Archive for the 'Quote of the Day' Category

Hukum-Hukum I’tikaf

August 19th, 2011 by Abu Muawiah

19 Ramadhan

Hukum-Hukum I’tikaf

Di antara amalan sunnah di dalam bulan ramadhan adalah i’tikaf. I’tikaf adalah berdiam di dalam masjid guna menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Hukumnya adalah sunnah berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ولا تباشروهن وأنتم عاكفون في المساجد
“Dan janganlah kamu campuri mereka (istri-istri kalian) itu, sedang kalian beri’tikaf di dalam masjid-masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)
Ayat di atas memberikan beberapa hukum:
a.    Disyariatkannya i’tikaf.
b.    Tidak syah i’tikaf kecuali di masjid.
c.    Tidak boleh melakukan jima’ dalam keadaan i’tikaf walaupun di malam hari.

Asal i’tikaf disyariatkan kapan saja, akan tetapi waktu yang paling dianjurkan adalah 10 hari terakhir ramadhan berdasarkan kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dari ‘Aisyah radhiallahu anha isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri Beliau beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 1886 dan Muslim no. 2004)
Hadits ini juga menunjukkan bolehnya para wanita melakukan i’tikaf dengan syarat mereka jauh dari fitnah.
Dari Shafiyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dia bercerita:
أَنَّهَا جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزُورُهُ فِي اعْتِكَافِهِ فِي الْمَسْجِدِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فَتَحَدَّثَتْ عِنْدَهُ سَاعَةً ثُمَّ قَامَتْ تَنْقَلِبُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهَا يَقْلِبُهَا حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ بَابَ الْمَسْجِدِ عِنْدَ بَابِ أُمِّ سَلَمَةَ مَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّمَا هِيَ صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ فَقَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَبُرَ عَلَيْهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَبْلُغُ مِنْ الْإِنْسَانِ مَبْلَغَ الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا
“Bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam masa-masa i’tikaf Beliau di masjid pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dia berbicara sejenak dengan Beliau lalu dia berdiri untuk pulang. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berdiri untuk mengantarnya hingga ketika sampai di pintu masjid yang berhadapan dengan pintu rumah Ummu Salamah, ada dua orang dari kaum Anshar yang lewat lalu keduanya memberi salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada keduanya: “Kalian berdua jangan tergesa-gesa. Sungguh wanita ini adalah Shafiyah binti Huyay”. Maka keduanya berkata: “Maha suci Allah, wahai Rasulullah”. Kejadian ini menjadikan berat bagi keduanya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sesungguhnya setan mendatangi manusia lewat aliran darah dan aku khawatir setan telah memasukkan sesuatu pada hati kalian berdua.” (HR. Al-Bukhari no. 1894) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • i tikaf
  • Itikaf
  • hukum itikaf
  • itikaf adalah
  • I\tikaf

Category: Fiqh, Quote of the Day | 8 Comments »

Keutamaan Al-Qur`an

August 18th, 2011 by Abu Muawiah

18 Ramadhan

Keutamaan Al-Qur`an

Allah Ta’ala berfirman:
وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS. Al-Maidah: 48)
Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, “Batu ujian adalah yang terpercaya, Al-Qur`an adalah terpercaya di atas seluruh kitab sebelumnya.”
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
“Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, sehingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no. 1350)
Dari Utsman radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 4639)
Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan tertatah-tatah, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Muslim no. 1329)
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَالَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا
“Perumpamaan orang yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Utrujjah, rasanya lezat dan baunya juga sedap. Sedang orang yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah kurma, rasanya manis, namun baunya tidak ada. Adapun orang Fajir yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Raihanah, baunya harum, namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang Fajir yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan baunya juga tidak sedap.” (HR. Al-Bukhari no. 4632 dan Muslim no. 1328) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • HR Bukhari No 4639

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu al-Qur`an, Quote of the Day | 6 Comments »

