Buku Tamu

Silakan mengisi buku tamu dengan bahasa yang jelas dan sopan. Hanya saja sebelum halaman ‘Buku Tamu’ ini berubah fungsi,  maka di sini kami butuh tekankan bahwa halaman ini bukanlah tempatnya menginput pertanyaan. Halaman ini berfungsi sebagai tempat untuk menginput ‘salam’ atau ‘apresiasi’ atau ‘pertanyaan tentang blog ini’ atau pengumuman yang bermanfaat seperti daurah, muhadharah, dan semacamnya.

Adapun untuk pertanyaan keagamaan, maka silakan diinput melalui kolom komentar setiap artikel atau melalui halaman ‘Kirim Pertanyaan’. Karenanya harap maklum jika setiap pertanyaan yang masuk ke halaman ini akan langsung kami hapus. Jazakumullahu khairan atas perhatiannya.


 Name *
 Email
 Website
 Text *
* Required

Anti-spam measures
Please insert the letter and number combination into the text field before submitting the guestbook entry.
5 + 8=

(0)
(-550) Abu Khaid Mu\'adz
Sat, 6 February 2010 11:04:02 +0000
email

Assalamu'alaykum warahmatullah,

Khaifa haluk ya ustadz?
salam kenal dari ana..

Afwan ustadz, ana ingin tanya, Mesjid2 di sekitar rumah ana itu penuh dengan Bid'ah, sehingga bila ana ingin shalat berjamaah di mesjid, ana khawatir akan terkontaminasi oleh bid'ah2 yg mereka lakukan, apa yg harus ana lakukan ustadz? Apakah ana mempunyai keringanan untuk mengerjakan shalat dirumah saja?

Satu lagi ustadz, apa hukumnya mengerjakan Shalat Jum'at selain di mesjid?
Karena di kampus ana kl mengadakan shalat jum'at lokasinya diselenggarakan di GSG, (gedung serbaguna). Hal ini masih menjadi PR untuk ana dan teman2 DKM di kampus ana..Apakah diperbolehkan/tidak..
Mohon Penjelasanya ya Ustadz..
Jazakallahu khairan wa barakallahu fiyka..
_______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Bikhairin walhamdulillah
1. Tidak boleh shalat di rumah dan meninggalkan jamaah walaupun dalam keadaan yang antum sebutkan. Karena yang menjadi aqidah ahlussunnah dalam masalah ini adalah: Ahlussunnah tetap shalat di belakang imam yang baik dan yang jelek. Karenanya para ulama menyatakan: Barangsiapa yang tidak mau shalat di belakang pelaku bid'ah maka dialah pelaku bid'ah.
2. Insya Allah tidak masalah kalau memang tidak memungkinkan untuk mendirikan shalat jumat di masjid. Tapi seperti yang antum sebutkan, itu tetap menjadi PR bagi yang bisa mewujudkan shalat jumat di masjid.

(-551) Abu Amina Eljawiy
Fri, 5 February 2010 14:17:27 +0000
url  email

Bismillah,

Assalamulaykumu Warohmatulloh, Barokallohufiekum, Salam ta'aruf ya ustadz, dari akhukum fillah dicepu.

Semoga semakin semangat dan tetap istiqomah dalam dakwah ilalloh.


Abu Amina Eljawiy
http://abuamincepu.wordpress.com
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah
Wafiikum barakallah. Salam kenal kembali. Allahumma amin

(-552) Ibnu muhammad
Fri, 5 February 2010 06:13:10 +0000
email

Tadz bgmn klo kt mau solat mandi dulu,apakah kt terus wudlu/cukup mandi terus solat.
______
admin:
Boleh langsung shalat dengan syarat dia niatkan mandinya sebagai wudhu dan dia tidak melakukan pembatal wudhu setelah mandi.
Dari Aisyah dia berkata;
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ وَيُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ وَصَلَاةَ الْغَدَاةِ وَلَا أَرَاهُ يُحْدِثُ وُضُوءًا بَعْدَ الْغُسْلِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mandi, lalu mengerjakan shalat (Sunnah Qabliyah subuh) dua rakaat dan shalat subuh. Dan saya tidak melihat beliau memperbaharui wudhu setelah beliau mandi." (HR. Abu Daud no. 218)
Dari Aisyah dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak berwudlu setelah mandi." (HR. At-Tirmizi no. 100, An-Nasai no. 252, 427, dan Ibnu Majah no. 572)

(-553) Ibnu muhammad
Wed, 3 February 2010 09:43:04 +0000
email

Assalamu'alaikum.kaifa haluk?baarokallohu fiikum.
________
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah. Bikhairin walhamdulillah. Wafiikum barakallah

(-554) eko
Thu, 28 January 2010 04:30:13 +0000
email

assalamualaikum warohmatulooh wabarokatuh. semoga ustadz tidak bosan dengan kebodohan saya. yang ingin saya tanyakan,apakah boleh menjamak sholat tanpa sebab? kemudian bolehkah saya menjamak sholat SETIAP HARI karena kesulitan saat bekerja, karena waktu maghrib tiba setelah saya masuk kerja dan waktu isya tiba sebelum saya istirahat.
_______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Tidak boleh menjamak shalat tanpa sebab yang syar'i, dan dengan alasan yang antum kemukakan, jangankan setiap hari, seharipun tidak boleh menjamak shalat hanya karena alasan pekerjaan. Kecuali jika pekerjaannya menuntut dia harus stand by di tempatnya, dan bisa menyebabkan kerusakan/kecelakaan kalau dia meninggalkan tempatnya terlalu lama. Wallahul musta'an

(-555) eko
Wed, 27 January 2010 23:18:37 +0000
email

barokallohu fiyk ustadz.syukron atas jawabannya, semoga Alloh memberikan ilmu yang bermanfaat kepada kita semua.
1. mohon dalil dan penjelasan tentang wajibnya zakat untuk hadiah
2. kemudian apakah sepatu yang tidak menutupi mata kaki seperti sepatu pada umumnya juga bisa dihukumi sebagai khuf?(yakni boleh mengusapnya ketika wudhu) karna yang saya tahu khuf itu menutupi mata kaki.
________
admin:
Allahumma amin.
1. Ana nggak paham, apakah maksudnya: Seseorang dapat hadiah uang besar lalu uang tersebut mau dizakati ataukah seseorang/organisasi mengumpulkan zakat kaum muslimin lalu menjadikan sebagian zakat tersebut sebagai hadiah untuk orang lain ataukah seorang mustahiqq zakat menerima zakat lalu dia menghadiahkan zakat yang dia terima kepada orang lain?
Jika yang pertama maka dia dizakati jika pada tahun depannya (terhitung dari dia menerima hadiah tersebut sampai tahun depannya/haul) jumlah uang hadiahnya itu tetap mencapai nishab (85 gram emas), dan dikeluarkan 2,5%. Semua ini berdalilkan dengan dalil-dalil tentang diwajibkannya zakat mal.
Jika yang kedua maka tidak boleh menjadikan harta zakat sebagai hadiah, apalagi kepada yang tidak berhak menerimanya, karena itu merupakan perbuatan khianat terhadap amanah.
Jika yang ketiga maka itu boleh-boleh saja. Karena zakat yang dia peroleh telah menjadi miliknya sehingga terserah dia mau diapakan.

