Bocoran Kunci Jawaban Ujian Dalam Kubur

March 16th 2014 by Abu Muawiah |

Tanya:
Pak ustad pertanyaan di dalam kubur itu seperti apa ya?

Jawab:
Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أن رسول صلى الله عليه وسلم قال : إن العبد إذا وضع في قبره ، وتولى عنه أصحابه ، وإنه ليسمع قرع نعالهم ، أتاه ملكان ، فيقعدانه فيقولان : ما كنت تقول في هذا الرجل ، لمحمد صلى الله عليه وسلم ، فأما المؤمن فيقول : أشهد أنه عبد الله ورسوله ، فيقال له : انظر إلى مقعدك من النار ، قد أبدلك الله به مقعدا من الجنة ، فيراهما جميعا . قال قتادة وذكر لنا : أنه يفسح في قبره ، ثم رجع إلى حديث أنس ، قال : وأما المنافق والكافر فيقال له : ما كنت تقول في هذا الرجل ؟ فيقول : لا أدري ، كنت أقول ما يقول الناس ، فيقال : لا دريت ولا تليت ، ويضرب بمطارق من حديد ضربة ، فيصيح صيحة ، يسمعها من يليه غير الثقلين .
“Sesungguhnya apabila seseorang telah dimasukkan ke dalam kubur, dan teman-temannya telah pergi meninggalkannya, dia benar-benar mendengar suara gesekan sandal mereka. Maka datanglah dua malaikat. Keduanya menyuruhnya duduk seraya berkata kepadanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?” Adapun orang mukmin, dia menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Maka dikatakanlah kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya untukmu dengan suatu tempat di surga.” Maka dia melihat kedua tempat itu semuanya.”
Qatadah berkata, “Telah disebutkan kepada kami, bahwa mayit itu dilapangkan kuburnya.
Kemudian Qatadah kembali kepada hadits Anas di atas, dia berkata,
“Adapun orang munafik dan kafir ditanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini?” Maka dia jawab, “Saya tidak tahu. Saya hanya mengatakan seperti kata orang-orang.” Maka dikatakanlah kepadanya, “Kamu tidak tahu,dan kamu tidak membaca.” Lalu dia dipukul dengan palu-palu dari besi sekali pukul antara kedua telinganya. Maka menjeritlah dia dengan jeritan yang terdengar oleh makhluk-makhluk di sekelilingnya, kecuali jin dan manusia.”

Dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda:
إنَّ الميِّتَ يصيرُ إلى القبرِ، فيَجلسُ الرَّجلُ الصَّالحُ في قبرِهِ، غيرَ فزِعٍ، ولا مَشعوفٍ، ثمَّ يقالُ لَهُ: فيمَ كنتَ ؟ فيقولُ: كنتُ في الإسلامِ، فيقالُ لَهُ: ما هذا الرَّجلُ ؟ فيقولُ: محمَّدٌ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ، جاءَنا بالبيِّناتِ من عندِ اللَّهِ فصدَّقناهُ، فيقالُ لَهُ: هل رأيتَ اللَّهَ ؟ فيقولُ: ما ينبغي لأحدٍ أن يرى اللَّهَ، فيُفرَجُ لَهُ فرجةٌ قبلَ النَّارِ، فينظُرُ إليها يحطمُ بعضُها بعضًا، فيقالُ لَهُ: انظر إلى ما وقاكَ اللَّهُ، ثمَّ يُفرَجُ لَهُ فرجةٌ قبلَ الجنَّةِ، فينظرُ إلى زَهْرتِها، وما فيها، فيقالُ لَهُ: هذا مقعدُكَ، ويقالُ لَهُ: على اليقينِ كنتَ، وعليهِ مُتَّ، وعليهِ تبعثُ، إن شاءَ اللَّهُ، ويجلسُ الرَّجلُ السُّوءُ في قبرِهِ، فَزعًا مشعوفًا، فيقالُ لَهُ: فيمَ كُنتَ ؟ فيقولُ: لا أدري، فيقالُ لَهُ: ما هذا الرَّجلُ ؟ فيقولُ: سَمِعْتُ النَّاسَ يقولونَ قولًا، فقُلتُهُ، فيفرجُ لَهُ قبلَ الجنَّةِ، فينظرُ إلى زَهْرتِها وما فيها، فيقالُ لَهُ: انظُر إلى ما صرفَ اللَّهُ عنكَ، ثمَّ يُفرَجُ لَهُ فرجةٌ قِبَلَ النَّارِ، فينظرُ إليها، يحطمُ بعضُها بعضًا، فيقالُ لَهُ: هذا مَقعدُكَ، على الشَّكِّ كنتَ، وعليهِ متَّ، وعليهِ تبعثُ، إن شاءَ اللَّهُ تعالَى
“Sesungguhya semua mayit masuk ke dalam kubur. Orang yang saleh duduk dalam kuburnya tanpa rasa takut dan tidak juga kegirangan. Kemudian dia ditanya, “Apa yang telah kamu anut?” Dia jawab, “Aku menganut Islam.”