Anjuran Untuk Beramal Saleh

August 17th, 2011 by Abu Muawiah

17 Ramadhan

Anjuran Untuk Beramal Saleh

Sudah dimaklumi bersama bahwasanya amalan tidaklah dianggap saleh kecuali setelah terpenuhinya 2 syarat:
1.    Ikhlas untuk Allah Ta’ala.
2.    Sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Amalan saleh sangatlah banyak, telah dijabarkan dan diperinci oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam banyak hadits, di antaranya:
Dari Tsauban radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ
“Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Dan beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin.” (HR. Ibnu Majah no. 273)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
“Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang darinya, maka Allah akan mempersiapkan tempat tinggal baginya di surga, setiap kali keberangkatan atau kepulangannya.” (HR. Al-Bukhari no. 622 dan Muslim no. 1073)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا
“Bagaimana pendapat kalian, sekiranya ada sungai berada dekat pintu salah seorang diantara kalian yang ia pergunakan untuk mandi lima kali dalam sehari, mungkinkah kotorannya masih tersisa?” Para sahabat menjawab; “Kotorannya tidak akan tersisa.” Beliau bersabda; “Itulah perumpamaan kelima shalat, yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR. Al-Bukhari no. 497 dan Muslim no. 1071) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • anjuran beramak soleh

Category: Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day | 1 Comment »

Fitnah, Nikmat, dan Siksa Kubur

August 16th, 2011 by Abu Muawiah

16 Ramadhan

Fitnah, Nikmat, dan Siksa Kubur

Di antara syarat beriman kepada hari akhir adalah beriman kepada semua kejadian yang terjadi setelah kematian sampai sebelum hari kiamat, atau yang biasa kita kenal dengan alam barzakh. Kejadian di alam barzakh yang dimaksud di sini adalah fitnah kubur, nikmat kubur bagi lulus darinya dan siksa kubur bagi yang gagal darinya. Dan ketiga hal ini telah ditunjukkan dalam nash-nash Al-Qur`an dan hadits yang mencapai taraf mutawatir.
Adapun fitnah kubur, maka yang dimaksud dengannya adalah pertanyaan munkar dan nakir kepada mayit setelah dia dikuburkan. Dia ditanya tentang Rabbnya, agamanya, dan nabinya. Adapun orang yang beriman maka Allah Ta’ala akan mengokohkannya dengan jawaban yang benar, sehingga dia akan berkata: Rabbku adalah Allah, agamaku Islam, dan nabiku Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Adapun orang kafir dan musyrik maka Allah Ta’ala akan menyesatkan mereka sehingga mereka hanya bisa berkata: Saya tidak tahu, dan orang munafik serta yang ragu dengan agamanya akan berkata: Saya tidak tahu, saya mendengar orang lain bilang demikian maka akupun mengikutinya.
Inilah yang diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
يثبت الله الذين آمنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة ويضل الله الظالمين ويفعل الله ما يشاء
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Dari Al-Barra` bin Azib radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang ayat di atas:
نَزَلَتْ فِي عَذَابِ الْقَبْرِ فَيُقَالُ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ وَنَبِيِّي مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“(Ayat ini) turun berkenaan dengan adzab kubur. Ia ditanya, “Siapa Rabbmu?” Ia menjawab, “Rabbku Allah, nabiku Muhammad shallallahu alaihi wasallam.” (HR. Muslim no. 5117) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • siksa kubur

Category: Aqidah, Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day | 8 Comments »

Kewajiban Menaati Pemerintah

August 15th, 2011 by Abu Muawiah

15 Ramadhan

Kewajiban Menaati Pemerintah

Di antara pokok-pokok akidah ahlissunnah adalah mendengar dan taat kepada pemerintah muslim pada perkara-perkara yang bukan maksiat. Allah Ta’ala berfirman:
يا أيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa`: 59)
Ulil amri yang dimaksud dalam ayat adalah pemerintah berdasarkan pendapat yang paling kuat di kalangan ulama. Hal ini juga ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih, di antaranya:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي
“Barang siapa mentaatiku sungguh dia telah mentaati Allah, dan barangsiapa bermaksiat kepadaku maka dia telah bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa metaati seorang pemimpin sungguh dia telah mentaatiku, dan siapa saja bermaksiat kepada seorang pemimpin maka dia telah bermaksiat kepadaku.” (HR. Al-Bukhari no. 2737 dan Muslim no. 3417)
Dari Nafi’ bin Umar radhiallahu anhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
“Barangsiapa melepas tangannya dari ketaatan, maka ia akan menemui Allah di hari Kiamat dalam keadaan tidak memiliki hujjah, danbarang siapa mati dalam keadaan tidak berbaiat, maka ia mati seperti mati jahiliyyah.” (HR. Muslim no. 3441)
Yakni berbaiat kepada penguasa jika mereka memintanya. Karenanya baiat kepada selain pemerintah merupakan tindakan keluar dari ketaatan kepada mereka. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Manhaj, Quote of the Day | 4 Comments »