2. Diriwayatkan dari Ibnu Umar dengan sanad yang shahih bahwa beliau pernah berwudhu lalu mengusap di atas kedua sandalnya lalu berkata, "Demikianlah aku melihat Nabi -shallallahu alahi wasallam-."
Maka dengan hadits ini, Ibnu Taimiah -rahimahullah- membolehkan mengusap di atas sandal. Dimana sandal yang dimaksudkan di sini adalah sandal yang tidak bisa dilepas kecuali dengan bantuan tangan atau kaki yang lainnya, sehingga termasuk di dalamnya sandal sepatu yang tidak menutupi mata kaki. Wallahu a'lam

(-556) eko
Tue, 26 January 2010 17:24:02 +0000
email

assalamu'alaikum warohmatulloh.mau tanya lagi ustadz.
1. saya magang 3 tahun di jepang.jarak antara apato saya dengan masjid sekitar 45 menit naik sepeda, dan 50 menit naik bis dan kereta.jelas saya tidak mendengar adzan.wajib kah saya sholat wajib dan jum'at di masjid? apakah saya wajib jama'ah di apato/apartmen saya?
2. ketika musim dingin yang amat sangat, bolehkah saya isbal? karena kalau tidak ditutup kaki saya pecah2 dan nyeri.
jazakalloh khoiron
________
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
1. Jika memang demikian keadaannya maka antum boleh shalat di apartemen -dan lebih baik jika bisa berjamaah- dengan tetap mengumandangkan azan dan iqamah. Demikian yang difatwakan oleh Al-Imam Ibnu Baz dalam Fatawa beliau (10/238)
2. Tetap tidak boleh. Masih ada cara lain untuk melindungi kaki dari cuaca dingin, yaitu dengan memakai kaus kaki dan semacamnya.

(-557) Abu Hudzaifah
Mon, 25 January 2010 04:05:42 +0000
url  email

Assalaamu'alaikum,kayfa haluk yaa ustadz?
________
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Bikhairin walhamdulillah. Gimana kabar sukabumi?

(-558) Ibnu muhammad
Fri, 22 January 2010 11:25:49 +0000
email

Bismillah
Assalamu'alaikum
Ustadz,hati an gundah gulana,males2an menjalankan ibadah dng tdk ihklas.apa sajakah obat hati?
_______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Silakan baca ulasan tentang hati di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=105

(-559) Ibnu muhammad
Tue, 19 January 2010 06:19:52 +0000
email

Tadz msh yg kemarin...klo solatny subuh kan terlambt,solat drumah..n bude ku juga solat d rumah,gmn kt jamaah d rumah/solat sendiri d rumah pakai adzn iqomah gak.
______
admin:
Boleh saja pakai azan, dan boleh juga langsung iqamah

(-560) eko
Tue, 19 January 2010 03:35:13 +0000
email

assalamu'alaikum warohmatullloh ustadz,
1. saya minta izin copy artikelnya
2. saya mohon nama-nama murid2 syeikh muqbil bin hadi dan murid syeikh utsaimin yang sekarang yang ada di indonesa dan ma'hadnya
3. siapakah ulama2 kibar setelah mereka saat ini?
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
1. Tafadhdhal.
2. Alhamdulillah murid2 asy-syaikh Muqbil di Indonesia sangat banyak, hampir ada di berbagai daerah di indonesia. Di antaranya: Ust. Zulqarnain di makassar, Ust. Luqman di Jember, Ust. Abu Hazim di Magetan, Ust. Muslim di Kroya, dan selainnya masih sangat banyak.
Adapun murid Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin yang kami ketahui adalah Ust. Muhammad di Cirebon. Hafizhahumullahu Ta'ala jami'an
3. Alhamdulillah ulama ahlussunnah juga masih banyak, di antaranya: Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad, Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi, Asy-Syaikh Saleh Al-Fauzan, dan selain mereka, hafizhahumullahu Ta'ala jami'an.

(-561) Abu zhar al-ghifari
Tue, 19 January 2010 01:19:24 +0000
email

Jazakumullah khairon ustadz atas jawabanya . . . .
Ana mau lnjutin lgi ustadz prtanyaan ana kmaren.
Sbenarnya ana jga mau kluar dri sni ustadz. Tpi ya itu . .msalahnya org tua ana tdak stuju. . .
Kbetulan tmpat kul ana ini iktan dnar jdi klo lulus lngsung dpet krja & klo ana kluar, ana hrus byar biaya gnti rugi slma ana kul disini. Mungkin tu yg jdi prtimbangan orang tua ana.
Sya bngung skali ustadz kmren tu orang tua ana mnggil ustadz2 yg da dtmpat ana. , . . .
Sya bngung skali mau tnya ke siapa soalnya di kabpaten. ana blum ada ustadz salaf . .

Ana hrus gmna lgi ustadz . . .
Apakh ana hrus kluar dri sni wlaupun org tu ana ttap tdk mnyetujui_nya & meningGalkan org tu ana atau gmna ustadz . . . . ?
_______
admin:
Wallahu a'lam. Ana tidak benarkan antum meninggalkan orang tua tapi juga tidak bisa memberikan pembolehan untuk antum tetap berada di situ. Ana sarankan antum bertanya kepada ustadz yang lain, barakallahu fikum.

(-562) Ibnu muhammad
Mon, 18 January 2010 13:54:07 +0000
email

Tadz klo solat subuh terlambat ud pd dzikir2 berbrengan dng keras,baikny kt solat d rumah/d masjid.
_______
admin:
Kalau memang shalat di masjid mengganggu kekhusyuannya, maka lebih utama dia shalat di rumahnya. Kecuali jika di masjid ada jamaah kedua maka lebih utama dia ikut shalat berjamaah daripada dia shalat sendiri di rumah. Wallahu a'lam

(-563) ruwaidi
Mon, 18 January 2010 00:49:22 +0000

Bismillah gimana sikap kita thd tahdzir syaich robi' thd syaich ali hasan ,jazakallah atas jawabanya
________
admin:
Kita2 sebagai penuntut ilmu tidak punya hubungan dengan apa yang terjadi di kalangan ulama, dan insya Allah kita tidak akan ditanya pada hari kiamat mengenai hal itu. Yang jauh lebih penting bagi kita adalah mendalami hukum2 thaharah, shalat, puasa, zakat, jual beli, pernikahan, dan selainnya dari hal-hal yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Jawaban ini berlaku untuk kami pribadi dan kepada segenap penuntut ilmu kapan dan dimanapun. Wallahul muwaffiq.

(-564) Ibnul Amri
Sun, 17 January 2010 06:29:54 +0000
email

Bismillah,

Ustadz, kapan ma'had al-Atsary buka pendaftaran baru?

Jazakallahu khair
________
admin:
Kalau antum sudah punya dasar bahasa arab, insya Allah bisa langsung masuk.

