Archive for the 'Aqidah' Category

Dua Makhluk yang Terbesar

June 12th, 2014 by Abu Muawiah

Dua Makhluk yang Terbesar

 

Salah satu diantara aqidah (keyakinan) Ahlus Sunnah wal Jama’ah bahwa makhluk terbesar adalah Arsy (singgasana) Allah -Azza wa Jalla-. Mungkin selama ini ada diantara kita yang menyangka bahwa bahwa makhluk terbesar di dunia adalah langit dan bumi. Padahal masih ada yang lebih besar daripada itu semua, yaitu Al-Kursiy (Kursi) milik Allah -Azza wa Jalla-. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Artinya, ia lebih besar dibandingkan langit dan bumi. Inilah yang dijelaskan oleh Allah -Azza wa Jalla- dalam firman-Nya,

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ  [البقرة : 255]

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar”. (QS. Al-Baqoroh : 255)

Kursi adalah tempat kedua kaki Allah -Azza wa Jalla-. Penafsir Ulung, Abdullah bin Abbas -radhiyallahu anhu- berkata,

الْكُرْسِيُّ مَوْضِعُ الْقَدَمَيْنِ وَالْعَرْشُ لاَ يُقَدِّرُ أَحَدٌ قَدْرَهُ

“Kursi adalah tempat kedua kaki[1]. Sedangkan Arsy tidak ada seorang pun yang mampu menentukan besarnya”.[2]

Kursi Allah adalah makhluk terbesar setelah Arsy (singgasana) Allah sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang shohih dari Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda,

ما السماوات السبع في الكرسي إلا كحلقة ملقاة بأرض فلاة وفضل العرش على الكرسي كفضل تلك الفلاة على تلك الحلقة

“Tidaklah langit-langit yang tujuh dibandingkan Kursi, kecuali seperti sebuah mata rantai yang dibuang di tanah yang tandus. Sedang kelebihan Arsy dibandingkan Kursi, seperti kelebihan tanah tandus itu dibandingkan sebuah mata rantai tersebut”. [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Al-Arsy (no. 58) dan Abusy Syaikh dalam Al-Azhomah (no. 70), Ibnu Baththoh dalam Al-Ibanah (no. 136) dan lainnya. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam As-Silsilah (1/224/109)] Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Dua Makhluk yang Terbesar

Kekalnya Surga dan Neraka

May 19th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillah. Ustadz hafizhakallah. Mau tanya: Apakah dalam surah Hud 107-108 Allah berfirman:
خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيد- وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.”

Apakah dalam kedua ayat diatas bisa dipahami bahwa akhirat itu tidak kekal?
Mohon penjelasannya tentang ayat ini. Baarokallahu fiykum.

Jawab:
Sama sekali tidak. Para ulama telah bersepakat bahwa akhirat beserta semua di dalamnya seperti surga dan neraka adalah kekal, tidak akan binasa selama-lamanya. Dan dalil-dalil akan hal ini sangat lah banyak dan masyhur.

Adapun ayat di atas dan yang semakna dengannya, maka hanya orang-orang Jahmiah atau yang mengikuti mazhab mereka yg menjadikannya sebagai dalil akan tidak kekalnya surga dan neraka. Hal itu karena mazhab mereka dalam hal ini memang seperti itu, yakni surga dan neraka tidak kekal.

Adapun penafsiran ayat di atas, maka para ulama ahlussunnah telah menjelaskannya dalam buku-buku tafsir mereka. Mereka menjelaskan bahwa ayat di atas tidaklah seperti yang disangka oleh Jahmiah. Di antara ulama yg menjelaskan maknanya adalah Imam Ibnu Jarir ath Thabari dan al Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab tafsir keduanya, dan juga Imam Ibnu al Jauzi dlm Zàd al Masìr.

Berikut kesimpulan tafsir ayat di atas yang kami ringkas dari Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • akhirat tidak akan binasa
  • dalil tentang surga

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Ilmu al-Qur`an, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Kekalnya Surga dan Neraka

Hukum Muslim Memasuki Gereja

May 15th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Bismillah, mau tanya, apakah seorang muslim boleh memasuki gereja?

Jawab:
Di antara konsekuensi dari penafian sembahan selain Allah pd kalimat tauhid ‘là ilàha illallàh’, adalah setiap muslim wajib berlepas diri, mengingkari, dan tidak punya hubungan dengan apa saja yang berbau kesyirikan dan kekafiran.
Karena itu, pada dasarnya seorang muslim tidak boleh memasuki gereja atau tempat ibadah non muslim lainnya, karena secara tidak langsung itu bertentangan dengan prinsip tauhid di atas.

Kalau masjid dhiràr saja, Nabi shallallahu alaihi wasallam dilarang masuk dan mengerjakan shalat di dalamnya, karena itu adalah masjid yang dibangun oleh orang-orang munafik sebagai tempat berkumpul mereka guna merencanakan makar terhadap kaum muslimin, maka tentunya memasuki gereja jauh lebih terlarang karena ada penyembahan kepada selain Allah di dalamnya.

