Hadits-Hadits Tentang Larangan Menggambar

May 5th 2010 by Abu Muawiah |

Hadits-Hadits Tentang Larangan Menggambar

Hadits-hadits yang melarang menggambar makhluk bernyawa sangat banyak, ada beberapa lafazh yang diriwayatkan oleh sahabat berbeda sehingga dianggap sebagai beberapa hadits. Berikut ini hanya sebagian di antaranya:
1.    Hadits Jabir radhiallahu anhu dia berkata:
نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.” (HR. At-Tirmizi no. 1671 dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”)

2.    Hadits Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya:
أَنْ لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرَفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ
“Jangan kamu membiarkan ada gambar kecuali kamu hapus dan tidak pulan kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.” (HR. Muslim no. 969)
Dalam riwayat An-Nasai, “Dan tidak pula gambar di dalam rumah kecuali kamu hapus.”

3.    Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ يَعْنِي الْكَعْبَةَ لَمْ يَدْخُلْ وَأَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ مَا اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ
“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim dan Ismail alaihimasssalam tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah sekalipun. “ (HR. Ahmad  no. 3276)

4.    Aisyah radhiallahu anha berkata: Rasulullah masuk ke rumahku sementara saya baru saja menutup rumahku dengan tirai yang padanya terdapat gambar-gambar. Tatkala beliau melihatnya, maka wajah beliau berubah (marah) lalu menarik menarik tirai tersebut sampai putus. Lalu beliau bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ
“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 5525 dan ini adalah lafazhnya)
Dalam riwayat Muslim:
أَنَّهَا نَصَبَتْ سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَزَعَهُ ، قَالَتْ : فَقَطَعْتُهُ وِسَادَتَيْنِ
“Dia (Aisyah) memasang tirai yang padanya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah masuk lalu mencabutnya. Dia berkata, “Maka saya memotong tirai tersebut lalu saya membuat dua bantal darinya.”

5.    Dari Ali radhiallahu anhu dia berkata:
صَنَعْتُ طَعَامًا فَدَعَوْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَ فَدَخَلَ فَرَأَى سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَخَرَجَ . وَقَالَ : إِنَّ الْمَلائِكَةَ لا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ
“Saya membuat makanan lalu mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk datang. Ketika beliau datang dan masuk ke dalam rumah, beliau melihat ada tirai yang bergambar, maka beliau segera keluar seraya bersabda, “Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5256)

6.    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
اسْتَأْذَنَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلام عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : « ادْخُلْ » . فَقَالَ : « كَيْفَ أَدْخُلُ وَفِي بَيْتِكَ سِتْرٌ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَإِمَّا أَنْ تُقْطَعَ رُؤوسُهَا أَوْ تُجْعَلَ بِسَاطًا يُوطَأُ فَإِنَّا مَعْشَرَ الْمَلائِكَةِ لا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ
“Jibril alaihissalam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5270)
Mirip dengan hadit ini dari hadits Aisyah riwayat Muslim, hadits Ibnu Umar riwayat Al-Bukhari, dan hadits-hadits lainnya.

7.    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ
“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)

8.    Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang gambar-gambar yang ada di gereja Habasyah:
إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلكَ الصُّوَرَ فَأُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Mereka (ahli kitab), jika ada seorang yang saleh di antara mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan mereka menggambar gambar-gambar itu padanya. Merekalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 427 dan Muslim no. 528)

9.    Dari Abu Juhaifah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم لَعَنَ الْمُصَوِّرَ
“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam melaknat penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5962)

10.    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يَخْرُجُ عُنُقٌ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ تبْصِرُان وَأُذُنَانِ تسْمَعُان ، وَلِسَانٌ يَنْطِقُ  يَقُولُ : إِنِّي وُكِّلْتُ بِثَلاثَةٍ بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ وَبِكُلِّ مَنْ ادَّعَى مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَالْمُصَوِّرِينَ
“Akan keluar sebuah leher dari neraka pada hari kiamat, dia mempunyai 2 mata yang melihat, 2 telinga yang mendengar, dan lisan yang berbicara. Dia berkata, “Saya diberikan perwakilan (untuk menyiksa) tiga (kelompok): Semua yang keras kepala lagi penentang, semua yang beribadah bersama Allah sembahan yang lain dan para penggambar”. (HR. At-Tirmizi no. 2574 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

11.    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Saya mendengar Nabi  shallallahu alaihi wasallam bersabda:
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً
“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang berkehendak mencipta seperti ciptaan-Ku. Kenapa mereka tidak menciptakan lalat atau kenapa mereka tidak menciptakan semut kecil (jika mereka memang mampu)?!” (HR. Al-Bukhari no. 5953, Muslim no. 2111, Ahmad, dan ini adalah lafazhnya)

