Archive for the 'Fatawa' Category

Tuntunan Hidup ala Ibnu Utsaimin

April 17th, 2015 by Abu Muawiah

Nasehat dari asy-Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah
kepada salah seorang murid beliau mengenai metode yang ditempuh dalam menjalani kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Muhammad bin Saleh al-Utsaimin kepada putranya hafizhahullah.
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kamu -semoga Allah memberkahimu- meminta saya untuk menjelaskan jalan hidup yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan keseharianmu. Dan saya memohon kepada Allah Ta’ala berkenan memberikan taufik kepada kita menuju hidayah, petunjuk, kebenaran, dan keistiqamahan, dan agar Dia menjadikan kita sebagai para pemberi petunjuk dan kebaikan.

Berikut jawaban saya:
Pertama: Jalan hidup dalam bermualah dengan Allah Azza wa Jalla.
1.    Senantiasa bersama Allah dengan menghadirkan keagunganNya dan memikirkan ayat-ayatNya yang bersifat empirik, seperti penciptaan langit dan bumi, serta semua yang ada pada keduanya yang menunjukkan kedalaman hikmah, kebesaran qudrah, dan keluasan rahmat dan nikmatNya. Juga ayat-ayatNya yang bersifat verbal, yang dengannya Dia mengutus para rasul, terkhusus rasul terakhir, Muhammad صلى الله عليه وسلم .
2.    Penuhi hatimu dengan cinta kepada Allah Ta’ala hingga Dia menjadi sesuatu yang paling kamu cintai. Dia telah melimpahkan nikmat kepadamu dan melindungimu dari bencana. Terkhusus nikmat Islam dan istiqamah di atasnya.
3.    Penuhi hatimu dengan pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla hingga Dia menjadi sesuatu yang teragung bagimu.
Dengan memadukan cinta dan pengagungan kepada Allah Ta’ala di dalam hatimu niscaya kamu akan senantiasa taat kepadaNya. Kamu melaksanakan perintahNya karena cinta kepadaNya, dan kamu meninggalkan larangaNya karena mengagungkanNya.
4.    Ikhlaskan ibadahmu hanya kepada Allah Jalla wa Ala seraya bertawakkal kepadaNya dalam semua keadaan, sebagai realisasi dari firmanNya, “Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.” Ingatlah selalu bahwa kamu hanya melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan karena Dia semata. Dengan demikian kamu akan merasakan manisnya ibadah, yang tidak akan kamu rasakan jika kamu melakukannya dalam keadaan lalai. Dan kamu akan mendapatkan bantuan dariNya dalam setiap urusanmu, yang tidak akan kamu dapatkan jika engkau bergantung kepada dirimu sendiri. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Fatawa | Comments Off on Tuntunan Hidup ala Ibnu Utsaimin

Download Fatwa MUI Akan Sesatnya Paham ‘SIPILIS’

January 26th, 2015 by Abu Muawiah

Paham SIPILIS yang dimaksud di sini adalah: Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme.

Berikut gambaran singkat ketiga isme ini menurut MUI:

Sekulerisme agama adalah memishkan urusan dunia dari agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

Link download fatwa MUI:
Fatwa Sesat Paham SIPILIS

Category: Aqidah, Download, Fatawa | Comments Off on Download Fatwa MUI Akan Sesatnya Paham ‘SIPILIS’

Cara Mengobati Penyakit Lupa

January 18th, 2015 by Abu Muawiah

قال الإمام ابن عثيمين – رحمه الله –

فإن قال قائل هل للنسيان من علاج أو دواء ؟
قلنا : نعم له دواء – بفضل الله – وهي الكتابة ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال : ( اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم )
فقال ” اقرأ ” ثم قال : ” الذي علم بالقلم ” يعني اقرأ من حفظك،فإن لم يكن فمن قلمك فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة،وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة

Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
“Jika ada yang bertanya: Apakah sifat lupa itu bisa disembuhkan atau ada obatnya?
Maka kami menjawab: Ya, ada obatnya -dengan keutamaan Allah-, yaitu dengan cara menulisnya. Karenanya Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kemampuan menulis ini kepada para hambaNya. Allah berfirman:
اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena.”
Allah berfirman, “Bacalah,” kemudian berfirman, “Yang mengajarkan dengan pena.” Maksudnya: Bacalah dari hafalanmu, dan jika tidak (mampu) maka dari tulisanmu. Allah Tabaraka wa Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengobati penyakit ini, yakni penyakit lupa, yaitu kita mengobatinya dengan menulisnya.”
Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Ilmu al-Qur`an, Tahukah Anda? | Comments Off on Cara Mengobati Penyakit Lupa

Nur Muhammad Makhluk Pertama?