(-565) frend jpn
Sat, 16 January 2010 17:49:01 +0000
email

afwan ustadz, kemarin saya kurang rinci tentang pengiriman uang,

1. prosesnya begini saya mau mengirim uang dalam bentuk yen dari jepang ke indo melalaui broker (perantara, tapi bukan bank). pertama saya cukup hanya kirim uang dari tempat saya ke broker yang juga berada di jepang, sejumlah uang yen. saya bertanya kepadanya kapan sampai di indo dan berapa point atau kurs nya, lalu broker mengatakan point 105 dan sampe ke rekning indo 3 atau 4 hari kemudian dalam bentuk rupiah.saya tidak tahu apakah broker itu sudah ada uang rupiah di rekening indo atau belum. demikian kejadian nya.

2. apakah yang dimaksud dengan syarat "kontan"? apakah berarti tunai/cash tanpa kredit/hutang, atau apakah berarti masih dalam satu tempat/waktu?

3. samakah antara "menukar emas dengan uang tapi hutang" dengan "hutang emas tapi bayarnya pake uang"

4. ada lagi pertanyaan ustadz, semoga tidak membosankan dan semoga ustadz dan pengelola situs ini tetap istiqomah dan diberi rahmat oleh alloh 'azza wa jalla.

begini ustadz, teman saya ingin meminjam uang kepada saya yang saya tahu uang itu untuk dikirim ke indo dengan sistim pengiriman seperti yang sudah saya jelaskan melalui email saya terdahulu, yakni pengiriman uang yen setelah 3 atau 4 hari langsung jadi rupiah ketika sampai di indo. bolehkah saya meminjamkan kepadanya, karna setahu saya itu termasuk riba? uang itu untuk suatu kepentingan teman saya. apakah saya termasuk tolong menolong dalam dosa dan maksiat? jazakalloh khoiron

afwan atas kebodohan saya. jazakalloh khoiron
_______
admin:
1. Kalau keadaannya seperti yang antum sebutkan yakni sampainya ke indonesia dalam 3/4 hari, maka itu tergolong riba nasiah. Karena ibaratnya antum menukar yen dengan rupiah tapi rupiahnya diundur pemberiannya dalam 3/4 hari. Dan dalam tukar menukar mata uang, dipersyaratkan harus saling pegang ketika itu juga.
2. Kontan dalam kasus antum yakni harus selesai transaksinya sebelum antum meninggalkan tempat. Yakni ketika antum masukkan uang yen maka setelah diproses, uang itu langsung masuk ke rek penerima dalam bentuk rupiah.
Kenapa antum tidak lewat bank saja, yang sifat transfer online?
3. Ia keduanya sama, karena keduanya adalah barang ribawi yang illatnya sama (sama2 mempunyai nikai tukar) walaupun jenisnya berbeda. Dan barang ribawi seperti ini dipersyaratkan tunai (tidak boleh utang), baik emasnya maupun uangnya. Wallahu a'lam.
4. Sebaiknya antum dan teman antum transfer online lewat bank aja, biar tidak terjatuh ke dalam larangan di atas. Kalau antum membantunya maka berarti telah tolong2 menolong di atas dosa. Antum jelaskan kepada teman antum agar dia tidak salah paham.
Waiyyakum


(-566) FERRY ABDULLAH
Sat, 16 January 2010 11:29:41 +0000
email

Bismillah, ....Barakallah fiikum.

(-567) Abdul Rohman Nurzaman
Fri, 15 January 2010 02:06:36 +0000

asLm..
1. saYa mau TanYa,,bagaiMana hukum nYa "pengaJian" atau agenda2 Lain nYa yang di Lakukan di masjId,,,sehingga jamaah shoLat yang Lain merasa terGanggu( kareNa bisinG)???
2. adaKah daLil al_Qur'an atau hadis yng menjelaskan keboLehan wanIta haid masuk masJid...padahaL di daLam surat an-nisa ayat 43,,adaNya ketidak boLehan akan haL itu..
trima kasiH
_______
admin:
1. Jika memang kajian diadakan setelah shalat wajib, lalu ada yang terlambat shalat, maka hendaknya orang yang terlambat ini mencari tempat di masjid itu agar dia tidak terganggu dalam shalat -di terasnya misalnya-. Kalau tidak, maka dia bisa shalat di masjid lain yang tidak ada pengajiannya, kalau dia terlambat. Atau dia pulang ke rumahnya shalat, karena jamaah yang wajib dihadiri hanyalah jamaah pertama.
Yang jelas pengajian tidak bisa disalahkan karena dia terganggu, apalagi jika memang pengajian itu sudah rutin pada waktu itu. Seharusnya dia yang berusaha agar tidak terlambat ikut jamaah.
2. Mengenai masalah wanita haid masuk masjid, silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1116

(-568) Abu zhar al-ghifari
Thu, 14 January 2010 03:09:22 +0000
email

Assalamualaikum ustadz . . .

Ustadz ana skarang kul di ipdn . .
Stelah ana tau tentang salaf. . Bnyak skali aturan dsini yang tdak sesuai dengan syari'at agama misalnya harus memotong jenggot, celana harus di bwah mta kaki dll.

Ana bngus ustadz mesti gmna . . .
Ana pengen kluar dri sni tpi org tua ana tdk stuju . . . .
Ana hrus gmna ustadz. . .bsa ksih saran apa yg mesti ana lkukan . . ???
__________
admin:
Wallahul musta'an. Yang ana bisa nasehatkan hanyalah agar antum sebaiknya cari kuliah yang lain, dimana antum bebas mengamalkan ajaran agama antum. Adapun masalah orang tua maka hendaknya antum sering berdoa agar kedua orang tua antum bisa paham, sambil mengusahakan bagaimana agar mereka bisa memahami pendapat antum ,misalnya dengan memberikan rekaman ceramah atau buku yang membahas masalah pelanggaran agama yang ada di tempat kuliah antum. Wallahu a'lam.

(-569) Nur Mila
Tue, 12 January 2010 22:31:20 +0000

Bagaimana dgn ilmu pelet yg biasa digunakan orang untuk memikat hati wanita tapi setelah dia mendapatkan wanita tersebut dinikahi. apa hukumnya juga haram
______
admin:
Ia itu juga termasuk sihir yang diharamkan. Penyihirnya kafir karena meminta bantuan kepada jin, sementara yang menyuruh penyihir itu menyihir juga terancam kekafiran karena dia telah ridha kepada kesyirikan, bahkan mungkin ada rituan yang dia kerjakan yang berupa kesyirikan, seperti menyembelih untuk selain Allah.

(-570) dedy
Tue, 12 January 2010 22:30:43 +0000

apa orang yang safar boleh meninggalkan sholat berjamaah padahal terdengar azan olehnya.
_______
admin:
Shalat jamaah adalah wajib bagi setiap lelaki baik dia dalam keadaan muqim maupun safar. Berdasarkan sabda beliau kepada Malik bin Al-Huwairits ketika mereka akan pulang ke negeri mereka, dan tentunya ketika itu mereka akan melakukan safar:
ارْجِعُوا فَكُونُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَصَلُّوا فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ
"Kembalilah kalian kepada mereka, bergabunglah bersama mereka, ajari mereka dan shalat bersama mereka. Jika waktu shalat telah tiba, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan hendaklah yang mengimami shalat kalian adalah yang paling tua di antara kalian." (HR. Al-Bukhari)
Dari sini para ulama menyatakan tetap wajibnya musafir untuk mengerjakan shalat jamaah.

