Berdoa setelah shalat wajib
November 7th 2008 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Berdoa Setelah Sholat Wajib
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ.
“Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu beliau berkata : Ada yang berkata : Wahai Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, do’a apakah yang paling didengar (mustajabah)?”, beliau menjawab : “(Do’a di) seperdua malam terakhir dan (do’a di) dubur (akhir) sholat-sholat yang diwajibkan”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa`i dalam Sunan Al-Kubro (6/32/9936) dan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (1/186/108) dan Imam At-Tirmidzy (5/526/3499), serta dikeluarkan pula oleh Imam ‘Abdurrozzaq dalam Al-Mushonnaf (2/424/3948) dengan konteks yang agak panjang, semuanya dari jalan Ibnu Juraij –‘Abdul Malik bin ‘Abdil ‘Aziz- dari ‘Abdurrahman bin Sabith dari Abu Umamah Al-Bahily radhiallahu ‘anhu.
Hadits di atas adalah hadits yang lemah karena adanya keterputusan dalam sanadnya, ‘Abdurrahman bin Sabith tidak mendengar dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu.
Yahya bin Ma’in berkata: “Dia (‘Abdurrahman bin Sabith) tidak mendengar dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, tidak pula dari Abu Umamah dan tidak pula dari Jabir”. Lihat Jami’ut Tahshil hal. 222.
Yahya bin Sa’id Al-Qoththon –sebagaimana dalam Nashbur Royah (2/235)- berkata: “Dan ketahuilah bahwa apa yang diriwayatkan oleh ‘Abdurrahman bin Sabith dari Abu Umamah tidaklah bersambung, akan tetapi riwayatnya terputus, dia (‘Abdurrahman bin Sabith) tidak mendengar darinya”.
Adapun tadlis Ibnu Juraij, maka tidak berbahaya, karena dia telah menegaskan bahwa dia mendengar hadits ini dari ‘Abdurrahman bin Sabith dengan perkataannya “mengabarkan kepadaku ‘Abdurrahman bin Sabith” sebagaimana bisa dilihat dalam riwayat ‘Abdurrozzaq di atas.
Catatan :
Ibnu Rajab rahimahullah menyebutkan dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam (1/273) bahwa Ibnu Abid Dunya meriwayatkan sebuah hadits dengan lafadz :
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسلَمَّ فَقَالَ : أَيُّ الصَّلاَةِ أَفْضَلُ ؟, قَالَ : جَوْفَ اللَّيْلِ الْأَوْسَطِ, قَالَ : أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟, قَالَ : دُبُرَ الْمَكْتُوْبَاتِ
“Datang seorang lelaki kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam lalu bertanya : “Sholat apakah yang paling utama?”, beliau menjawab : “(Sholat di) tengah malam yang pertengahan”, dia bertanya (lagi) : “Do’a apakah yang paling didengar (mustajabah), beliau menjawab : “Dubur (akhir) (sholat-sholat) yang diwajibkan”.
Dan kami tidak mendapatkan di mana Ibnu Abid Dun-ya meriwayatkan hadits ini sehingga bisa dilacak, apakah hadits ini juga dari Abu Umamah atau dari yang lainnya. Hanya saja ada kaidah yang disebutkan oleh sebagian ulama bahwa jika sebuah hadits diriwayatkan hanya oleh Ibnu Abid Dun-ya saja maka itu adalah hadits yang lemah. Wallahu Ta’ala A’la wa A’lam.
Incoming search terms:
- doa setelah sholat
- doa setelah sholat wajib
- sholat wajib
- shalat wajib
- doa setelah shalat wajib
No related posts.