June 16th, 2014 by Abu Muawiah

Nur Muhammad Makhluk Pertama?

س: ما حكم قول القائل أن النور المحمدي هو أول ما خلق الله تبارك وتعالى؟
Soal:
Apa hukum ucapan org yg menyatakan bahwa cahaya Muhammad adl makhluk pertama yg Allah Tabaraka wa Ta’ala ciptakan?

ج : في الحديث (إن أول شيء خلقه الله تعالى القلم ، وأمره أن يكتب كل شيء يكون) ، إشارة إلى رد ما يتناقله الناس , حتى صار ذلك عقيدة راسخة في قلوب كثير منهم , وهو أن النور المحمدي هو أول ما خلق الله تبارك وتعالى , وليس لذلك أساس من الصحة.
وحديث عبدالرزاق غير معروف إسناده , ولعلنا نفرده بالكلام في الأحاديث الضعيفة إن شاء الله تعالى.

Jawab:
Dalam sebuah hadits disebutkan:
(إن أول شيء خلقه الله تعالى القلم ، وأمره أن يكتب كل شيء يكون)
“Sesungguhnya makhluk pertama yg Allah Ta’ala ciptakan adl pena, lalu Dia menyuruhnya untuk menulis semua perkara yg akan terjadi.”
Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Fatawa | Comments Off on Nur Muhammad Makhluk Pertama?

Seruan Ulama Besar Arab Saudi Terkait ISIS

June 8th, 2014 by Abu Muawiah

Seruan Ulama Besar Arab Saudi Terkait ISIS

Ulama Besar Arab Saudi, Ahli Hadits Kota Suci Madinah, Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr  hafizhahullah berkata dalam risalah “Fitnatul Khilafah Ad-Da’isyiah Al-‘Iraqiyah Al-Maz’umah” di website resmi beliau,

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله وحده وصلى الله وسلم على من لا نبي بعده نبينا محمد وعلى آله وصحبه. أما بعد؛

Sungguh telah lahir di Iraq beberapa tahun yang lalu, sebuah kelompok yang menamakan diri Daulah (Negara) Islam Iraq dan Syam, dan dikenal dengan empat huruf awal nama daulah khayalan tersebut yaitu [داعش] (ISIS), dan muncul bersamaan dengan itu, sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian orang yang mengamati tingkah pola dan pergerakan mereka, sejumlah nama sebagai julukan bagi anggota mereka dengan sebutan: Abu Fulan Al-Fulani atau Abu Fulan bin Fulan, kuniah (julukan) yang disertai penisbatan kepada negeri atau kabilah, inilah kebiasaan orang-orang majhul (yang tidak dikenal), bersembunyi di balik julukan dan penisbatan.

Selang beberapa waktu terjadi peperangan di Suriah antara pemerintah[1] dan para penentangnya, masuklah sekelompok orang dari ISIS ini ke Suriah, bukan untuk memerangi pemerintah, akan tetapi memerangi Ahlus Sunnah yang menentang pemerintah dan membunuh Ahlus Sunnah dengan cara yang sangat kejam, dan telah masyhur cara membunuh mereka terhadap orang yang ingin mereka bunuh, dengan menggunakan pisau-pisau yang merupakan cara terjelek dan tersadis dalam membunuh manusia.

Dan di awal bulan Ramadhan tahun ini (1435 H) mereka merubah nama kelompok mereka menjadi “Al-Khilafah Al-Islamiyah”. Khalifahnya yang dinamakan Abu Bakr Al-Baghdadi berkhutbah di sebuah masjid di Mosul, diantara yang ia katakan dalam khutbahnya, “Sungguh aku telah dijadikan pemimpin kalian padahal aku bukan yang terbaik di antara kalian”. Sungguh dia telah berkata benar bahwa ia bukanlah yang terbaik di antara mereka, karena ia telah membunuh orang yang mereka bunuh dengan pisau-pisau, apabila pembunuhan itu atas dasar perintahnya, atau ia mengetahuinya dan membolehkannya maka ia adalah yang terburuk di antara mereka (memang bukan yang terbaik), berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” [HR. Muslim no. 6804 dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Manhaj | Comments Off on Seruan Ulama Besar Arab Saudi Terkait ISIS

Bolehkah Berbaiat kepada ISIS atau Kelompok Lainnya dan Apa Kewajiban Pemerintah?