12.    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ
“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109)

13.    Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ
“Sesungguhnya mereka yang membuat gambar-gambar akan disiksa pada hari kiamat. Akan dikatakan kepada mereka, “Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan.” (HR. Al-Bukhari no. 5961 dan Muslim no. 5535)

14.    Dari An-Nadhr bin Anas radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ
“Siapa saja yang menggambar suatu gambar di dunia maka pada hari kiamat dia akan dibebankan untuk meniupkan roh ke dalamnya padahal dia tidak akan sanggup meniupkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5963 dan Muslim no. 5541)

Yang Terlarang Hanyalah Gambar Makhluk Bernyawa

Sebagian besar hadits-hadits di atas larangannya bersifat umum mencakup semua jenis gambar. Hanya saja sebagian hadits lainnya memberikan pembatasan bahwa yang terlarang di sini hanyalah menggambar gambar makhluk yang bernyawa.
Di antara hadits-hadits yang memberikan pembatasan ini adalah:
a.    Hadits no. 6 dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Sisi pendalilannya bahwa Jibril menganjurkan agar bagian kepala dari gambar tersebut dihilangkan, barulah beliau akan masuk ke dalam rumah. Ini menunjukkan larangan hanya berlaku pada gambar yang bernyawa karena gambar orang tanpa kepala tidaklah bisa dikatakan bernyawa lagi.

b.    Hadits no. 13 dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Sisi pendalilannya bahwa Allah menyuruh untuk menghidupkan gambar yang dia gambar. Ini menunjukkan bahwa yang terlarang hanyalah gambar makhluk yang bisa hidup (bernyawa).

c.    Hadits setelahnya pada no. 14 dari An-Nadhr bin Anas radhiallahu anhu. Sisi pendalilannya bahwa para penggambar diperintahkan untuk meniupkan roh pada gambarnya, maka ini menunjukkan tidak mengapa menggambar gambar makhluk yang tidak memiliki roh/nyawa.

d.    Menguatkan hadits no. 6 di atas, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلصُّوْرَةٌ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ فَلاَ صُوْرَةٌ
“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak ada lagi gambar.” (HR. Al-Baihaqi: 7/270 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

e.    Sebagai tambahan juga ada dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ, يُجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسٌ يُعَذَّبُ بِهَا فِي جَهَنَّمَ
“Setiap penggambar berada dalam neraka, setiap gambar yang dia telah gambar akan diberikan jiwa (dihidupkan oleh Allah) yang dengan gambar itu dia akan disiksa di dalam Jahannam.”
Lalu Ibnu Abbas berkata, “Jika kamu harus untuk menggambar maka gambarlah pohon dan apa saja yang tidak mempunyai nyawa.” (HR. Al-Bukhari no. 2225 dan Muslim no. 5540)

Incoming search terms:

  • hadist tentang menggambar
  • hadist larangan menggambar
  • hadis larangan berfoto
  • hadits tentang larangan menggambar makhluk bernyawa
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, May 5th, 2010 at 9:57 am and is filed under Hadits. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

31 responses about “Hadits-Hadits Tentang Larangan Menggambar”

  1. mahmed said:

    larangan yang tidak logis.. perkembangan jaman sudah demikian pesatnya, komunikasi akan lebih bagus dengan gambar.. akhirnya semua pelukis, illustrator, masuk neraka.. tuhan begitu kejam menyuruh pelukis menghidupkan lukisan… kecemburuan tuhan yang membabibuta terhadap makhluk ciptaannya…

    Wal’iyadzu billah, hati-hati kamu berucap. Bagaimana bisa kamu berkata ‘tuhan begitu kejam’, ‘kecemburuan tuhan yang membabibuta?’ Marah sih marah akan tetapi tetap pake akal kalo ngomong, be human.
    Lagi pula kelihatannya kamu belum membaca artikel berikutnya ‘Hukum menggambar dalam Islam’, baca dulu baru komentar lagi.

  2. Abdullah said:

    Assalamu`alaikum
    Ana jadi bingung krn ana punya hobi memotret sekaligus jd p`kerjaan sampingan alhamdulillah bisa meringankan beban keluarga,tapi setelah membaca artikel ini ana jadi bingung ustadz krn artinya uang ana jadi syubhat Nah yang ana tanyakan apa yang harus ana lakukan dengan uang-uang terdahulu dan apakah ana harus tetap menjalankan p`kerjaan ana karena ada yang sudah terikat kontrak tertulis maupun lisan? Mohon penjelasan ustadz

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Antum baca dulu artikel setelahnya ‘Hukum menggambar dalam Islam’.

