Archive for the 'Ilmu Al-Qur`an' Category

Nama-Nama Al-Fatihah dan Turunnya

May 14th, 2012 by Abu Muawiah

Tafsir Al-Fatihah
Makkiah dan Jumlah Ayatnya Tujuh

Turun Setelah Surah Al-Muddatstsir

Bismillahirrahmanirrahim

Nama-Nama Al-Fatihah
1. Fatihah (pembuka) al-kitab, yakni pembuka kitab dalam bentuk tulisan (mushaf). Dan dengannyalah bacaan-bacaan dalam shalat dimulai.
2. Ummu (induk) al-kitab dan ummu al-qur`an, karena makna-makna Al-Qur`an semuanya kembali kepada kandungan surah al-fatihah ini.
3. As-sab’ul matsani (tujuh ayat yang berulang) dan Al-Qur`an Al-Azhim. Telah tsabit dalam hadits yang shahih riwayat At-Tirmizi -dan dia menyatakannya shahih- dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعالَمِيْنَ: أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتابِ وَالسَّبْعُ الْمَثانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيْمُ
“Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (al-fatihah) adalah induk Al-Qur`an, induk al-kitab, tujuh ayat yang berulang, dan Al-Qur`an Al-Azhim.”
4. Dinamakan juga ‘al-hamdu’.
5. Dan juga ‘ash-shalah’, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam (yang beliau riwayatkan) dari Rabbnya:
قُسِمَتِ الصَّلاةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ. فَإذا قالَ الْعَبْدُ: اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعالَمِيْنَ, قالَ اللهُ: حَمِدَنِي عَبْدِي
“Shalat dibagi antara Aku dengan hamba-Ku. Jika hamba mengatakan, “Alhamdulillahi Rabbil alamin,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah memuji-Ku,” sampai akhir hadits.
Maka di sini al-fatihah dinamakan shalat karena membacanya merupakan syarat syah di dalam shalat. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • ada berapa nama dari al fatihah
  • arti al fatihah
  • dimana turun nya surah al fatihah
  • hadit tentang turunnya Al Fatihah
  • nama-nama al

Category: Ilmu Al-Qur`an | No Comments »

Tafsir Al-Isti’adzah

May 6th, 2012 by Abu Muawiah

Tafsir Al-Isti’adzah

Definisi Isti’adzah.

Secara etimologi dia adalah masdhar dari kata اِسْتَعاذَ  -  يَسْتَعِيْذُ  -  اِسْتِعاذًا  yang bermakna permintaan perlindungan dan penjagaan dari sesuatu yang dibenci[1].

Sementara secara terminology, isti’adzah ada empat bentuk:

Isti’adzah ada 4 macam[2]:

  • Isti’adzah kepada Allah Ta’ala.

Yaitu isti’adzah yang mengandung kesempurnaan rasa butuh kepada Allah, bersandar kepada-Nya, serta meyakini penjagaan dan kesempurnaan pemeliharaan Allah Ta’ala dari segala sesuatu, baik di zaman sekarang maupun di zaman yang akan datang, baik pada perkara yang kecil maupun yang besar, baik yang berasal dari manusia maupun selainnya.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Falaq dan surah An-Naas, dari awal sampai akhir.

  • Isti’adzah dengan salah satu dari sifat-sifat Allah Ta’ala, seperti sifat kalam-Nya, keagungan-Nya, keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, dan semacamnya.

Dalilnya sangat banyak, di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa-apa yang Dia ciptakan.[3]

Juga sabda beliau:

أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ

“Aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan berlindung dengan ampunan-Mu dari hukuman-Mu.” (HR. Muslim no. 751)

  • Isti’adzah kepada orang mati atau orang yang masih hidup tetapi tidak ada di tempat dan tidak mampu melindungi.

Ini adalah kesyirikan. Di antara bentuknya adalah seperti pada firman Allah Ta’ala:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin: 6).

  • Isti’adzah dengan apa-apa yang memungkinkan untuk dijadikan perlindungan, baik berupa manusia, atau tempat-tempat, atau selainnya.

Isti’adzah jenis ini dibolehkan, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau menyebutkan tentang fitnah:

وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ

“Dan siapa yang ingin melihat fitnah itu, maka fitnah itu akan mengintainya. Siapa yang menemukan tempat pertahanan atau tempat perlindungan, hendaklah dia berlindung padanya.” (HR. Al-Bukhari no. 3334 dan Muslim no. 5137)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperjelas makna ‘tempat pertahanan atau tempat perlindungan’ ini dengan sabdanya, “Barangsiapa yang memiliki unta maka hendaknya dia menggunakan untanya (sebagai tempat berlindung).”

