Archive for the 'Ilmu al-Qur`an' Category

Keutamaan Menghafal al-Quran dan Para Penghafalnya

April 22nd, 2018 by Arvan

Keutamaan Menghafal al-Quran dan Para Penghafalnya

 

Hadits Kedua Puluh Satu

Orang Terbaik Adalah Yang Mempelajari dan Mengajarkan al-Quran

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه عَنِ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Dari Abu Abdirrahman al-Sulami dari Utsman bin Affan  dari Nabi  beliau bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-Quran.” (HR. al-Bukhari)

وَفِي رِوَايَةٍ عِنْدَ الْبُخَارِي وَالتِّرْمِذِي عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

Dalam sebuah riwayat al-Bukhari dan al-Tirmidzi dari Utsman bin Affan  dia berkata: Nabi  bersabda, “Yang paling utama di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-Quran.”

Abu Abdirrahman al-Sulami berkata, “Itulah alasan kenapa aku duduk di sini selama ini.” Beliau rahimahullah duduk mengajarkan agama kepada masyarakat di dalam masjid Kufah selama 40 tahun.

 

Hadits Kedua Puluh Dua

Mulianya Ahlul Qur`an Walaupun Dia Seorang Budak

عَنْ نَافِعَ بْنَ عَبْدِ الْحَارِثِ أَنَّهُ لَقِيَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رضي الله عنه بِعُسْفَانَ، وَكَانَ عُمَرُ رضي الله عنه اِسْتَعْمَلَهُ عَلَى مَكَّةَ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: مَنِ اسْتَخْلَفْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِي، فَقَالَ: اسْتَخْلَفْتُ عَلَيْهِمْ ابْنَ أَبْزَى. قَالَ: وَمَا ابْنُ أَبْزَى؟ قَالَ: رَجُلٌ مِنْ مَوَالِينَا، فَقَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: اِسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى؟ قَالَ: إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللهِ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ قَاضٍ. فَقَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ صلى الله عليه وسلم قَدْ قَالَ: «إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ» رواه مسلم وأحمد واللفظ لأحمد

Dari Nafi’ bin Abdil Harits (dia berkata), bahwa dia pernah berjumpa dengan Umar bin al-Khaththab  di kota Ushfan, dan ketika itu dia adalah gubernur yang ditunjuk oleh Umar untuk kota Makkah. Umar lalu bertanya kepadanya, “Siapa yang kamu tunjuk sebagai pengganti sementara?” Dia menjawab, “Ibnu Abza.” Umar bertanya lagi, “Siapa Ibnu Abza?” Dia menjawab, “Salah seorang budak kami.” Umar  berkata, “Kamu menunjuk seorang budak sebagai penggantimu?!” Dia menjawab, “Dia seorang qari al-Quran, paham tentang ilmu mawaris, dan mampu memberi keputusan dengan benar.” Maka Umar  berkata, “Sungguh Nabi kalian  telah bersabda, ‘Sungguh Allah mengangkat derajat seseorang karena (mengamalkan) kitabullah dan merendahkan (derajat) yang lain karena (berpaling dari)nya.’” (HR. Muslim, Ahmad, dan ini adalah lafazhnya)

Read the rest of this entry »

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Adab dan Hukum yang Berkenaan dengan al-Quran

April 12th, 2018 by Arvan

Adab dan Hukum yang Berkenaan dengan al-Quran

Hadits Kesebelas

Kecemburuan Positif kepada Ahlil Qur`an

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ» رواه البخاري وأحمد، واللفظ للبخاري

Dari Abu Hurairah t (dia berkata): Rasulullah r bersabda, “Tidak ada kecemburuan kecuali pada dua hal: (1) Seseorang yang Allah ajari al-Quran kemudian dia membacanya sepanjang malam dan siang. Lalu ada tetangganya yang mendengar bacaannya dan berkata, ‘Seandainya aku diberikan anugerah seperti dia niscaya aku akan melakukan seperti yang dia lakukan.’ (2) Seseorang yang Allah beri harta kemudian dia menginfakkannya dalam ketaatan dan kebaikan. Lalu seseorang berkata, ‘Seandainya aku diberikan anugerah seperti dia niscaya aku akan melakukan seperti yang dia lakukan.’” (HR. al-Bukhari dan Ahmad, dan ini adalah lafazh al-Bukhari)

