Archive for the 'Ekonomi Islam' Category

Hukum Jual Beli Pulsa

May 16th, 2011 by Abu Muawiah

Hukum Jual Beli Pulsa

Tanya:
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Ana mau tanya ustadz Apa hukumnya jual  pulsa?Saya mau usaha jualan pulsa tapi ana ragu akan hukumnya karena jual beli ini adalah jual beli sesuatu yang tidak kelihatan wujudnya..mohon bimbingannya,. jazakallah khoir..
abu miftah [bustomi.agus@yahoo.co.id]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Jual beli pulsa dibolehkan berdasarkan dalil umum bolehnya jual beli, karena jual beli pulsa ini bisa dikategorikan ke dalam jual beli jasa, dimana jasa ini biasanya tidak berwujud benda. Maka dengan membeli pulsa, kita sama saja membeli jasa dari profider (telkomsel, indosat, dan selainnya) yang jasanya berupa mengantarkan sms atau menyambungkan kita kepada nomor lain yang hendak kita tuju. Dan jumlah jasa yang bisa kita gunakan sesuai dengan nominal pulsa yang kita miliki, dimana tarif dari setiap jasa yang disediakan sudah diketahui dan disepakati bersama sebelum seseorang membeli pulsa. Wallahu a’lam

Category: Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan | 4 Comments »

Hukum Membeli Emas Secara Kredit

May 6th, 2011 by Abu Muawiah

Hukum Membeli Emas Secara Kredit

Tanya:
Bagaimana hukum membeli emas secara diangsur?
titi [titi.podbyline@gmail.com]

Jawab:
Tidak boleh karena ini termasuk dalam transaksi riba nasi`ah. Riba nasi`ah adalah jual beli dua jenis barang ribawiah yang sama dalam ‘illat dengan tidak secara kontan (kredit). Sementara uang dan emas termasuk barang ribawiah dengan illat yang sama yaitu sama-sama mempunyai nilai tukar.
Dari ‘Ubadah bin Ash-Shomit radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
اَلذَّهَبُ بِالذَّهَبِ, وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ, وَالْبرُ ُّبِالْبرُ,ِّ وَالشَّعِيْرُ بِالشَّعِيْرِ, وَالتَّمَرُ بِالتَّمَرِ, وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ, مِثْلاً بِمِثْلٍ, سَوَاءٌ بِسَوَاءٍ, يَدًا بِيَدٍ, فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ.
“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, korma dengan korma, dan garam dengan garam. Harus sama besar, sama takarannya, dan harus kontan. Kalau jenis-jenis ini berbeda maka juallah sesuka kalian dengan syarat harus kontan.” (HR. Muslim)
Maka dalam hadits ini Nabi shallallahu alaihi wasallam menyatakan, jika ada dua barang ribawi yang mempunyai illat yang sama tapi jenisnya berbeda maka boleh diadakan pertukaran dengan catatan harus kontan. Dan walaupun uang dan emas adalah dua jenis yang berbeda, akan tetapi keduanya mempunyai illat yang sama yaitu mempunyai nilai tukar. Karenanya keduanya boleh ditukarkan dengan syarat harus kontan.
Solusinya, hendaknya dia mengumpulkan uang sampai mencukupi harga emas yang akan dia beli, lalu dia membeli emas secara tunai. Wallahu a’lam.

Category: Ekonomi Islam, Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 25 Comments »

