Buku Tamu

Silakan mengisi buku tamu dengan bahasa yang jelas dan sopan. Hanya saja sebelum halaman ‘Buku Tamu’ ini berubah fungsi,  maka di sini kami butuh tekankan bahwa halaman ini bukanlah tempatnya menginput pertanyaan. Halaman ini berfungsi sebagai tempat untuk menginput ‘salam’ atau ‘apresiasi’ atau ‘pertanyaan tentang blog ini’ atau pengumuman yang bermanfaat seperti daurah, muhadharah, dan semacamnya.

Adapun untuk pertanyaan keagamaan, maka silakan diinput melalui kolom komentar setiap artikel atau melalui halaman ‘Kirim Pertanyaan’. Karenanya harap maklum jika setiap pertanyaan yang masuk ke halaman ini akan langsung kami hapus. Jazakumullahu khairan atas perhatiannya.


 Name *
 Email
 Website
 Text *
* Required

Anti-spam measures
Please insert the letter and number combination into the text field before submitting the guestbook entry.
1 + 4=

(0)
(-600) wadagh
Sun, 10 January 2010 10:41:27 +0000

mohon maaf pak ustad, saya baru dalam proses belajar agama, mau tanya apakah semua surat-surat dalam al-qur’an itu kandunganya saling kait atau tidak, atau mungkin ada yang bertentangan antara ayat satu dengan ayat yang lainnya? mohon pencerahan dan terima kasih sebelumnya.
_____
admin:
Tidak mungkin ada satupun ayat yang bertentangan dengan ayat lainnya, karena Allah telah menjaga kitab-Nya dari perselisihan dan menyifatinya sebagai penjelas segala sesuatu (tibyanan likulli syay`in). Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Seandainya Al-Qur`an itu datang dari selain Allah, niscaya mereka akan mendapatkan perbedaan yang sangat banyak di dalamnya."
Kalaupun ada dua ayat atau lebih yang lahiriahnya bertentangan, maka pasti bisa dikompromikan/dipadukan sehingga menjadi tidak bertentangan. Atau kalau tidak bisa dikompromikan maka salah satu dari ayat tersebut pasti ada yang mansukh (terhapus hukumnya). Wallahu a'lam

(-601) Nur Ismanidar Adam
Sat, 9 January 2010 23:36:35 +0000

Tutupi aib
saudaramu, niscaya Allah tutup aibmu. "Barangsiapa yang menutupi aib
seorang mukmin, Allah akan tutup aibnya di hari kiamat..." (HR. Muslim,
dari Abu Hurairah), Yang ingin saya tanyakan adalah,apa diijinkan bila qt menyampaikan aib saudara kita dgn alasan dpt diambil pelajaran agar tidak dilakukan lagi--contohnya seperti yg terdapat dlm novel 'the girls of riyadh',syukran..
________
admin:
Kami tidak mengetahui bagaimana isi novel yang anda sebutkan. Yang jelas hukum asal menceritakan aib orang lain adalah ghibah yang diharamkan. Adapun pertanyaan anda, maka saya tidak jelas: Kepada siapa anda menceritakan aib tersebut, apakah kepada orang lain ataukah kepada dirinya sendiri (pemilik aib). Jika kepada pemilik aib agar dia tidak mengulangi lagi kesalahannya (jika aib itu memang kesalahan menurut syariat), maka ini insya Allah termasuk memberikan peringatan dan nasehat kepadanya, tapi tetap saja harus dengan kalimat dan ucapan yang santun.
Adapun jika aib itu diceritakan kepada orang lain guna diambil pelajaran (kalau memang dipastikan ada pelajaran di dalamnya), maka itu tetap bisa dilakukan tapi tanpa menyebutkan nama. Karena yang menjadi tujuan kita menceritakannya adalah memperingatkan mereka agar tidak terjatuh ke dalam kesalahan yang sama, bukan untuk menjauhi orangnya.
Perbedaan antara perbuatan ini dan ghibah sangatlah tipis, karenanya hendaknya orang yang mau melakukannya harus menjaga niat dan keikhlasannya. Wallahu a'lam

(-602) frend jpn
Sat, 9 January 2010 15:59:42 +0000

Berkaitan dengan jawaban dari ustadz yg nomor 2 yang lali, maaf ustadz keadaannya memang demikian itu, bahwa semua uang yang di transfer, otomatis langsung berbentuk rupiah sesampainya di rekening indonesia. apakah saya tetap berdosa bila mentransfer dengan kondisi yang sudah saya sebutkan dahulu? karena ada kebutuhan mendesak?
_________
admin:
Kalau uangnya otomatis berubah dari yen ke rupiah, maka insya Allah tidak masalah selama transfer diselesaikan saat itu juga sebelum antum meninggalkan bank. Dalam artian setelah antum menyetorkan uang, maka pada saat itu juga uang langsung masuk ke rekening penerima di indonesia.
Kapan penerimaan uang di rekening penerima terundur dari waktu antum mentransfer maka itu bisa dikategorikan riba nasi`ah yang diharamkan. Karena syarat dalam tukar menukar mata uang yang berbeda jenisnya adalah al-qabdh (harus saling pegang saat itu juga). Yang mana antum dianggap memegangnya ketika uang itu sudah tiba di rekening penerima.
Kalau antum menerapkannya sesuai dengan syarat di atas maka insya Allah tidak ada masalah dan tidak berdosa, walaupun bukan dalam keadaan darurat. Wallahu a'lam

(-603) hanz
Sat, 9 January 2010 15:53:43 +0000

apakah hukumnya anak yang dilahirkan, setelah melakukan hubungan di luar nikah…
_______
admin:
Hukumnya anak 'haram' dan berlaku padanya hukum:
a. Dia (anak itu) dinisbatkan kepada ibunya dan bukan kepada ayahnya. Yang kami maksud dengan ayahnya di sini adalah lelaki yang menghamili ibunya.
b. Dia dan ayahnya tidak saling mewarisi.
c. Ayahnya tidak wajib memberikan nafkah kepadanya, walaupun boleh saja kalau dia mau.
d. Dia (jika dia anak perempuan) bukanlah mahram bagi ayahnya.
e. Ayahnya tidak bisa menjadi wali baginya (jika dia anak wanita) dalam pernikahan.
Wallahu a'lam