  3. abdillah said:

    apkah hkum jga berlaku utk gambar fotografi?

    Silakan baca artikel setelahnya ‘Hukum Menggambar Dalam Islam’.

  4. deddy said:

    assalamualaiku
    bagaimana mengenai fotografi usatadz?
    apakah humunya sama dengan gambar?
    terima kasih
    wassalamualaikum

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Silakan baca artikel setelahnya ‘Hukum Menggambar Dalam Islam’.

  5. sholihah said:

    Assalamu’alaikum ustadz,
    Saya mau bertanya sehubungan dengan hadist ini, bila seorang guru menggambar, pasti ada kurikulum yg mewajibkan guru itu mengajarkan menggambar mahluk hidup, sebut saja misalnya menggambar manusia, bagaimana hukumnya menurut Islam ustadz?
    Terimakasih,
    Wa’alaikumsalam.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Silakan baca artikel selanjutnya: ‘Hukum menggambar dalam Islam’

  6. Rahmat Febriyanto said:

    Assalamualaikum wr.wb

    Pak, saya ingin bertanya. Apakah ada alasan yang lebih jelas selain siksaan? kalau begini, orang akan susah menerima haditz ini.
    Terima kasih

    Wassalamualaikum wr.wb

    Waalaikumussalam
    Silakan baca artikel berikutnya ‘Hukum Menggambar dalam Islam’

  7. Abidin said:

    Asslamu’alaikum
    Ustadz, bagaimana bila seseorang takut memajang foto (gambar bernyawa) di facebook karena takut dipelet?

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Takut kepada sihir dan penyihir, jika dia takut kepada mereka bahwa mereka bisa menimpakan mudharat kepada dirinya jika mereka mau (tanpa izin dari Allah) adalah kesyirikan akbar, termasuk dari khauf as-sirr (takut yang terselubung) yang merupakan kesyirikan.
    Maka hendaknya setiap muslim jangan takut kepada para penyihir. Adapun tidak memasang foto pada facebook maka itu jauh lebih baik daripada memasangnya.

  8. maidy..... said:

    syukran………..smoga mjadi tambahan ilmu bagi kami2 yang awam ini….

  9. Ibnu Mahmud Sulawesi said:

    Bismillah..
    Buat pak mahmed (komen pertama) diatas, beristighfarlah/tobat, jika anda Islam maka apapun yg telah menjadi keputusan Allah dan Rasul-Nya maka terimalah dgn lapang dada. Krn Dialah yg menghidupkan dan mematikanmu. Ucapan anda di atas sangat mengerikan.

  10. Putra Umar Said said:

    Assalamu’alaikum wr.wb…

    saudaraku yang dirahmati Allah, saya jadi bingung. kita dilarang untuk menggambar makhluk yang memiliki roh, tapi mengapa kita diperbolehkan menggambar pohon? , padahal pohon juga makhluk hidup(menurut ilmu Science)

    Waalaikumussalam.
    Saya rasa yang dimaksud dengan ‘makhluk yang memiliki roh’ di sini sudah dipahami bersama. Dan orang-orang tidaklah menganggap pohon memiliki roh.

  11. handi said:

    Memang sangat detil ajaran Islam itu. Memang Islam itu indah.
    Kawan2 sebelum berkomentar buruk, alangkah bijaknya jika membaca terlebih dahulu artikel sebelumnya. Su udzon nya pasti hilang.
    Ijin nge bookmark situs ini,ya. Jazakallah…

  12. mucikperlis said:

    SubhanAllah… baru hari ini ana tahu… so memang haram ke bergambar or ambil gambar

  13. anna miller said:

    “Jika kamu harus untuk menggambar maka gambarlah pohon dan apa saja yang tidak mempunyai nyawa.” (HR. Al-Bukhari no. 2225 dan Muslim no. 5540)
    bukankah pohon bernyawa?

    Pohon tidak bernyawa.

  14. Emelya said:

    begini,, saya suka skali menggambar manga.. tapi saya dengar katanya boleh menggambar tapi tidak boleh lengkap?? emang bener ya kaya gituu. mohon bimmbingannya..

    Silakan baca artikel: Hukum Menggambar Dalam Islam

  15. tamu said:

    saya masih belum mengerti pembagian makhluk yg bernyawanya bagaimana
    untuk hewan kan banyak sekali tipenya
    dari yg terkecil sampai terbesar
    kira2 hewan yg mana yg tergolong haram untuk digambar(dipajang)

    Semua hewan itu bernyawa, bagaimanapun ukurannya.

