Definisi Pembatal Keislaman

August 19th 2014 by Abu Muawiah |

Definisi Pembatal Keislaman

Asy Syaikh Muhammad bin Abdi al Wahhab rahimahullah berkata:

Pembatal-pembatal Islam ada sepuluh.

Syarh:

Penjelasan tentang judul buku ‘نواقض اﻹسلام’
نواقض adalah bentuk plural dari kata ناقض yang bermakna: Perusak.

Islam adalah agama Allah, yang Allah tidak menerima agama lain selainnya. Allah Ta’ala berfirman:

ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه

“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka agama itu tidak akan diterima darinya.” (QS. Ali Imran: 85)
Definisi Islam adalah: Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, merealisasikan tauhid itu dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya. (al Ushul ats Tsalatsah hal. 8)

 

Perbedaan antara Islam dengan Iman
Syaikh al Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa makna kata ‘iman’ dan kata ‘islam’ menghimpun semua bagian agama ini. Jika kata ‘iman’ disebutkan bergandengan dengan kata ‘islam’, maka makna ‘islam’ diarahkan kepada amalan2 lahiriah; seperti 2 kalimat syahadat, shalat, zakat, dan haji. Sementara makna ‘iman’ diarahkan kepada keyakinan yang ada di dalam hati, seperti iman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, dan hari akhir. Namun jika kata ‘iman’ disebutkan tersendiri, maka makna kata ‘islam’ sudah tercakup di dalamnya.” (Lihat Majmu’ al Fatawa: 7/5-14)

Sehingga pembatal-pembatal keislaman adalah semua keyakinan atau ucapan atau perbuatan yang menghilangkan dan merusak keislaman.

Kesimpulannya:

Pembatal-pembatal keislaman adalah semua amalan yang membuat seseorang murtad. Pembatal ini bisa berupa ucapan, bisa berupa amalan, bisa berupa keyakinan, dan bisa berupa keragu-raguan. Karenanya, seseorang bisa murtad karena ucapan yang diucapkannya, atau karena amalan yang diamalkannya, atau karena aqidah yang diyakininya, atau karena keraguan yang muncul di dalam hatinya. Pembatal yang bisa mencacati dan merusak aqidah bisa berupa salah satu dari keempat bentuk di atas. (al Qawadih fi al Aqidah hal. 27, karya asy Syaikh Ibnu Baaz)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, August 19th, 2014 at 1:17 pm and is filed under Nawaqidh al Islam, Terjemah Kitab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.