(-571) abu hafeth
Mon, 11 January 2010 09:33:29 +0000

assalamualaikum..
ustad,ada masalah yang selalu mengganjal dlm hati ana ketika melakukan hubungan suami istri.."apakah dilarang /haram memuaskan istri dngn cara mengelus2 kelaminnya (tdk dimasukan jr tangannya),ini ana lakukan ktk ana sudah klimkaks duluan...afwan ustad klo prtnyannya kurang sopan...atas jwbny ana ucapkan,jazakallah khairan.
_______
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tidak ada masalah. Allah Ta'ala berfirman, "Isteri-isteri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 223)

(-572) ibnucali
Mon, 11 January 2010 09:22:31 +0000
url  email

assalamu'alaikum
ustad,ana minta izin copy paste artikelnya
buat blog ana,jazakallah khairan.
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tafadhdhal, waiyyakum

(-573) Abu Abdillah
Mon, 11 January 2010 01:25:43 +0000

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Waberkatuh.

Af 1 ,ustad ana mo tanya bagai mana cara penghitungan zakat perdaganagan yang modalnya dapat pinjam / kridit dari bank. Mana lebih dulu bayar utang / zakat .Padahal perdagangan tersebut berjalan lancar dan beromset besar.

Ana pernah di tanya ,seorang akwat begini ; ucapan salam dari seorang perempuan kepada seorang laki2 tidak boleh / tdk wajib karena berdasarkan hadist ;
” laki 2 memberi salam kepada perempuan dan perempua jangan memberi salam kepada laki 2 {HR. Ad – Dainuri }
______
admin:
Asy-Syaikh Al-Albani dan Asy-Syaikh Muqbil -rahimahumallah- berpendapat tidak adanya zakat perdagangan, karena semua dalil yang menyatakan pensyariatannya adalah lemah, dan inilah yang kami pegang.
Karenanya keuntungan yang diperoleh dari perdagangan digabungkan dengan harta asalnya dan dikeluarkan zakat malnya. Wallahu a'lam.
Adapun masalah utang atau zakat, maka jika tagihan utang sudah masuk sebelum waktu wajibnya zakat (haul) maka hendaknya dia membayar utangnya terlebih dahulu.
Akan tetapi sebenarnya dalam hal ini kami merasa tidak ada masalah, kalaupun dia membayar zakatnya terlebih dahulu maka berarti hartanya hanya berkurang 2,5%, dan untuk menggenapkan kembali jumlahnya seperti semula untuk membayar utang insya Allah tidak akan membutuhkan waktu yang lama, karena antum mengatakan perdagangannya beromset besar. Wallahu a'lam

Adapun masalah ucapan salam wanita kepada lelaki maka tetap disunnahkan dengan dalil-dalil umum yang mensyariatkan mengucapkan salam. Hanya saja pembolehan ini terikat dengan dua syarat:
1. Si wanita tidak melembutkan suaranya, akan tetapi dia mengucapkan salam dengan tegas.
2. Tidak timbul fitnah (syahwat) di antara mereka berdua.
Karenanya disebutkan dalam riwayat yang shahih bahwa di akhir hidupnya, Umar bin Al-Khaththab mengirim anaknya kepada Aisyah untuk mengirimkan salam dan meminta izin untuk dikuburkan di samping Nabi -shallallahu alaihi wasallam- dan Abu Bakar.
Hanya saja kami katakan: Di zaman ini, siapa yang bisa menjaga dirinya selamat dari fitnah. Karenanya hendaknya seorang lelaki tidak mengucapkan salam kepada wanita non mahramnya dan demikian pula sebaliknya, kecuali dia yakin bisa menjaga hatinya, wallahu a'lam.
Adapun hadits yang antum sebutkan, maka kami tidak pernah mendengarnya. Mungkin antum bisa bantu dengan menyebutkan lafazh arabnya untuk membantu proses takhrij, karena kami tidak punya banyak waktu untuk mentakhrij haditsnya.

(-574) Ahmad
Mon, 11 January 2010 01:24:47 +0000

Bagaimana hukum seorang pemuda yang lupa/khilaf menzinai calon istrinya di hari terakhir menstruasi (calon istri masih dalam kondisi haid), padahal 7 hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan?
_______
admin:
Dia telah terjatuh ke dalam dua dosa yang sangat besar: Berzina dan melakukan jima' dengan wanita yang sedang haid. Dalam hadits Ibnu Abbas yang disebutkan oleh Al-Hafizh dalam Bulugh Al-Maram disebutkan adanya kaffarah dari orang yang jima' dengan wanita yang haid, yaitu bersedekah dengan uang senilai 1 dinar atau 1/2 (setengah) dinar, dan 1 dinar senilai dengan 4,25 gram emas.
Mereka berdua tidak boleh menikah kecuali dengan dua syarat:
1. Keduanya bertaubat dengan taubatan nasuha.
2. Jika wanitanya hamil maka harus menunggu sampai lepas iddahnya, yaitu sampai dia melahirkan, karena tidak syah pernikahan pada masa iddah.
Kalau tidak maka rahimnya harus dinyatakan bersih dengan satu kali haid.
Karenanya hendaknya pernikahan tersebut diundur, paling cepat diadakan pada bulan depannya setelah terbukti dia haid. Wallahu a'lam.

(-575) wadagh
Sun, 10 January 2010 10:41:27 +0000

mohon maaf pak ustad, saya baru dalam proses belajar agama, mau tanya apakah semua surat-surat dalam al-qur’an itu kandunganya saling kait atau tidak, atau mungkin ada yang bertentangan antara ayat satu dengan ayat yang lainnya? mohon pencerahan dan terima kasih sebelumnya.
_____
admin:
Tidak mungkin ada satupun ayat yang bertentangan dengan ayat lainnya, karena Allah telah menjaga kitab-Nya dari perselisihan dan menyifatinya sebagai penjelas segala sesuatu (tibyanan likulli syay`in). Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Seandainya Al-Qur`an itu datang dari selain Allah, niscaya mereka akan mendapatkan perbedaan yang sangat banyak di dalamnya."
Kalaupun ada dua ayat atau lebih yang lahiriahnya bertentangan, maka pasti bisa dikompromikan/dipadukan sehingga menjadi tidak bertentangan. Atau kalau tidak bisa dikompromikan maka salah satu dari ayat tersebut pasti ada yang mansukh (terhapus hukumnya). Wallahu a'lam