This entry was posted on Friday, November 7th, 2008 at 11:30 pm and is filed under Ensiklopedia Hadits Lemah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








October 30th, 2009 at 1:27 am
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Apakah bisa kita katakan berdoa setelah sholat wajib itu bid’ah? Bolehkah berdoa pd saat sujud atau tasyahhud akhir sebelum salam menurut kehendak kita? Jazakumullahu khoiron
November 12th, 2009 at 7:04 am
Bismillah. Ustadz, ana mau tanya tentang posisi imam pd saat berzikir setelah solat wajib, apakah menghadap kiblat atau samping atau ke ma’mum? Jazaakumullahu khoiron wa baarokallahu fiikum
November 14th, 2009 at 9:03 am
Jazakumullahu khairan atas jawabannya, tolong tuliskan teks haditsnya ttg imam menghadap ke jama’ah pd saat berzikir agar saya dapat menunjukkan kpd teman2 ! Baarokallahu fiikum
January 27th, 2010 at 2:14 pm
Assalamu’alaykum…
Maaf ustadz… Bukankah Al-Albani menshahihkan hadits tersebut di atas? dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 no.2782.
Bukankah beliau adalah Muhadits terbaik&terpercaya dlm abad ini?
Jazakallohu khoir…
February 15th, 2010 at 4:38 am
assalamu’alaikum ..
‘afwan ustadz ana mau bertanya tentang berdo’a ketika sedang sujud atau sebelum salam, diantara syaratnya yang diatas 1. Tidak boleh dari Al-Qur`an, karena Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits yang shahih, “Sesungguhnya saya dilarang membaca Al-Qur`an dalam keadaan saya sujud.”
apakah boleh kita mengambil do’a-do’a dari hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Beliau contohkan untuk kita berdo’a ketika sedang sujud atau sebelum salam?
February 20th, 2010 at 4:11 am
Assalaamu ‘alaikum
‘afwan ana mau bertanya tentang jawaban atas pertanyaan akh M.Aziz di atas. Di situ dijawab bahwa setelah beristighfar, bertakbir dengan suara yang keras(terserah berapa kali). Sepengatahuan ana, bertakbir apalagi dengan suara yang di Jahr kan tidak terdapat dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mohon penjelasannya. Syukran.
May 6th, 2010 at 10:49 am
Assalamualaikum.Ustadz sya mau bertanya,apa hukumnya kita nton film2 kartun atau animasi, berkaitan ttg haramnya gambar?Bgmn kalau film animasi utk pendidikan/agama.Kalau antum berkenan dikrim juga ke email sya andiairlangga@yahoo.co.id .Syukron.Smoga Allah membalas kebaikan Anda
May 30th, 2010 at 9:46 am
Assalamu’alaikum..
`afwan ustad mengenai hadits Nabi -shallallahu alaihi wasallam- “Sesungguhnya saya dilarang membaca Al-Qur`an dalam keadaan saya sujud”, kalau diniatkan untuk berdoa bukannya boleh?
August 31st, 2010 at 3:04 pm
Assalamu’alaikum…
afwan ustadz, bukankah ada doa yang terdapat dalam Al-Qur’an, bolehkah kita membacanya dalam sujud?
apakah berlama2 untuk berdoa di sujud terakhir sebelum tahiyat akhir itu bid’ah?
October 8th, 2010 at 2:37 am
ane mw tanya nih, klo doa yg ini blh?
Setelah selesai tasyahhud akhir disunnahkan untuk berlindung kepada Allah dari empat perkara, sebagaimana sabda Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Apabila seorang dari kami selesai tasyahhud hendaklah berlindung kepada Allah dari empat perkara, yaitu ia berdoa: Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari dan Muslim).
klo hadist yg ini:
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam juga bersabda tentang berdoa setelah selesai tasyahhud akhir: “…Kemudian hendaklah ia memilih doa yang ia sukai lalu ia berdoa dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
mohon tanggapanya… syukron
October 14th, 2010 at 12:57 am
jadi klo hadist yg kedua ane sebutin td: Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam juga bersabda tentang berdoa setelah selesai tasyahhud akhir: “…Kemudian hendaklah ia memilih doa yang ia sukai lalu ia berdoa dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
brarti gk harus pake bhs arab? blh doa sesukanya?