Hanya saja, jika seseorang meminta perlindungan dari kejelekan orang yang zhalim, maka dia wajib untuk dilindungi sekuat tenaga. Namun jika dia meminta perlindungan agar bisa melakukan sesuatu yang dilarang atau lari dari kewajiban, maka haram untuk melindunginya.

Dari keempat jenis isti’adzah di atas, yang kita maksudkan dalam pembahasan ini tentunya adalah isti’adzah bentuk yang kedua dan yang ketiga, yaitu permintaan perlindungan kepada Allah Ta’ala semua perkara yang dibenci. Read the rest of this entry »

Category: Ilmu Al-Qur`an | No Comments »

Seputar Al-Qur`an

April 28th, 2012 by Abu Muawiah

Seputar Al-Qur`an

A.    Definisi Al-Qur`an.
Secara etimologi bermakna bacaan.
Secara terminology bermakna firman Allah Ta’ala berbahasa Arab, yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam, yang dimulai dengan surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Naas.
Hal ini terdapat dalam beberapa ayat dalam Al-Qur`an, di antaranya dalam surah Al-Insan ayat 23 dan surah Yusuf ayat 2.
Allah Ta’ala telah memberikan penjagaan terhadapnya dari segala sesuatu yang bisa merusaknya, dan juga menyifatinya dengan sifat-sifat yang agung lagi mulia. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur`an, di antaranya dalam surah Al-Hijr ayat 9, surah Qaf ayat 2, dan surah Al-Waqiah ayat 77.

B.    Awal Turunnya Al-Qur`an.
Awal turunnya pada lailatul qadr di bulan Ramadhan, dan ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam sudah berumur 40 tahun. Hal ini disebutkan di antaranya dalam surah Al-Qadr ayat 1 dan di awal-awal surah Ad-Dukhan.

C.    Ayat Yang Pertama Turun.
Ayat yang pertama turun adalah 5 ayat pertama dari surah Al-Alaq. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiallahu anha)
Setelah itu terjadi masa vakum dimana wahyu tidak turun selama beberapa lama. Namun setelah itu, wahyu kembali turun dan dimulai dengan 5 ayat pertama dari surah Al-Muddatstsir. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir radhiallahu anhuma) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • surah Alquran diturunkan berdasarkan waktu

Category: Ilmu Al-Qur`an | No Comments »

Keutamaan Surah Al-Fatihah

April 8th, 2012 by Abu Muawiah

Keutamaan Surah Al-Fatihah

Al-Bukhari berkata di dalam Ash-Shahih (3/342): Ali bin Abdillah menceritakan kepada kami (dia berkata), Yahya bin Said menceritakan kepada kami (dia berkata), Syu’bah menceritakan kepada kami (dia berkata), Khubaib bin Abdirrahman menceritakan kepadaku dari Hafsh bin Ashim dari Abu Said bin Al-Mu’alla dia berkata:

كُنْتُ أُصَلِّي فَدَعَانِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي قَالَ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ: { اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ }

ثُمَّ قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَأَخَذَ بِيَدِي فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

“Saya pernah shalat, lalu Nabi r memanggilku tapi saya tidak menjawabnya. Kemudian saya berkata, “Wahai Rasulullah tadi saya sedang shalat,” beliau bersabda, “Bukankah Allah telah berfirman, “Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu?!” kemudian beliau bersabda, “Inginkah kamu saya ajari surah yang paling agung dalam Al-Qur`an sebelum engkau keluar dari masjid ini?” kemudian beliau memegang tanganku. Tatkala kami akan keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, tadi engkau berkata, “Saya benar-benar akan mengajari  kamu sebuah surah yang paling agung dalam Al-Qur’an.” Baliau bersabda, “Alhamdu lillahi Rabbil ‘alamin,” dia adalah tujuh ayat yang sering berulang-ulang dan merupakan Al-Qur’an yang agung, yang diberikan kepadaku.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (1458), Nasa`i (2/139) dan Ibnu Majah (3785) dari beberapa jalan dari Syu’bah dengannya hadits ini.

