Archive for the 'Dari Grup WA' Category

Hukum Bertukar Kado

June 20th, 2014 by Abu Muawiah

Hukum Bertukar Kado

Tanya:
Adakah dalil atau hukum bertukar kado dalam Islam?
Misal ada sebuah acara silaturahmi. Lalu dibuat berbagai macam acara dan lomba untuk memeriahkan acara tersebut. Salah satunya acara tukaran kado. Bagaimana hukumnya dalam Islam?

Jawab:
Tidak diragukan bahwa amalan memberi hadiah kepada orang lain adalah amalan yang mulia. Hal itu karena pemberian hadiah ini merupakan tanda kasih sayang kepada orang yang menerima hadiah, bahkan sebelum itu, memberi hadiah merupakan salah satu bentuk hibah dan sedekah yang dianjurkan dalam syariat.
Karenanya secara umum, Islam menganjurkan untuk memberi hadiah, selama tidak ada unsur keharaman di dalamnya.
Maka dalam kasus di atas, acara bertukar kado yang dimaksud adalah amalan yang dibenarkan dengan beberapa catatan: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum kado silang

Category: Akhlak dan Adab, Dari Grup WA | Comments Off on Hukum Bertukar Kado

Nur Muhammad Makhluk Pertama?

June 16th, 2014 by Abu Muawiah

Nur Muhammad Makhluk Pertama?

س: ما حكم قول القائل أن النور المحمدي هو أول ما خلق الله تبارك وتعالى؟
Soal:
Apa hukum ucapan org yg menyatakan bahwa cahaya Muhammad adl makhluk pertama yg Allah Tabaraka wa Ta’ala ciptakan?

ج : في الحديث (إن أول شيء خلقه الله تعالى القلم ، وأمره أن يكتب كل شيء يكون) ، إشارة إلى رد ما يتناقله الناس , حتى صار ذلك عقيدة راسخة في قلوب كثير منهم , وهو أن النور المحمدي هو أول ما خلق الله تبارك وتعالى , وليس لذلك أساس من الصحة.
وحديث عبدالرزاق غير معروف إسناده , ولعلنا نفرده بالكلام في الأحاديث الضعيفة إن شاء الله تعالى.

Jawab:
Dalam sebuah hadits disebutkan:
(إن أول شيء خلقه الله تعالى القلم ، وأمره أن يكتب كل شيء يكون)
“Sesungguhnya makhluk pertama yg Allah Ta’ala ciptakan adl pena, lalu Dia menyuruhnya untuk menulis semua perkara yg akan terjadi.”
Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Fatawa | Comments Off on Nur Muhammad Makhluk Pertama?

Jimak Saat Puasa Sunnah

May 27th, 2014 by Abu Muawiah

Jimak Saat Puasa Sunnah

 

Tanya:

Saya mau tanya ustadz.

Jimak ketika sedang berpuasa sunnah, apakah itu berdosa? Jika berdosa, apakah ada kaffaratnya?

Jazakallahu khairan

 

Jawab:

Sudah dimaklumi bersama bahwa jimak merupakan pembatal puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Dan juga sudah dimaklumi bahwa siapa saja yang melakukan jimak ketika dia sedang berpuasa di dalam bulan ramadhan, maka dia telah melakukan dosa yang sangat besar, dan dia wajib membayar kaffarat berupa:

1. Membebaskan budak.

2. Jika tidak mampu maka berpuasa 2 bulan berturut-turut.

3. Dan jika tidak mampu, maka memberi makan 60 orang miskin.

Demikian yang tersebut dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu riwayat al Bukhari dan Muslim.

 

Kita kembali ke pertanyaan. Apakah semua hukum di atas juga berlaku bagi orang yang melakukan jimak pada saat dia berpuasa sunnah?

Sebelumnya butuh diketahui bahwa -secara umum- seseorang dianggap berdosa jika dia meninggalkan kewajiban tanpa uzur yang dibenarkan. Sementara kaffarat diwajibkan untuk menggugurkan dosa karena meninggalkan kewajiban tersebut.