(-576) Nur Ismanidar Adam
Sat, 9 January 2010 23:36:35 +0000

Tutupi aib
saudaramu, niscaya Allah tutup aibmu. "Barangsiapa yang menutupi aib
seorang mukmin, Allah akan tutup aibnya di hari kiamat..." (HR. Muslim,
dari Abu Hurairah), Yang ingin saya tanyakan adalah,apa diijinkan bila qt menyampaikan aib saudara kita dgn alasan dpt diambil pelajaran agar tidak dilakukan lagi--contohnya seperti yg terdapat dlm novel 'the girls of riyadh',syukran..
________
admin:
Kami tidak mengetahui bagaimana isi novel yang anda sebutkan. Yang jelas hukum asal menceritakan aib orang lain adalah ghibah yang diharamkan. Adapun pertanyaan anda, maka saya tidak jelas: Kepada siapa anda menceritakan aib tersebut, apakah kepada orang lain ataukah kepada dirinya sendiri (pemilik aib). Jika kepada pemilik aib agar dia tidak mengulangi lagi kesalahannya (jika aib itu memang kesalahan menurut syariat), maka ini insya Allah termasuk memberikan peringatan dan nasehat kepadanya, tapi tetap saja harus dengan kalimat dan ucapan yang santun.
Adapun jika aib itu diceritakan kepada orang lain guna diambil pelajaran (kalau memang dipastikan ada pelajaran di dalamnya), maka itu tetap bisa dilakukan tapi tanpa menyebutkan nama. Karena yang menjadi tujuan kita menceritakannya adalah memperingatkan mereka agar tidak terjatuh ke dalam kesalahan yang sama, bukan untuk menjauhi orangnya.
Perbedaan antara perbuatan ini dan ghibah sangatlah tipis, karenanya hendaknya orang yang mau melakukannya harus menjaga niat dan keikhlasannya. Wallahu a'lam

(-577) frend jpn
Sat, 9 January 2010 15:59:42 +0000

Berkaitan dengan jawaban dari ustadz yg nomor 2 yang lali, maaf ustadz keadaannya memang demikian itu, bahwa semua uang yang di transfer, otomatis langsung berbentuk rupiah sesampainya di rekening indonesia. apakah saya tetap berdosa bila mentransfer dengan kondisi yang sudah saya sebutkan dahulu? karena ada kebutuhan mendesak?
_________
admin:
Kalau uangnya otomatis berubah dari yen ke rupiah, maka insya Allah tidak masalah selama transfer diselesaikan saat itu juga sebelum antum meninggalkan bank. Dalam artian setelah antum menyetorkan uang, maka pada saat itu juga uang langsung masuk ke rekening penerima di indonesia.
Kapan penerimaan uang di rekening penerima terundur dari waktu antum mentransfer maka itu bisa dikategorikan riba nasi`ah yang diharamkan. Karena syarat dalam tukar menukar mata uang yang berbeda jenisnya adalah al-qabdh (harus saling pegang saat itu juga). Yang mana antum dianggap memegangnya ketika uang itu sudah tiba di rekening penerima.
Kalau antum menerapkannya sesuai dengan syarat di atas maka insya Allah tidak ada masalah dan tidak berdosa, walaupun bukan dalam keadaan darurat. Wallahu a'lam

(-578) hanz
Sat, 9 January 2010 15:53:43 +0000

apakah hukumnya anak yang dilahirkan, setelah melakukan hubungan di luar nikah…
_______
admin:
Hukumnya anak 'haram' dan berlaku padanya hukum:
a. Dia (anak itu) dinisbatkan kepada ibunya dan bukan kepada ayahnya. Yang kami maksud dengan ayahnya di sini adalah lelaki yang menghamili ibunya.
b. Dia dan ayahnya tidak saling mewarisi.
c. Ayahnya tidak wajib memberikan nafkah kepadanya, walaupun boleh saja kalau dia mau.
d. Dia (jika dia anak perempuan) bukanlah mahram bagi ayahnya.
e. Ayahnya tidak bisa menjadi wali baginya (jika dia anak wanita) dalam pernikahan.
Wallahu a'lam

(-579) Irwan
Sat, 9 January 2010 15:49:10 +0000

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuhu

1.apakah boleh bagi kita menjadi makmum ( & bagaimana hukum sholat kita) bagi imam yg sholatnya “kurang” mengikuti Sunnah seperti tidak bersutroh ??
2. Ketika Solat Sunnah Rawatib atau sholat apapun bolehkah bagi kita bersutroh kpd orang yg dia sendiri tidak bersutroh???
3.Apakah ada batasan sutroh seseorang yg tidak bersutroh (maksud saya ketika ada seorang muslim sholat ditengah2 mesjid & menyebabkan org lain sulit utk lewat kluar mesjid, apakah ada jarak tertentu didepan dia yg boleh kita lewati didepannya tsb utk keluar dari mesjid) ???
4.Apakah ada beda nilai pahala antara solat disurau/mushalla dengan sholat dimesjid (kecuali 3 mesjid yg sudah mahsyur tsb)???
________
admin:
Walaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuhu
1. Ia boleh, bahkan seorang muslim wajib untuk bermakmum kepada imam yang telah ditunjuk, baik dia saleh maupun fasik. Para ulama menyatakan: Barangsiapa yang tidak mau shalat di belakang (bermakmum kepada) ahli bid'ah (karena bid'ahnya) maka dia sendiri adalah ahli bid'ah." Maksudnya jika bid'ahnya bukan bid'ah yang mengkafirkan.
2. Ia dibolehkan. Karena kita dituntut untuk mencari sutrah sebelum shalat, sehingga tidak ada hubungannya walaupun sutrah kita tidak bersutrah. Karena hubungan kita adalah dengannya dan bukan dengan sutrahnya.
3. Dalam hadits Abu Said Al-Khudri secara marfu', "Jika salah seorang di antara kalian shalat menghadap sesuatu yang menutupinya dari orang-orang (sutrah), lalu ada orang yang mau berlalu di antara kedua tangannya ...," (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini dipetik pendalilan bahwa jarak yang harus dijaga oleh orang yang tidak bersutrah adalah sejarak tangannya kalau dia membentangkannya ke depan. Jadi jika dia shalat tanpa sutrah maka kita dilarang berlalu di depannya sejarak panjang tangannya. Adapun lebih dari itu maka kita boleh lewat di depannya, wallahu a'lam
4. Insya Allah tidak ada perbedaan. Pembedaan antara masjid dan surau hanyalah di kalangan orang indonesia. Pahalanya sama, tentunya kalau sama2 berjamaah. Wallahu a'lam

(-580) frend jpn
Fri, 8 January 2010 05:49:53 +0000

assalamualaikum ustadz,

saya ada masalah, setelah mendengar penjelasan dari berbagai sumber. ada 2 masalah yang saya ingin tanyakan:

1. jika si A berhutang kepada si B sejumlah uang, bolehkah si A membayar hutang dengan barang contohnya semen?

2. saya dijepang saat ini. saya ingin menukar uang yen dengan rupiah, kemudian setelah saya tukar, ingin saya kirim ke indonesia. tapi tidak ada bank di jepang yang bisa menukar yen ke rupiah (sudah 4 bank terbesar di jepang yang saya datangi). apakah hal ini termasuk darurat? bagaimana solusinya?apakah saya tetap melakukan riba jika saya tetap mengirim tanpa ditukar dahulu ke rupiah (krna tidak ada bank yang mau menukar yen dengan rupiah)? mohon penjelasan karna banyk sekali kenshusei dari indonesia disini.
jazakalloh khoiron
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
1. Boleh saja membayar utang uang dengan menggunakan barang, dengan catatan nilai barang tersebut tidak boleh melebihi nilai uang yang menjadi utangnya. Baca artikel berikut: http://al-atsariyyah.com/?p=885
2. Tidak ada masalah walaupun tidak ditukar, karena masalah antum ini -sajuah yang ana pahamai- bukanlah masalah tukar menukar uang, akan tetapi transfer biasa walaupun dengan menggunakan mata uang asing, dan itu bukanlah riba. Yang butuh dibahas nantinya adalah pihak penerima ketika mau menukarkan yen yang antum kirimkan ke dalam rupiah, karena bisa terjadi riba dalam prosesnya.