Imam Ahmad berkata dalam Al-Musnad (4/177): Muhammad bin Ubaid menceritakan kepada kami (dia berkata), Hasyim -yakni Ibnu Al-Buraid- menceritakan kepada kami (dia berkata), Abdullah bin Muhammad bin Aqil menceritakan kepada kami dari Ibnu Jabir dia berkata:

انْتَهَيْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَهْرَاقَ الْمَاءَ فَقُلْتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَقُلْتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْشِي وَأَنَا خَلْفَهُ حَتَّى دَخَلَ عَلَى رَحْلِهِ وَدَخَلْتُ أَنَا الْمَسْجِدَ فَجَلَسْتُ كَئِيبًا حَزِينًا فَخَرَجَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَطَهَّرَ فَقَالَ عَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جَابِرٍ بِخَيْرِ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اقْرَأْ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَتَّى تَخْتِمَهَا

“Saya sampai kepada Rasulullah r dalam keadaan beliau baru saja buang air kecil,” lalu saya berkata, “Assalamu ‘alaika ya Rasulullah,” tapi beliau tidak menjawab salamku. Saya berkata lagi, “Assalamu ‘alaika ya Rasulullah,” maka beliau tapi menjawab salamku. Saya berkata lagi, “Assalamu ‘alaika ya Rasulullah,” tapi beliau tidak menjawab salamku. Kemudian Rasulullah r berjalan dan saya ikut di belakang beliau sampai beliau masuk di rumahnya dan saya masuk ke dalam masjid lalu duduk dalam keadaan sedih dan berduka cita. Kemudian Rasulullah r keluar mendatangiku dalam keadaan beliau sudah bersuci, lalu beliau berkata, “Alaikas salam warahmatullah, waalaikas salam warahmatullah, waalaikas salam warahmatullah.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kukabarkan kepadamu wahai Abdullah bin Jabir sebuah surat yang terbaik di dalam Al-Qur’an?” saya menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Bacalah ‘Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin’ sampai kamu menyelesaikannya.” Sanadnya hasan karena kedudukan Ibnu Aqil, dan hadits ini telah ditakhrij[1] dalam  I’laus Sunan (28). Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • surah al-fatihah

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu Al-Qur`an | 2 Comments »

Mengenal Al-Qur`an Al-Karim

March 31st, 2012 by Abu Muawiah

Mengenal Al-Qur`an Al-Karim 

Definisi al-Qur`an

كِتاَبُ اللهِ المُنَزَّلُ عَلىَ رَسُوْلِهِ مُحَمَّدٌ المَكْتُوْبُ فِيْ المَصاَحِفِ المَنْقُوْلُ إِلَيْناَ عَنْ النَّبِيِّ نَقْلاً مُتَواَتِراً بِلاَ شُبْهَةٍ

Yaitu Kitabullah yang diturunkan oleh Allah tabaraka wata’ala kepada Rasulullah r yang tertulis di dalam al-mushhaf, yang dikutip kepada kita dari Nabi r dengan kutipan secara mutawatir.1

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Wahai Rasul, sampaikanlah segala yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu. Jikalau engkau tidak melakukannya, maka tidaklah engkau menyampaikan risalah-Nya. Dan Allah senantiasa menjagamu dari seluruh kaum manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan member hidayah kepada kaum yang kafir.” (al-Maidah: 67)

Firman-Nya:

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Kalian ikutilah segala yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian, dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya, -namun- amat sedikit di antara kalian yang mengambil pelajaran.” (al-A’raaf: 3)

Dan firman Allah ta’ala:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

Dan Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab dengan kebenaran, sebagai pembenar atas segala kitab suci yang telah berada sebelumnya dan sebagai ujian atas kitab-kitab yang lain tersebut. Maka putuskanlah hukum di antara mereka dengan segala yang Allah turunkan. Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Dan Kami telah merikan bagi masing-masing umat aturan dan jalan yang terang.” (al-Maaidah: 48)

Dan firman Allah ta’ala:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

Dan berilah hukum di antara mereka dengan apa yang Allah turunkan dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu-hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah engkau jangan sampai mereka memalingkan engkau dari sebagian yang Allah telah turunkan kepadamu. Dan apabila mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah telah menghendaki untuk menurunkan musibah bagi mereka sebagai sebab atas sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya sebagian besar kaum manusia adalah orang-orang yang fasik.” (al-Maaidah: 49) Read the rest of this entry »

Category: Ilmu Al-Qur`an | No Comments »

TAFSIR SURAH AL-INFITHAR

January 29th, 2012 by Abu Muawiah

TAFSIR SURAH AL-INFITHAR

Makiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ. وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ. وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ. وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ. عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ. يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ. الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ. فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ. كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ. وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ. كِرَامًا كَاتِبِينَ. يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabb-mu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu. Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan.”

Allah Ta’ala berfirman: “Apabila langit terbelah.” Yakni: Terpecah. “Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan.” Yakni: Berjatuhan. “Dan apabila lautan meluap.” Sejumlah para ulama berkata: Allah Ta’ala pancarkan sebahagiannya kepada sebahagian yang lain. Dan Qatadah berkata: Air tawar dan asinnya bercampur. “Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.” Ibnu Abbas berkata: Dihilangkan. Dan As-Suddi berkata: Digerakan sehingga siapa saja yang ada didalamnya keluar.

Dan firman-Nya: “Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.” Yakni: Jika hal tersebut diatas terjadi, maka terjadilah hal ini.

Dan firman-Nya: “Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia.” Ini adalah ancaman. Dan makna ayat ini adalah: Apa yang membuat engkau terpedaya wahai anak Adam terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia. Yakni: Maha Agung. Sampai engkau mendahulukan kemaksiatan dan engkau datangi apa-apa yang tidak pantas?

Sejumlah ulama berkata: “Terpedayanya dia adalah -demi Allah- kebodohannya.” Dan Qatadah berkata: “Apa yang membuat kamu terpedaya terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia.” Sesuatu yang menipu (memperdaya) anak Adam ini adalah musuh yaitu: Syaithan. Dan Fudhail bin Iyadh berkata: Seandainya ada yang berkata kepadaku apa yang membuat kamu terpedaya padaku??? Dan Abu Bakr Al-Warraq berkata: Seandainya ada yang berkata kepadaku, “Apa yang membuat kamu terpedaya terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia.” Maka pasti aku menjawab: Kemuliannya Allah Yang Mahamulia telah membuat saya terperdaya.” Al-Baghawy berkata: Sebagian pakar tentang isyarat berkata: Allah Ta’ala hanya berfirman: “Terhadap Rabbmu Yang Mahamulia.” Tanpa menyebutkan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang lain, seakan-akan Allah telah memberitahukan jawaban dari pertanyaan ini.” Akan tetapi apa yang dikhayalkan oleh pembicaranya ini tidak teranggap sama sekali, sebab Allah hanya mendatangkan satu nama-Nya “Yang Mahamulia,” untuk memberikan peringatan bahwa tidak pantas kemuliaan dibalas dengan perbuatan-perbuatan yang kotor dan amalan-amalan yang jelek.

Dan firman-Nya: “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.” Yakni: Apa yang membuat kamu terpedaya terhadap Rabbmu Yang Mahamulia, “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.” Yakni: Menjadikanmu seimbang, selaras tegak dalam berdiri yang penyandarannya kepada sebaik-baik keadaan dan permisalan.

Dari Busr bin Jihasy Al-Qurasyi berkata, bahwa Rasulullah r suatu hari meludah ke telapak tangannya, lalu beliau meletakkan sebuah jarinya di atasnya. Kemudian beliau bersabda, “Allah U berfirman, “Wahai anak Adam, bagaimana mungkin kamu membuat Saya lemah sementara Saya yang telah menciptakan kamu dari air yang semisal ini. Sampai ketika Saya sudah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanmu, kamu pun berjalan di antara dua pakaian dan bumi merasa berat memikulmu. Maka kamu pun mengumpulkan harta dan menahan dari bersedekah, sampai ketika ruh sudah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Saya akan bersedekah,” padahal bukan lagi saatnya bersedekah.?[1]

Dan firman-Nya: “Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” Mujahid berkata: Pada segala penyerupaan dari ayah atau ibu atau paman dari pihak ayah atau paman dari pihak ibu. Dalam Ash-Shahihain[2] dari Abu Hurairah: Bahwasannya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Sesungguhnya istriku melahirkan seorang anak laki-laki hitam. Beliau bersabda: apakah kamu mempunyai unta? Laki-laki itu menjawab: Ya. Beliau bersabda: Apa warnanya? Dia menjawab: merah. Beliau bersabda: apakah padanya ada yang berwarna putih? Dia menjawab: Iya. Beliau bersabda: bagaimana dia bisa melahirkan yang berwarna hitam?! Dia berkata: Mungkin itu factor keturunan,” maka beliau bersabda, “Kalau begitu, ini pun mungkin factor keturunan.”

