Archive for the 'Dari Grup WA' Category

Ancaman Atau Pamali?

April 13th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalaamu ‘alaikum, ustadz ada potongan BC sebagai berikut ;

Kerugian meninggalkan solat:
Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur: Barokah penghasilan akan hilang.
Asar: Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Adakah dalil shohih tentang kerugian meninggalkan sholat seperti di atas? Baarokallohu fiykum

Jawab:
Waalaikumussalam.
Tidak ada hadits shahih yg menjelaskan ancaman meninggalkan shalat lima waktu secara detil seperti itu.

Kemudian, apa yang tersebut di atas itu lebih dekat kepada bentuk pamali, karena itu adalah perbuatan menghubungkan dua hal yang tidak memiliki hubungan sebab akibat yg jelas di antara keduanya, tidak dari sisi syar’i dan tidak pula dari sisi kauni atau medis.

Kemudian, apa yang tersebut di atas juga murni merupakan perbuatan berkata atas nama Allah tanpa ilmu, yang merupakan salah satu dosa terbesar di sisi Allah. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Ancaman Atau Pamali?

Ringkasan Hukum Diyat Pembunuhan Sengaja

April 9th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Afwan, adakah batasan nilai diyat? Karena ada sebagian orang yang mengkritik mahkamah syariah Saudi karena tidak membatasi diyat maksimal 1000 dinar.

Jawab:
Secara umum, para ulama sepakat bahwa keluarga korban pembunuhan yang disengaja memiliki salah satu dari 3 hak berikut:
1. Menuntut pelakunya dihukum mati (qishash).
2. Atau menggugurkan tuntutan hukuman mati tapi dengan ganti diyat (ganti rugi).
3. Atau memaafkan pembunuh tanpa qishash dan tanpa meminta diyat, dan ini yg lebih utama.

Adapun diyat pembunuhan yang disengaja, maka asalnya adalah 100 ekor onta. Jika tdk ada onta, maka diganti dgn uang 1000 dinar atau yg setara dgnnya dr nilai mata uang di negara tempat keluarga korban.
1 dinar setara dgn 4,25 gram emas. Jika kita asumsikan 1 gram emas sekarang seharga Rp. 500.000,-, maka 1000 dinar itu setara dgn:
Rp. 2.125.000.000,- (Dua milyar seratus dua puluh lima juta). Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Fiqh, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Ringkasan Hukum Diyat Pembunuhan Sengaja

Tidak Boleh Baca Shalawat Ini

April 1st, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
assalamu’alaykum ustadz, mau tanya.
Apakah boleh bershalawat seperti ini :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang
membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran
dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya,
sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung”.
jazakallahu khairan.

Jawab:
Waalaikumussalam.
Pertama: Lafazh shalawat ini tdk pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kpd para sahabat beberapa lafazh dlm bershalawat untuk beliau, shg yg jauh lebih utama adl hanya membaca shalawat yg telah diajarkan oleh beliau.

Kedua: Terdapat pengkultusan yg berlebihan kpd Nabi shallalahu alaihi wasallam dlm shalawat di atas, bahkan mencapai derajat kesyirikan. Yakni pd kalimat ‘yang membuka semua yg tertutup’. Kalimat ini mempunyai multi tafsir:
Bisa bermakna bahwa Nabi membuka semua ilmu ghaib yg tertutup.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka semua kesulitan hamba.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka hidayah pd hati yg tertutup.
Dan semacamnya. Dan semua penafsiran ini mengandung kesyirikan.

Karena 2 alasan di atas, mk lafazh shalawat di atas tdk boleh dibaca. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Tidak Boleh Baca Shalawat Ini

Tidak Boleh Safar Ibadah Kecuali ke Ketiga Masjid

March 28th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalamualaikum wr. Wb. Mohon penjelasan mengenai makna hadis yg artinya kurang lebih “Tdk boleh mengadakan safar kecuali 3 masjid”. Apkh perjalanan khusus dalam rngka ibadah? Dan apakah klo kita mengadakan perjalanan k jakarta misalnya krn ingin melihat/tau jakarta jadi salah? جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

Jawab:
Waalaikumussalam.
Hadits yg dimaksud adl hadits Abu Hurairah riwayat al Bukhari dan Muslim:
لا تُشَدُّ الرِّحالُ إلا إلى ثلاثةِ مساجدَ : المسجدِ الحَرامِ، ومسجدِ الرسولِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، ومسجدِ الأقصى .
“Tidak boleh mengadakan perjalanan kecuali menuju ke ketiga masjid: Masjid al Haram, masjid ar Rasul shallallahu alaihi wasallam, dan masjid al Aqsha.”

