Makalah Ringkas Manasik Haji & Umrah

December 4th 2008 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Makalah Ringkas
Manasik Haji & Umrah

Ini merupakan manasik haji dan umrah untuk memudahkan para Jama’ah Haji.Ringkas & praktis, akan tetapi sesuai dengan Sunnah.
Disusun Oleh:
Ust.Abdul Qodir Abu Fa’izah

Manasik Haji & Umroh
Manasik haji yang afdhol dan utama adalah tamattu’, yaitu seorang melakukan umrah pada bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqo’dah, dan  awal bulan Dzulhijjah) yang diakhiri tahallul. Kemudian dilanjutkan kegiatan haji pada tanggal 8  Dzulhijjah dengan memakai ihram menuju Mina.Intinya, dimulai dengan umrah, lalu dilanjutkan dengan haji.

Tata Cara Umrah (bagi haji tamattu’)
Ihram:
    Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah minyak wangi pada badan , bukan pada pakaian.
    Lalu pakailah ihram bagi pria. Wanita tetap memakai jilbab panjang/kerudung.
    Ketika di miqot   ,menghadaplah ke kiblat sambil membaca doa masuk ihram:
لَبََّيْـكَ اللهُمَّ بعُمْرَََةٍ
“Ya Allah aku penuhi panggilanmu melaksanakan umrah”.
    Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah yang berbunyi:
لـَبَّيْـكَ اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ
Talbiyah ini dibaca hingga tiba di Makkah.
    Jika seorang sudah ihram dan baca doa ihram di miqot, maka telah diharamkan baginya melakukan perkara berikut: Jimak beserta pengantarnya,melakukan dosa, debat dalam perkara sia-sia,memakai pakaian biasa yang berjahit, tutup kepala bagi pria, pakai parfum, memotong/cabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar, dan akad nikah.
    Namun dibolehkan perkara berikut: Mandi, garuk badan, menyisiri kepala, bekam, cium bau harum, menggunting kuku yang hampir patah,melepas gigi palsu, bernaung pada sesuatu yang tak menyentuh kepala-seperti, payung, mobil, pohon, bangunan, dll-, memakai ikat pinggang, memakai sandal, cincing, jam dan kaca mata.

Tawaf
    Putuskan talbiyah, jika tiba di Makkah.
    Masuk masjidil Haram sambil baca doa masuk masjid:
اللّهُمَّ افـْتَحْ لِيْ أبْوَابَ رَحْمَتِكَ
    Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan lengan kanan
    Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: “Bismillahi wallahu akbar” sambil cium Hajar Aswad atau jika tak bisa diisyaratkan dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak doa dan dzikir.
    Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani. Setelah itu baca doa ini:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَة وَقِـنَا عَـذَابَ النَّار
Baca doa ini dari Rukun Yamani Sampai ke Hajar Aswad.
    Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus ke Hajar Aswad.
    Usai tawaf, sholat sunnatlah dua raka’at di belakang maqom Ibrahim  menghadap kiblat dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam raka’at pertama.Lalu Al-Fatihah dan Al-Ikhlash dalam raka’at.
    Belakangilah kiblat untuk menuju ke kran-kran air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam sebanyaknya, lalu siram kepala, tapi jangan mandi atau wudhu disitu!!
    Usai minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus HajarAswad untuk mencium atau isyarat kepadanya sambil baca: “Bismillahi wallahu akbar”.
    Setelah itu, belakangi kiblat. Maka disana anda temukan bukit Shofa untuk melaksanakan sa’i.

Sa’i
    Mendakilah ke shofa sambil berdoa:
إنَّ الصَّفا وَالْمَرْوَة مِنْ شَعَائِر ِاللهَ, أبْدَأ بمَا بَدَأ اللهُ به
    Jika telah berada di atas Shofa, menghadap ke kiblat , maka bacalah Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:
لا إلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحمد وهو على كل شيئ قدير
لا إله إلا الله وحده , أنجز وعده ونصر عبده  وهزم الأحزاب وحده

Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan doanya bebas. Tak ada doa khusus. Silakan pilih doa sendiri.
    Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu hijau, berlarilah semampunya hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau.
    Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan hingga tiba di Marwah.
    Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير
لا إله إلا الله وحده , أنجز وعده ونصر عبده  وهزم الأحزاب وحده

Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan doanya bebas. Tak ada doa khusus. Silakan pilih doa sendiri.
    Dari Shofa ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua putaran. Intinya: bilangan genap selalu di Shofa, dan ganjil di Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan kita lakukan berakhir di Marwah
    Jika selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah ke tukang cukur dan lakukan tahallul. Bagi pria rambut dicukur rata-tanpa digundul-, dan bagi wanita potong ujung rambut seukuran 1 ruas jari.Wanita usahakan bawa gunting sendiri sehingga bisa potong sendiri.
    Nah, selesailah umrah kita dengan tahallul tsb. Sekarang boleh pakai baju biasa dan melakukan beberapa hal yang dilarang dalam umrah, selain ma’shiyat. Boleh jimak dengan istri, pakai parfum, potong kuku,dll.

Tata Cara Haji
Adapun tata haji secara ringkas dan sesuai sunnah, maka silakan ikuti petunjuk dan amalan-amalan berikut ini:
Ihram
    Usai melaksanakan umrah, kita tunggu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut “Hari Tarwiyah”.Maka mulailah ihram di hotel masing-masing di Makkah yang diawali dengan mandi, dan pakai parfum di badan, bukan di pakaian ihram.
    Setelah pakai ihram, bacalah doa ihram:
لبيك اللهم حجة

Mabit/Bermalam di Mina
    Lalu berangkatlah ke Mina pada pagi hari setelah terbit matahari, tanggal 8 Dzulhijjah tsb.
    Sesampai di Mina, qoshor ,tanpa di jama’ antara  sholat Zhuhur dan Ashar. Artinya: Kerjakan sholat Zhuhur 2 raka’at pada waktunya dan Ashar dua raka’at pada waktunya.
    Demikian pula Sholat Maghrib dan Isya’ diqoshor, tanpa dijama’.
    Bermalamlah di Mina agar bisa sholat Shubuh disana sebagaimana sunnah Nabi –Shollallahu alaihi wasallam-.

Wuquf/Berdiam Diri di Arafah
    Usai sholat Shubuh di Mina, berangkatlah ke Arafah setelah terbit matahari.Waktu itu sudah tanggal 9 Dzulhijjah.Sambil bertalbiyah.
    Tiba di Arafah lakukan sholat Zhuhur dan Ashar dua-dua raka’at, yaitu dijama’taqdim dan qoshor.
    Jika anda sudah jelas berada dalam batas Arafah, berdolah sambil angkat tangan.Disini tak ada doa yang diwajibkan, bebas berdoa. Namun jika mau berdoa, maka pakailah doa Nabi-Shollallahu alaih wasallam- dan perbanyak baca:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير
    Tetaplah berdoa sampai tenggelam matahari. Ingat jangan sampai waktu kalian habis bicara dan jalan. Gunakan baik-baik untuk berdoa karena Allah Ta’ala mendekat ke langit dunia di hari Arafah.
    Ingat jangan sampai tinggalkan Arafah sebelum  matahari terbenam !!

Mabit/Bermalam di Muzdalifah
    Tinggalkanlah Arafah setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah.
    Setiba di Muzdalifah, langsung kerjakan sholat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ta’khir dan qoshor.Artinya: Maghrib dikerjakan di waktu Isya’ tetap 3 raka’at, dan Isya’ 2 raka’at.
    Usai sholat, istirahat dan tidurlah, jangan ada kegiatan karena besok ada kegiatan berat. Jika mau, berwitir sebelum tidur seperti kebiasaan anda sehari-hari. Tak usah pungut batu di malam itu seperti sebagian orang karena itu juga tak ada sunnahnya !
    Bermalamlah di Muzdalifah sampai shubuh agar bisa kerjakan sholat shubuh disana.
    Usai sholat shubuh, duduklah banyak berdzikir dan berdoa sambil angkat tangan atau bertalbiyah. Hindari dzikir jama’ah karena tak ada tuntunannya dalam agama kita.
    Jangan tinggalkan Muzdalifah selain orang-orang lemah, seperti orang tua lansia, wanita, anak kecil, dan petugas haji. Orang ini boleh pergi setelah pertengahan malam.

