan cairan 1 atau 2 tetes dri kmaluan dan cairan’a sdikit kental, tpi sya mlanjutkan mndi junub’a.
    apakah mandi saya syah atau tidak pak ustadz ?!
    apakah saya harus mengulangi mandi junub’a atau tidak ?!
    mohon wawasannya.

    Waalaikumussalam.
    Tetap syah dan tidak perlu diulang.

  18. fitri said:

    asw ustadz.
    sya mau nanya..
    slama nlfon dan stlah nelfon ma suamii saya merasakan ad airan kluar dari kemaluan saya..
    it cairan apa ustz dan apkh sya wajib mandi??

    Waalaikumussalam.
    Itu adalah madzi, tidak wajib mandi.

  19. hendi said:

    assalamu ‘alaikum pak ustadz.
    begini pak.
    saat saya mw mandi junub saya kencing terlebih dahulu lalu setelahnya saya langsung mandi, nah pada saat selesai mandi di kemaluan saya ada yang mau keluar tpi saya tahan, nah pada saat mw pakai celana dalam saya melihat ada cairan yang keluar dan ternyata cairannya lengket dan baunya agak samar-samar.
    yang keluar ini cairan apa pak ?!
    apakah saya harus mandi junub lagi pak ustadz ?!

    Waalaikumussalam.
    Mungkin itu kencing atau wadi. Tidak wajib mandi.

  20. abdullah said:

    ketika ditengah2 proses mandi junub (masih separuh badan yg basah dgn air), lalu keluar kentut, apakah membatalkan mandi junubnya dan harus diulang dari awal ?

    Tidak membatalkan mandi, dan mandinya bisa diteruskan.

  21. nita said:

    Assalamu’alaikum pak ustadz..
    Saya mau tanya. ketika bermesraan dengan suami dan kemaluan kami bersentuhan (tapi tidak masuk/tidak melakukan jima’), sudah keluar madzi tapi tidak sampai keluar mani, apakah kami wajib mandi junub?
    syukron penjelasannya.

    Waalaikumussalam.
    Tidak wajib mandi jika tidak terjadi penetrasi dan tidak ada mani yang keluar.

  22. abdullooh said:

    assalamu’alaykum ustadz d blog ini ada pembahaan ttg tata cara mandi junub gak?

    Waalaikumussalam.
    Ada, silakan disearch.

  23. rajudin said:

    Pak Ustadz , gimana caranya menghentikan cairan madzi yang keluar setelah bersetubuh sama isteri, kita mandi dan mau sholat fardhu, sementara setelah mandi junub , madji keluar terus..

    Tunggu dulu sejenak sampai seluruhnya keluar, baru dia mandi.

  24. nia said:

    assalamualaikum

    saya mau tanya setelah berhubungan badan dengan suami saya, saya mandi dan setelah itu saya sholat subuh pada saat sholat subuh saya merasa ada cairan yang keluar dari kemaluan saya, dan saya cium seperti mani, apakah sebenarnya cairan itu? dan apakah sholat saya batal dan saya wajib mandi lagi? mohon penjelasannya

    Waalaikumussalam.
    Dilihat saja ciri-cirinya. Tapi kalaupun memang itu mani, maka tidak wajib mengulangi mandi. Hanya saja sebaiknya dia membersihkannya lalu mengulangi shalatnya, wallahu a’lam.

  25. arqo said:

    pa ustadz saya mau nanya, kalau mimppi basah itu mimpi yang bersetubuh kan?, saat saya tidur di bulan puasa saya tidak mimpi basah melainkan hanya mimpi perempuan tapi tidak bersetubuh dan perempuannya tidak telanjang, tetapi celana saya ada cairan dikit, apakah itu madzi atau sperma pa ustad, haruskan saya mandi junub?

    Kalau kental dan antum terasa letih dengannya, maaka itu adalah Mani, jika tidak seperti itu maka bukan mani (MT).

  26. holi said:

    pak saya mau tanya,harus mandikah,ketika sehabis sahur tidur tanpa mimpi bersetubuh tetapi saat bangun kemaluanku keluar lendir ga terlalu kental,pleace bantu aku pak,aku takut dengan solat dan puasaku,karena aku sudah terbiasa mandi sbelum tidur setelah sahur

    Itu paling hanya madzi. Tidak ada kewajiban mandi. Cukup dibersihkan lendir, lalu wudhu dan shalat.

  27. asrori said:

    tanya ustadz. ketika menonton tv lalu keluar cairan dari zakar karna tayangan yang begitu syur, ane gag tau cairan apa?.. lalu apakah wajib mandi?………. sekian terima kasih

    Itu adalah madzi. Tidak wajib mandi.

  28. ridho said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
    Ustad,
    1.) apakah orang kafir dan orang murtad jika mau masuk islam, sebelum mengucap syahadat diwajibkan mandi besar atau hanya disunnahkan. bagaimana jika dia tidak mandi besar dan langsung mengucap syahadat
    2.) setelah dia mandi besar kemudian bersyahadat. dia mau melakukan shalat. apakah cukup berwudhu saja atau perlu mandi besar lagi karena mandi besar yang pertama dalam kondisi dia belum masuk islam sehingga mandi besar yang pertama apakah sah?

    terima kasih ustadz

    waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
    1. Wajib mandi dulu. Jika tidak, maka dia berdosa namun syahadatnya tetap syah.
    2. Cukup wudhu.