(-604) Irwan
Sat, 9 January 2010 15:49:10 +0000

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuhu

1.apakah boleh bagi kita menjadi makmum ( & bagaimana hukum sholat kita) bagi imam yg sholatnya “kurang” mengikuti Sunnah seperti tidak bersutroh ??
2. Ketika Solat Sunnah Rawatib atau sholat apapun bolehkah bagi kita bersutroh kpd orang yg dia sendiri tidak bersutroh???
3.Apakah ada batasan sutroh seseorang yg tidak bersutroh (maksud saya ketika ada seorang muslim sholat ditengah2 mesjid & menyebabkan org lain sulit utk lewat kluar mesjid, apakah ada jarak tertentu didepan dia yg boleh kita lewati didepannya tsb utk keluar dari mesjid) ???
4.Apakah ada beda nilai pahala antara solat disurau/mushalla dengan sholat dimesjid (kecuali 3 mesjid yg sudah mahsyur tsb)???
________
admin:
Walaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuhu
1. Ia boleh, bahkan seorang muslim wajib untuk bermakmum kepada imam yang telah ditunjuk, baik dia saleh maupun fasik. Para ulama menyatakan: Barangsiapa yang tidak mau shalat di belakang (bermakmum kepada) ahli bid'ah (karena bid'ahnya) maka dia sendiri adalah ahli bid'ah." Maksudnya jika bid'ahnya bukan bid'ah yang mengkafirkan.
2. Ia dibolehkan. Karena kita dituntut untuk mencari sutrah sebelum shalat, sehingga tidak ada hubungannya walaupun sutrah kita tidak bersutrah. Karena hubungan kita adalah dengannya dan bukan dengan sutrahnya.
3. Dalam hadits Abu Said Al-Khudri secara marfu', "Jika salah seorang di antara kalian shalat menghadap sesuatu yang menutupinya dari orang-orang (sutrah), lalu ada orang yang mau berlalu di antara kedua tangannya ...," (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini dipetik pendalilan bahwa jarak yang harus dijaga oleh orang yang tidak bersutrah adalah sejarak tangannya kalau dia membentangkannya ke depan. Jadi jika dia shalat tanpa sutrah maka kita dilarang berlalu di depannya sejarak panjang tangannya. Adapun lebih dari itu maka kita boleh lewat di depannya, wallahu a'lam
4. Insya Allah tidak ada perbedaan. Pembedaan antara masjid dan surau hanyalah di kalangan orang indonesia. Pahalanya sama, tentunya kalau sama2 berjamaah. Wallahu a'lam

(-605) frend jpn
Fri, 8 January 2010 05:49:53 +0000

assalamualaikum ustadz,

saya ada masalah, setelah mendengar penjelasan dari berbagai sumber. ada 2 masalah yang saya ingin tanyakan:

1. jika si A berhutang kepada si B sejumlah uang, bolehkah si A membayar hutang dengan barang contohnya semen?

2. saya dijepang saat ini. saya ingin menukar uang yen dengan rupiah, kemudian setelah saya tukar, ingin saya kirim ke indonesia. tapi tidak ada bank di jepang yang bisa menukar yen ke rupiah (sudah 4 bank terbesar di jepang yang saya datangi). apakah hal ini termasuk darurat? bagaimana solusinya?apakah saya tetap melakukan riba jika saya tetap mengirim tanpa ditukar dahulu ke rupiah (krna tidak ada bank yang mau menukar yen dengan rupiah)? mohon penjelasan karna banyk sekali kenshusei dari indonesia disini.
jazakalloh khoiron
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
1. Boleh saja membayar utang uang dengan menggunakan barang, dengan catatan nilai barang tersebut tidak boleh melebihi nilai uang yang menjadi utangnya. Baca artikel berikut: http://al-atsariyyah.com/?p=885
2. Tidak ada masalah walaupun tidak ditukar, karena masalah antum ini -sajuah yang ana pahamai- bukanlah masalah tukar menukar uang, akan tetapi transfer biasa walaupun dengan menggunakan mata uang asing, dan itu bukanlah riba. Yang butuh dibahas nantinya adalah pihak penerima ketika mau menukarkan yen yang antum kirimkan ke dalam rupiah, karena bisa terjadi riba dalam prosesnya.

(-606) Balqis
Thu, 7 January 2010 17:40:11 +0000

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ustadz sy mau tanya…
Saya seorang gadis berusia 23 thn & pacar saya 24 thn, kami sdh 4 thn pacaran tapi jarak jauh. Saya di Indo & pacar sy sedang kuliah di mesir. Kami berdua berkeinginan kuat utk menikah,tp melihat jarak yg ckp jauh & dia jg belum menyelesaikan kuliahnya serta kami berdua jg belum mempunyai biaya yg ckp utk menikah dan jg orang tuanya tidak mengijinkan dia pulang dulu ke indo sebelum kuliahnya selesai. Kemungkinan insya Allah kuliahnya br selesai skitar 3 thn lagi.
Tolong sarannya ustadz, sukron…
Wassalamualaikum Wr. Wb.
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tentunya yang ada hanya bersabar dan bertawakkal kepada Allah Ta'ala, sambil antum berdua terus membujuk orang tua masing-masing untuk mempersegera pernikahan. Karena telah dimaklumi bahwa pacaran merupakan bentuk 'perzinahan kecil' dan hendaknya hal tersebut dihentikan segera dengan pernikahan. Wallahu a'lam

(-607) amelia
Thu, 7 January 2010 17:39:37 +0000

Ustad yth,
Saya sudah 2 thn menikah.. Saya tidak pernah ada masalah dengan suami saya. kecuali permasalahan slma ini adalah dengan adik ipar saya. slma 2 thn ini, saya merasa tidak nyaman bila berada dirumah mertua saya.. Banyak complain padahal alhamdulillah saya selalu patuh dan mengalah dan bersedia untuk melakukan semua yg mereka complain.
Baru2 ini saya ribut besar dgn mertua saya masalah facebook.. Yg intinya adalah mertua saya ingin agar ade ipar saya tdk diremove dlm friend list fb saya.. Alasan saya meremove krn dulu kami pun pernah bertengkar hebat masalah status.. Setiap status2 saya pergi dengan suami saya kemana pun pasti dikomplain.. Makanya saya remove supaya tidak ribut lagi. Skrg semua nya dibahas lagi, mertua saya marah besar krn dipikirnya saya sudsh ga mau berhubungan dgn ade ipar saya. Padahal saya cuma ga mau berhubungan dengan fb. Masalah kecil si ustad.. Tp buat saya besar sekali, krn mertua saya menyuruh anaknya untuk mencraikan saya, dan saat ini saya juga ga tau suami saya dimana.. Saya telp ga dijawab, saya harus gimana ustad?
_______
admin:
Kami hanya bisa katakan: Untuk saat sekarang ini sebaiknya anti bersabar saja dan menuruti kemauan mertua, sampai anti mendapat kabar dari suami. Kalau sudah dapat baru anti bisa bicarakan masalahnya dengan suami.
Penggambaran anti belum jelas, suami sudah berapa lama pergi, orang tuan anti gimana pendapatnya, dan seterusnya. Nasehat saya, anti konsultasi dengan ustadz/ustadzah yang ada di situ, karena masalah seperti ini butuh pemaparan yang lebih detail. Wallahu a'lam

(-608) maidha
Thu, 7 January 2010 17:35:45 +0000

suami sering berkata kasar, bercanda yang menyakitkan hati istri, selalu bercanda kalo byk wanita lain yang mau dengannya kalo istri tidak menuruti mau suami.
istri harus bagaimana ustadz??
wasalam,
_______
admin:
Tentunya harus banyak bersabar dan tawakkal kepada Allah. Selalu mendoakan suami agar Allah memberikan hidayah kepadanya. Tidak perlu menggubrik ucapannya selama masih berupa ucapan semata dan tetap patuh kepadanya sebagaimana yang dia inginkan. Juga tidak kalah pentingnya adalah bicara kepadanya dengan serius tapi tidak menghakimi, lalu tanyakan kepadanya apa yang dia permasalahkan dan apa yang dia inginkan. Intinya tetap harus jalin komunikasi yang baik.
Semoga Allah memberikan jalan keluar pada seluruh masalah yang anda hadapi, amin.