Melempar Jumrah Aqobah/Kubro
    Tinggalkan Muzdalifah sebelum terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah hari ied , sambil bertakbir, dan bertalbiyah menuju Mina melempar.
    Boleh pungut batu yang seukuran antara biji coklat dan biji kacang dimana saja, baik di perjalanan menuju Mina atau di Mina sendiri ataupun dimana saja.
    Lemparlah Jumrah Aqobah setelah terbitnya matahari sebanyak 7 lemaparan batu kecil yang anda pungut tadi. Ketika melempar menghadap Jumrah, maka jadikan Makkah sebelah kirimu, dan Mina (lokasi perkemahan) sebelah kananmu.
    Setiap kali melemparkan batu kecil tsb, ucapkanlah “Allahu akbar” dan usahakan masuk ke dalam kolam. Jika meleset dari kolam, ulangi.Dan Seusai melempar, putuskan talbiyah.

Mencukur Rambut/Tahallul Pertama
    Seusai melempar, maka gundullah rambut kalian  atau pendekkan/cukur rata. Adapun wanita, maka potong rambut sendiri dengan gunting yang dibawa seukuran 1 ruas jari.
    Dengan ini berarti anda telah melakukan tahallul awal. Maka anda sekarang boleh pakaian biasa, gunakan parfum, gunting kuku dan bulu, dll. Namun Jimak dengan istri belum boleh !!

Menyembelih Kambing
    Sembelihlah kambing pada tanggal 10 Dzulhijjah atau setelahnya pada hari-hari tasyriq (tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah).
    Dilarang keras menyembelih kambing sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Barangsiapa yang menyembelih sebelum tgl tsb, maka sembelihannya tidak sah, harus diganti, atau puasa 3 hari pada hari-hari tasyriq, dan 7 hari di Indonesia.
    Bagi petugas pembeli dan penyembelih kambing yang biasanya dijabat oleh ketua kloter atau pembimbing, maka kami nasihatkan agar takut kepada Allah jangan sampai menyembelih hadyu/kambingnya sebelum tgl 10.Jika kalian lakukan itu, maka kalian telah berdosa karena membuat ibadah orang kurang paahalanya. Jika pengurus ambil keuntungan dari kambing yang disembelih sebelum tgl 10 tersebut, maka ia telah memakan harta orang dengan cara yang haram dan batil. Bertaqwalah kepada Allah dan takut pada hari kalian akan diadili di padang Mahsyar !!
    Menyembelih hewan korban bagi jama’ah haji tidaklah wajib, yang wajib hari itu adalah menyembelih kambing yang memang wajib dilakukan oleh haji tamattu’ atau qiron. Kambing ini disebut “hadyu”. Jangan sampai tertipu dengan sebagian orang yang tidak takut kepada Allah yang mewajibkan potong hewan korban di waktu itu, padahal tidak wajib karena hanya semata-mata ingin meraih keuntungan yang banyak !!

Tawaf  Ifadhoh
    Setelah cukur dan memakai baju biasa, berangkatlah menuju Makkah untuk tawaf ifadhoh.
    Lakukan tawaf sebagaimana waktu umrah sebanyak 7 putaran, lalu sholat sunnat 2 raka’at di belakang maqom Ibrahim.Kemudian mengarahlah ke kran-kran air Zamzam untuk minum sebanyak-banyak dan siram kepala. Setelah itu kembali ke Hajar Aswad cium atau lambaikan tangan pada garis lurus dengan Hajar Aswad.

Sa’i
    Berikutnya anda menuju ke shofa dan lakukan amalan-amalan sebagaimana telah dijelaskan pada “Tata Cara Umrah”, tadi di atas.
    Usai 7 Putaran, maka anda dianggap telah bertahallul  kedua, namun tanpa bercukur lagi. Maka dengan ini anda dibolehkan melakukan jimak dengan istri.
    Tawaf Ifadhoh dan sa’I boleh dilakukan hari-hari tasyriq atau sisa hari-hari haji lainnya selama Anda disana. Tapi lebih cepat lebih bagus. Namun ingat, jangan sampai jimak sebelum lakukan 2 hal ini.