October 20th, 2010 at 9:11 pm
Setelah salam, dia baca istighfar 3 kali secara sirr lalu bertakbir dengan suara keras (terserah berapa kali), lalu membaca: Allahumma Anta As-Salam wa minka as-salam tabarakta yaa Dzal jalali wal ikram. Setelah itu baru berbalik ke jamaah dan melanjutkan zikir lainnya.
Demikian diterangkan dalam hadits Ummu Salamah. Adapun berbaliknya beliau kepada ma’mum untuk berzikir maka banyak hadits yang menunjukan hal itu, sebagiannya ada dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
‘Afwan Ustadz, bukankah yang dimaksud dengan «”… lalu bertakbir dengan suara keras (terserah berapa kali)”» adalah takbir yang didzikirkan sebanyak 33 kali seperti halnya tasbih dan tahmid dengan jumlah yang sama? Jazakumullahu khairan atas jawaban Ustadz.
October 20th, 2010 at 10:31 pm
bismillah.
assalamu’alaikum, ya ustadz, hafizhakumullah.
terkait dengan pertanyaan poin ke 2 diatas,
bagaimana jika yang menjadi imam adalah seorang perempuan (mengimami perempuan lain).
apakah disyari’atkan baginya untuk menghadap ke makmumnya setelah ia membaca beberapa dzikir diatas (meskipun sang imam berada sejajar dengan makmum)?
karena ana lihat ada sebaaian orang (perempuan) yang mengimami perempuan lain, setelah membaca beberapa dzikir, ia maju dulu kedepan, baru menghadap ke makmum.
apakah hal ini masyru’?
jazakumullahu khairan
October 23rd, 2010 at 3:23 am
Assalamu’alaikum.Ustadz,Apa hukum mengagkat kedua tangan pada saat berdoa,setelah sholat wajib ?
February 22nd, 2011 at 5:48 am
asssalamualaikum wr hb,,ustadz
saya mau tanya ne
1. bolehkah kita selesai shalat sunnat,,membaca zikir yg lafaznya sama dgn zikir selepas shalat fardu,,dan berdoa,spt setelah shalat rawatib atau tahiyyatul mesjid,,dan kl mmg tdk boleh amalan apa yg hrs di kerjakan,,stelah shalat sunnat menjelang menunggu berdirinya shalat fardhu?? dan jumat
2. jika kita wudhu di mesjid trs msk ke mesjid,,mengerjakat shalat sunnat wudhu,,benarkah itu udah otomatis kita mngerjakan shalat tahiyyatul mesjid,,tdk perlu mengrjkn shalat tahiyyatul lg,,dan kt juga ttp berkeinginaan mlakukan shalat tahiyyatul,,apa blh spt itu ustadz,???
3sewktu mengacungkan jari telunjuk pada saat tahiyyat,,apa kah dari awal bacaan atahiyatul telunju udah acungkan dan di gerakkan,,trs sebelum salam kl kita membaca doa berdoa,,apakah jari telunjuk msh di acungkan jg??
4. apa betul doa waktu sujud dan sebelum salam tdk blh di ambil dari al-quran,,Jd kl doa sapu jagad,,robbana atina fiddunya………itu jg tdk blh di ucapkan dlm sujud atau sebelum salam. trs ada ustad yg mengatakan tdk masalah kl berdoa dari al-quran pada wkt sujud atau sbelum salam…mohon bimbingan dan pencerahannya.
5.apa hukumnya bagi laki2 shalat memakai perhiasan yt terbuat dari emas???
6. berdoa di waktu antara azan dan iqomat adalah waktu yg di anjurkan,,,maksdnya gimana ustadz??? apakah selesai membaca doa setelah azan,,atau setelah shalat qobliyah.
terimakasi atas bimbingannya
wassakam
March 29th, 2011 at 8:24 am
Asslamuallaikum wr.wr
ustad bsa tlong jlaskan mksud dri :
1.”jka mmbca doa stlah shlat wjib di jdikan sbgai kbiasaan dan mmbatasi ayat ny hnya pd wktu itu d sbut bid ‘ ah”,,,,tlong jlasan dg bhsa yg mdah untuk dcrna,soal ny sya tdak mngrti….