Jual Beli Emas dan Tas Bermerk

May 2nd, 2011 by Abu Muawiah

Jual Beli Emas dan Tas Bermerk

Tanya:
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Ustadz, adik ana memiliki bisnis jual beli tas untuk wanita, seperti model tas dengan desain terkenal seperti Gucci, LV, Dorce & Gabana ataupun merk lain tetapi dengan desain yang hampir sama. Sebagaimana fungsinya digunakan untuk membawa barang keperluan tapi tidak dapat kita nafikan bahwa pemakainya akan lebih percaya diri karena umumnya memiliki desain yang cantik(ini bila kita tidak ingin mengatakan bahwasanya penggunaan tas tersebut untuk mempercantik diri)? Bagaimana pula dengan orang yang menjual perhiasan emas, dimana sebagian besar pembeli yang umumnya masih awam akan memakainya untuk berhias baik untuk ke pasar, walimahan sebagaimana banyak yang kita lihat? Jazakallah khair atas jawabannya
Dian Hidayat [ibnunashir@gmail.com]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275) Maka semua jual beli asalnya adalah boleh dan halal sampai ada dalil yang melarang. Jual beli tas termasuk di dalamnya dan tidak ada satupun dalil yang melarangnya. Demikian pula jual beli emas, selama tidak ada riba di dalamnya maka asalnya adalah mubah.

Adapun pemanfaatan tas dan emas itu pada hal yang haram, maka itu tidak menjadikan jual beli tas dan emas menjadi haram. Karena kedua benda ini adalah benda yang mubah dan setiap yang mubah hukumnya bisa menjadi halal atau haram tergantung penggunaannya. Karenanya dalam hal ini, jika pembeli menggunakan tas dan emas ini dalam perkara maksiat, maka dosa ditanggung sendiri oleh yang memanfaatkannya (pembeli), sementara penjual dalam hal ini insya Allah tidak menanggung dosa apa-apa.
Wallahu a’lam bishshawab.

Category: Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »

Orang yang Kerasukan Setan

September 11th, 2010 by Abu Muawiah

02 Syawal

Orang yang Kerasukan Setan

Allah Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ .يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 275-276)
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ .فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (QS. Al-Baqarah: 278-279)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda :
اِجْتَنِبُوْا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ … فَذَكَرَ مِنْهَا : أَكْلُ الرِّبَا
“Jauhilah tujuh (dosa) yang menghancurkan… lalu beliau menyebutkan diantaranya : makan riba”. (HR. Al-Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma dia berkata:
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَال :َ وَهُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan dua saksinya. Dan beliau bersabda, “Mereka semua sama”. (HR. Muslim no. 1597) Read the rest of this entry »

Category: Ekonomi Islam, Quote of the Day | 5 Comments »

Etika Dalam Berdagang

June 20th, 2010 by Abu Muawiah

07 Rajab

Etika Dalam Berdagang

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah. Maka beliaupun bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Dia menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian atas agar manusia dapat melihatnya?! Barangsiapa yang menipu maka dia bukan dari golonganku.” (HR. Muslim no. 102)
Dari Hakim bin Hizam radhiallahu anhu dari Nabi Shallallu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
“Kedua orang yang bertransaksi jual beli berhak melakukan khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli. Tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan dihapus.” (HR. Al-Bukhari no. 1937 dan Muslim no. 1532)
Khiyar adalah hak untuk membatalkan transaksi jual beli.
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ
“Sumpah itu (memang biasanya) melariskan dagangan jual beli namun bisa menghilangkan berkahnya”. (HR. Al-Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1606)
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu anhu, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ
“Jauhilah oleh kalian banyak bersumpah dalam berdagang, karena dia (memang biasanya) dapat melariskan dagangan tapi kemudian menghapuskan (keberkahannya).” (HR. Muslim no. 1607) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • berdagang

Category: Ekonomi Islam, Quote of the Day | 4 Comments »

Hukum Meminjam ke Rentenir

May 13th, 2010 by Abu Muawiah

Hukum Meminjam ke Rentenir

Tanya:
Assalammualaikum Wr Wb.
Para ustad dan pengasuh yang dimuliakan Alloh SWT, saya ada pertanyaan perihal dengan riba. dimana salah satu kawan saya yang bekerja sebagai pengojek terlibat hutang dengan rentenir dikarenakan terpaksa untuk membayar cicilan motor. Yang menjadi pertanyaan apa hukumnya orang yang meminjam kepada rentenir tersebut?
saat ini kawan saya merasa berdosa atas hal tersebut dan adakah cara menebus dosa tersebut. ( sebelumnya kawan saya sudah tahu tentang hukum riba namun tidak mengerti hukum bagi yang meminjamnya. ) sekian pertanyaan saya, dan mohon dimaafkan apabila ada kata kata saya yang kurang sopan, akhirul kata Wasslammualaikum Wr Wb.
(sandhy [sandhy.indra@yahoo.com])