Mabit/Bermalam di Mina
    Selesai tawaf Ifadhoh dan sa’I di Makkah,maka kembalilah ke Mina untuk bermalam selama 2 atau 3 hari. Bermalam disana wajib.
    Selama 3 hari di Mina, sholat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya’ dikerjakan secara qoshor. Artinya dikerjakan Zhuhur dua raka’at pada waktunya, Ashar 2 raka’at pada waktunya, dan Maghrib tetap pada waktunya, serta Isya’ 2 raka’at pada waktunya.
    Siang harinya tgl 11 setelah shalat zhuhur, berangkatlah ke 3 jumrah untuk melempar, dan ambil batu dimana saja sebanyak 21 biji.
    Berikut anda berangkat ke tempat pelemparan, dan lemparlah 3 jumrah tsb, yang dimulai dengan Jumrah Shughra dekat Masjid Khoif sebanyak 7 lemparan.
    Di Jumrah Shughra ini, lakukan beberapa amalan berikut: 1- Ketika melempar disini menghadaplah ke arah Jumrah dengan menjadikan Makkah sebelah kirimu & Mina (lokasi perkemahan) sebelah kananmu, 2- Lemparlah Jumrah shughra dengan batu kecil sambil ucapkan “Allahu akbar” setiap kali melempar, 3-Carilah tempat sunyi untuk berdo’a disini menghadap kiblat sambil angkat tangan.
    Lalu anda menuju ke Jumrah Wustho (tengah) dan lakukanlah 3 amalan yang anda lakukan tadi di Jumrah Wustho.
    Selanjutnya menuju ke Jumrah Kubro yg biasa disebut “Jumrah Aqobah”, dan lakukan juga amalan disini yang anda lakukan di Jumrah Shughro dan Wustho. Cuma disini anda tak dianjurkan berdoa. Tapi lansung pergi !! Inilah yang dilakukan pada tgl 11.
    Pada tgl 12 & 13 Dzulhijjah, lakukanlah saat itu apa yang anda lakukan pada tgl 11 tadi di atas.
    Jika anda tergesa-gesa karena ada hajat, anda boleh tinggalkan Mina pada tgl 12 Dzulhijjah. Ingat jangan sampai kedapatan waktu maghrib. Jika kedapatan maghrib sementara masih di Mina, maka anda harus bermalam lagi.
    Jika anda selesai melempar tgl 13 Dzulhijjah-dan inilah yg afdhol-, maka anda dianggap telah menyelesaikan ibadah haji. Semoga ibadah hajinya ikhlash dan mabrur.

Tawaf Wada’/Tawaf Perpisahan
    Tawaf wada’ hukumnya wajib dilakukan jika seseorang sudah hendak bersafar meninggalkan Makkah. Kota kenangan dalam beribadah dan taat kepada Allah. Semoga Allah masih perkenankan kita kembali lagi ke Makkah.
    Lakukanlah tawaf wada’ sebagaimana halnya tawaf ifadhoh dan tawaf umrah. Tapi dengan memakai pakaian biasa.
    Jika anda ingin-sebelum keluar dari Masjidil, berdoalah di Multazam, yaitu suatu tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Berdoa’alah disini banyak-banyak tanpa harus angkat tangan. Doa dengan sungguh-sungguh sambil menempelkan dada, wajah, kedua lengan dan tangan untuk mengingat akan kondisi kita di padang Mahsyar dan menunjukkan di hadapan Allah akan kelemahan kita dan butuhnya kita kepada-Nya. Ini merupakan sunnah. Namun jangan diyakini bahwa kita tempelkan badan kita disitu karena ada berkahnya. Itu hanya sekedar menunjukkan perasaan butuh dan rendah diri kita kepada Allah,serta sekedar ikuti sunnah.
    Sebelum kembali, berilah kabar gembira keluarga di Indonesia. Lalu sesampai di Indonesia, jangan langsung ke rumah, tapi ke masjid dulu sholat sebagaimana sunnah Nabi –Shollallahu alaihi wasallam.
    Demikian manasik yang bisa tuliskan disini menurut sunnah. Wallahu a’lam. Semoga ini merupakan amal sholeh kami. Akhir doa kami, alhamdulillah washollallahu alaih wasallam.