2.jelas bgaimana cra mmbca doa ktka sjud sblum slam yg bnar….dan ap kah ad prbdaan antra brdoa ssdah slam dg brdoa sblum slam,,,,,
September 4th, 2011 at 10:18 am
Bismillah. Ustadz, sebelumnya saya mohon maaf kalau saya menanyakan pertanyaan yang tidak sesuai dengan artikel yang anda tulis. Saya ingin menanyakan tentang hukum gambar. Gambar seperti apa yang diharamkan dalam islam, bagaimana dengan gambar manusia yang telah dihapus wajahnya? Jazakallohu khoiron.
September 30th, 2011 at 7:39 pm
maaf ustad, saya tambahkan sedikit jawaban tentang pertanyaan dari saudara amintarada tentang dzikir setelah shalat sunat, setahu saya selama saya belajar agama di dayah / pesantren istilah org di luar aceh, dzikir itu boleh dimana dan kapan saja asal bukan tempat yg tidak terpuji, semisal di Toilet dan tempat pengbuangan sampah dan yang seumpama dengan keduanya,
kedua, masalah mengangkat jari telunjuk pada tahiyat awal dan akhir bukan dari pertama tahayat tapi saat kita mengucapkan syahadat, yaitu di mulai pada kata “illallah’ hingga sampai shalawat pada tahayat awal dan hingga salam pada tahayat akhir, demakian ini lil itba’ mengikuti perbuatan nabi seperti yg di ajarkan dalam kitab fiqh mazhab syafi’i kitab “ianatut thalibin”.
kemudian masalah hukum menggunakan perhiasan emas bagi laki-laki dalam shalat, menggunakan perhiasan emas bagi lelaki hukumnya haram,kapan saja, baik dlm shalat maupun di luar sholat, jika di gunakan dlam sholat hukumnya sholatnya tetap sah selama emas itu bukan barang bernajis atau tidak mutanajjis, cuma perbuatannya memakai emas haram. namun sholatnya tetap sah, sama hukumnya seperti menggunakan sarung curian untuk shalat, maka mencuri sarung hukumnya haram, sedang kan sholat dengan kain curian tetap sah, karena syarat sah sholat di antaranya mengunakan pakaian dan tempat yg suci, perkara itu pakaian hasil curian, itu masalah lain.
wallahu’alam bissawab !
mohon maaf sudah menambahkan
January 8th, 2012 at 10:34 am
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Sebelumnya saya mohon maaf. Menanggapi jawaban dari akhifa danie kalau dzikir itu boleh dimana dan kapan saja asal bukan tempat yg tidak terpuji, semisal di Toilet dan tempat pengbuangan sampah. Bagaimana kalau orang yang mmepunyai pekerjaan yang sehari-harinya ditempat sampah. apakah dia (katakannlah pak/bu tukang sampah)tidak boleh berdzikir pada waktu dia bekerja? terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
January 8th, 2012 at 2:52 pm
assalamualaikum
saya mau bertnya ustadz .. jadi kapan kita harus berdo’a ,adakah dalil yang menyuruh kita berdo’a selain ketika akhir shalat/salam.. pada waktu kapankah sehingga do’a kita bisa di jadikan suatu kebiasaan dan tidak menjadi bid’ah
tolong d jawab besrta dalil”nya
terimakasih
wassalamualaikum
January 8th, 2012 at 5:19 pm
assalamualaikum
pak ustadz saya mau bertanya.
do’a apa sajakah yang rasulullah baca ketika sehabis membaca tasyahud/ akhir salam..
wassalamualaikum
January 23rd, 2012 at 9:33 pm
Terimakasih atas pencerahannya, selama ini banyak sekali ternyata ibadah-ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan rasulullah SAW….
January 28th, 2012 at 10:30 pm
Alhamdulillah secara tidak langsung semua pertanyaan yang akan aku tanyakan terjawab sudah.