Dimanakah Roh Para Nabi?

March 3rd 2012 by Abu Muawiah |

Dimanakah Roh Para Nabi?

Soal:
Apakah para roh dan jasad pada nabi berada di atas langit ataukah hanya roh mereka saja yang di atas langit?

Jawab:
Roh-roh mereka berada di dalam surga. Roh para syuhada`, roh para nabi, dan roh kaum mukminin, seluruhnya di dalam surga. Kalau kaum mukminin saja roh mereka bepergian di dalam surga kemanapun mereka inginkan, maka bagaimana lagi dengan roh para nabi alaihimushshalatu wassalam?! Maka roh-roh para nabi tidak terdapat di dalam kubur-kubur mereka sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang, akan tetapi roh-roh mereka terdapat di dalam surga. Dan jasa tidak akan bersatu dengan roh kecuali pada hari kiamat.
يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجاً
“Hari ditiupnya sangkakala lalu kalian datang dalam keadaan berbondong-bondong.” (QS. An-Naba`: 18)
Pada hari itulah Allah membangkitkan mereka. Manusia yang paling pertama kali terbuka kuburnya adalah Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan beliau alaihishshalatu wassalam adalah manusia yang paling pertama dibangkitkan. Adapun hadits:
اَلْأَنْبِياءُ أَحْياءٌ فِي قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ
“Para nabi itu hidup di dalam kubur-kubur mereka, mereka mengerjakan shalat.”
Maka walaupun Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan shahihnya, akan tetapi yang benarnya haditsnya sangat lemah. Dan ini adalah hadits pertama yang saya kritisi kepada beliau rahimahullah.

[Diterjemahkan dari Fatawa fi Al-Aqidah wa Al-Manhaj (majelis pertama) soal no. 6 oleh Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi hafizhahullah]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, March 3rd, 2012 at 7:52 pm and is filed under Aqidah, Ensiklopedia Hadits Lemah, Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

6 responses about “Dimanakah Roh Para Nabi?”

  1. dedy said:

    assalamu’alaikum wr.wb

    ustad saya pernah dengar bahwa ruh kaum muslimin ketika meninggal akan saling bertemu kembali di alam barzakh benarkah cerita tersebut dan apakah kaum muslimin yang dimaksud benar-benar bersih dari dosa atau berdosa tapi sedikit ??

    jazakallahu khairan

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam.

  2. Andi Isran said:

    Bismillah
    1. Ana pernah dengar bahwa Jasad para nabi tidak hancur dimakan tanah dan setiap orang yang memberi salam dan bershalawat kepada rasul maka rasul mendengarnya dan akan menjawab salam tersebut di alam barzakh (alam kubur)ini menunjukkan bahwa roh dan jasad bersatu di alam kubur (barzakh). apakah ini ada dalilnya yang shahih ustadz?
    2. Bagaimana dengan adanya fitna kubur, siksa kubur dan nikmat kubur, tentunya roh pada saat itu berada di alam kubur. pertanyaan ana ustadz apakah roh orang mukmin ada di alam kubur atau disurga atau terdapat disurga, dan terdapat di alam kubur dan bagaimana roh orang kafir?
    3. Bagaiman dengan pendapat bahwa yang disiksa di alam kubur adalah jasad dan roh?

    1. Ya, betul bahwa jasad para nabi tidak akan hancur oleh tanah. Tidak ada pendalilan dalam hadits itu, karena dalam hadits tersebut disebutkan, “Maka Allah akan mengembalikan rohku agar aku bisa menjawab salam.” Maka hadits ini menunjukkan bahwa pada dasarnya, roh beliau tidak berada di tubuh beliau.
    2. Wallahu a’lam. Adapun roh orang kafir, maka dia disiksa di dalam kuburnya.
    3. Itu adalah pendapat ahlussunnah dalam masalah ini.

  3. Abu `Abdullah Al Jawi said:

    Adapun hadits:
    اَلْأَنْبِياءُ أَحْياءٌ فِي قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ
    “Para nabi itu hidup di dalam kubur-kubur mereka, mereka mengerjakan shalat.”
    Maka walaupun Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan shahihnya, akan tetapi yang benarnya haditsnya sangat lemah. Dan ini adalah hadits pertama yang saya kritisi kepada beliau rahimahullah.

    Ada yang pengen ana tanyakan adalah bagaimana kita tahu cara bahwa hadits ini lemah padahal kami pembaca agak awam soal ilmu hadits kecuali pak ustadz?

    Bagi yang belum paham, dibolehkan bertaklid kepada ulama ahli hadits yang dia percayai.

  4. yazdigar said:

    kenapa antum membolehkan taqlid ?,atas dasar apa membolehkan taqlid ?

    Para ulama -di antaranya Ibnul Qayyim dalam I’lam Al-Muwaqqi’in dan selain beliau- menyatakan bolehnya orang yang awam bertaklid kepada orang yang berilmu. Adapun bagi yang bukan awam, maka mereka dilarang bertaklid.

  5. Ardo said:

    Semoga ALLAH memberikan Hidayah untuk kita agar dpt lebih mengenal diri guna memahami setiap ilmu yg kita pelajari agar mndpt ridho NYA Amin yarobbal ‘alamin

  6. Faruq said:

    Ustadz, bukankah ketika mi’roj Nabi Shollallohu’alaihi wasallam diberi salam oleh para Nabi yg lain? bahkan katanya sampai melaksanakan sholat berjama’ah?
    bukankah ini menandakan ruh mereka tidak berada di kubur?
    mohon penjelasannya..

    Silakan dibaca ulang artikelnya.