Incoming search terms:

  • makalah haji dan umroh
  • makalah tentang haji
  • makalah haji dan umrah
  • MAKALAH HAJI
  • makalah tentang haji dan umrah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, December 4th, 2008 at 9:43 am and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

11 responses about “Makalah Ringkas Manasik Haji & Umrah”

  1. ummu 'Abdillah said:

    assalamu’alaikum. afwan mau tanya ustadz, ada seseorang yang sudah berniat untuk haji, sudah bayar ONH dan lagi menjalani manasik. Qaddarallah,sebelum niatnya terlaksana ajal sudah datang menjemput. apakah orang ini mendapatkan pahala dari niatnya (PAHALA HAJI) dan apakah ahli warisnya berkewajiban untuk menghajikan yang meninggal tersebut? jazakumullah khoyr ats jawabannya

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Insya Allah beliau sudah mendapatkan pahala haji karena beliau sudah mengerjakan sebab-sebab yang menunjukkan kejujuran niatnya.
    Jika hajinya itu dia nazarkan atau dia wasiatkan sebelum dia meninggal, maka walinya wajib untuk menghajikannya. Tapi jika tidak maka disunnahkan bagi walinya untuk menghajikannya -walaupun tidak wajib-, dan insya Allah pahalanya sampai kepada si mayit. Wallahu a’lam

  2. ummu 'Abdillah said:

    Jazaakallahu khoir ustadz atas jawabanya,
    kemudian tentang penjelasan ustadz yg ana kutip di bawah ini:
    ”Tapi jika tidak maka disunnahkan bagi walinya untuk menghajikannya -walaupun tidak wajib-, dan insya Allah pahalanya sampai kepada si mayit. Wallahu a’lam”
    bisa di sertakan dalilnya ustadz?
    semoga Alloh azza wa jalla membalas ustadz dengan pahala

    Dalilnya saya kita masyhur, yaitu izin Nabi kepada sebagian sahabat untuk menghajikan orang tuanya yang meninggal sebelum berhaji. Adapun dalil akan sampainya amalan harta kepada si mayit, maka imam empat bersepakat akan sampainya. Di antara dalil yang mereka gunakan adalah bolehnya menyembelih 1 ekor sapi untuk 7 orang, dimana sebagian di antara 7 orang ini telah meninggal. Teks arabnya bisa dilihat pada pembahasan ‘Ahkam Al-Udhhiyah’ dalam situs ini. Wallahu a’lam

  3. ibnusaryuti said:

    assalamualaikum.ada soal.bagaimana kalau ada 2 orang yang satu.bisa baca tulis latin.tapi tidak bisa baca arab.dan yang satu sama sekali tidak bisa baca tulis baik latin/arab.tapi kedua duanya berniat untuk ibadah haji.terimakasih

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Yang jelas kapan dia mengetahui atau ada yang bisa membantunya untuk mengerjakan rukun-rukun haji maka insya Allah hal itu tidak mengapa, apalagi jika kewajiban haji telah mengenai dirinya. Wallahu a’lam

  4. Hessy said:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Bagaimana dengan orang yang naik haji dengan biaya dari perusahaan dan dalam hal ini mungkin apabila dengan biaya sendiri orang tersebut belum mampu?terima kasih.Wassalam.

    Waalaikumussalam
    Tidak masalah, dia sudah dianggap mampu.

  5. Adit said:

    Assalamu’alaikum..
    Ustadz, apa boleh membiayai haji nenek terlebih dahulu (bukan menghajikan) dgn izin orang tua ana, mengingat usia nenek yg sdh mencapai 72 thn lebih yg msh cukup sehat dan memiliki niatan haji??
    Jazakallah khairan atas jawabannya ustadz..

    Waalaikumussalam
    Boleh saja insya Allah, jika memang antum sudah haji. Kalau belum maka antum yang terlebih dahulu wajib haji karena kewajiban saat itu diarahkan kepada antum dan bukan kepada ortu dan bukan pula nenek.