(-609) Ummu Haritsah
Thu, 7 January 2010 12:03:37 +0000

Bismillah
'Afwan, pada bagian tanya.bisa gak alamat email penanya dikaburkan atau tidak dicantumkan untuk menjaga privasi penanya. namanya saja yang dicantumkan.
jazaakumulloh khoir
______
admin:
Kami pernah menjawab usulan yang sama, bahwa kami sengaja menampilkam alamat emailnya agar jangan sampai dikira pertanyaan itu hanyalah buatan sendiri. Adapun solusinya juga kami telah sebutkan, misalnya menuliskan email fiktif, tentunya kalau jawabannya dia mau baca di situs. Atau dia bisa memakai alamat email suami atau mahram lelakinya, atau membuat email yang tidak menunjukkan pemiliknya adalah wanita, lalu dia bisa pakai nama mahram lelakinya.
Semoga bisa dipahami.

(-610) Ibnu muhammad
Thu, 7 January 2010 05:05:23 +0000
url 

Insya alloh an menikah,tapi an puny tanggungan keluarga(yakni ngurusin adik2 an yg msh sekolah krn gak ad ayahny)gmn kriteria wanita yg cocok buat an.
_____
admin:
Afwan kami gak kenal kepribadian antum jadi enggak tau jawaban pertanyaan antum. sebaiknya antum tanya ustadz di tempat antum yang kenal dengan antum.

(-611) Mei Rifa Fitri Hidayatunisa
Wed, 6 January 2010 23:50:09 +0000

Assalamu'alaykum,

ada yg mao ngasi solusi g?gmana cara menghadapi org yg menyerah?

kalo qt sndr yg menyerah dlm menghadapi cobaan Allah, apa yg sbaikna qt lakukan?
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Silakan baca buku-buku yang menerangkan dengan keterangan yang benar mengenai iman kepada takdir baik dan yang buruk. Adapun cara bersabar menghadapi cobaan Allah, maka kami anjurkan anda membaca kitab Imam An-Nawawi 'Riyadh Ash-Shalihin' pada bab keutamaan bersabar, beserta syarh (penjelasan) dari ayat dan hadits yang ada di dalamnya oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin. Semoga bermanfaat

(-612) Rini Risqia
Wed, 6 January 2010 23:49:26 +0000

Assalamu'alaikm ustd,ana mau ty ttg mslh aqiqah,sbnrnya mnrt agma usia brp anak d aqiqahkan?gmn hkmnya klo anak blm d aqqhi ortunya apakah dia wjb tuk mengaqiqahi dirinya ktk tlh dws?trus kr2 blh gak kt mengundg org2 yg bkn agama islam tuk hdr dlm acr aqiqahan tsb.d tg jwbnya y ustd.jzkllh
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Berdasarkan hadits-hadits dalam masalah nasikah (aqiqah), disunnahkan menasikahi bayi ketika berumur 7 hari. Jika dia tidak dinasikah sampai setelah dia dewasa maka boleh bagi orang tuanya atau dirinya sendiri untuk menasikahi dirinya sendiri, dan inilah yang difatwakan oleh para ulama dalam Al-Lajnah Ad-Daimah, yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz, wallahu a'lam.
Tidak ada masalah mengundang orang kafir dalam resepsi nasikah, selama dia bukan orang yang mengganggu agama kita. Apalagi jika orang kafir itu adalah tetangga, maka dia punya hak untuk kita berbuat baik kepadanya.
Dalam riwayat Abu Daud no. 4485, Ibnu Umar berkata tatkala dia telah menyembelih seekor kambing:
أَهْدَيْتُمْ لِجَارِي الْيَهُودِيِّ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
"Hendaklah kalian beri (sebagian kambing itu kepada) tetanggaku yang Yahudi. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril senantiasa memberiku nasihat agar aku berbuat baik kepada tetanggaku, hingga aku punya perkiraaan bahwa dia (Jibril) menjadi ahli warisnya (Yahudi)." yakni: saking seringnya Jibril menyuruh Nabi berbuat baik kepada tetangga. Asal hadits ini dalam riwayat Al-Bukhari no. 5556 dan Muslim no. 4756.
Maka hadits ini berlaku umum untuk tetangga yang muslim dan yang kafir, berdasarkan pemahaman sahabat Ibnu Umar -radhiallahu anhuma-. Apalagi jika orang kafir itu ada ketertarikan dengan Islam atau untuk menampakkan kepadanya bahwa Islam bukanlah agama yang memerintahkan untuk memerangi orang kafir secara mutlak. Wallahu a'lam.

(-613) Nur Ismanidar Adam
Wed, 6 January 2010 23:48:56 +0000

Salamu'alaikum, ana ingin bertanya apakah seseorang yang sentiasa mengikuti apa yang disampaikan dlm Al-Qur'an & Hadist cenderung menjadikannya sosok yg serius? terlalu kaku, bgm mengatasinya agar hidupnya sedikit berwarna tanpa melanggar syariat, makasi..
____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Terapkan kaidah yang telah disepakati oleh para ulama: Hukum asal dalam ibadah dalam tidak boleh dan haram dikerjakan sampai ada dalil yang memerintahkan, dan hukum asal semua perkara dunia adalah boleh dan halal dikerjakan sampai ada dalil yang melarang. Wallahul Muwaffiq

(-614) PUTRA
Wed, 6 January 2010 05:49:27 +0000
email

ust, kapan kita mengisyaratkan jari telunjuk ketika tasyahud? karena kebanyakan kaum muslimin mengisyaratkannya ketika membaca syahadatain.
mohom penjelasan berikut dalilnya?
jazakallahukhoir
_____
admin:
Dimulai sejak seseorang duduk tasyahud, dengan dalil umum bahwa beliau berisyarat dengan telunjuknya ketika beliau tasyahud. Justru yang memulainya pada bacaan syahadatain yang dituntut untuk mendatangkan dalil. Wallahu a'lam

(-615) abu panji
Tue, 5 January 2010 17:34:21 +0000
email

Assalamualaikum, barakallahu fikum,

Di tempat perusahaan saya bekerja ada kebiasaan setiap habis libur Iedul Fitri dan tahun baru ada pengarahan dari Management dengan di ikuti doa bersama dan bersalam-salaman serta ada makanan dan minuman ringan.
Mohon penjelasan bagaimana hukumnya mengikuti acara tersebut dan bagaimana sikap yang harus saya lakukan
jazakallah khoiron,
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Adapun jika pengarahannya memang dibutuhkan oleh setiap pegawai, maksud ana pengarahan tentang manajemen kerja atau yang berkenaan dengan kelangsungan perusahaan, maka insya Allah tidak ada masalah menghadiri hal tersebut, walaupun waktunya bertepatan dengan hari tertentu.
Adapun doa bersama pada waktu seperti itu tidaklah disyariatkan, karenanya hendaknya dia diam saja dan tidak ikut berdoa.
Adapun bersalam-salaman serta makan dan minum, maka hal itu diperbolehkan ketika idul fithr, tentunya selama tidak ada ikhtilath dan tidak menyentuh yang bukan mahramnya.
Jadi yang bermasalah hanyalah jika arahan tersebut tidak ada hubungannya dengan kegiatan perusahaan tapi itu hanya dijadikan alasan agar semuanya berkumpul untuk merayakan tahun baru. Maka yang seperti ini hendaknya dia tidak ikut menghadirinya karena perayaan tahun baru merupakan adat orang kafir yang seorang muslim harus menjauhinya, wallahu a'lam.