Hadits Kedua Belas

Cara Nabi r Membaca al-Quran

عَنْ حُذَيْفَةَ رضي الله عنه «أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ اسْتَجَارَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَنْزِيهٌ لِلَّهِ سَبَّحَ» رواه ابن ماجه وصححه الألباني

Dari Hudzaifah t (dia berkata), “Bahwa Nabi r pernah mengerjakan shalat. Jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau meminta rahmat, jika beliau membaca ayat tentang azab maka beliau memohon perlindungan, dan jika beliau membaca ayat yang menyebut kesucian Allah maka beliau bertasbih.” (HR. Ibnu Majah dan dinyatakan sahih oleh al-Albani)

وَعَنْهُ رضي الله عنه «أَنَّهُ صَلَّى إِلَى جَنْبِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً فَقَرَأَ، فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ وَقَفَ وَتَعَوَّذَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ وَقَفَ فَدَعَا»  رواه النسائي وصححه الألباني

Juga dari Hudzaifah t (dia berkata), bahwa pada suatu malam dirinya pernah shalat di samping Nabi r lalu beliau membaca. Jika beliau membaca ayat tentang azab maka beliau berhenti sejenak dan meminta perlindungan, dan jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau berhenti sejenak lalu berdoa. (HR. al-Nasai dan dinyatakan sahih oleh al-Albani) Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

April 11th, 2018 by Arvan

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

Hadits Pertama

Keutamaan Mempelajari al-Quran

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ» رواه مسلم وأبو داود وغيرهما

Dari Abu Hurairah t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah guna membaca dan mempelajari kitabullah kecuali ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di sisi para malaikat. Siapa yang terlambat (masuk surga) karena amalannya (yang buruk) maka nasab keturunannya tidak akan bisa menyegerakannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan selainnya)

Komentar:

Keutamaan dalam hadits ini tidak hanya berlaku bagi ‘kaum’ (sekumpulan orang), tapi juga berlaku walaupun dia seorang diri. Karenanya jika ada satu orang yang berzikir kepada Allah sendirian maka dia telah meraih pahala yang tersebut dalam hadits di atas.

Hadits Kedua

Satu Huruf al-Quran Bernilai Sepuluh Pahala

عَنْ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ (الـم) حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ» رواه الترمذي والدارمي

Dari Abdullah bin Mas’ud t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah maka dia memperoleh satu kebajikan, sementara satu kebajikan akan diganjar sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘Alif, lam, mim’ itu satu huruf, akan tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘lam’ satu huruf, dan ‘mim’ satu huruf.” (HR. al-Tirmidzi dan al-Darimi)

Abu Isa (al-Tirmidzi) berkata, “Ini adalah hadits yang hasan shahih gharib.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani. Dan aku menanyakan status hadits ini kepada guru kami, Abdullah al-Sa’ad, maka beliau menjawab, “Laa ba`sa bih (baca: Hasan, penj.).” Read the rest of this entry »

Category: Fadha`il Al-A'mal, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Tafsir, Takwil, dan Tarjamah al-Qur`an

May 27th, 2015 by Arvan

Tafsir, Takwil, dan Tarjamah al-Qur`an

Disiplin ilmu tafsir termasuk di antara disiplin ilmu yang paling mulia, karena ia berkaitan langsung dengan al-Qur`an al-Karim, kitab yang diturunkan kepada penutup para nabi dan yang menghapuskan hukum semua kitab suci sebelumnya. Karenanya tidak salah jika dikatakan bahwa awal mula munculnya ilmu tafsir adalah bersamaan dengan turunnya al-Qur`an.

