Daurah Ilmiyah al-Madrasah al-Atsariyah

May 5th 2010 by abu yahya |

Daurah Ilmiyah  al-Madrasah al-Atsariyah


Daurah Ilmiyah (Pembukaan awal tahun pembelajaran) :

Materi Daurah berkisar pada pengenalan dan pendasaran materi-materi awal, baik dalam ilmu alat (Mushthalah Hadits, Ushul Fiqh dan Bahasa Arab) maupun terapan (Aqidah dan Adab/Akhlak).

10 – 29 Syawal 1431 H / 19 September – 8 Oktober 2010 M.

di Masjid Al Fath, jl Raya Bantar Gebang – Setu No. 90. RT 004/ 01. kel padurenan, kec mustika jaya – Bekasi

jadwal materi dan peta lokasi bisa download : disini

Incoming search terms:

  • al atsariyah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Wednesday, May 5th, 2010 at 9:00 am and is filed under Info Kegiatan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

3 responses about “Daurah Ilmiyah al-Madrasah al-Atsariyah”

  1. abu rumaisha said:

    bismillah
    assalamu’alaikum
    afwan ustadz ana pertanyaan dari seseorang pengunjung blog. yang ana belum cukup keilmuan ana untuk menjawab, mohon bantuannya untuk menjawab.
    pertanyaan:
    tentang permasalahan arah kiblat
    1. dari semua hadits/riwayat yang ada, adakah yang memperbolehkan kita sholat menghadap ke satu arah (misal A), jika kita SUDAH TAHU bahwa arah yang tepat adalah B?
    apakah kalau memaksakan ke arah A bisa diartikan “kekeliruan yang disengaja”

    sepengetahuan saya, fatwa2 imam salaf lebih menitikberatkan “sah atau tidak” nya sholat yang “terlanjur” dilakukan, dan ternyata arah kiblatnya tidak tepat.

    mohon juga cek riwayat berikut ini:

    At-Tabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Awsat berkata : “Wabr ibn Yuhanas Al Khozaee berkata : “Rasulullah SAW berkata padaku : ” jika kamu mendirikan masjid di Sana’a, bangunkanlah dikanan sebuah gunung bernama Deyn.” Al-Hafez Al-Rahzey dalam buku nya “History of Sana’a” mengatakan, Rasulullah saw yang memerintahkan Wabribn Yuhanas Al-Ansarey ketika ia mengutusnya ke Sana’a untuk menjadi pelindung berkata ” Panggillah mereka kepada Iman (kepercayaan/untuk membuktikan kebenaran). Jika mereka mentaatimu tentang hal itu maka aturlah mengenai solat. Jika mereka mentaatimu mengenai hal itu,bangunkanlah masjid di taman Bathan, di mana disitu ditemukan sebuah batu di Gamdan dan arahkan ke sebuah gunung bernama Deyn.” dan Al-Rahzey berkata: ” Rasulullah saw menulis kepada Wabr untuk membangunkan dinding Bathan masjid dan mengarah ke Deyn.

    2. “wattaqullaha mas tatho’tum” apakah bisa dimaknai bahwa dalam pelaksanaan syariat harus mengupayakan dengan segenap kemampuan terlebih dahulu, sebelum bertawakkal?

    3. jika dalil kelonggaran kiblat “antara timur dan barat” memang bisa dipakai secara umum, apakah juga bisa diterapkan pada sunnah2 lain semisal larangan meludah ke arah kiblat, buang air menghadap kiblat, dll.. alangkah sulitnya menjaga sunnah ini jika misal kita di indonesia dilarang meludah ke seluruh arah barat (antara utara dan selatan)..

    jazakumullah khairan katsiran

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Tidak diragukan bahwa menghadap tepat ke arah ka’bah adalah lebih bagus daripada hanya menghadap ke arahnya (dalam hal ini barat), dan insya Allah tidak ada seorangpun yang mengingkari hal ini, wallahu a’lam. Maka kami sepakat bahwa jika arah ka’bah secara tepat diketahui maka lebih utama menghadap ke arah tersebut.
    Hanya saja yang kami bahas di sini hanyalah apakah wajib menghadap tepat ke arah ka’bah? Kalau lebih utama kami katakan, “Ia afdhalnya,” tapi kalau wajib maka kami katakan, “Tidak,” berdasarkan keterangan yang kami sebutkan di atas. Maka masalah wajib dan afdhal ini masalah yang mempunyai sudut tinjauan yang berbeda, harap jangan dicampur aduk.
    Hadits, “Antara timur dan barat adalah kiblat,” hanya berlaku untuk kiblat shalat, tidak berlaku untuk amalan lain. Jadi saya kira saya tidak perlu menjawab tanggapan antum yang kedua. Wallahu a’lam

  2. Fahrul said:

    Mau ikut tapi kuliah n belum lancar bahasa arab,biarlah kan masih banyak dah bisa bahasa arab biar mereka bisa belajar dengan baik. Ana mo` ijin untuk mempublikasikannya di facebook ana. Jazakallah

    kalau tidak ada waktu pagi / siang karena aktivitas, bisa ikut kajian malam membahas tentang ilmu waris.
    jazakallahu khairan

  3. adhitya.ramadian said:

    Ustadz,

    ana mau ikut, umur udah 30, kerja senin – jum’at, kalo yg sabtu dan ahad ada gak? pengen nih ikut takhosus, belajar agama secara tartib

    jadwal sabtu-ahad ada, yang libur cuma hari jum’at. untuk lebih lengkap mengenai jadwal dan materinya bisa didownload pada link di atas.