Ikrimah berkata pada firman Allah Ta’ala: “Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusunmu.” Jika Dia kehendaki pada bentuk monyet, maka engkau akan berbentuk pada bentuk monyet. Dia jika kehendaki pada bentuk babi, maka engkau akan dalam bentuk babi juga. Demikian pula dikatakan oleh Abu Shalih: Dalam bentuk anjing jika Dia kehendaki, dalam bentuk keledai dan jika Dia kehendaki, dalam bentuk babi. Dan Qatadah berkata: “Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” Beliau berkata: Allah Rabb kita Mahamampu atas hal yang demikian.

Dan makna perkataan ini disisi mereka: Sesungguhnya Allah Ta’ala Mahamampu pada pembentukan yang jelek dari hewan-hewan yang tergabung kedalam hewan-hewan yang asing, akan tetapi karena keMahamampun-Nya dan kelembutan-Nya, Dia menciptamu diatas bentuk yang paling baik yang tegak dan sempurna, paling baik dipandang dan paling baik keadaannya.

Dan firman-Nya: “Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.” Yakni: Tidak ada yang membuat kalian menghadapi dan membalas Yang Mahamulia dengan kemaksiatan kecuali pendustaan terhadap hari kebangkitan, pembalasan, dan hisab yang bercokol di dalam hati-hati kalia.

Dan firman-Nya: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Yakni: Sesungguhnya pada kalian ada malaikat penjaga yang mulia lagi mencatat. Maka jangan kalian hadapkan mereka dengan kekejian sehingga mereka menulis seluruh amalan-amalan kalian. Read the rest of this entry »

Category: Ilmu Al-Qur`an | 1 Comment »

Keutamaan Al-Qur`an

August 18th, 2011 by Abu Muawiah

18 Ramadhan

Keutamaan Al-Qur`an

Allah Ta’ala berfirman:
وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS. Al-Maidah: 48)
Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, “Batu ujian adalah yang terpercaya, Al-Qur`an adalah terpercaya di atas seluruh kitab sebelumnya.”
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ
“Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, sehingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no. 1350)
Dari Utsman radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 4639)
Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan tertatah-tatah, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala.” (HR. Muslim no. 1329)
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَالَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا
“Perumpamaan orang yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Utrujjah, rasanya lezat dan baunya juga sedap. Sedang orang yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah kurma, rasanya manis, namun baunya tidak ada. Adapun orang Fajir yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Raihanah, baunya harum, namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang Fajir yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan baunya juga tidak sedap.” (HR. Al-Bukhari no. 4632 dan Muslim no. 1328) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • keutamaan Al quran
  • keutamaan al qur\an
  • keutamaan alquran
  • keutamaan ayst al quran

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu Al-Qur`an, Quote of the Day | 6 Comments »