June 4th, 2014 by Abu Muawiah

Bolehkah Berbaiat kepada ISIS atau Kelompok Lainnya dan Apa Kewajiban Pemerintah?

Fatwa Anggota Dewan Fatwa Kerajaan Arab Saudi, Asy-Syaikh Al-’Allamah Al-Faqih Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah tentang Hukum Baiat kepada Selain Pemerintah dan Apa Kewajiban Pemerintah,

البيعة لمن تكون ؟ وهل يجوز أن يبايع أكثر من واحد ؟

البيعة لا تكون إلا لولي أمر المسلمين، وهذه البيعات المتعددة مبتدعة، وهي من إفرازات الاختلاف، والواجب على المسلمين الذين هم في بلد واحد وفي مملكة واحدة أن تكون بيعتهم واحدة لإمام واحد، ولا يجوز المبايعات المتعددة، وإنما هذا من إفرازات تجوز المبايعات من اختلافات هذا العصر، ومن الجهل بالدين.

وقد نهى الرسول صلى الله عليه وسلم عن التفرق في البيعة وتعدد البيعة، وقال: ((من جاءكم وأمركم جميع على واحد منكم، يريد تفريق جماعتكم، فاضربوا عنقه))[1]، أو كما قال صلى الله عليه وسلم، وإذا وجد من ينازع ولي الأمر الطاعة، ويرد شق العصا وتفريق الجماعة، فقد أمر النبي صلى الله عليه وسلم ولي الأمر وأمر المسلمين معه بقتال هذا الباغي، قال تعالى: {وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَـأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّه} الحجرات: 9.

وقد قاتل أمير المؤمنين علي بن أبي طالب ومعه أكابر الصحابة، قاتلوا الخوارج البغاة حتى قضوا عليهم، وأخمدوا شوكتهم، وأراحوا المسلمين من شرهم، وهذه سنة الرسول صلى الله عليه وسلم؛ فإنه أمر بقتال البغاة وبقتال الخوارج الذين يريدون شق عصا الطاعة، وذلك من أجل الحفاظ على جماعة المسلمين وعلى كيان المسلمين من التفرق والاختلاف.

Tanya: Untuk siapakah baiat? Bolehkah berbaiat kepada lebih dari seorang (pemimpin)?

Jawab: Baiat itu tidak dilakukan kecuali bagi pemerintah kaum muslimin. Adapun baiat-baiat yang berbilang (terhadap kelompok-kelompok) adalah bid’ah (mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu’anhum), serta termasuk sebab yang memunculkan perselisihan. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Manhaj | Comments Off on Bolehkah Berbaiat kepada ISIS atau Kelompok Lainnya dan Apa Kewajiban Pemerintah?

Boikot Ini Bukan Manhaj Salaf

May 7th, 2014 by Abu Muawiah

Fatwa Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah-

Penanya:
Syaikh kami –semoga Allah selalu menjaga Anda-, termasuk taufiq yang Allah berikan kepada kebanyakan para penuntut ilmu, yaitu menghadiri (kajian) Muqaddimah Shahih Muslim melalui penjelasan Anda. Akan tetapi nikmat ini, yaitu kaedah-kaedah yang disebutkan oleh Imam Muslim menjadi rancu atas sebagian (mereka). Diantara mereka, ada yang mengaplikasikannya terhadap sebagian saudaranya dari kalangan ahli sunnah.

Apabila ada seorang ulama berijtihad membid’ahkan seseorang, namun (ulama) yang lain menyelisihinya, maka mereka mengharuskan yang selain mereka untuk membid’ahkannya. Kemudian mereka berpindah kepada orang-orang yang menyelisihi mereka, lantas mereka pun memboikotnya dan memperingatkan manusia agar menjauh darinya, dengan keyakinan bahwa inilah manhaj Salaf.

Padahal akidah kedua belah pihak adalah satu dan manhaj keduanya juga satu. Sementara di sebagian besar negeri mereka ini sudah tersebar kesyirikan, perbuatan sihir, dan tasawwuf. Apa nasehat (Syaikh) yang dapat menjelaskan kebenaran dan mempersatukan barisan? Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Manhaj | Comments Off on Boikot Ini Bukan Manhaj Salaf

Tips Menghilangkan Was-Was

October 6th, 2013 by Abu Muawiah

Tips Menghilangkan Was-Was

Tanya:
Seseorang sering meniatkan akan berbuat kebaikan, tapi kemudian setan datang lalu membisikkan was-was kepadanya dengan ucapan: ‘Kamu mengamalkan itu hanya untuk riya dan sum’ah’, agar setan bisa mencegah kita dari berbuat kebaikan. Bagaimana tips menjauh dari was-was ini?

Jawab:
Was-was ini bisa dihilangkan dengan memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk, lalu tetap melanjutkan perbuatan baik yang tadi akan dilakukan. Jangan dia meladeni was-was semacam itu, yang bisa menghalanginya dari perbuatan kebaikan. Maka jika dia menepis was-was itu seraya dia memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk, niscaya was-was itu akan hilang darinya dengan izin Allah. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa | Comments Off on Tips Menghilangkan Was-Was

Asy-Syaikh Bin Baaz Mengajari Cara Menghafal Al-Qur`an

October 2nd, 2013 by Abu Muawiah

Asy-Syaikh Bin Baaz Mengajari Cara Menghafal Al-Qur`an

Tanya:
Mohon berikan petunjuk kepadaku mengenai metode yang bisa membantuku dalam menghafal kitabullah.

Jawab:
Kami menganjurkan kamu agar mencurahkan perhatian dalam menghafal (Al-Qur`an) dan fokus terhadapnya. Hendaknya kamu memilih waktu-waktu yang ‘pas’ untuk menghafal, misalnya: Akhir malam, atau setelah shalat subuh, atau di pertengahan malam, atau waktu lainnya dimana pada waktu itu kamu sedang santai agar kamu bisa menghafal dengan baik. Kami juga menganjurkan kamu agar bisa memilih teman yang baik, yang bisa membantumu dalam menghafal dan meroja’ah (mengulangi hafalan). Tentunya sambil senantiasa meminta taufiq dan bantuan kepada Allah. Memohon kepadanya dengan merendahkan diri, semoga Dia berkenan untuk menolongmu, memberikan taufiq kepadamu, dan selalu menjagamu dari semua hal yang bisa menghalangimu (dari menghafal Al-Qur`an). Karena siapa saja yang jujur meminta bantuan kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan bantuan kepadanya dan memudahkan semua urusannya. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Ilmu al-Qur`an | Comments Off on Asy-Syaikh Bin Baaz Mengajari Cara Menghafal Al-Qur`an

Hukum Mempelajari Anatomi Dengan Peraga Patung Kerangka Manusia

September 16th, 2013 by Abu Muawiah

Hukum Mempelajari Anatomi Dengan Peraga Patung Kerangka Manusia

Tanya:

Bolehkah mempelajari anatomi tubuh manusia dengan menggunakan patung tengkorak manusia?

Jawab:

Para ulama telah bersepakat bahwa gambar makhluk bernyawa dalam berwujud 3 dimensi -seperti patung kerangka manusia di sini- adalah termasuk gambar yang terlarang untuk dibuat dan terlarang untuk membawanya masuk ke dalam rumah. Mereka berdalilkan dengan banyak dalil, di antaranya:

  1. Dari Jabir radhiallahu anhu dia berkata:
    نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ
    “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.” (HR. At-Tirmizi no. 1671 dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”)
  2. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
    لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ
    “Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 5545)
  3. Aisyah radhiallahu anha berkata: Rasulullah masuk ke rumahku sementara saya baru saja menutup rumahku dengan tirai yang padanya terdapat gambar-gambar. Tatkala beliau melihatnya, maka wajah beliau berubah (marah) lalu menarik menarik tirai tersebut sampai putus. Lalu beliau bersabda:
    إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ
    “Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 5525 dan ini adalah lafazhnya) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • apakah mempelajari anatomi tubuh manusia dilarang dalam islam

Category: Fatawa, Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »