Archive for the 'Mengenal Syi’ah Rafidhah' Category

Al-Hasan Radhiallahu anhu Tidak Mempunyai Keturunan

June 11th, 2012 by Abu Muawiah

Al-Hasan Radhiallahu anhu Tidak Mempunyai Keturunan[1]

Di antara ucapan mereka adalah bahwa Al-Hasan bin Ali tidak mempunyai penerus keturunan, bahwa keturunan beliau sudah tidak ada, dan bahwa tidak ada seorang pun dari penerus keturunannya yang laki-laki.

Ucapan ini tersebar di kalangan mereka dan mereka bersepakat di atasnya sehingga tidak perlu untuk dibuktikan, demikian komentar mereka. Di antara mereka ada yang mengklaim bahwa … (tidak jelas maksudnya) semuanya sama seperti mereka. Mereka menggunakan ucapan ini untuk bisa sampai kepada tujuan mereka yaitu membatasi ke’imam’an hanya pada anak keturunan Al-Husain[2], dan di antara anak keturunannya adalah kedua belas imam itu. Dengannya mereka bertujuan untuk membatalkan ke’imam’an para ulama yang berdakwah dari kalangan anak keturunan Al-Hasan, bersamaan dengan keutamaan mereka, terpenuhinya syarat-syarat ke’imam’an pada mereka, orang-orang telah membaiat mereka, syahnya penisbatan keluarga mereka kepada Al-Hasan, dan tersebarnya ilmu mereka, dimana mereka semua telah mencapai derajat mujtahid mutlak. Maka semoga Allah membinasakan mereka atas kedustaan yang mereka ada-adakan tersebut.

Perhatikanlah mereka musuh-musuh ahlul bait yang mengganggu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Fathimah, ketika mereka mengingkari nasab orang yang terbukti syah nasabnya secara pasti dari anak keturunan Al-Hasan radhiallahu anhu, dan kebenaran penisbatan keturunannya telah mutawatir[3] dan tidak tersembunyi dari setiap orang yang mempunyai ilmu dalam masalah ini. Dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menggolongkan perbuatan mencela nasab termasuk dari perbuatan-perbuatan jahiliah[4]. Dan telah datang dalam sebuah riwayat yang menunjukkan bahwa Imam Mahdi itu berasal dari anak keturunan Al-Hasan radhiallahu anhu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya[5]. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • keturunan hasan husein

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 3 Comments »

Keutamaan Ali Versi Syiah Rafidhah

June 5th, 2012 by Abu Muawiah

Keutamaan Ali Versi Syiah Rafidhah

Di antara kesesatan mereka adalah: Ibnu Al-Muthahhir[1] Al-Hulli berkata[2], “Imamiah telah bersepakat bahwa setelah Nabi kita, Ali lebih utama daripada para nabi selain ulul azmi. Dan dalam masalah apakah Ali lebih utama daripada para rasul ulul azmi ada perbedaan pendapat.” Al-Hulli berkata, “Dan saya termasuk orang-orang yang tawaqquf dalam masalah ini. Dan perbedaan pendapat ini juga berlaku pada imam-imam dari keluarga Ali.”

Ath-Thusi berkata dalam kitabnya At-Tajrid[3], “Ali adalah sahabat yang paling utama karena sangat seringnya dia berjihad …,” sampai ucapannya, “Mu’jizat nampak dari Ali, keistimewaan beliau sebagai kerabat dan saudara Nabi, serta kewajiban untuk mencintai, menolong, dan kesetaraannya dengan para nabi.” Pensyarahnya berkata[4], “Hal ini didukung oleh sabda beliau shalllallahu alaihi wasallam, “Barangsiapa yang ingin melihat ilmunya Adam, ketakwaannya Nuh, kesabarannya Ibrahim, kewibawaannya Musa, dan ibadahnya Isa, hendaknya dia melihat Ali bin Abi Thalib.” Karena hadits ini menunjukkan kesetaraan sifat Ali dengan sifat-sifat para nabi.” Read the rest of this entry »

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah, Mengenal Syi'ah Rafidhah, Syubhat & Jawabannya | 1 Comment »

Ma’sumnya Para Imam Syiah Rafidhah

June 3rd, 2012 by Abu Muawiah

Ma’sumnya Para Imam Syiah Rafidhah

Di antara kesesatan mereka adalah mereka mengharuskan bahwa kedua belas imam mereka itu ma’shum (terjaga) dari dosa-dosa. Hal ini dibangun di atas mazhab mereka ishmah (terjaga dari dosa) merupakan syarat seseorang menjadi pemimpin.