  6. ahmad said:

    Assalamu’alaikum..
    Ustadz , saya bernazar untuk memberangkatan umroh ibu saya apabila bisnis saya sukses , namun sebelum semua terwujud ibu meninggal dunia , bagaimana ini pa ustad ???

    Waalaikumussalam.
    Nadzar itu gugur dengan sendirinya karena tidak adanya kemungkinan melaksanakan nadzar tersebut. Walaupun jika dia ingin menggantinya dengan amalan lain yang juga utama maka insya Allah itu merupakan kebaikan.

  7. nirwan said:

    Ass.Wr.Wb.
    Ustadz, bagaimana hukumnya kalau saya akan membiayai keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji adik-adik dan ipar-ipar saya, pada hal saya ketahui secara finansial mereka mampu membiayainya sendiri meskipun harus menjual sebagian harta yang dimilikinya atau memakai sebagian dari modal kerja usahanya atau menunggu cukupnya tabungan mereka (padahal bila mendaftarkan haji saat ini saja, diperkirakan baru bisa berangkat 10 tahun lagi). Saya, isteri dan anak2 ikhlas dan sangat bahagia sekali bilamana keinginan saya ini dapat diwujudkan (tentunya harus dibenarkan oleh syari’at), karena saya ingin sekali adik2 termasuk ipar2 saya dapat merasakan kebahagian seperti yang kami rasakan sekarang, sekaligus kami ingin adik2 dan ipar2 kami ini juga merasakan manfaat mempunyai abang yang alhamdulillah saat ini rezekinya lebih baik dari mereka. Sebagai informasi saya pernah membaca tulisan seorang ustadz yang menyatakan agar menolak pemberian dalam bentuk uang untuk biaya perjalanan haji (kecuali tenaga)meskipun datangnya dari keluarga sendiri, karena dikhawatirkan sipemberi biaya tersebut nantinya akan mengungkit2 (dalam artian negatif)pemberian biaya haji tersebut. Mohon penjelasannya pak Ustadz dan terimakasih sebelumnya, wassalamu’alaikum wr wb.

    Waalaikumussalam.
    Amalan anda di atas sangat terpuji dan sangat dianjurkan. Jadi tidak ada masalah insya Allah.

  8. Andi Isran said:

    Bismillah… 1. Ustadz kedua orang tua ana Insya Allah akan berangkat umrah bulan April 2012 dengan niat ingin mengumrahkan orang tuanya yang sudah meninggal dan yang masih hidup tanpa ada wasiat dari nenek ana, namun sebelum mengumrahkan nenek ana rencana orang tua ana yg lebih dulu umrah selanjutnya megumrahkan nenek ana apakah ustadz boleh umrah dengan cara tersebut diatas?

    2. kalau orang tua ana sudah menyelesaikan umrahnya, lalu Dimana miqotnya(ihram)pada saat mengumrahkan nenek ana?
    3. apakah sama tata cara umrah Haji tamattu dngan umrah diluar musim haji?

    1. Wallahu a’lam. Mengumrahkan orang yang telah meninggal menurut Asy-Syafi’iah dan Al-Malikiah adalah tidak diperbolehkan kecuali kalau ada wasiat atau nadzar.
    2. Semua aturannya sama seperti umrah di musim haji.

  9. husnul khotimah said:

    bagaimana hukumnya/apakah boleh mengumrahkan orang tua yang sudah meninggal(orang tuanya sudah menunaikan ibadah haji semasa hidupnya)mohon penjelasannya

    Kalau orang tua tidak menazarkan atau mewasiatkan, maka tidak boleh. Karena amalan badan -termasuk haji- tidaklah sampai pahalanya kepada orang yang telah meninggal, menurut pendapat yang paling kuat di kalangan ulama. Wallahu a’lam.

  10. tasurun_abu aufa said:

    Semoga situs ini banyak bermanfaat bagi pencari ilmu…Jazakallah Khaeran Aamiin

  11. Achmad said:

    Bismillah,

    Ustadz, ketika ihrom boleh mandi dan istinja menggunakan sabun tidak?

    Barokallaahu fiik.

    Boleh, asalkan sabunnya tidak berbau harum.