  16. dank astuty said:

    لسّلاٍْمّےُعًلٍّيكْمٍےُورّحٍمْـٍُﮧاللّـﮧوًبٍرّكًاٍتُـّ. Subhanallah aq dpt ilmu baru, اِ نْشَآ ءَ اللّهُ. Diikhtiarkn u/ tdk memotret & dipotret. Jazakallah khair ustadz

  17. yoga elang johar said:

    terimakasih infonya maz,,,
    maz mo tanya sama nggak gambar manusia ma gambar kartun??
    soalnya saya hobi nggambar kartun maz,,,
    tar kalau gak boleh saya akn hapus n bakar semuagambar saya…
    makasih maz,,,

    Ya, hukumnya sama. Menggambar manusia sama seperti menggambar kartun.

  18. rubadi said:

    informasinya sangat bermanfaat bagi saya seorang pelukis aliran realisme

  19. nata said:

    kalau nggambarnya torso ataupun gak full body, gimana?
    gimana dengan gambar makhluk hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misal : dalam kedokteran, pencarian tersangka, tata cara sholat (ada yg pkai gmbar jg kn?), dan msh bnyak lgi.
    jangan jawab ‘baca artikel menggambar dalam Islam’
    karena saya sudah baca, tpi blum paham betul. Sepertinya msih ada yang kurang dri artikel tersebut. Mohon dijawab, trimakasih ,…

    Jika gambar setengah bodinya terdapat kepala maka tidak diperbolehkan.
    Tujuan kedokteran, forensik, dan semacamnya yang memang dibutuhkan maka insya Allah tidak masalah. Adapun untuk shalat maka selama tidak berkepala maka tidak ada masalah insya Allah.

  20. iskandar said:

    assalmualaikum ..
    pak ustadz mau minta izin copy data”nya ia..

  21. shafira said:

    ustadz,kalau misalnya kita menggambar manga/manusia lalu jika selesai kita hapus ,apa masih di haramkan?

    Asal menggambarnya adalah dilarang, baik setelahnya dia hapus atau tidak.

  22. Rahmaeni said:

    ustadz, klw bku yang bergambar itu dilarang yah.. wlupun tujuannya untuk pendidikan anak di bawah umur … soalnya adik saya sangat senang buku yang bergambar dan semangat belajarnya…. mohon di jawab secara detail…

    Tidak apa-apa insya Allah jika masih di bawah umur, dengan catatan bukunya ditutup jika sudah selesai digunakan. Demikian diterangkan oleh sebagian ulama.

  23. Fitri said:

    Assalamu’alaikum
    mau tanya tadz, kalo masalah foto gimana ?? tapi foto itu juga ngga dipajang, tapi di dlm album lho, itu bgaimana ?? mohon jawabannya..
    syukron

    Waalaikumussalam.
    Silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/hukum-menggambar-dalam-islam.html

  24. rahman said:

    Assalamu’alaikum.
    Alhmdulillah, jazakallahu khairan katsir. sya sdah bsa memahami & mnerimanya dngan baik. tpi sya msih punya msalah ustadz, mhon maaf prtanyaannya agak panjang. skarang ini sya sdang dlam keadaan bingung. sbelum sya mngetahui larangan ini, kbetulan bberapa bulan yng lalu sya sudah mnerima order melukis wajah dari teman sya & saya sudah berjanji untk mnyelesaikannya beberapa bulan lgi. sya jdi bingung apa yng hrus sya lakukan.. apakah sya hrus membatalkannya dngan alasan ada larangan dlam Islam & sya coba berikan pngertian kpadanya, tapi bgaimana kalau dia tdak mnerima? dan jika sya batalkan brarti sya sdah ingkar janji & dia psti sngat kecewa. akhirnya sya jga mndapat dosa.. atau apakh sya trpaksa hrus mengerjakannya karna sdah terlanjur berjanji? manakah dosa yng lebih berat..? mhon bgaimana yng sebaiknya ustadz.

    Waalaikumussalam.
    Tidak mengapa mengingkari janji jika janjinya berupa kemaksiatan. Ini sama saja jika anda berjanji dengan teman untuk -maaf- minum2 khamar nanti malam. Maka tentu saja anda tidak boleh menepati janji tersebut, bahkan anda wajib mengingkarinya dan berdosa memenuhi janji seperti itu.

  25. Bagus said:

    Assalamu’alaykum warahmatullah ustadz..