Kemudian, memasuki gereja juga bertentangan dengan kewajiban nahi mungkar bagi setiap muslim muslim terhadap kekafiran. Belum lagi jika masuknya seorang muslim ke dalam gereja bertujuan untuk merayakan hari raya mereka, maka ini jauh lebih diharamkan lagi, bahkan bisa menjurus kepada kekafiran. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Hukum Muslim Memasuki Gereja

Jesus Bukan Nabi Isa

April 17th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Uztadz ada teman ana yg bertanya:
Apakah Jesus itu seorang rasul? Bolehkah meyakini hal tersebut? Ana cuma tahu Nabi Isa sebagai rasul. Mohon pencerahannya uztadz.

Jawab:
Jesus bukanlah nabi dan rasul Allah. Dan Jesus bukan pula Nabi Isa alaihissalam.
Jesus mati dibunuh oleh kaumnya, sementara Nabi Isa diselamatkan oleh Allah dengan mengangkatnya ke langit, sebagaimana yang tersebut dalam al Quran. Dan di akhir zaman, Nabi Isa akan diturunkan ke bumi untuk berhukum dengan hukum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana yang tersebut dalam hadits-hadits yang shahih.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا. بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al Maidah: 157-158) Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Jesus Bukan Nabi Isa

Ancaman Atau Pamali?

April 13th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalaamu ‘alaikum, ustadz ada potongan BC sebagai berikut ;

Kerugian meninggalkan solat:
Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur: Barokah penghasilan akan hilang.
Asar: Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Adakah dalil shohih tentang kerugian meninggalkan sholat seperti di atas? Baarokallohu fiykum

Jawab:
Waalaikumussalam.
Tidak ada hadits shahih yg menjelaskan ancaman meninggalkan shalat lima waktu secara detil seperti itu.

Kemudian, apa yang tersebut di atas itu lebih dekat kepada bentuk pamali, karena itu adalah perbuatan menghubungkan dua hal yang tidak memiliki hubungan sebab akibat yg jelas di antara keduanya, tidak dari sisi syar’i dan tidak pula dari sisi kauni atau medis.

Kemudian, apa yang tersebut di atas juga murni merupakan perbuatan berkata atas nama Allah tanpa ilmu, yang merupakan salah satu dosa terbesar di sisi Allah. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Ancaman Atau Pamali?

Hakikat Kesyirikan

April 5th, 2014 by Abu Muawiah

Ibnu al Qayyim rahimahullah berkata dlm menjelaskan kekejian dan kebobrokan kesyirikan:
“Allah Subhanah telah mengabarkan bahwa Dia mengutus para rasul dan menurunkan kitab2 agar manusia menegakkan al qisth, yaitu keadilan. Dan di antara keadilan terbesar adl tauhid, bahkan tauhid adl puncak dan penegak keadilan. Sementara kesyirikan adl kezhaliman, sbgmn firman Allah Ta’ala:
(إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)
“Sesungguhnya kesyirikan adl kezhaliman yg sangat besar.” (QS. Luqman: 13)
Maka kesyirikan adl puncak kezhaliman dan tauhid adl puncak keadilan. Sehingga amalan apa saja yg paling bertentangan dgn tujuan (tauhid, penj.) ini maka itu adl dosa yg paling besar. Dan tingkatan dosa2 ini sesuai dgn tingkatan penentangan trhdp tujuan ini. Dan amalan apa saja yg paling sejalan dgn tujuan ini mk itu adl amalan dan ketaatan yg paling wajib. Karenanya, telaahlah tujuan ini dgn seksama dan ambillah pelajaran dr perincian di dalamnya, niscaya anda akan mengenal Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Berilmu, dengan mengetahui apa2 yg Dia wajibkan dan haramkan atas hamba2Nya, dan mengetahui berjenjangnya tingkatan2 ketaatan dan kemaksiatan. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Hakikat Kesyirikan

Tidak Boleh Baca Shalawat Ini

April 1st, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
assalamu’alaykum ustadz, mau tanya.
Apakah boleh bershalawat seperti ini :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang
membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran
dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya,
sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung”.
jazakallahu khairan.

Jawab:
Waalaikumussalam.
Pertama: Lafazh shalawat ini tdk pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kpd para sahabat beberapa lafazh dlm bershalawat untuk beliau, shg yg jauh lebih utama adl hanya membaca shalawat yg telah diajarkan oleh beliau.

Kedua: Terdapat pengkultusan yg berlebihan kpd Nabi shallalahu alaihi wasallam dlm shalawat di atas, bahkan mencapai derajat kesyirikan. Yakni pd kalimat ‘yang membuka semua yg tertutup’. Kalimat ini mempunyai multi tafsir:
Bisa bermakna bahwa Nabi membuka semua ilmu ghaib yg tertutup.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka semua kesulitan hamba.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka hidayah pd hati yg tertutup.
Dan semacamnya. Dan semua penafsiran ini mengandung kesyirikan.