Para ulama yg mensyarah hadits tersebut menjelaskan bahwa yg dimaksud di situ adl perjalanan dlm rangka ibadah. Sehingga maksudnya: Tidak boleh mengadakan perjalanan dgn niat untuk beribadah kpd Allah di daerah tujuannya, kecuali jika tujuannya adl salah satu dr 3 masjid yg mulai di atas.
Karenanya, apa yg anda sebutkan sbg contoh di atas berupa perjalanan ke Jakarta tanpa niat ibadah, mk itu tdk termasuk dlm larangan hadits tersebut. Wallahu a’lam

Category: Dari Grup WA, Hadits | Comments Off on Tidak Boleh Safar Ibadah Kecuali ke Ketiga Masjid

Shalat Sunnah di Tengah Hari Pada Hari Jumat

March 24th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسـم الله
Ustadz, salah satu sunnah menghadiri sholat jum’at yaitu sholat sunnah (mutlak) semampunya sampai khotib naik mimbar. Bagaimana dengan waktu terlarang (matahari tepat di atas) sementara khotib belum naik mimbar apakah harus berhenti sholat (mutlak)?
شكرا ustadz, بارك الله فيـك

Jawab:
Dari Salman al Farisi radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لا يغتسِلُ رجلٌ يومَ الجمُعةِ، ويتطَهَّرُ ما استطاع من طُهرٍ، ويدَّهِنُ من دُهنِه، أو يَمَسُّ من طِيبِ بيتِه، ثم يَخرُجُ فلا يُفَرِّقُ بين اثنين، ثم يصلِّي ما كُتِبَ له، ثم يُنصِتُ إذا تكلَّمَ الإمامُ، إلا غُفِرَ له ما بينه وبين الجمُعة الأخرَى .
“Tidak ada seseorg yg mandi pd hr jumat, bersuci semampunya, memakai minyak (rambut), atau memakai wewangian, kemudian dia keluar (menuju masjid). Di masjid, dia tdk memisahkan di antara 2 org (yg duduk). Kemudian dia mengerjakan shalat (sunnah) semampunya. Kemudian dia diam tatkala imam berkhutbah. Tidak ada org yg melakukan semua itu kecuali akan diampuni dosanya antara jumat itu dgn jumat depannya.” (HR. Al Bukhari no. 883)

Hadits di atas menunjukkan bolehnya shalat sunnah mutlak di saat matahari tepat di tengah langit pd hari jumat. Hal itu krn akhir pembolehan shalat sunnah ini adl dgn datangnya imam, yaitu pd saat matahari tergelincir ke barat. Demikian penjelasan dr al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dlm at Talkhish. Wallahu a’lam

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off on Shalat Sunnah di Tengah Hari Pada Hari Jumat

Menyumbang Untuk Narapidana Adalah Sedekah

March 12th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Ingin tanya mengenai kasus sutinah TKI yang akan dihukum mati. Dengan kondisi benar2 bersalah apakah boleh kita membela/memberi sumbangan?

Jawab:
Bantuan termasuk bentuk sedekah, dan sedekah tidak terlalu berhubungan dengan kondisi orang yang akan disedekahi. Hal itu karena siapa saja boleh menerima sedekah, dan semua sedekah itu bernilai pahala di sisi Allah -jika pahalanya diterima-, sampai walaupun yang menerima sedekah adalah orang kaya atau orang yang tidak membutuhkan.

Karenanya, berkenaan dengan kasus Sutinah, terlepas dia akan dijatuhi hukuman mati atau tidak, maka pada asalnya tidak ada salahnya bersedekah kepadanya:
Jika dia dimaafkan oleh wali korban dan dia harus membayar diyat -seperti kondisi sekarang-, maka bantuan itu akan sangat membantu. Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA | Comments Off on Menyumbang Untuk Narapidana Adalah Sedekah

Bolehkah Meruqyah Dengan Rekaman?

