Golput = Mati Jahiliah?

December 9th 2013 by Abu Muawiah |

Golput = Mati Jahiliah?

Tanya:
Ada masuk bc banyak seperti ini isinya:
Ulama berbeda pendapat tentang siapa yang menetapkan dan membai’at imam (kepala negara). Sebagian ulama berpendapat bahwa yang berwenang menetapkan dan membai’at imam adalah ahl al- hall wa al- ‘aqd. Penetapan dan pembai’atan mereka adalah final, karena mereka adalah wakil- wakil rakyat yang telah diberi kepercayaan. Pendapat ini antara lain di dukung oleh Imam al- Mawardi. Ulama kontemporer yang mendukung pendapat ini adalah Dr. Ahmad Syalabi, ahli sejarah dan kebudayaan dari Mesir. Menurutnya, pemilihan imam berlangsung melelui perantara ahl al- hall wa al- ‘aqd yang merupakan manifestasi dari umat dalam memilih pemimpin. Ia menyatakan bahwa masyarakat umum tidak memiliki wewenang untuk memilih pemimpin, karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memilih calon yang ideal untuk pejabat tinggi ini.Pendapat lain mengatakan bahwa ahl al- hall wa al- ‘aqd hanya berwenang mengemukakan calon imam, sedangkan yang menetapkan dan membai’atnya adalah umat atau rakyat. Dengan demikian suatu kepemimpinan tidak bisa ditetapkan kecuali setelah selesai bai’at umat dan kerelaan mereka. Pendapat ini antara lain didukung oleh Ibnu Taimiyah dari Mazhab Hanbali. Ia mangatakan Usman bin Affan tidak menjadi imam melalui pemilihan, melainkan melalui pembai’atan semua umat Islam kepadanya. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Usman bin Affan dibai’at melalui ijma”.Untuk masa kini baiat pada masa lalu sulit untuk dilaksanakan jika masing-masing penduduk membaiat pemimpin, maka sesuai dengan kaedah ushul fiqh: ”Kesulitan itu melahirkan kemudahan”. Maka membaiat pemimpin untuk masa kini adalah dengan cara mencoblos gambar.
MATI DALAM KEADAAN GOLPUT ADALAH MATI JAHILIYAH.
Mohon penjelasannya

Jawab:
Apa yg disebutkan dr para ulama salaf adl benar. Hanya saja, menganggap pemilu adl bentuk perwujudan baiat, itu jelas keliru, krn adanya perbedaan yg nyata di antara keduanya. Di antaranya: 1. Menyamakan suara muslim dgn non muslim.
2. Menyamakan suara lelaki dgn wanita, dst dr perbedaan lainnya.

Lgpl, baiat itu dilakukan kpd pemimpin yg sdh syah sbg pemimpin, bkn kpd tokoh yg belum tentu jd pemimpin.

Kemudian, konsekuensi ucapan mereka: Kapan kita mencoblos capres tertentu, trnyata bukan dia yg jd presiden, brarti kita telah membaiat selain pemimpin. Itu yg namanya mati jahiliah.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Monday, December 9th, 2013 at 4:03 pm and is filed under Dari Grup WA, Syubhat & Jawabannya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.