Batilnya keyakinan mereka ini lebih jelas daripada semua kebatilan mereka sebelumnya. Dan keyakinan mereka ini mengharuskan para imam yang dua belas bersekutu dengan para nabi dalam sifat ishmah[1]. Jika kita katakan: Ishmah ini khusus dimiliki oleh para imam saja dan tidak ada pada manusia selain mereka atau manusia selainnya tidak harus ma’shum, maka penetapan sifat ishmah untuk para imam ini adalah kejahatan yang sangat besar. Penulis At-Tajrid berkata[2], “Seorang imam itu harus luthf[3] sehingga Allah wajib hanya mengangkat pemimpin seperti ini guna mewujudkan tujuan.” Pensyarahnya berkata[4], “Mereka berbeda pendapat dalam masalah apakah seorang imam itu harus ma’shum atau tidak. Imamiah dan Ismailiah berpendapat akan harusnya, sementara yang lainnya berpendapat sebaliknya.” Kemudian penulis berkata di matan, “Tidak mungkinnya tasalsul[5] mengharuskan ma’shumnya para imam …,” sampai akhir ucapannya. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Khalifah Hanya Ada 12 Orang

May 30th, 2012 by Abu Muawiah

Khalifah Hanya Ada 12 Orang[1]

Di antara kesesatan syiah rafidhah adalah membatasi kekhalifahan hanya pada 12 orang saja, karena hanya kedua belas orang ini sajalah yang terdapat nash dan yang diperlihatkan dari orang-orang sebelumnya[2].

Ini adalah klaim tanpa dalil yang mengandung kedustaan. Kebatilannya terlalu sangat jelas sehingga kebatilannya tidak perlu dijelaskan. Dengan keyakinan ini, mereka memvonis batilnya semua kekhilafahan selain dari kedua orang imam mereka ini[3]. Pada keyakinan ini terdapat pendustaan terhadap nash-nash yang datang menjelaskan akan kekhalifahan keempat khulafa` ar-rasyidin dan kekhalifahan Quraisy[4]. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Syiah Rafidhah Menghina Nama-Nama Para Sahabat

May 24th, 2012 by Abu Muawiah

Syiah Rafidhah Menghina Nama-Nama Para Sahabat

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Risalah fi Ar-Radd ‘ala Ar-Rafidhah hal. 73-74:

Di antara kesesatan mereka adalah mereka menghina nama-nama para sahabat(1), terlebih kesepuluh orang sahabat(2).
Padahal telah mutawatir dari Nabi shallallahu alaihi wasallam hadits-hadits yang menunjukkan wajibnya menghormati dan memuliakan mereka. Dan Allah Ta’ala juga telah menuntunkan hal itu pada beberapa ayat dalam Al-Qur`an. Penghinaan mereka kepada para sahabat melazimkan mereka menganggap remeh semua tuntunan Allah tersebut. Dan siapa saja di antara mereka yang meyakini keyakinan yang berisi penghinaan kepada para sahabat, maka sungguh dia telah mendustakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada pengabaran beliau berupa kewajiban menghormati dan memuliakan mereka. Dan siapa saja yang mendustakan beliau pada masalah yang telah pasti shahih dari beliau maka sungguh dia telah kafir.
Dan di antara keanehan mereka adalah mereka menjauhi (baca: tidak mau) memberi nama dengan nama-nama para sahabat, namun mereka justru memberi nama dengan nama-nama anjing. Maka betapa jauhnya mereka dari kebenaran dan betapa miripnya mereka penganut kesesatan dan siksaan. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Syiah Rafidhah Menghina Nama-Nama Para Sahabat

Syiah Rafidhah Mengkafirkan Para Sahabat yang Berperang Melawan Ali

May 18th, 2012 by Abu Muawiah

Syiah Rafidhah Mengkafirkan
Para Sahabat yang Berperang Melawan Ali

Di antara kesesatan mereka adalah mengkafirkan para sahabat yang pernah berperang melawan Ali radhiallahu anhu. Yang mereka maksudkan di sini adalah Aisyah, Thalhah, Az-Zubair, dan pasukan mereka, serta Muawiah dan pasukan beliau.