 

Dari sini, jawaban pertanyaan di atas sudah diketahui yaitu: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • contoh pertanyaan menguburkan

Category: Dari Grup WA, Fiqh, Jawaban Pertanyaan | Comments Off on Jimak Saat Puasa Sunnah

Hukum Berzikir Dalam WC

May 23rd, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Apa hukumnya menjawab salam dan berzikir di dalam wc?

Jawab:
Ada dua pendapat di kalangan para ulama mengenai hukum berzikir di dalam wc:
1. Makruh.
Ini adalah mazhab al Hanafiah, asy Syafiiah, dan al Hanabilah. Dan pendapat ini dinisbatkan kpd Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.
2. Boleh.
Ini adl pendapat Malik, an Nakhai, Ibnu Sirin, dan asy Sya’bi. Pendapat ini dinisbatkan kepada sahabat Abdullah bin Amr.

Maka dari sini kita bisa melihat, bahwa tidak ada seorang pun ulama yang menyatakan haramnya berzikir di dalam wc. Pendapat yg melarang di sini hanya berpendapat makruhnya. Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off on Hukum Berzikir Dalam WC

Kekalnya Surga dan Neraka

May 19th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillah. Ustadz hafizhakallah. Mau tanya: Apakah dalam surah Hud 107-108 Allah berfirman:
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيد- وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Apakah dalam kedua ayat diatas bisa dipahami bahwa akhirat itu tidak kekal?
Mohon penjelasannya tentang ayat ini. Baarokallahu fiykum.

Jawab:
Sama sekali tidak. Para ulama telah bersepakat bahwa akhirat beserta semua di dalamnya seperti surga dan neraka adalah kekal, tidak akan binasa selama-lamanya. Dan dalil-dalil akan hal ini sangat lah banyak dan masyhur.

Adapun ayat di atas dan yang semakna dengannya, maka hanya orang-orang Jahmiah atau yang mengikuti mazhab mereka yg menjadikannya sebagai dalil akan tidak kekalnya surga dan neraka. Hal itu karena mazhab mereka dalam hal ini memang seperti itu, yakni surga dan neraka tidak kekal.

Adapun penafsiran ayat di atas, maka para ulama ahlussunnah telah menjelaskannya dalam buku-buku tafsir mereka. Mereka menjelaskan bahwa ayat di atas tidaklah seperti yang disangka oleh Jahmiah. Di antara ulama yg menjelaskan maknanya adalah Imam Ibnu Jarir ath Thabari dan al Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab tafsir keduanya, dan juga Imam Ibnu al Jauzi dlm Zàd al Masìr.

Berikut kesimpulan tafsir ayat di atas yang kami ringkas dari Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah: Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Ilmu al-Qur`an, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Kekalnya Surga dan Neraka

Hukum Muslim Memasuki Gereja

May 15th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillah, mau tanya, apakah seorang muslim boleh memasuki gereja?

Jawab:
Di antara konsekuensi dari penafian sembahan selain Allah pd kalimat tauhid ‘là ilàha illallàh’, adalah setiap muslim wajib berlepas diri, mengingkari, dan tidak punya hubungan dengan apa saja yang berbau kesyirikan dan kekafiran.
Karena itu, pada dasarnya seorang muslim tidak boleh memasuki gereja atau tempat ibadah non muslim lainnya, karena secara tidak langsung itu bertentangan dengan prinsip tauhid di atas.

Kalau masjid dhiràr saja, Nabi shallallahu alaihi wasallam dilarang masuk dan mengerjakan shalat di dalamnya, karena itu adalah masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik sebagai tempat berkumpul mereka guna merencanakan makar terhadap kaum muslimin, maka tentunya memasuki gereja jauh lebih terlarang karena ada penyembahan kepada selain Allah di dalamnya.

