Fenomena Ketindihan dan Solusinya

February 16th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Fenomena Ketindihan dan Solusinya

Tanya:
assalamu’alaykum
afwan ana mau tanya, apakah tindihan itu disebabkan oleh gangguan jin? jika ada orang yang sering tindihan itu apa sebabnya?
jazakumulloh khoir
ummu anas
mmuftiatul@yahoo.com

Jawab:
Ketindihan saat tidur disebabkan oleh banyak hal. Ada banyak hal yang berkaitan dengan kejiwaan dan kesehatan. Juga ada hal yang berkaitan dengan perbuatan Jin.

Cara terbaik untuk mengobati hal tersebut adalah melaksanakan etika-etika sebelum tidur yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, seperti berwudhu sebelum tidur dan membaca doa-doa tidur.

Doa-doa tidur yang diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam mempunyai makna dan manfaat yang sangat besar. Seharusnya setiap muslim dan muslimah mempelajari kandungan maknanya agar bacaan doa tersebut lebih dahsyat pengaruhnya untuk diri.

Obat yang paling bermanfaat untuk seluruh penyakit yang berkaitan dengan gangguan dan was-was adalah dengan tidak mempedulikannya, seakan-akan seorang tidak pernah punya masalah dengan hal tersebut.

Wallahu A’lam.

(Dijawab oleh Ust. Dzulqarnain hafizhahullah – Sumber: Milis An-Nashihah)
[sumber: http://fadhlihsan.wordpress.com/2011/11/23/fenomena-ketindihan-saat-tidur/]

Incoming search terms:

  • ketindihan
  • agar tidur nggak ketindihan ?
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

No related posts.

This entry was posted on Thursday, February 16th, 2012 at 8:49 am and is filed under Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 responses about “Fenomena Ketindihan dan Solusinya”

  1. abu mu'awiyah said:

    ana juga pernah ketindihan, tapi sudah lupa, karena an jin, atau karena faktor kesehatan dan kejiwaan pada saat itu

  2. Rachmadi Triatmojo said:

    Assalamu’alaikum,

    Langsung saja..
    Ustadz ana mau tanya ttg oral sex di artikel bersangkutan tapi di sana sdh tidak tersedia tempat untuk bertanya.
    Jadi afwan terpaksa ana tanya di sini :

    Berkaitan dengan pertanyaan no 116 di artikel Hukum Oral Sex,
    Ana hanya memastikan bahwa ustadz berpendapat boleh asal tdk menelan najis.
    Untuk memperjelas ana bertanya :
    1. Kalau begitu menghisap (memasukkan seluruh bagian kemaluan istri atau suami ke dalam mulut – maaf spy jelas- spt memasukkan seluruh kepala penis samapai dalam ke mulut istri dan biasanya dilakukan keluar masuk) itu boleh ? kl menjilat menurut saya lebih ringan krn ini adalah bagian dari amalan menghisap.

    2. Kalau boleh menghisap kemaluan istri atau suami…bolehkan ini dilakukan sampai suami ejakulasi atau istri sampai inzal (orgasme) sampai masing2 pasangan mengeluarkan mani sehingga terkadang mani berhamburan sekitar mulut …

    3. Lebih ekstrem lagi bolehkah sang istri menelan mani tsb ?

    Demikian pertanyaan saya….mohon maaf kembali kl terlalu vulgar.Ana cm berpedoman tidak boleh malu bertanya ttg agama …

    Jazakallahu khoiron

    Orang yang melakukan oral kemungkinan besar akan menelan najis yaitu madzi. Karenanya, oral sex ini dilarang karena berpotensi besar madzi tertelan.

  3. Rachmat said:

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

    Ustadz, apakah ketindihan ini sama dengan eureup-eureup dalam bahasa Sunda?
    Suatu kondisi menjelang tidur dimana seolah-olah ada bunyi-bunyi tertentu di telinga, dan seperti ada orang yang berusaha menindih kita, dan juga kita mau mencoba untuk terjaga dari tidur, atau bicara/teriak tetapi tidak bisa (hanya dalam hati saja)?
    Biasanya diawali dengan rasa gelisah/susah tidur.
    Kalau yang dimaksud adalah seperti yang kami sebutkan, maka cara yang kami lakukan adalah dengan berzikir sampai gangguan hilang, baru setelah itu ubah posisi tidur dan kembali berdoa dengan sungguh-sungguh dan berharap lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

    Wallahu A’lam.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  4. Andhy Lastchild said:

    Assalamualaikum wr. wb

    pak, sya cmn mau nya aja, apakah betul msih ad ASMAUL HUSNAH yg ke-100…????
    jikalau benar ad sya ingin sekli mncrinya…
    krn sdah lma skli sya mncri-cri ASMAUL HUSNA tsb……!!!

    untk sblmnya sya mnta maaf jika ad kta2 yg tdk brknaan…

    Wassalamualaikum Wr. wb

    Waalaikumussalam.
    Jumlah nama Allah itu tidak terbatas, tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah. 99 atau 100 itu hanya sebagian kecil di antaranya.

  5. abu zulfa said:

    sekedar share pengalaman pribadi, pernah saya mengalami yang disebut tindihan, situasinya memang beber bener susah, mau gerak tdk bisa, teriak sekuat kuatnya seakan ada yang nahan, sampai sampai bernafas pun susah. alhamdulillah saat itu saya coba berdzikir dengan membaca surat al fatihah,lumayah susah ngucapinnya, pelan pelan dlm hati, pas sampai ayat iyyakana’budu wa iyyakanasta’in, alhamdulillah semua beban berat dan nafas sesak perlahan mulai bisa dikendalikan dan plong rasanya,… menurut saya fenomena ini (mungkin) gangguan jin, tapi wallohua’lam saat itu saya lupa ada sebab apa bisa mengalami hal itu, yang pasti sepertinya sebelum tidur lupa berdoa.. demikian,semoga bermanfaat

  6. adolph said:

    sekedar share, saya juga pernah beberapa kali mengalami ketindihan..yang paling menyeramkan adalah ketika suatu malam, syaa berada dlaam keadaan antara sadar dan tidak, dan saya dalam keadaan kurang lebih seperti orang yg ketindihan, lalu ada sesosok tangan yang menimpa muka saya,kalo gak salah juga dengan diiringi suara seperti suara orang yang menggoda (saya lupa2 ingat)..bentuk tangan itu sangat keriput dan kalau gak salah juga pucat, pokoknya bentuk tangannya menyeramkan, dan saya bisa merasakan sentuhan tangan itu di muka saya..singkat cerita walhamdulillah akhirnya saya bisa sadar kembali,,wallahu’alam

Tafadhdhal komentari artikel
Fenomena Ketindihan dan Solusinya