March 8th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bisakah kita meruqyah rumah dengan murotal dari radio atau cd? Jazaakallohu khoiran

Jawab:
Meruqyah adalah membaca alquran atau doa-doa perlindungan yg shahih dengan tujuan penyembuhan dari penyakit. Dan sudah dimaklumi bersama bahwa di antara sebab besar berhasilnya ruqyah adalah pemahaman dan pendalaman orang yang meruqyah terhadap apa yang dia baca. Karenanya orang yang meruqyah hendaknya orang yang memahami apa yg dia baca.
Karena itulah, termasuk kekeliruan dalam meruqyah adalah meruqyah dengan memutar rekaman alquran atau doa. Hal itu karena rekaman adalah benda mati yang tidak mempunyai hati untuk mengetahui dan memahami apa yang diputar tersebut. Wallahu a’lam.

Category: Dari Grup WA | Comments Off on Bolehkah Meruqyah Dengan Rekaman?

Keyakinan ‘Keberatan Nama’ Adalah Pamali

February 16th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Afwan ustadz ana mau tanya:
Apakah ada istilah “keberatan nama” dalam Islam, sehingga anak bisa sakit sakitan memakai nama tersebut, tetapi setelah namanya diganti, sakitnya sembuh.

Jawab:
وعليكم السﻻم ورحمة الله وبركاته
Tidak ada yang seperti itu dalam agama Islam. Keyakinan bahwa nama mempengaruhi kesehatan seseorang adalah murni tathayyur (pamali). Dan pamali ini merupakan syirik kecil jika diyakini bahwa Allah menurunkan penyakit kepadanya karena namanya yang ‘berat’. Namun jika diyakini kalau nama itu lah yang membuat dia sakit, bukan Allah yang membuat dia sakit, maka ini adalah syirik akbar.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dlm hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu:
الطيرة شرك الطيرة شرك
“Thiyarah adl kesyirikan, thiyarah adl kesyirikan.”
Masalah sakit dan sembuhnya si anak, murni ujian dari Allah Ta’ala, tidak ada hubungannya dengan nama anak itu. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • istilah bayi keberatan nama
  • keberatan nama dalam islam

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Seputar Anak | Comments Off on Keyakinan ‘Keberatan Nama’ Adalah Pamali

Lebah Juga Diberi Wahyu

December 21st, 2013 by Abu Muawiah

Ada makhluk yg diberi wahyu oleh Allah, namun mereka bukan manusia, bukan jin, dan bukan pula malaikat.
Siapakah mereka?

Jawaban:
Makhluk yg dimaksud adalah lebah.
LAllah Ta’ala berfirman:
(وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ) [Surat An-Nahl : 68]
“Dan Rabb-mu telah mewahyukan
kepada lebah, “Buatlah rumah- rumah di bukit-bukit dan pada
pohon-pohon dan pada kisi-kisi yang mereka buat.”

Category: Dari Grup WA, Tahukah Anda?, Teka Teki Diniah | Comments Off on Lebah Juga Diberi Wahyu

Batasan Selesainya Shalat

December 17th, 2013 by Abu Muawiah

Tanya:
Ustadz, sahkah sholat seorang makmum yang cuma ikut salam pertama  imam, sedang imam salam 2 kali?

Jawab:
Insya Allah tetap syah shalatnya, tp dia berdosa krn tdk mengikuti imam. Wallahu a’lam
Shalatnya tdk batal krn yg menjadi rukun dlm shalat adalah salam yg pertama saja.
al Bihaqi berkata, “Diriwayatkan dr sejumlah sahabat radhiallahu anhum bahwa mereka mengucapkan salam hanya sekali.”
at Tirmizi jg mengutip hal yg sama dr para sahabat. Lalu beliau membawakan ucapan asy Syafii, “Jika mau mk silakan seseorg salam hanya sekali, dan jika mau, maka silakan dia salam 2 kali.”
Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off on Batasan Selesainya Shalat