Lalu ditanya, “Siapa orang ini?” Dia jawab, “Muhammad Rasul Allah. Dia telah datang kepada kami membawa keterangan-keterangan dari sisi Allah, maka kami mempercayainya.”
Lalu ditanya, “Apakah kamu pernah melihat Allah?” Dia jawab, “Tidak, tidak sepatutnya seseorang melihat Allah.”
Maka dibukakan untuknya sebuah lubang ke arah neraka, dimana dia bisa melihatnya, saling berbenturan satu sama lain. Maka dikatakanlah kepadanya, “Lihatlah sesuatu yang Allah pelihara untukmu darinya.” Selanjutnya dibukakan pula lubang ke arah surga, dimana dia bisa melihat gemerlapnya dan segala isinya. Maka dikatakanlah kepadanya, “Inilah tempatmu.” Dan dikatakan  pula kepadanya, “Kamu telah menganut agama atas itu kamu telah meninggal, dan atas itu pula kelak kamu dibangkitkan, insya Allah.”
Adapun orang jahat, dia duduk dalam kuburnya dengan rasa takut dan cemas. Dia ditanya, “Agarna apa yang telah kamu anut?” Dia jawab, “Tidak tahu.” Ditanya lagi, “Siapa orang ini?” Dia jawab, “Saya dengar orang mengatakan sesuatu, maka saya mengatakannya pula.”
Maka dibukakanlah untuknya suatu lubang ke arah surga, dimana dia bisa melihat gemerlapnya dan segala isinya. Maka dikatakan kepadanya, “Lihatlah apa yang telah Allah palingkan darimu.” Kemudian dibukakan pula suatu lubang ke arah neraka, dimana dia bisa melihatnya, saling berbenturan satu sama lain. Maka dikatakanlah kepadanya, “Inilah tempatinyu. Kamu telah menganut keraguanmu, atas itu kamu telah meninggal, dan atas itu pula kamu kelak akan dibangkitkan, insya Allah.” (Dinyatakan shahih oleh al Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 3462)

Dalam riwayat At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إذا قبر أحدكم أتاه ملكان أسودان أزرقان يقال لأحدهما : منكر و الآخر نكير فيقولان : ما كنت تقول في هذا الرجل محمد ؟ فهو قائل ما كان يقول ، إن كان مؤمنا قال : هو عبد الله و رسوله أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا عبده و رسوله قال : فيقولان : إن كنا لنعلم أنك تقول ذلك ، ثم يفسح له قبره سبعون ذراعا في سبعين ذراعا ، و ينور له فيه فيقال له : نم فيقول : دعوني أرجع إلى أهلي أخبرهم ، فيقال له : نم فينام كنومة العروس الذي لا يوقظه إلا أحب أهله إليه حتى يبعثه الله من مضجعه ذلك ، وإن كان منافقا قال : لا أدري كنت أسمع الناس يقولون كذلك فكنت أقول ما يقولون فيلتام عليه حتى يختلف مضجعه فيها
“Apabila seorang dari kamu sekalian telah dikubur, maka datanglah kepadanya dua malaikat hitam-biru. Yang satu bernama Munkar, dan yang lain Nakir. Keduanya berkata, “Apa yang telah kamu katakan tentang orang ini?” Maka dia katakan seperti yang senantiasa dia katakan, “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku bersaksi tiada sembahan yg berhak selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.”
Kedua malaikat itu berkata, “Kami telah tahu, bahwa kamu berkata seperti itu.” Kemudian kuburnya dilapangkan seluas 70 hasta kali 70 hasta, kemudian diterangi ruangannya, dan dikatakan kepadanya: “Tidurlah.”
Maka mayit itu bertanya, “Bisakah aku pulang kepada keluargaku, sehingga aku ceritakan kepadn mereka?” Tapi kedua malaikat itu menjawab, “Tidurlah seperti tidur pengantin, yang tidak bisa dibangunkan kecuali oleh orang yang paling dicintainya.” Demikianlah, sampai kelak dia dibangkitkan Allah dari tempat berbaringnya itu.
Adapun orang munafik, dia berkata, “Saya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, maka aku mengatakannya pula, tapi saya tidak tahu.” Maka kedua malaikat itu berkata, “Kami telah tahu kamu berkata seperti itu.”
“Maka dikatakanlah kepada bumi: “Gulunglah dia.” Maka digulungnya dia sampai berantakan tulang-belulangnya.”
(At Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan-gharib.” Sanadnya hasan sbgmn dlm Zhilal Al-Jarnnah fi Takhrij as Sunnah karya Ibnu Abi Ashim (864) dan Ash-Shahihah (1391) karya Al-Albani ).

Demikian pula, Abu Dawud telah meriwayatkan dari Anas radhiallahu anhu bahwa:
إنَّ نبيَّ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليْهِ وسلَّمَ دخلَ نخلًا لبني النَّجَّارِ، فسمعَ صوتًا ففزعَ، فقالَ: مَن أصحابُ هذِهِ القبورِ ؟ قالوا: يا رسولَ اللَّهِ ناسٌ ماتوا في الجاهليَّةِ، فقالَ: تعوَّذوا باللَّهِ من عذابِ النَّارِ، ومِن فتنةِ الدَّجَّالِ قالوا: وممَّ ذاكَ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قالَ: إنَّ المؤمنَ إذا وُضعَ في قبرِهِ أتاهُ ملَكٌ فيقولُ لَهُ: ما كُنتَ تعبدُ ؟ فإنِ اللَّهُ هداهُ قالَ: كنتُ أعبدُ اللَّهَ، فيقالُ لَهُ: ما كنتَ تقولُ في هذا الرَّجلِ ؟ فَيقولُ هوَ عبدُ اللَّهِ ورسولُهُ، فما يَسألُ عَن شيءٍ، غيرِها، فينطَلقُ بِهِ إلى بيتٍ كانَ لَهُ في النَّارِ فيقالُ لَهُ: هذا بيتُكَ كانَ لَكَ في النَّارِ، ولَكنَّ اللَّهَ عَصمَكَ ورحمَكَ، فأبدلَكَ بِهِ بيتًا في الجنَّةِ، فيقولُ: دَعوني حتَّى أذْهبَ فأبشِّرَ أَهلي، فيقالُ لَهُ: اسْكُنْ، وإنَّ الْكافرَ إذا وُضِعَ في قبرِهِ أتاهُ ملَكٌ فينتَهرُهُ فيقولُ لَهُ: ما كنتَ تعبدُ ؟ فيقولُ: لا أدري، فيقالُ لَهُ: لا دَريتَ ولا تَلَيتَ، فيقالُ لَهُ: فما كُنتَ تقولُ في هذا الرَّجلِ ؟ فيقولُ: كنتُ أقولُ ما يقولُ النَّاسُ، فيضربُهُ بمِطراقٍ من حَديدٍ بينَ أذنيْهِ، فيصيحُ صيحةً يسمعُها الخلقُ غيرُ الثَّقلينِ
“Nabi Allah shallallahu alaihi wasallam pernah masuk ke kebun korma milik Bani Najjar. Di sana beliau mendengar suara sesuatu. Beliau terkejut, maka beliau bertanya, “Siapa penghuni kubur-kubur ini?”
Para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang meninggal di masa jahiliyah.”
Maka beliau berkata, “Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari siksa kubur dan fitnah dajjal.”
Mereka bertanya, “Kenapa begitu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sesunggulmya apabila orang mukmin telah diletakkan di dalam kuburnya, maka datanglah satu malaikat kepadanya, lalu berkata, “Apa yang telah kamu sembah?” Jika Allah memberinya hidayah, maka dia menjawab, “Aku menyembah Allah.”
Lalu ditanya, “Apa yang telah kamu katakan tentang orang ini?” Dia jawab, “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.”
Hanya itu yang ditanyakan kepadanya, lalu dibawa ke sebuah rumah, yang semula akan diberikan kepadanya di dalam neraka. Tapi dikatakan, “Inilah yang semula akan diberikan kepadamu di dalam neraka, tetapi Allah telah memelihara dan merahmatimu, maka Dia ganti dengan sebuah rumah untukmu di dalam surga.”
Mayit itu berkata, “Biarkan aku pergi memberitahuu keluargaku.” Tapi dikatakan kepadanya, “Diamlah.”
Adapun orang apabila telah diletakkan di dalam kuburnya, maka datanglah kepadanya satu malaikat. Orang kafir itu dibentaknya seraya ditanya, “Apa yang telali kamu sembah?” Dia jawnb, “Saya tidak tahu. Saya dulu hanya mengatakan seperti yang dikatakan orang-orang.” Oleh karena itu dia dipukul dengan palu-palu besi antara kedua telinganya. Maka dia berteriak dengan teriakan yang terdengar oleh seniva makhluk, selain jin dan manusia. (Dinyatakan shahih oleh al Albani dalam Shahih Al-Jami” (1930) dan Ash-Shahihah (1344))

Dan Abu Dawud meriwayatkan pula dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu anhu, dia berkat:
خرجنا مع رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم في جِنازةِ رجلٍ من الأنصارِ فانتهَيْنا إلى القبرِ ، ولمَّا يُلحَدُ بعد ، فجلس رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وجلسنا حولَه كأنَّما على رءوسِنا الطَّيرُ ، وبيدِه عودٌ ينكُتُ به في الأرضِ فرفع رأسَه فقال : تعوَّذوا باللهِ من عذابِ القبرِ مرَّتَيْن أو ثلاثًا . زاد في روايةٍ وقال : إنَّ الميِّتَ يسمَعُ خفْقَ نعالِهم إذا ولَّوْا مُدبرين حين يُقالُ له : يا هذا من ربُّك وما دينُك ومن نبيُّك . وفي روايةٍ : ويأتيه ملَكان فيُجلِسانه ، فيقولان له : من ربُّك ؟ فيقولُ : ربِّي اللهُ ، فيقولان له : وما دينُك ؟ فيقولُ : ديني الإسلامُ ، فيقولان له : ما هذا الرَّجلُ الَّذي بُعِث فيكم ؟ فيقولُ : هو رسولُ اللهِ ، فيقولان له : وما يُدريك ؟ فيقولُ : قرأتُ كتابَ اللهِ وآمنتُ وصدَّقتُ . زاد في روايةٍ فذلك قولُه :  يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ  فيُنادي منادٍ من السَّماءِ : أن صدق عبدي فأفرِشوه من الجنَّةِ ، وألبِسوه من الجنَّةِ ، وافتَحوا له بابًا إلى الجنَّةِ فيأتيه من رَوْحِها وطِيبِها ، ويُفسَحُ له في قبرِه مدَّ بصرِه ، وإنَّ الكافرَ فذكر موتَه قال : فتُعادُ روحُه في جسدِه ، ويأتيه ملكان فيُجلِسانه فيقولان : من ربُّك ؟ فيقولُ : هاه هاه لا أدري ، فيقولان : ما دينُك ؟ فيقولُ : هاه هاه لا أدري ، فيقولان له : ما هذا الرَّجلُ الَّذي بُعِث فيكم ؟ فيقولُ : هاه هاه لا أدري فيُنادي منادٍ من السَّماءِ : أن قد كذب فأفرِشوه من النَّارِ ، وألبِسوه من النَّارِ ، وافتحوا له بابًا إلى النَّارِ فيأتيه من حَرِّها وسَمومِها ، ويُضيَّقُ عليه قبرُه حتَّى تختلفَ فيه أضلاعُه . زاد في روايةٍ : ثمَّ يُقيَّضُ له أعمَى أبكمُ معه مَرزَبةٌ من حديدٍ لو ضرَب بها جبلًا لصار ترابًا فيضرِبَه بها ضربةً يسمعُها من بين المشرقِ والمغربِ إلَّا الثَّقلَيْن فيصيرُ ترابًا ثمَّ تُعادُ فيه الرُّوحُ
“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengiring jenazah seorang lelaki Anshar. Kami telah sampai ke kubur, sementara belum digali liang lahatnya. Maka Rasulullah duduk, dan kami duduk di sisi beliau, seakan-akan ada burung di atas kepala kami. Adapun beliau sendiri memegang sebatang kayu dan menotok-notokannya ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya berkata, “Mintalah kamu sekalian perlindungan kepada Allah dari adzab kubur,” dia atau tiga kali. Lalu beliau lanjutkan, “Dan sesungguhnya dia benar-benar mendengar suara gesekan sandal orang-orang ketika mereka meninggalkannya, yakni ketika dia ditanya, “Siapa Tuhanmu, apa agamanu, dan siapa Nabimu?”
Rasul melanjutkan, “Dan datanglah kepadanya dua malaikat. Kemudian menyuruhnya duduk seraya bertanya, “Siapa Tultanmu?” Dia jawab,”Tuhanku Allah.”
Keduanya bertanya lagi, “Apa agamamu? Dia jawab, “Agamaku Islam.”
Keduanya bertanya lagi, “Siapa orang ini, yang telah diutus di tengah kamu sekalian?” Dia jawab, “Dia adalah Rasul Allah.”
“Dari mana kamu tahu?” tanya kedua malaikat itu pula, maka dia jawab, “Aku membaca Kitab Allah, maka aku beriman dan mempercayai.”
Maka terdengar suatu seruan yang menyeru dari langit, “Benarlah hamba-Ku. Maka, hamparKan untuknya permadani dari surga, beri dia pakaian dari surga, dan bukakan untuknya satu pintu ke surga.”
Maka datang kepadanya sebagian dari kesenangan dan wewangian surga. Dan dilapangkan kuburnya sejauh pandangan matanya.
Adapun orang kafir – selanjutnya beliau menyebutkan tentang kematiannya seperti sabdanya -, maka nyawanya dikembalikan kepada jasadnya, Ialu datang kepadanya dua malaikat. Keduanya menyuruh dia duduk lalu bertanya, “Siapa Tuhanmu? Tapi jawabnya, “Hah, hah, saya tidak tahu.”
Keduanya bertanya pula, “Siapakah orang ini, yang telah diutus di tengah kamu sekalian?” Dia jawab, “Hah, hah, saya tidak tahu.”
Maka terdengarlah suatu seruan, “Hamba-Ku ini telah mendustakan. Maka, hamparkan untuknya hamparan di dalam neraka, beri dia pakaian dari neraka, dan bukakan untuknya sebuah pintu ke neraka.”
Maka datang kepadanya panas neraka dan racun-racunnya. Sementara itu kuburnya dihimpitkan terhadapnya, sehingga berantakan tulang-belulangnya.”
Ada tambahan dalam hadits riwayat Jarir, bahwa beliau berkata, “Kemudian Allah mendatangkan kepadanya seorang buta dan bisu membawa tongkat besi, yang andaikan dipukulkan pada gunung, niscaya lebur menjadi debu.” Beliau katakan,” Tongkat itu dihantamkan kepadanya dengan suatu hantaman yang terdengar oleh semua makhluk antara timur dan barat, selain jin dan manusia. Maka hancurlah menjadi debu, Ialu dikembalikan lagi nyawanya ke dalam tubuhnya.”
(Shahih: Ahkam al-Jana’’iz (198) karya Al-Albani. Ibnul Qayyim telah mendukung hadits ini, dan membantah dengan baik terhadap orang yang menganggapnya cacat)

(Dibahasakan ulang dgn penambahan lafazh hadits dari: http://fadhilahilmu.blogspot.com/2010/12/pertanyaan-malaikat-mungkar-dan-nakir.html?m=1)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, March 16th, 2014 at 12:31 pm and is filed under Aqidah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.