(-581) Balqis
Thu, 7 January 2010 17:40:11 +0000

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ustadz sy mau tanya…
Saya seorang gadis berusia 23 thn & pacar saya 24 thn, kami sdh 4 thn pacaran tapi jarak jauh. Saya di Indo & pacar sy sedang kuliah di mesir. Kami berdua berkeinginan kuat utk menikah,tp melihat jarak yg ckp jauh & dia jg belum menyelesaikan kuliahnya serta kami berdua jg belum mempunyai biaya yg ckp utk menikah dan jg orang tuanya tidak mengijinkan dia pulang dulu ke indo sebelum kuliahnya selesai. Kemungkinan insya Allah kuliahnya br selesai skitar 3 thn lagi.
Tolong sarannya ustadz, sukron…
Wassalamualaikum Wr. Wb.
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tentunya yang ada hanya bersabar dan bertawakkal kepada Allah Ta'ala, sambil antum berdua terus membujuk orang tua masing-masing untuk mempersegera pernikahan. Karena telah dimaklumi bahwa pacaran merupakan bentuk 'perzinahan kecil' dan hendaknya hal tersebut dihentikan segera dengan pernikahan. Wallahu a'lam

(-582) amelia
Thu, 7 January 2010 17:39:37 +0000

Ustad yth,
Saya sudah 2 thn menikah.. Saya tidak pernah ada masalah dengan suami saya. kecuali permasalahan slma ini adalah dengan adik ipar saya. slma 2 thn ini, saya merasa tidak nyaman bila berada dirumah mertua saya.. Banyak complain padahal alhamdulillah saya selalu patuh dan mengalah dan bersedia untuk melakukan semua yg mereka complain.
Baru2 ini saya ribut besar dgn mertua saya masalah facebook.. Yg intinya adalah mertua saya ingin agar ade ipar saya tdk diremove dlm friend list fb saya.. Alasan saya meremove krn dulu kami pun pernah bertengkar hebat masalah status.. Setiap status2 saya pergi dengan suami saya kemana pun pasti dikomplain.. Makanya saya remove supaya tidak ribut lagi. Skrg semua nya dibahas lagi, mertua saya marah besar krn dipikirnya saya sudsh ga mau berhubungan dgn ade ipar saya. Padahal saya cuma ga mau berhubungan dengan fb. Masalah kecil si ustad.. Tp buat saya besar sekali, krn mertua saya menyuruh anaknya untuk mencraikan saya, dan saat ini saya juga ga tau suami saya dimana.. Saya telp ga dijawab, saya harus gimana ustad?
_______
admin:
Kami hanya bisa katakan: Untuk saat sekarang ini sebaiknya anti bersabar saja dan menuruti kemauan mertua, sampai anti mendapat kabar dari suami. Kalau sudah dapat baru anti bisa bicarakan masalahnya dengan suami.
Penggambaran anti belum jelas, suami sudah berapa lama pergi, orang tuan anti gimana pendapatnya, dan seterusnya. Nasehat saya, anti konsultasi dengan ustadz/ustadzah yang ada di situ, karena masalah seperti ini butuh pemaparan yang lebih detail. Wallahu a'lam

(-583) maidha
Thu, 7 January 2010 17:35:45 +0000

suami sering berkata kasar, bercanda yang menyakitkan hati istri, selalu bercanda kalo byk wanita lain yang mau dengannya kalo istri tidak menuruti mau suami.
istri harus bagaimana ustadz??
wasalam,
_______
admin:
Tentunya harus banyak bersabar dan tawakkal kepada Allah. Selalu mendoakan suami agar Allah memberikan hidayah kepadanya. Tidak perlu menggubrik ucapannya selama masih berupa ucapan semata dan tetap patuh kepadanya sebagaimana yang dia inginkan. Juga tidak kalah pentingnya adalah bicara kepadanya dengan serius tapi tidak menghakimi, lalu tanyakan kepadanya apa yang dia permasalahkan dan apa yang dia inginkan. Intinya tetap harus jalin komunikasi yang baik.
Semoga Allah memberikan jalan keluar pada seluruh masalah yang anda hadapi, amin.

(-584) Ummu Haritsah
Thu, 7 January 2010 12:03:37 +0000

Bismillah
'Afwan, pada bagian tanya.bisa gak alamat email penanya dikaburkan atau tidak dicantumkan untuk menjaga privasi penanya. namanya saja yang dicantumkan.
jazaakumulloh khoir
______
admin:
Kami pernah menjawab usulan yang sama, bahwa kami sengaja menampilkam alamat emailnya agar jangan sampai dikira pertanyaan itu hanyalah buatan sendiri. Adapun solusinya juga kami telah sebutkan, misalnya menuliskan email fiktif, tentunya kalau jawabannya dia mau baca di situs. Atau dia bisa memakai alamat email suami atau mahram lelakinya, atau membuat email yang tidak menunjukkan pemiliknya adalah wanita, lalu dia bisa pakai nama mahram lelakinya.
Semoga bisa dipahami.

(-585) Ibnu muhammad
Thu, 7 January 2010 05:05:23 +0000
url 

Insya alloh an menikah,tapi an puny tanggungan keluarga(yakni ngurusin adik2 an yg msh sekolah krn gak ad ayahny)gmn kriteria wanita yg cocok buat an.
_____
admin:
Afwan kami gak kenal kepribadian antum jadi enggak tau jawaban pertanyaan antum. sebaiknya antum tanya ustadz di tempat antum yang kenal dengan antum.

(-586) Mei Rifa Fitri Hidayatunisa
Wed, 6 January 2010 23:50:09 +0000

Assalamu'alaykum,

ada yg mao ngasi solusi g?gmana cara menghadapi org yg menyerah?

kalo qt sndr yg menyerah dlm menghadapi cobaan Allah, apa yg sbaikna qt lakukan?
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Silakan baca buku-buku yang menerangkan dengan keterangan yang benar mengenai iman kepada takdir baik dan yang buruk. Adapun cara bersabar menghadapi cobaan Allah, maka kami anjurkan anda membaca kitab Imam An-Nawawi 'Riyadh Ash-Shalihin' pada bab keutamaan bersabar, beserta syarh (penjelasan) dari ayat dan hadits yang ada di dalamnya oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin. Semoga bermanfaat