7 Amalan Membinasakan

August 14th, 2011 by Abu Muawiah

14 Ramadhan

7 Amalan Membinasakan

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
“Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dosa menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2560 dan Muslim no. 129)

Penjelasan:
Ini adalah 7 dosa besar yang membinasakan. Dan sebagaimana dimaklumi bersama bahwa dosa-dosa besar itu tidak terbatas pada 7 amalan ini saja, akan tetapi masih banyak dosa besar lainnya yang tersebut dalam hadits-hadits yang lain. Di antaranya adalah hadits Abi Bakrah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ
“Apakah kalian mau aku beritahu dosa besar yang paling besar?” Beliau menyatakannya tiga kali. Mereka menjawab: “Mau, wahai Rasulullah”. Maka Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua”. Lalu Beliau duduk dari sebelumnya berbaring kemudian melanjutkan sabdanya: “Ketahuilah, juga ucapan dusta.” (HR. Al-Bukhari no. 2460 dan Muslim no. 126)

Syirik Kepada Allah.
Dalam hadits Abu Hurairah di atas, Nabi shallallahu alaihi wasallam memulai penyebutan 7 dosa yang membinasakan dengan menyebutkan syirik kepada Allah karena dia merupakan dosa yang terbesar. Syirik adalah menjadikan tandingan untuk Allah dalam rububiah-Nya, uluhiah-Nya, serta dalam nama-nama dan sifat-sifatNya. Seperti menyerahkan ibadah kepada selain Allah, baik seluruh ibadah maupun sebagian di antaranya. Allah Azza wa Jalla berfirman:
إنه من يشرك بالله فقد حرم عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah: 72)
Di antara bentuk syirik akbar adalah ruku’ dan sujud kepada makhluk, baik yang masih hidup apalagi yang telah meninggal. Contoh lain adalah tawaf dan berdiam di kubur orang saleh, bernadzar dan menyembelih untuk makhluk, memohon bantuan dan perlindungan kepada makhluk dalam perkara yang hanya Allah yang bisa memberikannya, seperti dalam hal turunnya hujan, menyembuhkan orang yang sakit, dan semacamnya. Jika seorang hamba melakukan salah satu dari amalan ini dan yang semisalnya maka dia telah terjatuh ke dalam amalan syirik akbar, dan Allah tidak akan mengampuninya jika dia meninggal dalam keadaan belum bertaubat. Read the rest of this entry »

Category: Hadits, Quote of the Day | 5 Comments »

Sifat Neraka dan Penghuninya

August 13th, 2011 by Abu Muawiah

13 Ramadhan

Sifat Neraka dan Penghuninya

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah hanya kepada-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya. Karenanya Allah Ta’ala mengabarkan kepada mereka kepedihan siksa-Nya dan sifat negeri yang Dia persiapkan bagi siapa saja yang bermaksiat kepada-Nya. Hal itu agar mereka semua bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan amalan saleh serta bertakwa kepada-Nya dengan menjauhi semua bentuk kesyirikan, bid’ah dalam agama, dan maksiat. Karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengulang-ulangi penyebutan neraka serta adzab dan siksaan yang Dia persiapkan bagi musuh-musuhNya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
فاتقوا النار التي وقودها الناس والحجارة أعدت للكافرين
“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan bebatuan di sini adalah batu kibrit besar yang berwarna hitam lagi keras dan berbau busuk. Dan dia adalah batu yang paling panas jika dipanaskan.” Semoga Allah Ta’ala melindungi kita darinya.
Allah Ta’ala juga berfirman:
ياايها الذين آمنوا قووا انفسكم وأهليكم ناراً وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)
Mujahid rahimahullah berkata menafsirkan firman Allah Ta’ala, “Bertakwalah kalian kepada Allah dan perintahkanlah keluargamu untuk bertakwa kepada Allah.” Qatadah rahimahullah berkata, “Perintahkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari maksiat kepada Allah. Perlakukanlah mereka sesuai dengan perintah Allah, perintahlah mereka, dan bantulah mereka dalam menjalankan perintah-Nya.” Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • neraka dan penghuninya
  • sifat-sifat dari neraka hutamah