(-616) Ibnu muhammad
Mon, 4 January 2010 21:03:31 +0000
email

Tadz an(22th) pengen menikah,tapi pemahamn ilmu agama an anggap kurang,segi ekonomi insya alloh cukup.Bgmn saran ustadz menikah/belajar..tapi sahwat an makin menggebu2,bahkan an rasa iman na lemah buanget sampe2 solat aj gak bisa serius/kusuh.tlng pencerahannya.jazakallohu khoiron.
______
admin:
Afwan sebelumnya pertanyaan antum ana edit sedikit.
Dalam keadaan yang antum sebutkan di atas, sebaiknya antum menikah terlebih dahulu, karena kelihatannya antum sudah dalam derajat wajib untuk menikah. Waiyyakum.

(-617) putra
Mon, 4 January 2010 05:47:56 +0000

bismillah
ust, apakah ada dalil yang menerangkan bahwa salah satu tanda kiamat adalah seringnya muncul gerhana bulan/matahari?
______
admin:
Wallahu a'lam ana belum pernah dengar ada dalil yang menyatakan seperti itu.

(-618) Asyraf Batubara
Sun, 3 January 2010 17:58:41 +0000

Maaf pak. Saya sudah katakan saya awam. Kata-kata yang bapak sampaikan sangat asing bagi saya. Tidakkah seorang awam berhak mengerti tentang Islam atau Salaf? Jadi mohon pak bahasa yang sederhana. Yang saya tangkap ulama salaf adalah ulama terdahulu. Saya sedikit paham bahwa ulama-ulma itu masanya dekat dengan nabi jadi informasi dari nabi yang mereka miliki lebih terjamin, lebih orisinil. Begtu pak? Sampai disitu saya paham. Tapi semua guru, ustad juga mengikuti ulama terdahulu itu, kan?

Saya suka dengan artikel itu, ingin saya mengkoleksinya setelah saya baca, tapi saya gagal men download nya.
_______
admin:
Apa yang bapak pahami sudah benar dan itulah inti dari mazhab salaf yaitu mengikuti para sahabat dan ulama setelah mereka dalam beragama. Jadi siapa saja yang mengikuti mereka (para sahabat dan ulama setelah mereka) maka dia adalah salaf, dimanapun dia tinggal, apapun warna kulitnya, walaupun dia sendirian dan tidak bergabung dengan komunitas tertentu.
Jadi salaf/ahlussunnah bukanlah nama jamaah atau kelompok tertentu, tapi dia adalah sifat yang semua orang bisa bersifat dengannya kalau memenuhi kriterianya, yaitu semua orang yang beragama seperti agamanya para sahabat.

Kalau tidak bisa didownload halamannya, sebaiknya teksnya diblok lalu dicopy biasa aja.


(-619) Adam Aminullah
Sun, 3 January 2010 00:47:36 +0000

Di Masjid … Apakah dibenarkan seorang Imam saat shalat berdiri di didepan lukisan Baitullah yg berukuran 1.2 Meter x 1.2 meter lengkap dengan gambar menara menara dan orang tawaf disekitar situ
sementara kami orang awam tidak mengerti hal hal sperti ini…
_____
admin:
Dalam shalat seseorang tidak boleh menghadap atau memakai semua perkara yang bisa mengganggu konsentrasinya dalam shalat, baik dia gambar bernyawa maupun bukan, baik itu di depannya maupun berupa sajadah. Hanya saja itu tidak menyebabkan shalatnya batal, tapi shalatnya makruh. Bahkan para ulama menyatakan haramnya shalat di depan gamba makhluk hidup yang bernyawa, walaupun shalatnya syah. Wallahu a'lam.

(-620) Aizawa D. Shofiyyah Alc
Sun, 3 January 2010 00:34:56 +0000

bismillah, ana mau tanya. apakah mashirah yang ada pada jaman rasulullah itu sama dengan demo? karena teman saya dr HT mengatakan kalo melakukan demo itu ada dasar dalilnya yaitu mashiroh yg dlakukan pada masa Rasulullah. Mohon penjelasan beserta dalilnya. jazakumullah khoiron.
_______
admin:
Kalo mashirah dalam artian berjalan ramai-ramai, ya mungkin ada. Tapi kalau yang dimaksud berjalan ramai-ramai guna menyampaikan kritikan kepada pemerintah (walaupun tanpa aksi pemogokan, kerusuhan, teror, dan semacamnya) maka ini tetap dinamakan demonstrasi (muzhaharah). Jadi pembedaan yang mereka (HT dan semacamnya) lakukan antara masirah dengan demonstrasi adalah pembedaan yang batil, jika yang dimaksud masirah di sini adalah berjalan ramai-ramai guna menyampaikan kritikan kepada pemerintah.
Perlu diketahui bahwa yang disalahkan oleh para ulama dari demonstrasi bukan hanya dari sisi teknis pelaksanaannya, akan tetapi yang lebih parah dari itu adalah isi kegiatannya yaitu mengkritisi (walaupun mereka menamakannya nasehat atau amar ma'ruf nahi mungkar) pemerintah.
Di mata ahlussunnah, amar ma'ruf nahi mungkar dan menasehati penguasa tidak seperti menasehati teman atau rakyat biasa, akan tetapi dia mempunyai adab dan tata cara tersendiri. Dan di antara adab yang dilanggar oleh para demonstran atau pelaku masirah (dalam istilah mereka) adalah menasehati pemerintah tidak boleh dilakukan di depan umum karena bisa menjatuhkan wibawa pemerintah, yang pada akhirnya akan membuat rakyat berani menentang penguasanya. Karenanya para ulama senantiasa mengatakan bahwa mengkritikan penguasa di depan umum lebih berbahaya daripada mengkudeta pemerintah dengan menggunakan senjata. Karena kudeta tidak akan muncul kecuali diawali oleh adanya kritik kepada pemerintah di depan umum.