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Silakan download jawabannya melalui link berikut:
Pinjam ke Rentenir
Anda juga bisa mendownload jawaban di atas dan jawaban pertanyaan lainnya melalui halaman ‘Download Audio

Incoming search terms:

  • hukum rentenir
  • Rentenir
  • hukum rentenir dalam islam
  • azab memakai uang rentenir
  • hukum pin

Category: Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan | 3 Comments »

Hukum MLM (Multi Level Marketing)

March 26th, 2010 by Abu Muawiah

Hukum MLM (Multi Level Marketing)

Pengantar

Termasuk masalah yang banyak dipertanyakan hukumnya oleh kaum muslimin yang cinta untuk mengetahui kebenaran dan peduli dalam membedakan halal dan haram adalah masalah Multi Level Marketing (MLM). Transaksi dengan sistem MLM ini telah merambah di tengah manusia dan banyak mewarnai suasana pasar masyarakat. Maka sebagai seorang pebisnis muslim, wajib untuk mengetahui hukum transaksi dengan sistem MLM ini sebelum bergelut
didalamnya. Sebagaimana prinsip umum dari ucapan ‘Umar radhiyallahu’anhu:
“Jangan ada yang bertransaksi di pasar kami kecuali orang yang telah paham agama.” (Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany)
Maksud dari ucapan ‘Umar adalah bahwa seorang pedagang muslim hendaknya mengetahui hukum-hukum syariat tentang aturan berdagang atau transaksi dan mengetahui bentuk-bentuk jual-beli yang terlarang dalam agama. Dangkalnya pengetahuan tentang hal ini akan menyebabkan seseorang jatuh dalam kesalahan dan dosa. Sebagaimana telah kita saksikan tersebarnya praktek riba, memakan harta manusia dengan cara yang batil, merusak harga pasaran dan sebagainya dari bentuk-bentuk kerusakan yang merugikan masyarakat, bahkan merugikan negara.
Maka pada tulisan ini, kami akan menampilkan fatwa ulama terkemuka di masa ini. Mereka yang telah di kenal dengan keilmuan, ketakwaan dan semangat dalam membimbing dan memperbaiki umat. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum MLM
  • hukum mlm haji

Category: Ekonomi Islam, Fatawa, Fiqh | 12 Comments »