Sudah diketahui bersama bahwa al-Qur`an itu diturunkan dalam bahasa Arab dan kandungannya merupakan syariat Allah. Hanya saja, syariat yang tersebut dalam al-Qur`an masih bersifat umum dan global. Karena itulah al-Qur`an membutuhkan penjelasan, penjabaran, dan penerangan, agar syariat yang terdapat di dalamnya bisa diterapkan dan maksud Allah dari menetapkan suatu syariat bisa diketahui. Dahulu pada zaman Nabi r, para sahabat sendiri terkadang tidak memahami kata-kata tertentu dalam al-Qur`an, sehingga mereka menanyakan tafsirnya kepada Nabi r. Padahal pada waktu itu bahasa Arab mereka masih murni dan terjaga dari pengaruh bahasa lain, bahkan pada masa itu, bahasa Arab berada pada puncak keemasannya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa generasi setelah mereka jauh lebih membutuhkan penjelasan dan tafsir al-Qur`an. Ada beberapa riwayat yang menjelaskan akan adanya sebagian sahabat yang memiliki spesialisasi dalam ilmu tafsir. Semisal sabda Nabi r kepada Ibnu Abbas t:

اللهم فقهه في الدين وعلمه التأويل

“Ya Allah, berilah pemahaman agama yang benar kepadanya dan ajarilah dia ilmu takwil,” yakni ilmu tafsir.

Al-Qur`an adalah mukjizat abadi dan merupakan pedoman kehidupan manusia sepanjang masa, karena itulah kebutuhan akan ilmu tafsir tidak akan pernah berhenti. Bagaimanapun luasnya pengetahuan seseorang mengenai ilmu ini dan betapapun banyaknya ayat dan kejadian dalam al-Qur`an yang telah dia telusuri dan pelajari, tetap saja dia masih membutuhkan tafsir yang lain. Read the rest of this entry »

Category: Download, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Tafsir, Takwil, dan Tarjamah al-Qur`an

Download Lembaran Hafalan al-Qur`an

May 8th, 2015 by Arvan

Download Lembaran Hafalan al-Qur`an

Bagi anda yang memiliki banyak waktu luang dan berniat untuk menghafal al-Qur`an, atau anda sementara menjalankan program menghafal al-Qur`an, berikut lembaran setoran hafalan al-Qur`an 30 juz. Target yang ditentukan dalam lembaran setoran ini adalah khatam al-Qur`an 30 juz dalam waktu 8 bulan. Insyaallah akan menyusul lembaran hafalan lainnya dengan target yang lebih ringan, bagi anda yang tidak punya kelapangan waktu untuk menghafal.

Silakan mendownload lembaran setoran hafalan 30 juz al-Qur`an dalam 8 bulan melalui link di bawah ini:

Download

Incoming search terms:

  • form setoran hafalan quran
  • laporan hafalan quran pdf

Category: Download, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Download Lembaran Hafalan al-Qur`an

Download Tafsir 3 Surah Ruqyah

February 17th, 2015 by Arvan

Tiga surah terakhir dalam mushaf al Qur’an merupakan surah-surah perlindungan yang dianjurkan dibaca pada saat meruqyah diri sendiri maupun orang lain. Untuk lebih memahami kandungan ketiga surah ‘qul’ ini, silakan download tafsirnya dari kitab Mukhtashar Shahih Ibnu Katsir melalui link di bawah ini:

Tafsir 3 Surah Ruqyah

Category: Download, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Download Tafsir 3 Surah Ruqyah

Download Tafsir Surah al Fatihah (pdf)

February 10th, 2015 by Arvan

Link download tafsir lengkap surah al Fatihah, dari kitab Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir:

Tafsir Surah al Fatihah

Category: Download, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Download Tafsir Surah al Fatihah (pdf)