    Saya sdh membaca 2 artikel ustadz mengenai gambar, insya Allah bermanfaat. Namun ada bbrp hal yg sy msh belum paham dan ingin sy konsultasikan ke ustadz.
    1. Jika ada gambar wajah makhluk bernyawa tapi tanpa mata, hidung, dan mulut (wajah kosongan saja/polos). Baik penuh 1 tubuh maupun hanya separuh yg sisi atasnya saja, baik 2D/3D. Bagaimana hukumnya ustadz?
    2. Seorang wirausaha muslim, yg gambar logo/lambang dari perusahaannya mrpkan gambar makhluk bernyawa tetapi wajahnya kosongan seperti diatas. Logo tsb akan terpampang dimana-mana krn mrpkan logo perusahaan. Sbg media branding-nya juga terdapat patung dan bahkan boneka besar yg berisi orang di dlmnya agar bs bergerak tapi semua wajahnya kosongan. Bagaimana menurut ustadz?
    3. Jika gambar wajah yg kosongan tsb walau tdk ada mata, hidung, dan mulut, tp di sisi sampingnya msh ada telinganya. Apakah hal ini trmasuk yg dilarang krn kebanyakan makhluk brnyawa memiliki telinga?

    Barokallahu fikum yaa ustadz..Semoga Allah melimpahkan rahmat pada ustadz di bulan Ramadhan ini..Afwan jika prtanyaannya panjang & mendetail.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Jika itu kepala tanpa wajah, insya Allah hal tersebut tidak mengapa.
    Namun jika itu patung tubuh, maka itu dilarang. Wallahu a’lam.

  26. yoga said:

    Asslmkm Ustad,
    saya seorang freelancer desiner graphics,
    ada pesenan desain,desain nya hanya tulisan saja tapi si pemesan meminta supaya logo nya di masukan ke desain nya,dia kirim kan logo nya,
    logo desain itu bukan desain dari saya.
    logo desain nya itu berupa GAMBAR PESAWAT TERBANG kartun yg memiliki MATA dan MULUT juga memiliki TANGAN.

    Apakah saya saya harus membatallkan nya pesanan desain nya?

    Apakah desain kartun TIDAK BERNYAWA kemudian di beri mata,mulut,tangan dan kaki di perbolehkan?

    jazakallahu khairan

    Kalau bukan anda yang mendesainnya, insya Allah tidak mengapa.

  27. rayhan said:

    Assalamu’alaikum
    1.saya mau tanya saya suka menonton anime/kartun di tv atau mendownload di komputer dan beli&baca komik,haram gak?
    2.saya kadang-kadang suka mengambar anime/kartun, haram gak?
    3.saya mau buat blog tentang anime/kartun,gimana menurut pa ustadz,membuat/tidak

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh tapi sebaiknya ditinggalkan karena bisa membuang waktu. Membeli komik tidak boleh, khawatir masuk dalam larangan membeli gambar.
    2. Menggambar makhluk bernyawa seperti anime tidak boleh dan dilarang agama.
    3. Jangan buat blog seperti itu, mendingan blog lain yang lebih bermanfaat,

  28. Annisa Herlinawati said:

    ustad jika sudah terlanjur,,saya memang mempunyai hobi menggambar orang,,dan saya suasah untuk menghilangkan hobi itu,,,terus apa yang harus saya lakukan???

    Bertaubat kepada Allah dan berusaha lebih keras lagi untuk menghilangkan hobi itu, atau menyalurkannya kepada yang halal, seperti menggambar makhluk yang tidak bernyawa.

  29. Putut said:

    Assalamu’alaikum
    Bagaimana dengan hukum menggambar dan atau membuat robot yang mempunyai wajah, tangan dll seperti manusia?
    syukron

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak mengapa, karena robot bukan termasuk makhluk hidup. Wallahu a’lam.

  30. abul said:

    kalau foto akhwat memakai pakaian syari tpi tampak blkng dijadikan foto profil Whats app boleh gag???

    Maksudnya apa? Ko setengah2? Knp dr belakang? Knp gak langsung terang2an dr depan?
    Kalau dia malu, maka berarti malunya hanya setengah. Karena kalau rasa malunya sempurna, dia tidak akan menampakkan dirinya sbg tontonan, walaupun itu hanya dr belakang.

  31. Dilla said:

    Ustadz, bagaimana kalau menggambar sketsa wajah muslimah berjilbab yang kelihatan dari samping dan hanya satu matanya yang tampak? Karena ada juga novel islami atau buku islami yang covernya bergambar wajah wanita berkerudung. Apakah kalau gambar itu dibuat warna hitam semua dan tidak kelihatan matanya boleh? Terimakasih atas jawabannya.

    Wallahu a’lam. Sebaiknya ditinggalkan, terlebih itu adl wajah wanita.