Karena 2 alasan di atas, mk lafazh shalawat di atas tdk boleh dibaca. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Tidak Boleh Baca Shalawat Ini

Bocoran Kunci Jawaban Ujian Dalam Kubur

March 16th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Pak ustad pertanyaan di dalam kubur itu seperti apa ya?

Jawab:
Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أن رسول صلى الله عليه وسلم قال : إن العبد إذا وضع في قبره ، وتولى عنه أصحابه ، وإنه ليسمع قرع نعالهم ، أتاه ملكان ، فيقعدانه فيقولان : ما كنت تقول في هذا الرجل ، لمحمد صلى الله عليه وسلم ، فأما المؤمن فيقول : أشهد أنه عبد الله ورسوله ، فيقال له : انظر إلى مقعدك من النار ، قد أبدلك الله به مقعدا من الجنة ، فيراهما جميعا . قال قتادة وذكر لنا : أنه يفسح في قبره ، ثم رجع إلى حديث أنس ، قال : وأما المنافق والكافر فيقال له : ما كنت تقول في هذا الرجل ؟ فيقول : لا أدري ، كنت أقول ما يقول الناس ، فيقال : لا دريت ولا تليت ، ويضرب بمطارق من حديد ضربة ، فيصيح صيحة ، يسمعها من يليه غير الثقلين .
“Sesungguhnya apabila seseorang telah dimasukkan ke dalam kubur, dan teman-temannya telah pergi meninggalkannya, dia benar-benar mendengar suara gesekan sandal mereka. Maka datanglah dua malaikat. Keduanya menyuruhnya duduk seraya berkata kepadanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?” Adapun orang mukmin, dia menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Maka dikatakanlah kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya untukmu dengan suatu tempat di surga.” Maka dia melihat kedua tempat itu semuanya.”
Qatadah berkata, “Telah disebutkan kepada kami, bahwa mayit itu dilapangkan kuburnya.
Kemudian Qatadah kembali kepada hadits Anas di atas, dia berkata,
“Adapun orang munafik dan kafir ditanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini?” Maka dia jawab, “Saya tidak tahu. Saya hanya mengatakan seperti kata orang-orang.” Maka dikatakanlah kepadanya, “Kamu tidak tahu,dan kamu tidak membaca.” Lalu dia dipukul dengan palu-palu dari besi sekali pukul antara kedua telinganya. Maka menjeritlah dia dengan jeritan yang terdengar oleh makhluk-makhluk di sekelilingnya, kecuali jin dan manusia.” Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Bocoran Kunci Jawaban Ujian Dalam Kubur

Keyakinan ‘Keberatan Nama’ Adalah Pamali

February 16th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Afwan ustadz ana mau tanya:
Apakah ada istilah “keberatan nama” dalam Islam, sehingga anak bisa sakit sakitan memakai nama tersebut, tetapi setelah namanya diganti, sakitnya sembuh.

Jawab:
وعليكم السﻻم ورحمة الله وبركاته
Tidak ada yang seperti itu dalam agama Islam. Keyakinan bahwa nama mempengaruhi kesehatan seseorang adalah murni tathayyur (pamali). Dan pamali ini merupakan syirik kecil jika diyakini bahwa Allah menurunkan penyakit kepadanya karena namanya yang ‘berat’. Namun jika diyakini kalau nama itu lah yang membuat dia sakit, bukan Allah yang membuat dia sakit, maka ini adalah syirik akbar.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dlm hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu:
الطيرة شرك الطيرة شرك
“Thiyarah adl kesyirikan, thiyarah adl kesyirikan.”
Masalah sakit dan sembuhnya si anak, murni ujian dari Allah Ta’ala, tidak ada hubungannya dengan nama anak itu. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • istilah bayi keberatan nama
  • keberatan nama dalam islam

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Seputar Anak | Comments Off on Keyakinan ‘Keberatan Nama’ Adalah Pamali

Setan Ada Dimana-Mana

February 4th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Adakah dalil tentang ruangan/kamar yg tidak ditempati akan huni oleh jin (dalil seputar perihal kamar atau ruangan ataukah rumah yang tak dihuni akan ditempati oleh jin)?

Jawab:
Wallahu a’lam jika ada dalil khusus tentang itu. Tapi yang jelas, banyak dalil yang menyebutkan bahwa jin/setan bisa berada dimana saja, baik itu ruangan maupun rumah atau di tempat lain, baik itu berpenghuni maupun tidak.
Di antaranya:
1. Setan/jin mengalir bersama darah anak Adam.

2. Nabi shallallahu alaihi wasallam menyuruh membaca basmalah sebelum membuka aurat -baik di kamar tidur maupun kamar mandi- agar auratnya tidak terlihat oleh jin.

3. Disyariatkan berlindung dari jin/setan sebelum buang air, baik di alam terbuka maupun ketika masuk ke dalam wc

4. Setan lari dari rumah yg dibacakan di dalamnya surah al Baqarah, menunjukkan setan bisa ada di dalam rumah berpenghuni. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Setan Ada Dimana-Mana