Kemudian, memasuki gereja juga bertentangan dengan kewajiban nahi mungkar bagi setiap muslim muslim terhadap kekafiran. Belum lagi jika masuknya seorang muslim ke dalam gereja bertujuan untuk merayakan hari raya mereka, maka ini jauh lebih diharamkan lagi, bahkan bisa menjurus kepada kekafiran. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Hukum Muslim Memasuki Gereja

Warisan Untuk Ibu dan Saudara

May 11th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillah. Ustadz ada pertanyaan: Bagaimana pembagian warisan dari seorang wanita yang meninggal dan dia memiliki ibu,3 saudara perempuan, 4 saudara laki?
Jazakumullah khairan.

Jawab:
Dalam kondisi seperti ini maka:
Ibu mendapat bagian 1/6 dari harta warisan. Krn wanita yang wafat ini tidak mempunyai ahli waris lain kecuali saudara dan saudarinya.
Sementara 5/6 sisa hartanya diberikan kepada seluruh saudaranya; yang lelaki maupun yg wanita, dimana semua saudaranya dalam kasus ini bertindak sebagai ashabah. Tentunya dengan ketentuan, saudara lelaki mendapatkan bagian 2 kali lipat dari saudara perempuan.
Sehingga ketiga orang saudarinya masing-masing mendapatkan 5/66 bagian, sementara keempat orang saudaranya masing-masing mendapatkan 10/66 bagian. Wallahu a’lam.

Category: Dari Grup WA, Warisan | Comments Off on Warisan Untuk Ibu dan Saudara

Dosa Dilipatgandakan di Bulan Haram

May 3rd, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalamu ‘alaikum. Afwan ana mau tanya ustadz, apa keterangan yg shahih kalau kita berbuat zalim di bulan haram dosanya dilipat gandakan? Jazakallah khoir

Jawab:
Waalaikumussalam.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Al Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya:
“Allah Ta’ala berfirman, “Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yg empat itu,” maksudnya: Dalam bulan-bulan yang terhormat ini. Karena dosanya lebih berat dan lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Sebagaimana dosa maksiat di negeri al haram juga dilipatgandakan. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj: 25) Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Tahukah Anda? | Comments Off on Dosa Dilipatgandakan di Bulan Haram

Wajibkah Mencuci Anggota Wudhu 3 kali?

April 29th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Apakah jumlah membasuh ketika wudhu harus berjumlah 3x, atau bolehkah hanya mencukupkan sekali saja?

Jawab:
Ada silang pendapat di kalangan ulama dlm permasalahan ini:
1. Disunnahkan mencuci semua anggota wudhu sebanyak 3 kali kecuali kepala, krn kepala cukup diusap sekali.
Ini adl pendapat al Hanafiah, al Malikiah, dan al Hanabilah.
2. Semuanya disunnahkan dicuci 3 kali, termasuk kepala.
Ini adl pendapat asy Syafiiah.
Yg tepat adl pendapat yg pertama. Berdasarkan hadits Utsman bin Affan radhiallahu anhu riwayat al Bukhari dan Muslim, yg menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam mencuci semua anggota wudhunya 3 kali kecuali kepala. Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off on Wajibkah Mencuci Anggota Wudhu 3 kali?

Jesus Bukan Nabi Isa

April 17th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Uztadz ada teman ana yg bertanya:
Apakah Jesus itu seorang rasul? Bolehkah meyakini hal tersebut? Ana cuma tahu Nabi Isa sebagai rasul. Mohon pencerahannya uztadz.

Jawab:
Jesus bukanlah nabi dan rasul Allah. Dan Jesus bukan pula Nabi Isa alaihissalam.
Jesus mati dibunuh oleh kaumnya, sementara Nabi Isa diselamatkan oleh Allah dengan mengangkatnya ke langit, sebagaimana yang tersebut dalam al Quran. Dan di akhir zaman, Nabi Isa akan diturunkan ke bumi untuk berhukum dengan hukum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana yang tersebut dalam hadits-hadits yang shahih.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا. بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al Maidah: 157-158) Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Jesus Bukan Nabi Isa