Tafsir Ta’awudz dan Basmalah

February 3rd, 2015 by Arvan

Pembahasan Seputar Ta’awudz dan Hukum-Hukumnya

Allah Ta’ala berfirman, “Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. al A’raf: 199-200)
Allah Ta’ala berfirman, “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. al Mukminun: 96-98)
Dan Allah Ta’ala berfirman, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 34-36)
Ini adalah 3 ayat yang semakna, tidak ada ayat lain yang semakna dengannya. Semuanya menunjukkan perintah Allah Ta’ala untuk membalas musuh dari kalangan manusia dengan kebaikan dan berbuat baik kepadanya, agar tabiat aslinya yang baik bisa mengembalikan dirinya kepada kasih sayang dan kelembutan. Sementara Allah memerintahkan untuk berlindung dari musuh yang berupa setan, tidak ada jalan lain kecuali itu. Hal itu karena setan tidak bisa menerima perlakuan baik dan tidak pula kebaikan, dan dia tidak menghendaki selain kebinasaan anak Adam, karena sengitnya permusuhan antara dirinya dengan nenek moyang mereka dahulu, Adam.
Read the rest of this entry »

Category: Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Tafsir Ta’awudz dan Basmalah

Cara Mengobati Penyakit Lupa

January 18th, 2015 by Arvan

قال الإمام ابن عثيمين – رحمه الله –

فإن قال قائل هل للنسيان من علاج أو دواء ؟
قلنا : نعم له دواء – بفضل الله – وهي الكتابة ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال : ( اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم )
فقال ” اقرأ ” ثم قال : ” الذي علم بالقلم ” يعني اقرأ من حفظك،فإن لم يكن فمن قلمك فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة،وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة

Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
“Jika ada yang bertanya: Apakah sifat lupa itu bisa disembuhkan atau ada obatnya?
Maka kami menjawab: Ya, ada obatnya -dengan keutamaan Allah-, yaitu dengan cara menulisnya. Karenanya Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kemampuan menulis ini kepada para hambaNya. Allah berfirman:
اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena.”
Allah berfirman, “Bacalah,” kemudian berfirman, “Yang mengajarkan dengan pena.” Maksudnya: Bacalah dari hafalanmu, dan jika tidak (mampu) maka dari tulisanmu. Allah Tabaraka wa Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengobati penyakit ini, yakni penyakit lupa, yaitu kita mengobatinya dengan menulisnya.”
Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Ilmu al-Qur`an, Tahukah Anda? | Comments Off on Cara Mengobati Penyakit Lupa

Kekalnya Surga dan Neraka

May 19th, 2014 by Arvan

Tanya:
Bismillah. Ustadz hafizhakallah. Mau tanya: Apakah dalam surah Hud 107-108 Allah berfirman:
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيد- وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Apakah dalam kedua ayat diatas bisa dipahami bahwa akhirat itu tidak kekal?
Mohon penjelasannya tentang ayat ini. Baarokallahu fiykum.

Jawab:
Sama sekali tidak. Para ulama telah bersepakat bahwa akhirat beserta semua di dalamnya seperti surga dan neraka adalah kekal, tidak akan binasa selama-lamanya. Dan dalil-dalil akan hal ini sangat lah banyak dan masyhur.

Adapun ayat di atas dan yang semakna dengannya, maka hanya orang-orang Jahmiah atau yang mengikuti mazhab mereka yg menjadikannya sebagai dalil akan tidak kekalnya surga dan neraka. Hal itu karena mazhab mereka dalam hal ini memang seperti itu, yakni surga dan neraka tidak kekal.

Adapun penafsiran ayat di atas, maka para ulama ahlussunnah telah menjelaskannya dalam buku-buku tafsir mereka. Mereka menjelaskan bahwa ayat di atas tidaklah seperti yang disangka oleh Jahmiah. Di antara ulama yg menjelaskan maknanya adalah Imam Ibnu Jarir ath Thabari dan al Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab tafsir keduanya, dan juga Imam Ibnu al Jauzi dlm Zàd al Masìr.

Berikut kesimpulan tafsir ayat di atas yang kami ringkas dari Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah: Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Ilmu al-Qur`an, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Kekalnya Surga dan Neraka