Category: Aqidah, Quote of the Day | 4 Comments »

Sifat Surga dan Penghuninya

August 12th, 2011 by Abu Muawiah

12 Ramadhan

Sifat Surga dan Penghuninya

Sesungguhnya surga adalah negeri yang penuh dengan kenikmatan yang Allah Ta’ala persiapkan khusus bagi kaum mukminin yang bertakwa. Mereka yang mengimani semua perkara yang Allah wajibkan untuk diimani, mereka menegakkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam keadaan ikhlas mengharap wajah Allah dan mencontoh sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam.
Di antara perkara yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah bahwa surga dan neraka itu benar adanya dan keduanya telah ada sekarang. Hal ini berdasarkan Al-Kitab, sunnah dan ijma’. Allah Ta’ala berfirman tentang surga:
أُعدت للمتقين
“Dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)
Semisal dengannya firman Allah Ta’ala:
أُعدت للذين آمنوا بالله ورسوله
“Dipersiapkan bagi mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Hadid: 21)
Dan juga firman-Nya tentang neraka:
أُعدت للكافرين
“Dipersiapkan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24)
Maka semua ayat di atas dan yang semacamnya menunjukkan surga dan neraka sudah ada sekarang. Karena kata ‘dipersiapkan’ tidaklah digunakan kecuali pada sesuatu yang telah ada. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Quote of the Day | Comments Off on Sifat Surga dan Penghuninya

Keutamaan Para Sahabat

August 10th, 2011 by Abu Muawiah

11 Ramadhan

Keutamaan Para Sahabat

Di antara ushul akidah ahlissunnah wal jamaah adalah mencintai para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam, at-taradhdhi (mengucapkan ‘radhiallahu anhu’) untuk mereka, meyakini bahwa mereka adalah manusia terpercaya, serta berusaha untuk menyebarkan keutamaan mereka kepada kaum muslimin. Ahlussunnah juga tidak larut memperbincangkan perselisihan yang terjadi di antara mereka, dan berlepas diri dari semua sekte yang membenci dan merendahkan sahabat dan ahlul bait. Yaitu Rafidhah yang sampai menuhankan ahlul bait dan mengkafirkan sahabat lainnya, serta Nashibah yang membenci ahlul bait Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Nash-nash Al-Qur`an telah menjadi saksi akan keutamaan mereka dan terpercayanya mereka dalam memikul agama. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala:
والسابقون الأولون من المهاجرين والأنصار والذين اتبعوهم بإحسان رضي الله عنهم ورضوا عنه وأعد لهم جنات تجري تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا ذلك الفوز العظيم
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100) Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Quote of the Day | 2 Comments »

Penjelasan Rukun Iman

August 10th, 2011 by Abu Muawiah

10 Ramadhan

Penjelasan Rukun Iman

Aqidah Islamiah dibangun di atas rukun iman yang enam, yaitu: Iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhirat, dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
Keenam rukun ini telah disebutkan secara jelas dalam Al-Qur`an dan sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Allah Azza wa Jalla berfirman:
ليس البر أن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من ءامن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi.” (QS. Al-Baqarah: 177)
Adapun, iman kepada takdir maka disebutkan dalam firman-Nya:
إنا كل شيء خلقناه بقدر
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir.” (QS. Al-Qamar: 49)
Sementara dari As-Sunnah adalah hadits Umar bin Al-Khaththab yang masyhur tentang kisah datangnya Jibril alaihissalam untuk bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang iman. Maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim no. 9) Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Quote of the Day | 9 Comments »