Disyariatkan Menutup Bejana Makanan

July 15th 2010 by Abu Muawiah |

02 Sya’ban

Disyariatkan Menutup Bejana Makanan

Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ
“Bila hari telah senja laranglah anak-anak keluar rumah, karena ketika itu setan berkeliaran. Dan bila sudah masuk sebagian waktu malam maka biarkanlah mereka. Tutuplah pintu dan sebut nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup (dengan menyebut nama Allah). Tutup semua kendi kalian dengan menyebut nama Allah dan tutuplah bejana kalian dengan menyebut nama Allah, sekalipun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkan lentera kalian (ketika hendak tidur).” (HR. Al-Bukhari no. 5623 dan Muslim no. 3756)
Dari Anas radhiallahu anhu dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَنَفَّسُ فِي الشَّرَابِ ثَلَاثًا وَيَقُولُ إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernafas tiga kali ketika minum. Beliau bersabda, “Itu lebih melegakan, lebih bersih, dan lebih bermanfaat.” (HR. Al-Bukhari no. 5631 dan  Muslim no. 2028)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الْأَعْرَابِيَّ وَقَالَ الْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakr. Maka beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5619 dan Muslim no. 29029)
Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَ مِنْهُ وَعَنْ يَمِينِهِ غُلَامٌ وَعَنْ يَسَارِهِ أَشْيَاخٌ. فَقَالَ لِلْغُلَامِ: أَتَأْذَنُ لِي أَنْ أُعْطِيَ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ الْغُلَامُ: لَا وَاللَّهِ, لَا أُوثِرُ بِنَصِيبِي مِنْكَ أَحَدًا. قَالَ: فَتَلَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi air minum lalu beliau meminumnya, sementara itu di sebelah kanan beliau ada seorang anak kecil sedangkan di sebelah kiri beliau ada beberapa orang tua. Maka beliau bertanya kepada anak kecil tersebut, “Apakah kamu mengizinkan aku untuk memberikan air minum ini kepada mereka (orang tua) terlebih dahulu?” Anak kecil tersebut menjawab, ‘Tidak demi Allah, aku tidak akan mendahulukan seorangpun dalam hal bagianku darimu.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan bejana tersebut di tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5620 dan Muslim no. 2030)

Penjelasan ringkas:
Selain adab-adab makan yang telah berlalu, khusus untuk minum, Islam menuntunkan beberapa adab tambahan selain dari apa yang disebutkan pada adab-adab makan. Adab-adab ini, selain dia tentunya mendatangkan pahala dan keutamaan di sisi Allah, dia juga mempunyai manfaat dari dua sisi:
1.    Sisi kesehatan, misalnya adab tiga kali bernafas atau tiga kali meneguk ketika minum dan menutup bejana ketika akan tidur, karena bejana yang tidak tertutup bisa dimasuki oleh setan.
2.    Sisi persatuan, seperti disunnahkan mendahulukan memberikan minuman kepada yang berada di sebelah kanannya, walaupun yang di sebelah kanan itu adalah anak kecil atau kurang mulia dibandingkan orang yang berada di sebelah kirinya. Hal itu karena orang yang di kanan punya hak untuk didahulukan daripada yang berada di sebelah kiri, kecuali jika dia mengizinkan haknya diundurkan.

Pelajaran yang bisa dipetik dari dalil-dalil di atas:
1.    Dianjurkan untuk mencegah anak keluar rumah saat menjelang maghrib dan membiarkan mereka jika malam sudah masuk.
2.    Disyariatkan untuk menutup pintu dan jendela dengan membaca basmalah, agar setan tidak bisa masuk ke dalam rumah.
3.    Disyariatkan memadamkan api sebelum tidur, karena dikhawatirkan api tersebut bisa menjadi sebab terjadinya kebakaran.
4.    Keutamaan kanan daripada kiri.
5.    Anak kecil boleh mempertahankan haknya dari orang yang lebih dewasa atau yang lebih utama daripada dirinya.