(-621) Abu Abdillah
Sat, 2 January 2010 12:02:09 +0000

Assalamu’alykum warahmatullahi wa barakatuh.
apabila seseorang dipaksa keluarganya utk mendatangi seorang Dukun,Sedangkan dia(yg disuruh) sendiri mengetahui keharaman perdukunan itu dan tdk juga membenarkan apa yg dikatan dukun tsbt.
apakh orng itu tetap berdosa dan terjatuh kpd kesyirikan?
Jazakumullahu Khairan Katsiran.
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Ia dia tetap berdosa. Hanya saja karena dia tidak membenarkan ucapan dukun tersebut maka dia tidak terjatuh ke dalam kekafiran akan tetapi dia terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan, yang hukumannya shalatnya selama 40 malam tidak akan diterima oleh Allah Ta'ala.
]ari sebagian para isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
"Barangsiapa mendatangi tukang tenung lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam." (HR. Muslim no. 4137)
Dan jika dia membenarkannya maka sungguh dia telah kafir keluar dari Islam.
Dari Abu Hurairah dan Al Hasan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Barangsiapa mendatangi seorang dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." (HR. Ahmad no. 9171)

(-622) ummu fathimah
Sat, 2 January 2010 12:01:15 +0000

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu..

Afwan, ana ada masalah dg “penyakit hati”..Sangat mudah su’udzon dan meremehkan seseorang yg pernah mencaci ana, dan dulu suka meremehkan ana dg menganggap ana “sok suci, sok alim, dn sok2 yg lain” (skrg orang tersebut sudah bersikap baik thdp ana, walaupn kadangkala sikap meremehkan itu masih ada)..
Bagaimana cara mengatasi / menghilangkan penyakit trsebut ustadz?? sedangkan ana tau, dg masih adanya penyakit itu dapat membakar amalan2 ana..

Jazaakallahu khoiron katsiiro
________
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Hendaknya banyak-banyak berdoa kepada Allah agar Dia berkenan membersihkan hati-hati kita dari semua penyakit, pererat ukhuwah dengan orang yang anti remehkan itu, berikan hadiah kepadanya, dan doakan dia dengan kebaikan. Semoga dengan semua hubungan baik itu bisa sedikit demi sedikit menghilangkan penyakit hati tersebut. Wallahul muwaffiq

(-623) Ahmad
Sat, 2 January 2010 12:00:17 +0000

Assalamu’alaikum..Adakah hal2 yang disyari’atkan saat kita menempati rumah baru di suatu wilayah yang baru pula? Seperti syukuran atau yang lainnya?
_______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tidak ada ritual atau hal tertentu yang disyariatkan ketika menempati rumah baru. Hanya saja bagi siapa yang mengundang kerabat dan orang sekitarnya untuk makan-makan di rumah barunya sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah Ta'ala, maka insya Allah itu juga tidak mengapa karena termasuk dalam dalil-dalil umum anjuran bersyukur dengan perbuatan.
Tapi tentunya dalam acara makan-makan itu tidak mengandung kesyirikan, bid'ah, dan maksiat.

(-624) Purnamansyah Azach Ach
Sat, 2 January 2010 11:57:53 +0000

Assallammualaikum Wr.Wb.

mohon tanya ustad Dalil tentang wal 'iyadzubillah (onani) bila jauh dari pasangannya, dari pada berbuat zinah dengan wanita lain, mohon penjelasannya,

terima kasih Wassallamualaikum wr.wb
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Adapun dalil-dalil terlarangnya onani, bisa dilihat dalam fatawa para ulama mengenai masalah ini di: http://al-atsariyyah.com/?p=1536
Barakallahu fikum. Daripada berzina bukankah lebih baik dia berpuasa? Atau bukankah lebih baik dia segera pulang menemui istrinya? Subhanallah, masih banyak pilihan yang halal, kenapa mesti memilih hal yang haram semacam onani?

(-625) Asyraf Batubara
Sat, 2 January 2010 11:55:46 +0000

Manhaj Salaf itu apa sih pak? Maklum saya awam. Tolong bagi yang mengerti beri saya penjelasan.

Maaf ya saya awam bangat tentang Islam, apalagi dengan berbagai macam alirannya. Semua mengaku paling benar. Saya selaku masih baru mengenal Islam, sangat bingung. Salaf itu apa lagi itu? Yang saya baru tahu yang harus diikuti adalah Allah dan Muhammad. Semua ulama kan mengikut Allah dan Rasul, kok dibeda bedain lagi sih, jadi kami orang awam hanya dibikin bingung. Tolong dijelaskan secara simpel sederhana, karena saya awam pak. Apabeda Salaf dg Muhammadiah dengan NU. Kan Tuhannya sama-sama Allah, Nabinya sama2 Muhammad, kok bertikai? Bingung saya
_________
admin:
Silakan bapak baca dahulu 2 artikel berikut:
1. Mengenal Ahlussunnnah waj Jamaah di: http://al-atsariyyah.com/?p=1183
2. Salaf = Ahlussunnah wal Jamaah di: http://al-atsariyyah.com/?p=1186
Setelah itu kalau masih bingun silakan bertanya kembali.

(-626) frend jpn
Sat, 2 January 2010 01:40:25 +0000
email

assalamu'alaikum warohmatulloh ustadz,
afwan ustadz saya dapatkan rekomendasi untuk bertanya kepada ustadz,

maaf ustadz ada teman yang sangat membutuhkan jawaban atas pertanyaan berikut:
1. selama ini temen saya kalo liburan musim dingin atau panas dijepang mengunjungi teman2 nya menggunakan kereta tapi dengan membeli karcis degan harga yang jauh lebih rendah yang tidak sesuai dengan jarak yang ditempuh. dan kalau ketahuan oleh pihak kereta api didenda atau ditangkap. apakah ia wajib membayar kekurangan harga karcis tersebut karna katanya saat itu ia tidak tahu atau tidak yakin atau bahkan ia saat itu tidak memikirkan boleh ato tidaknya perbuatan tersebut.

2. kemudian ia juga telah melakukan perbuatan suap untuk bisa berangkat ke sini (jepang), dan katanya saat itu ia tidak tahu hukumnya atau ia masih ragu apakah suap itu boleh atau tidak. bagaimana cara bertaubatnya? bagaimana pula dengan hartanya yang sekarang yang ia dapatkan selama ini?

3. ada seseorang berjanji kepada orang lain(paranormal) karna paranormal tsb memberi bantuan tapi dengan melakukan perbuatan syirik, orang itu mengatakan "nanti saya akan membayar anda uang sekian jika anda bisa membantu saya", tapi sekarang ia sudah taubat. apakah ia tetap harus membayar janjinya kepada paranormal itu berupa uang tersebut?