Padahal telah mutawatir penukilan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan para sahabat tersebut(1), dan bahwa sebagian di antara mereka ada yang telah diberikan kabar gembira berupa jaminan masuk surga. Karenanya, perbuatan mengkafirkan mereka merupakan perbuatan mendustakan semua pengabaran tersebut. Sehingga kalau pun mereka tidak menjadi kafir karena pendustaan ini, maka tidak diragukan mereka menjadi fasik karenanya. Dan kefasikan ini sudah cukup menjadi kerugian bagi mereka dalam perdagangan mereka. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Syiah Rafidhah Mengkafirkan Para Sahabat yang Berperang Melawan Ali

Rafidhah Mencela Aisyah Radhiallahu Anha

May 16th, 2012 by Abu Muawiah

Rafidhah Mencela Aisyah Radhiallahu Anha

Di antara kesesatan mereka adalah mereka menuduh (Aisyah) Ash-Shiddiqah -yang suci lagi disucikan dari tuduhan mereka- berbuat keji1 (baca: zina). Dan tuduhan ini sudah tersebar pada zaman ini di antara mereka, sebagaimana yang telah dinukil dari mereka. Padahal Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ. لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌ. لَوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ. وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ. إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ. وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَانَكَ هَٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ. يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ. إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ. وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”. Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 11-21) Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Taqiyyah

May 4th, 2012 by Abu Muawiah

Taqiyyah[1]

Di antara kesesatan mereka adalah: Mereka mewajibkan taqiyyah. Mereka meriwayatkan dari Ash-Shadiq radhiallahu anhu bahwa dia berkata, “Taqiyyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku.[2]” Padahal tidak mungkin beliau mengucapkan ucapan seperti ini. Dan sebagian dari mereka ada yang menafsirkan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu” (QS. Al-Hujurat: 13)

Maksudnya: Siapa di antara kalian yang paling banyak taqiyyahnya dan yang paling takut kepada orang-orang. Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “Barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur`an dengan pendapatnya maka sungguh dia telah kafir.[3]

Para ulama mereka telah menukil dari salah orang yang terpercaya di antara mereka bahwa dia berkata, “Ja’far Ash-Shadiq radhiallahu anhu pernah tidur pada suatu malam bersama kami di tempat ‘menyendiri’ khusus miliknya, dan tidak ada seorangpun yang bersama beliau pada malam itu kecuali orang-orang yang sudah tidak kami ragukan akan syi’ah (pertolongan) nya. Lalu beliau bangun untuk shalat tahajjud, beliau berwudhu seraya mengusap kedua telinga beliau dan mencuci kaki beliau. Lalu beliau shalat dengan bersujudkan hamparan yang kusut dengan menyimpul kedua tangannya. Kami mengatakan, “Mungin kebenaran adalah ini,” sampai kami mendengar suara teriakan. Lalu kami melihat seorang lelaki yang merebahkan dirinya pada kedua kaki beliau seraya menciumi keduanya sambil menangis dan meminta maaf. Maka dia ditanya tentang keadaannya, dan dia menjawab, “Khalifah dan anggota pemerintahannya meragukan anda, dan saya dahulu termasuk anggota mereka. Maka saya pun berjanji untuk mencari tahu mazhab anda. Saya menunggu kesempatan beberapa lama hingga akhirnya saya berhasil untuk memasuki rumah anda malam ini, saya bersembunyi sehingga tidak ada seorang pun yang tahu saya di sini. Maka alhamdulillah yang telah menghilangkan keraguan dariku, memberikan kepadaku keyakinan yang baik tentangmu wahai anak putri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan Dia tidak membiarkan saya di atas prasangka buruk terhadapmu.” Asy-Syaikh berkata, “Maka kita meyakini kalau Allah tidak menyembunyikan apa pun dari Al-Ma’shum (Ash-Shadiq, pent.), dan kita meyakini kalau ini merupakan taqiyyah dari beliau.” Selesai Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah, Syubhat & Jawabannya | 2 Comments »