02 Sya’ban: 15 Juli
Menutup Bejana Makanan
Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ
“Bila hari telah senja laranglah anak-anak keluar rumah, karena ketika itu setan berkeliaran. Dan bila sudah masuk sebagian waktu malam maka biarkanlah mereka. Tutuplah pintu dan sebut nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup (dengan menyebut nama Allah). Tutup semua kendi kalian dengan menyebut nama Allah dan tutuplah bejana kalian dengan menyebut nama Allah, sekalipun dengan membentangkan sesuatu di atasnya, dan padamkan lentera kalian (ketika hendak tidur).” (HR. Al-Bukhari no. 5623 dan Muslim no. 3756)
Dari Anas radhiallahu anhu dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَنَفَّسُ فِي الشَّرَابِ ثَلَاثًا وَيَقُولُ إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bernafas tiga kali ketika minum. Beliau bersabda, “Itu lebih melegakan, lebih bersih, dan lebih bermanfaat.” (HR. Al-Bukhari no. 5631 dan  Muslim no. 2028)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلَبَنٍ قَدْ شِيبَ بِمَاءٍ وَعَنْ يَمِينِهِ أَعْرَابِيٌّ وَعَنْ يَسَارِهِ أَبُو بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الْأَعْرَابِيَّ وَقَالَ الْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakr. Maka beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5619 dan Muslim no. 29029)
Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَ مِنْهُ وَعَنْ يَمِينِهِ غُلَامٌ وَعَنْ يَسَارِهِ أَشْيَاخٌ. فَقَالَ لِلْغُلَامِ: أَتَأْذَنُ لِي أَنْ أُعْطِيَ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ الْغُلَامُ: لَا وَاللَّهِ, لَا أُوثِرُ بِنَصِيبِي مِنْكَ أَحَدًا. قَالَ: فَتَلَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi air minum lalu beliau meminumnya, sementara itu di sebelah kanan beliau ada seorang anak kecil sedangkan di sebelah kiri beliau ada beberapa orang tua. Maka beliau bertanya kepada anak kecil tersebut, “Apakah kamu mengizinkan aku untuk memberikan air minum ini kepada mereka (orang tua) terlebih dahulu?” Anak kecil tersebut menjawab, ‘Tidak demi Allah, aku tidak akan mendahulukan seorangpun dalam hal bagianku darimu.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan bejana tersebut di tangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5620 dan Muslim no. 2030)

Penjelasan ringkas:
Selain adab-adab makan yang telah berlalu, khusus untuk minum, Islam menuntunkan beberapa adab tambahan selain dari apa yang disebutkan pada adab-adab makan. Adab-adab ini, selain dia tentunya mendatangkan pahala dan keutamaan di sisi Allah, dia juga mempunyai manfaat dari dua sisi:
1.    Sisi kesehatan, misalnya adab tiga kali bernafas atau tiga kali meneguk ketika minum dan menutup bejana ketika akan tidur, karena bejana yang tidak tertutup bisa dimasuki oleh setan.
2.    Sisi persatuan, seperti disunnahkan mendahulukan memberikan minuman kepada yang berada di sebelah kanannya, walaupun yang di sebelah kanan itu adalah anak kecil atau kurang mulia dibandingkan orang yang berada di sebelah kirinya. Hal itu karena orang yang di kanan punya hak untuk didahulukan daripada yang berada di sebelah kiri, kecuali jika dia mengizinkan haknya diundurkan.

Pelajaran yang bisa dipetik dari dalil-dalil di atas:
1.    Dianjurkan untuk mencegah anak keluar rumah saat menjelang maghrib dan membiarkan mereka jika malam sudah masuk.
2.    Disyariatkan untuk menutup pintu dan jendela dengan membaca basmalah, agar setan tidak bisa masuk ke dalam rumah.
3.    Disyariatkan memadamkan api sebelum tidur, karena dikhawatirkan api tersebut bisa menjadi sebab terjadinya kebakaran.
4.    Keutamaan kanan daripada kiri.
5.    Anak kecil boleh mempertahankan haknya dari orang yang lebih dewasa atau yang lebih utama daripada dirinya.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, July 15th, 2010 at 11:10 am and is filed under Akhlak dan Adab, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

1 response about “Disyariatkan Menutup Bejana Makanan”

  1. ummu abdirrahman said:

    bismillah.
    bolehkah membuka jendela/pintu rumah di malam hari (selepas isya) karena alasan cuaca yg sedang panas di dalam rumah?
    apakah dg begitu setan akan masuk ke dalam rumah?
    jazakumullahu khairan atas jawabannya

    Boleh saja insya Allah, asal ketika menutupnya nanti dengan membaca basmalah.