4. bagaimana sebenarnya derajat hadits tentang apabila seseorang meninggalkan sesuatu karna ALloh, maka Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik. karena kalau saya tidak lupa didalam "silsilah hadits dho'i dan maudu'" hadits tersebut derajatnya dhoif atau bahakn palsu

saya sangat mengharapkan jawaban dari ustadz,
jazakalloh khoiron.
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
1. Ia itu adalah perbuatan mencuri, dia harus membayar semua kekurangannya kepada pemilik kereta api tersebut.
2. Hendaknya dia bertaubat dengan syarat-syarat taubat yang sudah masyhur. Adapun gajinya maka selama dia tetap menjalankan pekerjaannya dengan baik dan sebagaimana mestinya maka insya Allah gajinya halal.
3. Wajib bagi dia untuk tidak menepati janji tersebut karena itu adalah janji dalam mendukung kesyirikan. Kalau sekedar janji maka dia tidak boleh memenuhinya, dan insya Allah itu tidak termasuk perbuatan mengingkari janji yang tercela.
4. Wallahu a'lam, setahu ana hadits itu shahih. Hanya saja maknanya benar dan sesuai dengan ayat Al-Qur`an, "Dan apa saja yang kalian infakkan maka Dia akan menggantinya," dan beberapa ayat yang lainnya.
Ala kulli hal, kalau antum masih ragu akan keshahihannya, maka antum jangan menisbatkannya kepada Nabi, hanya saja antum tetap wajib meyakini kebenaran kandungannya berdasarkan nash-nash yang lain
Wallahu a'lam bishshawab.

(-627) mamat
Sat, 2 January 2010 01:37:48 +0000
url 

ass.
ustd. yang saya hormati,

saya mau bertanya, saya sudah pusing cari solusi tapi blom ada yang cocok yang bisa saya jalani.

istri saya sudah tidak ada respek lagi sama saya, stiap perkataan saya sudah tdk digubrisnya lagi, lalu dia ingin semua pekerjaan rumah saya yang lakukan. apa yang harus saya lakukan, sedangkan saya sangat sayang dengan dia. sekarang kami telah memiliki satu anak. dan alasan itu pula yang membuat saya tidak bisa berpisah dengan dia.
terima kasih atas jawabannya.

wassalamu’alaikum.
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Kalau antum tidak suka dengan perangainya tapi juga tidak mau berpisah dengannya, maka jalan satu-satunya adalah memperbanyak berdoa kepada Allah agar Dia berkenan memperbaiki istri antum sambil antum sedikit-sedikit dan perlahan-lahan berusaha untuk merubah sifatnya. Dalam hal ini antum bisa minta bantuan kepada kedua mertua antum atau ipar antum untuk menasehati istri antum.
Antum bisa memberikan peringatan kepadanya dengan tahapan: Menegurnya dengan keras, tidak mengajaknya berbicara, tidak tidur bersamanya dalam satu kamar, memukulnya, memulangkan dia ke rumah ortunya untuk sementara waktu.
Kalau sampai tahap ini juga tidak bisa, maka antum bisa melepaskan talak 1 karena pada talak satu antum masih bisa rujuk kalau dia brubah. Lalu talak 2, dan setelah talak 2 ini antum harus berpikir baik2 kalau mau melanjutkan talak 3, karena pada talak 3 ini antum tidak bisa rujuk kepadanya setelah lewat masa iddahnya.
Yang jelas -afwan sebelumnya- tidak ada kebaikan dan keberkahan pada istri yang tidak taat kepada suaminya, dan hal itu bisa membahayakan agama antum dan anak-anak antum nantinya.

(-628) herbono
Sat, 2 January 2010 01:29:48 +0000

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mohon tanya tentang fatwa-fatwa Qurais Sihab. Apakah beliau termasuk ulama ahlussunah. Ada kajiannya yg membingungkan umat, misalnya tentang hukum jilbab dan nikah beda agama. mohon pula saya diberi rujukan ttg daftar nama ulama-ulama yang kredibel dan ahlussunah. mohon dikirim ke email saya.

Jazakumullahu khairan katsiira.
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Dalam tafsirnya al-mishbah, ust. Quraisy mendukung akidah yang menyatakan Allah berada di mana-mana dan tidak berada di atas langit. Akidah batil ini sudah cukup untuk mengelurkan dia dari ahlussunnah.
Alhamdulillah ulama ahlussunnah masih cukup banyak tersebar, baik di Saudi Arabia maupun di Yaman.

(-629) jeems
Sat, 2 January 2010 01:28:09 +0000

saya mao nanya ,,,,,,,,,,,,,,,,
semisal orang haid wktu tanggal 1,,,, terus berhenti pada tanggal 6,,,,,
pada tanggal 9 dia haid lagi,,,,,,,,
+++++
apakah diwaktu tanggal 7 – 8 itu dihitung haid juga pa ga?
trima kasih
wassalammm,,,,,,
______
admin:
Tolong pertanyaannya dilengkapi. Tidak disebutkan waktu kebiasaan haidnya jadi kami tidak bisa menjawabnya.

(-630) Ummu Abdurrahman
Fri, 1 January 2010 15:44:40 +0000

assalammualaikum,,

saya sudah menikah. apakah boleh menggunakan cincin kawin?secara di islam tidak boleh menampakkan perhiasan kecuali kpdnya mahramnya.apakah perhiasan yg dimaksud berupa fisik seperti cincin ato sejenisnya atau dalam arti aurat?atau kedua2 nya?lalu mengenai salaman,bagaimana saya bisa menjelaskan secara halus kpd saudara2 yg memang jelas2 bukan mahram saya,untuk tidak bersalaman secara bersentuhan kpd mereka.terimakasih..
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Ia, perhiasan yang dilarang untuk dinampakkan kepada selain mahram adalah semua perkara yang menarik perhatian dan bisa menimbulkan fitnah, bukan hanya terbatas pada perhiasan emas dan semacamnya. Jadi termasuk dalam perhiasan adalah pakaian yang berhias, ucapan yang lembut sehingga mengundang syahwat, dan seterusnya.
Caranya, anti harus menghafal dalil-dalil dalam permasalahan tersebut lantas diberitahukan baik-baik dan secara perlahan. Kalau ada sebagian keluarga yang sudah mendukung atau minimal memaklumi maka mintalah bantuannya untuk berbicara agar minimal keluarga anti faham dan tidak salah faham, walaupun mereka belum bisa mengamalkannya.
Ataukah bisa dengan menghadiahkan kepada mereka buku atau tulisan mengenai masalah itu, dengan harapan agar mereka bisa memakluminya. Wallahu a'lam