Syiah Mewajibkan Mencela Para Sahabat

May 2nd, 2012 by Abu Muawiah

Syiah Mewajibkan Mencela Para Sahabat

Di antara aqidah Syiah Rafidhah adalah mereka mewajibkan untuk mencela para sahabat, terlebih ketiga khalifah[1] (pertama) -na’udzu billah-. Mereka meriwayatkan dalam kitab-kitab rujukan mereka dari seorang lelaki pengikut Hisyam Al-Ahwal dia berkata, “Pada suatu hari saya pernah berada di sisi Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad. Lalu beliau didatangi oleh seorang lelaki dari syiah (penolong) beliau yang berprofesi sebagai tukang jahit seraya membawa dua baju di tangannya. Lalu dia berkata, “Wahai anak (keturunan) Rasulullah, saya menjahit salah satu dari kedua baju ini, dimana setiap tusukan jarum saya (berzikir) mengesakan Allah Yang Maha Besar. Sementara baju yang lainnya saya jahit dimana setiap tusukan jarum saya melaknat orang yang paling dijauhkan yaitu Abu Bakar dan Umar. Kemudian saya bernazar untuk anda bahwa mana saja dari kedua baju ini yang anda senangi maka anda boleh memilikinya. Maka yang mana yang anda senangi silakan anda mengambilnya dan mana yang anda tidak senangi maka tolaklah.” Maka Ash-Shadiq berkata, “Saya menyenangi baju yang dikerjakan sambil melaknat Abu Bakar dan Umar. Dan saya kembalikan kepadamu baju yang dijahit sambil bertakbir kepada Allah Yang Maha Besar.

Maka perhatikanlah mereka, para pendusta lagi fasik ini, bagaimana mereka menisbatkan kebusukan kepada ahli bait -padahal mereka (ahli bait) sama sekali tidak mungkin mengucapkannya-. Allah Ta’ala berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” (QS. Al-Baqarah: 143)

Jika para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saja bukan umat pilihan, maka apa lagi dengan selain mereka

Allah Ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” (QS. Ali Imran: 110)

Jika para sahabat beliau bukan termasuk umat yang terbaik, maka apa lagi dengan selain mereka.

Allah berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100)

Dan siapa saja yang mencela orang yang Allah telah ridhai, maka sungguh dia telah memerangi Allah dan Rasul-Nya. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Syiah dan Al-Qur`an

April 26th, 2012 by Abu Muawiah

Syiah dan Al-Qur`an

Di antara kesesatan mereka adalah apa yang mereka sebutkan dalam kitab-kitab hadits dan kitab-kitab mereka lainnya, yaitu bahwa Utsman radhiallahu anhu mengurangi sesuatu dari Al-Qur`an. Karena pada surah “Bukankah Kami telah melapangkan …” (QS. Asy-Syarh: 1) pada bagian setelah firman Allah Ta’ala, “Dan Kami telah meninggikan penyebutanmu,” (QS. Asy-Syarh: 4), dulunya setelah itu ada ayat, “Dan Kami jadikan Ali sebagai menantumu.” Tapi Utsman lalu menghapuskan kalimat tersebut karena dia hasad Ali juga menjadi menantu Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Mereka berkata: Panjang surah Al-Ahzab sebenarnya sama seperti panjang surah Al-An’am. Akan tetapi Utsman menghilangkan darinya ayat-ayat yang berkenaan dengan keutamaan kerabat Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Disebutkan bahwa orang-orang Syiah di zaman ini memunculkan dua surah baru yang mereka klaim keduanya dahulu merupakan bagian dari Al-Qur`an yang disembunyikan oleh Ustman, masing-masing dari kedua surah ini panjangnya seperti satu juz. Mereka mengikutkan kedua surah baru ini di bagian akhir mushaf. Mereka menamakan salah satu surah dengan nama An-Nurain dan yang lainnya adalah surah Al-Wala`[1]. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah, Syubhat & Jawabannya | 1 Comment »