(-587) Rini Risqia
Wed, 6 January 2010 23:49:26 +0000

Assalamu'alaikm ustd,ana mau ty ttg mslh aqiqah,sbnrnya mnrt agma usia brp anak d aqiqahkan?gmn hkmnya klo anak blm d aqqhi ortunya apakah dia wjb tuk mengaqiqahi dirinya ktk tlh dws?trus kr2 blh gak kt mengundg org2 yg bkn agama islam tuk hdr dlm acr aqiqahan tsb.d tg jwbnya y ustd.jzkllh
_____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Berdasarkan hadits-hadits dalam masalah nasikah (aqiqah), disunnahkan menasikahi bayi ketika berumur 7 hari. Jika dia tidak dinasikah sampai setelah dia dewasa maka boleh bagi orang tuanya atau dirinya sendiri untuk menasikahi dirinya sendiri, dan inilah yang difatwakan oleh para ulama dalam Al-Lajnah Ad-Daimah, yang diketuai oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz, wallahu a'lam.
Tidak ada masalah mengundang orang kafir dalam resepsi nasikah, selama dia bukan orang yang mengganggu agama kita. Apalagi jika orang kafir itu adalah tetangga, maka dia punya hak untuk kita berbuat baik kepadanya.
Dalam riwayat Abu Daud no. 4485, Ibnu Umar berkata tatkala dia telah menyembelih seekor kambing:
أَهْدَيْتُمْ لِجَارِي الْيَهُودِيِّ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
"Hendaklah kalian beri (sebagian kambing itu kepada) tetanggaku yang Yahudi. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jibril senantiasa memberiku nasihat agar aku berbuat baik kepada tetanggaku, hingga aku punya perkiraaan bahwa dia (Jibril) menjadi ahli warisnya (Yahudi)." yakni: saking seringnya Jibril menyuruh Nabi berbuat baik kepada tetangga. Asal hadits ini dalam riwayat Al-Bukhari no. 5556 dan Muslim no. 4756.
Maka hadits ini berlaku umum untuk tetangga yang muslim dan yang kafir, berdasarkan pemahaman sahabat Ibnu Umar -radhiallahu anhuma-. Apalagi jika orang kafir itu ada ketertarikan dengan Islam atau untuk menampakkan kepadanya bahwa Islam bukanlah agama yang memerintahkan untuk memerangi orang kafir secara mutlak. Wallahu a'lam.

(-588) Nur Ismanidar Adam
Wed, 6 January 2010 23:48:56 +0000

Salamu'alaikum, ana ingin bertanya apakah seseorang yang sentiasa mengikuti apa yang disampaikan dlm Al-Qur'an & Hadist cenderung menjadikannya sosok yg serius? terlalu kaku, bgm mengatasinya agar hidupnya sedikit berwarna tanpa melanggar syariat, makasi..
____
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Terapkan kaidah yang telah disepakati oleh para ulama: Hukum asal dalam ibadah dalam tidak boleh dan haram dikerjakan sampai ada dalil yang memerintahkan, dan hukum asal semua perkara dunia adalah boleh dan halal dikerjakan sampai ada dalil yang melarang. Wallahul Muwaffiq

(-589) PUTRA
Wed, 6 January 2010 05:49:27 +0000
email

ust, kapan kita mengisyaratkan jari telunjuk ketika tasyahud? karena kebanyakan kaum muslimin mengisyaratkannya ketika membaca syahadatain.
mohom penjelasan berikut dalilnya?
jazakallahukhoir
_____
admin:
Dimulai sejak seseorang duduk tasyahud, dengan dalil umum bahwa beliau berisyarat dengan telunjuknya ketika beliau tasyahud. Justru yang memulainya pada bacaan syahadatain yang dituntut untuk mendatangkan dalil. Wallahu a'lam

(-590) abu panji
Tue, 5 January 2010 17:34:21 +0000
email

Assalamualaikum, barakallahu fikum,

Di tempat perusahaan saya bekerja ada kebiasaan setiap habis libur Iedul Fitri dan tahun baru ada pengarahan dari Management dengan di ikuti doa bersama dan bersalam-salaman serta ada makanan dan minuman ringan.
Mohon penjelasan bagaimana hukumnya mengikuti acara tersebut dan bagaimana sikap yang harus saya lakukan
jazakallah khoiron,
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Adapun jika pengarahannya memang dibutuhkan oleh setiap pegawai, maksud ana pengarahan tentang manajemen kerja atau yang berkenaan dengan kelangsungan perusahaan, maka insya Allah tidak ada masalah menghadiri hal tersebut, walaupun waktunya bertepatan dengan hari tertentu.
Adapun doa bersama pada waktu seperti itu tidaklah disyariatkan, karenanya hendaknya dia diam saja dan tidak ikut berdoa.
Adapun bersalam-salaman serta makan dan minum, maka hal itu diperbolehkan ketika idul fithr, tentunya selama tidak ada ikhtilath dan tidak menyentuh yang bukan mahramnya.
Jadi yang bermasalah hanyalah jika arahan tersebut tidak ada hubungannya dengan kegiatan perusahaan tapi itu hanya dijadikan alasan agar semuanya berkumpul untuk merayakan tahun baru. Maka yang seperti ini hendaknya dia tidak ikut menghadirinya karena perayaan tahun baru merupakan adat orang kafir yang seorang muslim harus menjauhinya, wallahu a'lam.

(-591) Ibnu muhammad
Mon, 4 January 2010 21:03:31 +0000
email

Tadz an(22th) pengen menikah,tapi pemahamn ilmu agama an anggap kurang,segi ekonomi insya alloh cukup.Bgmn saran ustadz menikah/belajar..tapi sahwat an makin menggebu2,bahkan an rasa iman na lemah buanget sampe2 solat aj gak bisa serius/kusuh.tlng pencerahannya.jazakallohu khoiron.
______
admin:
Afwan sebelumnya pertanyaan antum ana edit sedikit.
Dalam keadaan yang antum sebutkan di atas, sebaiknya antum menikah terlebih dahulu, karena kelihatannya antum sudah dalam derajat wajib untuk menikah. Waiyyakum.

(-592) putra
Mon, 4 January 2010 05:47:56 +0000

bismillah
ust, apakah ada dalil yang menerangkan bahwa salah satu tanda kiamat adalah seringnya muncul gerhana bulan/matahari?
______
admin:
Wallahu a'lam ana belum pernah dengar ada dalil yang menyatakan seperti itu.

(-593) Asyraf Batubara
Sun, 3 January 2010 17:58:41 +0000

Maaf pak. Saya sudah katakan saya awam. Kata-kata yang bapak sampaikan sangat asing bagi saya. Tidakkah seorang awam berhak mengerti tentang Islam atau Salaf? Jadi mohon pak bahasa yang sederhana. Yang saya tangkap ulama salaf adalah ulama terdahulu. Saya sedikit paham bahwa ulama-ulma itu masanya dekat dengan nabi jadi informasi dari nabi yang mereka miliki lebih terjamin, lebih orisinil. Begtu pak? Sampai disitu saya paham. Tapi semua guru, ustad juga mengikuti ulama terdahulu itu, kan?

Saya suka dengan artikel itu, ingin saya mengkoleksinya setelah saya baca, tapi saya gagal men download nya.
_______
admin:
Apa yang bapak pahami sudah benar dan itulah inti dari mazhab salaf yaitu mengikuti para sahabat dan ulama setelah mereka dalam beragama. Jadi siapa saja yang mengikuti mereka (para sahabat dan ulama setelah mereka) maka dia adalah salaf, dimanapun dia tinggal, apapun warna kulitnya, walaupun dia sendirian dan tidak bergabung dengan komunitas tertentu.
Jadi salaf/ahlussunnah bukanlah nama jamaah atau kelompok tertentu, tapi dia adalah sifat yang semua orang bisa bersifat dengannya kalau memenuhi kriterianya, yaitu semua orang yang beragama seperti agamanya para sahabat.