Keutamaan 3 Surah Ruqyah

November 4th, 2010 by Abu Muawiah

27 Dzulqa’dah

Keutamaan 3 Surah Ruqyah

Allah Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
“Sungguh Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang berulang-ulang dan Al-Qur`an yang agung.” (QS. Al-Hijr: 87)
Dari Abu Said bin Al-Mu’alla radhiallahu anhu dia berkata:
كُنْتُ أُصَلِّي، فَدَعانِي النبيُّ صلى الله عليه وسلم فَلَمْ أُجِبْهُ. قُلْتُ: يا رسولَ اللهِ إِنِّي كُنْتُ أصلي، قالَ: أَلَمْ يَقُلِ اللهُ: { اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم }؟ ثُمَّ قال: أَلآ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُوْرَةٍ فِي القرآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ؟ فَأَخَذَ بِيَدِي. فَلَمّا أَرَدْنا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ: يا رسولَ اللهِ إِنَّكَ قُلْتَ: لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سورةٍ في القرآنِ، قالَ: { الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } هِيَ السَّبْعُ الْمَثانِي وَالقرآنُ الْعَظِيْمُ الَّذِي أُوْتِيْتُهُ
“Aku pernah shalat lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam memanggilku akan tetapi aku tidak mendatangi beliau. Setelah itu saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi saya sedang shalat.” Maka beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman, “Penuhilah Allah dan Rasul-Nya jika dia memanggil kalian.”? Kemudian beliau bersabda, “Inginkan kamu aku ajarkan surah yang teragung dalam Al-Qur`an sebelum kamu keluar dari masjid?” Lalu beliau memegang tanganku. Tatkala kami akan keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, tadi engkau berkata, “Sungguh aku akan mengajarkan kepadamu surah yang teragung dalam Al-Qur`an.” Beliau menjawab, “ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN,” surah (Al-Fatihah) inilah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan merupakan Al-Qur`an Al-Azhim yang diberikan kepadaku.” (HR. Al-Bukhari no. 5006)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: Allah Ta’ala berfirman:
قُسِمَتِ الصَّلاةُ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي ما سَأَلَ. فَإِذا قالَ الْعَبْدُ: { الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } قالَ اللهُ: حَمِدَنِي عَبْدِي، وإذا قال: { الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ} قال اللهُ: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، فإذا قال: { مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ } قال اللهُ: مَجَّدَنِي عَبْدِي، وإذا قال: { إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }قال: هَذا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي ما سَأَلَ، وإذا قال: { اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ. غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ } قال: هَذا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي ما سَأَلَ
“Shalat (Al-Fatihah) dibagi antara Aku dengan hamba-Ku, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dia minta. Jika hamba membaca, “Segala pujian hanya untuk Allah Rabb alam semesta,” Allah berfirman, “Hambaku telah memujiku.” Jika dia membaca, “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” Allah berfirman, “Hambaku kembali memuji-Ku.” Jika dia membaca, “Penguasa hari pembalasan,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyanjungku.” Jika dia membaca, “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan,” Allah berfirman, “Ini adalah antara Aku dengan hamba-Ku, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dia minta.” Dan jika dia membaca, “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka. Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat,” Allah berfirman, “Ini adalah antara Aku dengan hamba-Ku, dan hamba-Ku akan mendapatkan apa yang dia minta.” (HR. Muslim no. 395)
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda kepada para sahabat beliau:
أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ القرآنِ فِي لَيْلَةٍ؟ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ وَقالُوا: أَيُّنا يُطِيْقُ ذَلِكَ يا رسولَ الله؟ فَقالَ: اَلْواحِدُ الصَّمَدُ ثُلُثُ القرآنِ
“Apakah kalian sanggup membaca sepertiga Al-Qur`an dalam satu malam?” Maka hal itu memberatkan mereka sehingga mereka berkata, “Wahai Rasulullah, siapa di antara kami yang sanggup melakukannya?” Maka beliau bersabda, “Al-Wahid Ash-Shamad (surah Al-Ikhlas) adalah sepertiga Al-Qur`an.” (HR. Al-Bukhari no. 5014)
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوْبَةٍ, لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ
“Barangsiapa yang membaca ayat kursi di akhir setiap shalat wajib, maka tidak ada yang menghalangi dia untuk masuk surga kecuali kematiannya.” (HR. An-Nasai dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 972) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • keutamaan ruqiah

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu Al-Qur`an, Quote of the Day | 2 Comments »

Keutamaan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran

September 15th, 2010 by Abu Muawiah

06 Syawal

Keutamaan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 780)
Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
“Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Az-Zahrawain, yakni Al-Baqarah dan surah Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah dan tidak membacanya adalah penyesalan. Dan para penyihir tidak akan dapat membacanya.” (HR. Muslim no. 804)
Dari Abu Mas’ud Al-Anshari radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Barangsiapa yang membaca dua ayat ini, yakni akhir surat Al-Baqarah di suatu malam, maka keduanya telah mencukupinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 1341)
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يُؤْتَى يَوْمَ الْقِيامَةِ بِالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الَّذِيْنَ كانُوا يَعْمَلُوْنَ بِهِ فِي الدُّنْيا تَقَدَّمَهُ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرانَ تَحاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا
“Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur`an bersama mereka yang mengamalkannya di dunia. Yang terdepan adalah surah Al-Baqarah dan Ali Imran, keduanya akan membela mereka yang mengamalkannya.” (HR. Muslim no. 805) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • khasiat surat al baqarah

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu Al-Qur`an, Quote of the Day | 3 Comments »

Belajar Dari Kisah Qarun

August 8th, 2010 by Abu Muawiah

26 Sya’ban

Belajar Dari Kisah Qarun

Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ. وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ. قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ القُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ .فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ. وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلا يُلَقَّاهَا إِلاَّ الصَّابِرُونَ. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ المُنتَصِرِينَ. وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلا أَن مَّنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ. تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الأَرْضِ وَلا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
”Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” ”Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah).” Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 76-83) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • kisah Qarun
  • kisah qorun
  • cerita kisah qorun

Category: Aqidah, Ilmu Al-Qur`an, Quote of the Day | 2 Comments »