(-631) dzul
Fri, 1 January 2010 14:01:18 +0000

assalamu’alaykùm warahmatullahì wa barakatuh
—————————–
saya Mau Nanya, pada awalnya Iman saya meningkat Ibadah Juga Meningkat. Akhir-akhir ini saya merasa Perasaan yang sangat Aneh berupa bisikan-bisikan Dimana Allah?? Apa Benar Allah Itu Tuhan?? Saya Jadi Takut, Jangan Sampai Akhir takdir saya adalah Buruk dan Kafir.
Usaha saya adalah Mencari kajian Tauhid, tannya sama Ustadz.. tapi mereka membahas hanya masalah kesyirikan. Kalau kesyirikan saya sudah faham Ibadah hanya kepada Allah.
saya jadi ragu apa saya beriman atau tidak sekarang ini, Rasanya semuanya menjadi Tawar, tidak semanis dulu, ibadah saya saat ini masih lancar 5 waktu di masjid, sholat sunnah, dhuha, dzikir dll. hanya masalah hati ini yang tidak menentu, seperti kehilangan Iman dan keyakinan.
Apakah yg harus saya lakukan agar semua nya kembali Normal seperti dulu.
Tolong tanyakan kepada Ustadz yang sangat Ahli dalam masalah Iman??
Saya Menanti Jawaban nya..
Jazakumullahu khairan katsiira.
_____
admin:
Pertama-tama kami katakan, tidak sepantasnya antum mengatakan kalau antum sudah paham kesyirikan dengan pemahaman yang betul dan lengkap, karena ucapan itu menunjukkan antum belum tahu apa-apa tentang tauhid dan kesyirikan. Jangankan kita, Nabi Muhammad sendiri masih disuruh untuk mempelajari 'laa ilaha illallah'. Karena seorang muslim tidak boleh bosan apalagi berhenti untuk mempelajari tauhid dan kesyirikan.
Kemudian selanjutnya, selama antum melaksanakan semua ibadah yang antum sebutkan di atas dengan ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Nabi, maka tidak ada perkara yang antum butuh khawatirkan. Was-was seperti itu hanyalah godaan dari setan, karenanya berlindunglah kepada Allah setiap kali was-was seperti itu muncul. Bahkan dalam sebagian hadits disebutkan bahwa was-was sepertti itu adalah tanda kuatnya keimanan. Hal itu karena semakin tinggi iman seseorang maka semakin besar was-was dan godaan dari setan.
Karenanya antum lanjutkan saja aktifitas ibadah antum dngan tetap menjaga keikhlasan dan mutaba'ah kepada Nabi, dan tidak perlu memperhatikan was-was tersebut karena itu hanya akan mengganggu antum. Wallahul muwaffiq

(-632) Nasrullah
Fri, 1 January 2010 14:00:07 +0000

Assalamu'alaykum

bagaimana hukum shalat secara estafet yg dilakukan seseorang yaitu makmum jadi imam apakah ada dalilnya?dan apakah dia mendapat pahala berjamaah.
jazakumullah khair
______
admin:
Jika makmum masih berimam kepada seorang imam maka tidak boleh menjadikannya sebagai imam.
Jika makmum ini adalah masbuk dan imamnya sudah salam lalu dia berdiri untuk menyempurnakan shalatnya yang kurang, maka dia boleh dijadikan imam.
Dalilnya adalah hadits Abu Said Al-Khudri dia berkata:
أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ وَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصْحَابِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَتَصَدَّقُ عَلَى هَذَا فَيُصَلِّيَ مَعَهُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَصَلَّى مَعَهُ
"Seorang laki-laki masuk ke dalam masjid sedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya telah melakukan shalat, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Barangsiapa ingin bersedekah kepada orang ini hendaklah dia shalat bersamanya, " lalu berdirilah seorang laki-laki dan shalat bersamanya." (HR. Ahmad no. 10980)
Juga berdasarkan dalil-dalil umum akan disyariatkannya shalat berjamaah. Daripada dia shalat sendiri, maka tentunya dia lebih utama berjamaah dengan cara menjadikan seorang yang masbuk menjadi imam dan dengannya dia teranggap shalat berjamaah dan mendapatkan pahala berjamaah.
Hanya saja jika ada dua orang yang terlambat shalat lalu mendapati seorang masbuk yang masih shalat, maka hendaknya mereka berdua berjamaah sendiri dan tidak perlu mengikut kepada yang masbuk. Wallahu a'lam.



(-633) ibnuismail
Fri, 1 January 2010 13:45:16 +0000

Assalamua’laikum Ust

Ana ada pertanyaan nak di tanyakan kpd ust. Ana tinggal di Singapura. Kita diwajibkan untuk menjalani latihan askar. Dan kita tidak dibenarkan menyimpan jenggot dan memakai celana panjang. Jika kita ingkari, kita akan di tahan di penjara. Ini juga akan menyebabkan kita hilang pekerjaan dan sukar untuk mendapat pekerjaan baru kerana rekod pernah di penjarakan. Soalan ana, adakah ini di kira darurat, yg membolehkan kita memotong jenggot dan memakai celana pendek? Apa sebaiknya harus seseorang lakukan.. Mohon penjelasan ust..

Jazakallahu Khair.
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Wallahu a'lam, keadaan yang antum sebutkan belum bisa dikatakan darurat karena tidak membahayakan agama, atau akal, atau nyawa, atau harta, atau kehormatan antum. Yang ana bisa nasehatkan hanyalah hendaknya antum yakin dengan sabda Nabi -shallallahu alaihi wasallam-:
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَّا آتَاكَ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ
"Sungguh, tidaklah sekali-kali kamu meniggalkan sesuatu karena takut kepada Allah 'azza wajalla, melainkan Allah akan memberikan kepadamu kebaikan dari rasa takut tersebut." (HR. Ahmad no. 19819)
Dan barangsiapa yang mendapatkan rezeki dengan melanggar perintah Allah niscaya dikhawatirkan rezekinya tidak mendatangkan berkah kepadanya.



(-634) Ibnu muhammad
Fri, 1 January 2010 04:06:46 +0000
email

Tadz gmn hukumny menabung untk kebutuhan masa depan d bank konvensional seperti BRI.dng menyisihkan bunga yg kt dapat unt sodakoh/tdk kt ambil.soalny klo an simpan d rumah.cepat habis buat kebutuhan lain.jazallohu khoiron.BUDI SUSILO.SIMO.
_____
admin:
Tidak boleh menyimpan uang di bank dengan alasan seperti itu, karena itu termasuk membantu mereka dalam menjalankan riba. Karena uang kita yang tersimpan akan mereka (bank) olah dan sebagian hasilnya akan mereka jadikan bunga bagi antum dan nasabah, dan sebagian lain untuk bank.
Kalau alasan antum seperti, maka cara menanganinya tentunya adalah kesadaran pribadi dan komitmen yang kuat untuk tidak menghabiskan uangnya, bukan dengan menyimpannya di bank.
Atau mungkin juga bisa dengan mencari lembaga penyimpanan uang yang mempunyai fasilitas penitipan lemari besi. Dimana nasabah hanya menyimpan uangnya di situ dan lembaga tersebut tidak boleh mempergunakan uang yang kita simpan, lalu setiap bulan atau tahun kita membayar kepadanya sewa penggunaan dan penjagaan lemari besi tersebut. Ini termasuk bentuk wadi'ah yang diperbolehkan insya Allah selama syarat-syarat wadi'ah yang lain terpenuhi. Wallahu a'lam.

(-635) Acha
Wed, 30 December 2009 23:53:24 +0000
url  email

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuhu

Ana ada beberapa pertanyaan nich Ustadz..Mohon kesediaannya untuk dijawab ya Ustadz

1.saat Masbuq (Telat dalam Sholat) dan mendapati sedang rokaat ke-4 pada saat tahhiyyat akhir ketika mengangkat jari telunjuk bacaan yg kita baca sampai mana ustadz??? apakah juga sama seperti imam (sampai sholawat dan do'a 4 fitnah) atau bacaan cukup seperti rokaat ke-2 (sampai syahadatain)???
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Wallahu a'lam, yang lebih tepat dalam hal ini adalah dia hanya membaca sampai syahadatain karena saat itu belum tasyahud terakhir baginya. Sementara shalawat dan doa berlindung dari 4 perkara hanya dibaca pada tasyahud terakhir. Wallahu a'lam.

(-636) abu salim
Sun, 27 December 2009 09:45:06 +0000
email

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu 'alaykum,
Saya berharap Allah Ta'ala memberikan keberkahanNya kepada kita,
afwan saya mau tanya beberapa waktu lalu saya mengirim email ke alamat email pribadi Ust.Rizki,apakah Beliau sudah mengganti alamat email pribadinya sehingga belum sempat memjawab pertanyaan saya di antaranya,;
saya dengar Syaikh Abul Abbas sedang di negeri ini,apakah benar,jika ya,adakah rencana Beliau mengunjungi kami atau bahkan bersama Ust.Rizki juga?

Abu Salim,
Bumi Sakinah
Barelang Batam
Kepulauan Riau

Jazakumullahu khairan
_______
admin:
Setahu ana email beliau masih: zhahiri@yahoo.co.id
Ia, ust. Abu Al-Abbas beserta ust satu lagi (ana lupa) pernah main ke vila sini, tapi wallahu a'lam setelahnya. Coba antum telp langsung ust. risky

(-637) makhrus
Sun, 27 December 2009 01:25:09 +0000
url  email

sukron katsir..
_____
admin:
Waiyyakum.

(-638) rizki
Fri, 25 December 2009 13:55:05 +0000
email

Assalamualaikum
titip salam ana buat ustadz andi arlin, lc
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah
Insya Allah, beliau sekarang masih di Makkah, alhamdulillah kemarin beliau berangkat menunaikan ibadah haji.

(-639) nuriz_ida AL-MaliQi
Fri, 25 December 2009 06:23:38 +0000
email

saya suka blog ini. makasih dah byk bagi ilmu...moga ALLAH slalu melindungi dan mencintaimu. AMIN
______
admin:
Sama-sama, semua itu hanyalah keutamaan dari Rabbku. Allahumma amin.

(-640) anwar abd. rahman
Fri, 25 December 2009 02:03:01 +0000
email

alhamdulillah, saya bersyukur dengan adanya al-atsariyyah.com.saya merasa semakin mantap melaksanakan sunnah dan menjauhi bid'ah yang merajalela di tanah air kita. syukran jaziilan
______
admin:
Alhamdulillah bini'matihi tatimmush shalihat.
Bersyukurlah kepada Allah dengan menjaga hidayah yang anda telah berada di atasnya. Waiyakum

(-641) dirgam
Thu, 24 December 2009 23:09:06 +0000
url  email

assalamu'alaikum
mampir
barokallahu fik
____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tafadhdal, wafikum barakallah.

(-642) Rizal
Wed, 16 December 2009 14:04:06 +0000
email

Assalamu'alaikum
ana mau nanya, apa antum tahu tentang cd program warisan. apa ada yang jual?
_____
admin:
waalaikumussalam warahmatullah.
Ana rasa sudah banyak yang keluarkan, kami juga pernah mengeluarkan cuma setau ana sudah habis. Atau coba antum hubungi penulisnya: 0815 250 250 5 (ust. Abu Zakariya)

(-643) mpubandaaceh
Mon, 30 November 2009 08:33:22 +0000
url  email

Assalamualaikum

Semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat bagi ummat
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah. Allahumma amin.

(-644) h.m.asroruddin
Sat, 28 November 2009 14:02:50 +0000
email

kami sampaikan terima kasih yg sebesar-besarnya atas artikel-artikelnya
_______
admin:
Sama-sama, semoga kami selalu ditambahkan ilmu, kesehatan, dan waktu luang agar bisa terus menyumbangkan artikel yang bermanfaat.

(-645) marwan ds
Wed, 25 November 2009 13:36:35 +0000
email

Makin dilihat makin menarik dan menjadi kebutuhan.
Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita semua dalam menuntut ilmu
_____
admin:
Allahumma amin.

(-646) Ibnu Ahmad Albanjary
Tue, 24 November 2009 09:54:37 +0000
email

[Download] Daurah Fadhlul Islam - Ustadz Dzulkqarnain - Sabtu&Ahad 21&22 Nop 2009 - Banjarmasin


Bismillahirrahmanirrahiim
Berikut rekaman daurah yang telah dilaksanakan di MAsjid Al-Baythar Banjarbaru
pada tanggal 21-22 NOpember 2009, Bersama Al-Ustadz Dzulqarnain. Jazakumullahu khayran kepada Ustadz Dzulqarnain, Panita, Ta'mir Masjid, dan segenap ikhwah yang telah membantu
terselenggaranya acara ini. Mohon maaf kami tidak disiarkan langsung via paltalk kerana kendala teknis.
Untuk mendapatkan rekamannya silahkan download pada link berikut:

http://www.4shared.com/file/158433081/c9cbd9e6/1_091121_Ust_Dzulqarnain_Fadhl.html
http://www.4shared.com/file/158433141/64bcfcdd/Bjm_091122_Ust_Dzulqarnain_Seb.html
http://www.4shared.com/file/158433166/c8ee0bfc/4_091122_Ust_Dzulqarnain_Fadhl.html
http://www.4shared.com/file/158433173/a19fce32/3_091122_Ust_Dzulqarnain_Fadhl.html
http://www.4shared.com/file/158433193/3f1ce3bc/2_091121_Ust_Dzulqarnain_Fadhl.html

Bagi pengelola web/blog, dipersilahkan untuk men-share rekaman
tersebut di web yang antum kelola, Barakallahufiikum.

An. Panitia
Abu Yazid bin Kurdi
Ibnu Ahmad Al-Banjary

(-647) abu muhammad
Sun, 22 November 2009 09:48:26 +0000
email

assalamualaikum,
ana mau tanya, apa antum tau dimana alamat/lokasi pondok tempat para asatidz jakarta (Al-ust. Jafar Salih dkk) yg rencananya akan dibangun di sekitar jakarta??jazakalloh khoir
________
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah. Afwan akhi ana nggak tahu. Coba antum buka situs: http://www.ahlussunnah-jakarta.com/, mungkin ada info di sana. Waiyyakum

(-648) Abu Fauzan Taufiq
Sat, 21 November 2009 04:02:29 +0000
email

Bismillah,Subhanallah....
Semoga Allah subhanahu wata`ala senantias memberikan antum semangat dalam berda`wah melalui website ini.Inni uhibbukafillah. Barakallahufikum
______
admin:
Allahumma amin, wakadza nahnu nuhibbukum fillah.

(-649) Abdullah
Fri, 20 November 2009 06:45:32 +0000

Assalamualaikm warhmtllh.ana minta tolng innformasi tmpt ruqyah syar i di daerah bekasi.syukrn katsira.
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh. Afwan jiddan kami tidak tahu apa di bekasi ada atau tidak. Tapi yang lebih utama hendaknya seseorang meruqyah dirinya sendiri dan tidak meminta ruqyah kepada orang lain, guna menjaga tawakkal dan harapannya hanya kepada Allah dan bukan kepada makhluk.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks