Bersama Siapa Anda di Akhirat?

May 4th 2010 by Abu Muawiah |

19 Jumadil Ula

Bersama Siapa Anda di Akhirat?

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَتَى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلَاةٍ وَلَا صَوْمٍ وَلَا صَدَقَةٍ وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Kapankah hari kiamat terjadi wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “Apa yang telah kau persiapkan untuknya?” Laki-laki itu menjawab, “Aku tidak mempersiapkan banyak shalat, puasa, ataupun sedekah, namun aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Maka beliau bersabda: “Kamu akan bersama dengan orang yang kamu cintai.” (HR. Al-Bukhari no. 5705 dan Muslim no. 2639)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِي رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمَّا يَلْحَقْ بِهِمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seorang lelaki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana menurut anda tentang seseorang yang mencintai suatu kaum namun dia tidak bisa menjangkau (amalan saleh) mereka?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Seseorang itu akan bersama dengan orang yang dia cintai.” (HR. Al-Bukhari no. 5703 dan Muslim no. 2640)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اَلْأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ, فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Roh-roh itu merupakan pasukan yang teratur, roh-roh yang saling mengenal maka dia akan bersatu dengannya dan jika tidak saling mengenal maka akan saling mengingkari.” (HR. Muslim no. 2638)

Penjelasan ringkas:
Cinta dan benci karena Allah termasuk dari tali keimanan yang sangat kuat, karenanya seorang muslim diperintahkan untuk mencintai dan berloyal kepada kaum muslimin dan diperintahkan untuk membenci orang-orang kafir. Karenanya cinta dan benci karena Allah merupakan bagian dari agama yang seorang muslim beribadah kepada Allah dengannya, dan karenanya pada hari kiamat setiap orang akan digolongkan bersama siapa yang dia cintai di dunia.

Jika tasyabbuh kepada orang kafir bisa menyeret kita menjadi bagian dari mereka di akhirat kelak, maka demikian halnya tasyabbuh kepada orang-orang saleh juga bisa mengantarkan kita untuk bersama mereka di akhirat kelak walaupun amalan saleh kita tidak sebanyak amalan saleh mereka. Maka hadits-hadits di atas merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi kaum muslimin yang datang belakangan yang keimanan, keilmuan, dan amalan saleh mereka sangat minim jika dibandingkan dengan pendahulu mereka. Karena mereka tetap bisa menjangkau pahala orang-orang sebelum mereka dengan cara mencintai para pendahulu yang saleh tersebut.

Sebaliknya semua hadits di atas terdapat ancaman bagi siapa yang mencintai orang-orang non-muslim, karena sebanyak apapun amalan salehnya maka besar kemungkinan dia akan bersama dengan orang-orang kafir itu pada hari kiamat.

Incoming search terms:

  • hadis engkau bersama dengan yang engkau cintai
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, May 4th, 2010 at 6:35 am and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

5 responses about “Bersama Siapa Anda di Akhirat?”

  1. ummu afifah said:

    jazaakallohu khoyron

    Jazakillahu khairan

  2. haikal said:

    ustdz.ada saudara sebelum kenal sunnah dia menikahi wanita nasoro sampai sekarang, tp sebelum menikah wanita ini baca syahadat dan nikah dengan cara islam tp si wanita tetapi siwanita tetap dg agamanya.apa yg harus dilakukan saudara saya? mohon bimbingannya.

    Terserah dia bagusnya bagaimana, yang jelas pernikahannya syah. Jika dia memandang bisa mengajak istrinya masuk Islam maka sebaiknya dia terus bersamanya sambil senantiasa mendakwahinya. Tapi jika tidak maka sekali lagi dia yang lebih mengetahui apa yang pantas bagi dia dan anak-anaknya. Wallahu a’lam

  3. haikal said:

    Bismillah.assalamu’alaikum.ustadz ana minta ijin download untuk menambah pengetauan ana,

    Waalaikumussalam warahmatullah. Tafadhdhal wabarakallahu fiikum

  4. ABU said:

    AMINNNNNNNNNNNNNNNNN

  5. essy said:

    izin copas ke blog saya ya ,, hehehe :D