Larangan Jual Beli dan Meludah Dalam Masjid

February 22nd, 2010 by Abu Muawiah

08 Rabiul Awal

Larangan Jual Beli dan Meludah Dalam Masjid

Dari Anas bin Malik -radhiallahu anhu- dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي الْقِبْلَةِ فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِ حَتَّى رُئِيَ فِي وَجْهِهِ فَقَامَ فَحَكَّهُ بِيَدِهِ فَقَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ فِي صَلَاتِهِ فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ أَوْ إِنَّ رَبَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ فَلَا يَبْزُقَنَّ أَحَدُكُمْ قِبَلَ قِبْلَتِهِ وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمَيْهِ ثُمَّ أَخَذَ طَرَفَ رِدَائِهِ فَبَصَقَ فِيهِ ثُمَّ رَدَّ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَقَالَ أَوْ يَفْعَلُ هَكَذَا
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat ada dahak di dinding kiblat, maka beliau merasa jengkel hingga nampak tersirat pada wajahnya. Kemudian beliau menggosoknya dengan tangannya seraya bersabda, “Jika seseorang dari kalian berdiri shalat maka sesungguhnya dia sedang berhadapan dengan Rabbnya, atau sesungguhnya Rabbnya berada antara dia dan kiblat. Maka janganlah dia meludah ke arah kiblat, tetapi hendaknya dia membuang dahaknya ke arah kirinya atau di bawah kedua kakinya.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tepi kainnya dan meludah di dalamnya, setelah itu beliau mengosokkannya kepada bagian kainnya yang lain, lalu beliau bersabda, “Atau hendaknya dia melakukan seperti ini.” (HR. Al-Bukhari no. 507 dan Muslim no. 550)
Anas bin Malik  berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْبُزَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا
“Meludah di dalam masjid adalah suatu kesalahan, dan kaffarahnya (penghapus dosanya) adalah menimbunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 511 dan Muslim no. 552)
Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَنْشُدُ فِيهِ ضَالَّةً فَقُولُوا لَا رَدَّ اللَّهُ عَلَيْكَ
“Jika kalian melihat orang membeli atau menjual di dalam masjid, maka katakanlah, “Semoga Allah tidak memberi keuntungan kepada barang daganganmu.” Jika kalian melihat orang yang mencari sesuatu yang hilang di dalamnya maka katakanlah, “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu.” (HR. At-Tirmizi no. 1321 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 573) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum jual beli di dalam masjid
  • larangan di masjid

Category: Akhlak dan Adab, Ekonomi Islam, Hadits, Quote of the Day | 10 Comments »

Hukum Pegadaian & Jaminan BPKB

January 27th, 2010 by Abu Muawiah

Hukum Pegadaian & Jaminan BPKB

Tanya:
Ustadz bagaimana hukum pegadaian syariah yang sekarang berkembang ditengah-tengah masyarakat? Terus bagaimanakah sebenarnya sistem pergadaian yang sesuai dengan syar’i.Mohon dicantumkan juga dgn semua dalil2 yang lengkap dan shohih, yang berkenaan dengan hukum pergadaian ini. Jazzakallohu khoiro
“abu abdillaah” <abuabdillaah15@yahoo.com>

Jawab:
Wa’alaikumussalam waRahmatullaahi waBarakaatuh,
Berikut beberapa ketentuan umum dalam muamalah gadai atau dalam fiqh disebut dengan nama ar-rahn: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum pegadaian

Category: Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan | 19 Comments »

Kerja di Toko Jual Beli Elektronik

January 13th, 2010 by Abu Muawiah

Kerja di Toko Jual Beli Elektronik

Tanya:
bismillah
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
saya seorang yang pemula dalam dakwah ini saya ingin bertanya masalah hukum bekerja pada toko electronic yang menjual segala macam electronic yaitu tv,kulkas,mesin cuci dan lain lain tolong penjelasanya ustadz.
“muhidin” <muhidin_a81@yahoo.com>

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Insya Allah tidak ada masalah karena semua barang yang diperdagangkan adalah barang-barang yang asalnya boleh diperjualbelikan. Hanya saja yang lebih penting dibahas di sini adalah hukum seorang muslim bekerja pada orang kafir, mengingat kebanyakan pemilik took elektronik adalah orang kafir dan para pesuruhnya adalah orang muslim. Dalam keadaan seperti ini tidak sepantasnya seorang muslim merendahkan dirinya kepada orang kafir, apalagi sampai bersandar kepadanya dalam hal rezeki. Hal itu karena seorang muslim jauh lebih mulia dibandingkan orang kafir, dan Allah tidak membolehkan seorang muslim dikuasai oleh orang kafir.

Karenanya walaupun hukum asalnya diperbolehkan seseorang bekerja kepada orang kafir, akan tetapi untuk menjaga hatinya jangan sampai condong kepada mereka, maka kami nasehatkan untuk tidak menjadi bawahan/pesuruh secara langsung dari orang kafir. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • sistem kerja di toko elektronik

Category: Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan | 10 Comments »