Kalau tidak bisa didownload halamannya, sebaiknya teksnya diblok lalu dicopy biasa aja.


(-594) Adam Aminullah
Sun, 3 January 2010 00:47:36 +0000

Di Masjid … Apakah dibenarkan seorang Imam saat shalat berdiri di didepan lukisan Baitullah yg berukuran 1.2 Meter x 1.2 meter lengkap dengan gambar menara menara dan orang tawaf disekitar situ
sementara kami orang awam tidak mengerti hal hal sperti ini…
_____
admin:
Dalam shalat seseorang tidak boleh menghadap atau memakai semua perkara yang bisa mengganggu konsentrasinya dalam shalat, baik dia gambar bernyawa maupun bukan, baik itu di depannya maupun berupa sajadah. Hanya saja itu tidak menyebabkan shalatnya batal, tapi shalatnya makruh. Bahkan para ulama menyatakan haramnya shalat di depan gamba makhluk hidup yang bernyawa, walaupun shalatnya syah. Wallahu a'lam.

(-595) Aizawa D. Shofiyyah Alc
Sun, 3 January 2010 00:34:56 +0000

bismillah, ana mau tanya. apakah mashirah yang ada pada jaman rasulullah itu sama dengan demo? karena teman saya dr HT mengatakan kalo melakukan demo itu ada dasar dalilnya yaitu mashiroh yg dlakukan pada masa Rasulullah. Mohon penjelasan beserta dalilnya. jazakumullah khoiron.
_______
admin:
Kalo mashirah dalam artian berjalan ramai-ramai, ya mungkin ada. Tapi kalau yang dimaksud berjalan ramai-ramai guna menyampaikan kritikan kepada pemerintah (walaupun tanpa aksi pemogokan, kerusuhan, teror, dan semacamnya) maka ini tetap dinamakan demonstrasi (muzhaharah). Jadi pembedaan yang mereka (HT dan semacamnya) lakukan antara masirah dengan demonstrasi adalah pembedaan yang batil, jika yang dimaksud masirah di sini adalah berjalan ramai-ramai guna menyampaikan kritikan kepada pemerintah.
Perlu diketahui bahwa yang disalahkan oleh para ulama dari demonstrasi bukan hanya dari sisi teknis pelaksanaannya, akan tetapi yang lebih parah dari itu adalah isi kegiatannya yaitu mengkritisi (walaupun mereka menamakannya nasehat atau amar ma'ruf nahi mungkar) pemerintah.
Di mata ahlussunnah, amar ma'ruf nahi mungkar dan menasehati penguasa tidak seperti menasehati teman atau rakyat biasa, akan tetapi dia mempunyai adab dan tata cara tersendiri. Dan di antara adab yang dilanggar oleh para demonstran atau pelaku masirah (dalam istilah mereka) adalah menasehati pemerintah tidak boleh dilakukan di depan umum karena bisa menjatuhkan wibawa pemerintah, yang pada akhirnya akan membuat rakyat berani menentang penguasanya. Karenanya para ulama senantiasa mengatakan bahwa mengkritikan penguasa di depan umum lebih berbahaya daripada mengkudeta pemerintah dengan menggunakan senjata. Karena kudeta tidak akan muncul kecuali diawali oleh adanya kritik kepada pemerintah di depan umum.

(-596) Abu Abdillah
Sat, 2 January 2010 12:02:09 +0000

Assalamu’alykum warahmatullahi wa barakatuh.
apabila seseorang dipaksa keluarganya utk mendatangi seorang Dukun,Sedangkan dia(yg disuruh) sendiri mengetahui keharaman perdukunan itu dan tdk juga membenarkan apa yg dikatan dukun tsbt.
apakh orng itu tetap berdosa dan terjatuh kpd kesyirikan?
Jazakumullahu Khairan Katsiran.
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Ia dia tetap berdosa. Hanya saja karena dia tidak membenarkan ucapan dukun tersebut maka dia tidak terjatuh ke dalam kekafiran akan tetapi dia terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan, yang hukumannya shalatnya selama 40 malam tidak akan diterima oleh Allah Ta'ala.
]ari sebagian para isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
"Barangsiapa mendatangi tukang tenung lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam." (HR. Muslim no. 4137)
Dan jika dia membenarkannya maka sungguh dia telah kafir keluar dari Islam.
Dari Abu Hurairah dan Al Hasan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Barangsiapa mendatangi seorang dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam." (HR. Ahmad no. 9171)

(-597) ummu fathimah
Sat, 2 January 2010 12:01:15 +0000

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu..

Afwan, ana ada masalah dg “penyakit hati”..Sangat mudah su’udzon dan meremehkan seseorang yg pernah mencaci ana, dan dulu suka meremehkan ana dg menganggap ana “sok suci, sok alim, dn sok2 yg lain” (skrg orang tersebut sudah bersikap baik thdp ana, walaupn kadangkala sikap meremehkan itu masih ada)..
Bagaimana cara mengatasi / menghilangkan penyakit trsebut ustadz?? sedangkan ana tau, dg masih adanya penyakit itu dapat membakar amalan2 ana..

Jazaakallahu khoiron katsiiro
________
admin:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Hendaknya banyak-banyak berdoa kepada Allah agar Dia berkenan membersihkan hati-hati kita dari semua penyakit, pererat ukhuwah dengan orang yang anti remehkan itu, berikan hadiah kepadanya, dan doakan dia dengan kebaikan. Semoga dengan semua hubungan baik itu bisa sedikit demi sedikit menghilangkan penyakit hati tersebut. Wallahul muwaffiq

(-598) Ahmad
Sat, 2 January 2010 12:00:17 +0000

Assalamu’alaikum..Adakah hal2 yang disyari’atkan saat kita menempati rumah baru di suatu wilayah yang baru pula? Seperti syukuran atau yang lainnya?
_______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Tidak ada ritual atau hal tertentu yang disyariatkan ketika menempati rumah baru. Hanya saja bagi siapa yang mengundang kerabat dan orang sekitarnya untuk makan-makan di rumah barunya sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah Ta'ala, maka insya Allah itu juga tidak mengapa karena termasuk dalam dalil-dalil umum anjuran bersyukur dengan perbuatan.
Tapi tentunya dalam acara makan-makan itu tidak mengandung kesyirikan, bid'ah, dan maksiat.

(-599) Purnamansyah Azach Ach
Sat, 2 January 2010 11:57:53 +0000

Assallammualaikum Wr.Wb.

mohon tanya ustad Dalil tentang wal 'iyadzubillah (onani) bila jauh dari pasangannya, dari pada berbuat zinah dengan wanita lain, mohon penjelasannya,

terima kasih Wassallamualaikum wr.wb
______
admin:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Adapun dalil-dalil terlarangnya onani, bisa dilihat dalam fatawa para ulama mengenai masalah ini di: http://al-atsariyyah.com/?p=1536
Barakallahu fikum. Daripada berzina bukankah lebih baik dia berpuasa? Atau bukankah lebih baik dia segera pulang menemui istrinya? Subhanallah, masih banyak pilihan yang halal, kenapa mesti memilih hal yang haram semacam onani?

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks