Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Undian

January 10th 2009 by Abu Muawiah |

Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Undian

Dalam menguraikan tentang hukum undian diharuskan untuk kembali mengingat beberapa kaidah syari’at Islam yang telah dijelaskan dalam tulisan bagian pertama dalam pembahasan ini. Kaidah-kaidah tersebut adalah sebagai berikut :
Pertama : Kaidah yang tersebut dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam melarang dari jual beli (dengan cara) gharor”.
Gharor adalah apa yang belum diketahui diperoleh tidaknya atau apa yang tidak diketahui hakikat dan kadarnya.

Kedua : Kaidah syari’at yang terkandung dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, maisir, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. (QS. Al-Ma`idah : 90-91)
Dan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu riwayat Al-Bukhary dan Muslim, Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersada :
“Siapa yang berkata kapada temannya : “Kemarilah saya berqimar denganmu”, maka hendaknya ia bershodaqah.” Yaitu hendaknya ia membayar kaffarah (denda) menebus dosa ucapannya.
Ayat dan hadits di atas menunjukkan haramnya perbuatan maisir dan qimar dalam mu’amalat.
Maisir adalah setiap Mu’amalah yang orang masuk kedalamnya setelah mengeluarkan biaya dengan dua kemungkinan ; dia mungkin rugi dan mungkin beruntung.
Qimar menurut sebagian ulama adalah sama dengan maisir, dan menurut sebagian ulama lain qimar hanya pada mu’amalat yang berbentuk perlombaan atau pertaruhan.
Berdasarkan dua kaidah di atas, berikut ini kami akan berusaha menguraikan bentuk-bentuk undian secara garis besar berserta hukumnya.

Macam-macam Undian:
Undian bisa dibagi menjadi tiga bagian :
Satu : Undian tanpa syarat.
Bentuk dan contohnya : Di pusat-pusat perbelanjaan, pasar, pameran dan semisalnya sebagai langkah untuk menarik pengunjung, kadang dibagikan kupon undian untuk setiap pengunjung tanpa harus membeli suatu barang. Kemudian setelah itu dilakukan penarikan undian yang dapat disaksikan oleh seluruh pengunjung.
Hukumnya : Bentuk undian yang seperti ini adalah boleh. Karena asal dalam suatu mu’amalah adalah boleh dan halal. Juga tidak terlihat dalam bentuk undian ini hal-hal yang terlarang berupa kezholiman, riba, gharar, penipuan dan selainnya.

Dua : Undian dengan syarat membeli barang.
Bentuknya : Undian yang tidak bisa diikuti kecuali oleh orang membeli barang yang telah ditentukan oleh penyelenggara undian tersebut.
Contohnya : Pada sebagian supermarket telah diletakkan berbagai hadiah seperti kulkas, radio dan lain-lainnya. Siapa yang membeli barang tertentu atau telah mencapai jumlah tertentu dalam pembelian maka ia akan mendapatkan kupon untuk ikut undian.

Contoh lain : Sebagian perusahaan telah menyiapkan hadiah-hadiah yang menarik seperti mobil, HP, Tiket, biaya Ibadah Haji dan selainnya bagi siapa yang membeli darinya suatu produk yang terdapat kupon/kartu undian. Kemudian kupon/kartu undian itu dimasukkan pada kotak-kotak yang telah disiapkan oleh perusahaan tersebut di berbagai cabang atau relasinya.

Hukumnya : Undian jenis ini tidak lepas dari dua keadaan :
? Harga produk bertambah dengan terselenggaranya undian berhadiah tersebut.
Hukumnya : Haram dan tidak boleh. Karena ada tambahan harga berarti ia telah mengeluarkan biaya untuk masuk kedalam suatu mu’amalat yang mungkin ia untung dan mungkin ia rugi. Dan ini adalah maisir yang diharamkan dalam syari’at Islam.

? Undian berhadiah tersebut tidak mempengaruhi harga produk. Perusahaan mengadakan undian hanya sekedar melariskan produknya.
Hukumnya : Ada dua pendapat dalam masalah ini :
1. Hukumnya harus dirinci. Kalau ia membeli barang dengan maksud untuk ikut undian maka ia tergolong kedalam Maisir/Qimar yang diharamkan dalam syari’at karena pembelian barang tersebut adalah sengaja mengeluarkan biaya untuk bisa ikut dalam undian. Sedang ikut dalam undian tersebut ada dua kemungkinan ; mungkin ia beruntung dan mungkin ia rugi. Maka inilah yang disebut Maisir/Qimar. Adapun kalau dasar maksudnya adalah butuh kepada barang/produk tersebut setelah itu ia mendapatkan kupon untuk ikut undian maka ini tidak terlarang karena asal dalam mu’amalat adalah boleh dan halal dan tidak bentuk Maisir maupun Qimar dalam bentuk ini. Rincian ini adalah pendapat Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syaikh Sholih bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Asy-Syaikh, Lajnah Baitut Tamwil Al-Kuwaiti dan Haiah Fatwa di Bank Dubai Al-Islamy.
2. Hukumnya adalah haram secara mutlak. Ini adalah pandapat Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz dan Al-Lajnah Ad-Da`imah. Alasannya karena hal tersebut tidak lepas dari bentuk Qimar/Maisir dan mengukur maksud pembeli, apakah ia memaksudkan barang atau sekedar ingin ikut undian adalah perkara yang sulit.
Tarjih:
Yang kuat dalam masalah ini adalah pendapat pertama. Karena tidak adanya tambahan harga pada barang dan dasar maksud pembeli adalah membutuhkan barang/pruduk tersebut maka ini adalah mu’amalat yang bersih dari Maisir/Qimar dan ukuran yang menggugurkan alas an pendapat kedua. Dan asal dalam mu’amalat adalah boleh dan halal. Wallahu A’lam.

Tiga : Undian dengan mengeluarkan biaya.

Bentuknya : Undian yang bisa diikut setiap orang yang membayar biaya untuk ikut undian tersebut atau mengeluarkan biaya untuk bisa mengikuti undian tersebut dengan mengeluarkan biaya.

Contohnya : Mengirim kupon/kartu undian ke tempat pengundian dengan menggunakan perangko pos. Tentunya mengirim dengan perangko mengeluarkan biaya sesuai dengan harga perangkonya.

Contoh lain : Ikut undian dengan mengirim SMS kelayanan telekomunikasi tertentu baik dengan harga wajar maupun dengan harga yang telah ditentukan.

Contoh lain : Pada sebagian tutup minuman tertera nomor yang bisa dikirim ke layanan tertentu dengan menggunakan SMS kemudian diundi untuk mendapatkan hadiah yang telah ditentukan. Apakah biaya SMS-nya dengan harga biasa maupun tertentu (dikenal dengan pulsa premium).

Hukumnya : Haram dan tidak boleh. Karena mengeluarkan biaya untuk suatu yang mu’amalat yang belum jelas beruntung tidaknya, maka itu termasuk Qimar/Maisir.

Demikian secara global beberapa bentuk undian yang banyak terjadi di zaman ini. Tentunya contoh-contoh undian untuk tiga jenis undian tersebut diatas sangatlah banyak di masa ini. Mudah-mudahan keterangan diatas bermanfaat bagi seluruh pembaca. Wallahu Ta’ala A’lam.
_____________________________
(1) Baca : Syarah Muslim 11/107, Fathul Bary 8/612, Nailul Author 8/258 dan ‘Aunul Ma’bud 9/54.
(2) Liqo`ul Babul Maftuh no. 48 soal 1164 dan no. 49 soal 1185. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(3) Dalam Muhadharah beliau yang berjudul “Al-Qimar wa Shuwarihil Muharramah”.
(4) Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Masa`il Al-Iqtishodiyah, fatwa no. 228. Dengan perantara Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(5) Dalam fatwa mereka no. 102. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(6) Fatawa Islamiyah 2/367-368. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.
(7 Fatawa Islamiyah 2/366-367. Dengan perantara kitab Al-Hawafiz At-Tijariyah At-Taswiqiyah.

Incoming search terms:

  • hukum undian
  • Hukum undian berhadiah
  • hukum undian dalam islam
  • hukum undian berhadiah dalam islam
  • apakah hadiah setelah kita belanja halal
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, January 10th, 2009 at 9:00 am and is filed under Ekonomi Islam. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

24 responses about “Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Undian”

  1. abu aulia said:

    Assalamualaikum,
    ini yang sudah lama ana cari
    jazakallaahu khairan

  2. agus ali said:

    Assalamu alaikum ust hammad. apa hukum ikut kuis di TV atau kirim melalui sms? Ini bukan tipuan dan dijanjikan hadiah, siapa tau rezeki dan nama kita terpilih karena harus diundi dulu.

    Waalaikumussalam warahmatullah. Undian seperti itu adalah maisir (perjudian) karena orang-orang yang diundi namanya tetap mengeluarkan uang, yang dengannya dia bisa untung atau rugi; untung jika namanya terpilih dan rugi karena telah kehilangan uang jika tidak terpilih. Dan sekecil apapun harta yang dikeluarkan dalam perjudian maka dia tetap adalah judi, sebagaimana dalam hal ini walaupun harta yang dia keluarkan hanyalah pulsa Rp.2000,- atau biaya menelepon maka dia tetap perjudian.

  3. yulianti purnama said:

    AssalamuAlaikum.wr.wb.

    saya mau bertanya, sebenarnya apa sih hukumnya undian berhadiah???
    tolong jelaskan !

    terimakasih.
    wassalam…..

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Silakan baca kembali artikel di atas.

  4. adhi said:

    Bismillah,..
    Semisal kita belanja di toko dan setiap klipatan 50ribu mndapat 1 kupon undian. Kita blanja di toko tsb karna harga yg lbh murah.
    Bagaimana dg kupon sprti itu?

    Insya Allah tidak mengapa karena kupon itu adalah hadiah dan kita tidak menderita kerugian apa-apa dari mendapatkannya. Wallahu a’lam

  5. maryam said:

    bismillah. afwan ust, bagaimana tentang hukum hadiah dari bank? dimana kita memakai jasa bank tersebut, hanya untuk menyimpan dan juga transfer, tp nama kita keluar pada undian berhadiah dari bank tersebut. jazakumullohu khoyron atas ilmu yang diberikan, semoga Alloh senantiasa menjaga ustadz.

    Wallahu A’lam. Kalau memang kita tidak mengeluarkan biaya apapun untuk undian tersebut maka itu adalah murni hadiah dan insya Allah boleh diterima. Tapi jika kita harus mengeluarkan biaya untuknya maka itu adalah maysir yang diharamkan.

  6. amry said:

    Alhamdulillah..makasih bnyk ustadz,karena sblumny ht sya ingin skali mencoba ikut kuiz undian di tv..tp stlah bca ini ht sy jd lbh tenang,dan tak ingin mencoba..wassalam!

  7. abu abdillah said:

    assalaamu ‘alaikum
    ustadz,menyambung kasus Maryam(no 5),kt menangkan undiannya,dan emank tdk ada biaya apapun,hanya sj ada lg te2k bengeknya,yaitu pajak undian ditanggung pemenang,nah apa hukum mmbayarnya,dan gmn nasib hadiah td,mengikuti hukum pajaknya atw keduanya tdk punya hukvm yg sama?
    barokallaahu fiik

    Waalaikumussalam.
    Hukumnya berbeda. Hadiah itu jika memang tidak ada unsur maysir di dalamnya, maka itu halal buat dia. Adapun pajaknya, maka itu adalah kezhaliman yang diperlakukan kepadanya.

  8. abu khansa said:

    Assalamu’alaikum,
    afwan ustadz, bgmn hukumnya jika kita membeli minuman dan ditutup botolnya tertulis anjuran untuk mengirim tutup botol tersebut ke alamat tertentu untuk mndapatkan sebuah hadiah,baik melalui pos atau menaruhnya di box2 yg telah disediakan oleh penyelenggara hadiah disupermarket2 tertentu.
    lalu jika kita telah mendapatkan hadiah tersebut tanpa membayar apapun (hanya membayar biaya pos untuk mengirim tutup botol)bagaimana hukum barang hadiah tersebut…apa yang harus dilakukan kpd barang hadiah tersebut..
    Jazakallahu khoir katsir…

    Waalaikumussalam.
    Tetap tidak boleh, karena dia telah mengeluarkan uang (ongkos kirim) untuk undian tersebut.

  9. Tommy Hutomo said:

    Assalamu’alaikum Ustadz.
    Kalau hukumnya undian doorprize gmn ya?
    Begini, ada suatu acara funbike, yang di sana membayar uang pendaftaran yang ditentukan panitia. Dengan membeayar uang pendaftaran acara tsb, ia mendapatkan kaos dan snack. Nah, biasanya di puncak acara (setelah melakukan funbike bersama)kan ada pengundian doorprize. Hadiah dari undian doorprize tsb bagaimana hukumnya?

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya itu tidak diikuti, karena kemungkinan besar, doorprizenya berasal dari uang pendaftaran yang dikumpulkan, dan itu termasuk bentuk maysir (judi).

  10. andi said:

    bismillah, ustadz kalau undian yang diselenggarakan pemerintah [korea], kita membeli kupon dan harga kupon tidak mengikat.terserah pembeli.
    agak melenceng, di zaman nabi kan ditarik semua upeti [yahudi ,nasrani]Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya, dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab (Yahudi dan Nasrani), hingga mereka membayar jizyah (upeti) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.[at taubah : 29]. yahudi dan nasrani kan melakukan judi dan lain2. nah bagaimana kalau misal kita pinjam uang dari hasil undian [ dan nanti mengembalikanya pun pokoknya saja] tidak ada tambahan.

    Kami belum paham maksud pertanyaannya.

  11. andi said:

    maksudnya gini,,,kadar undian sekarang sama,,,muamalah yahudi nasrani di jaman nabi gimana[sedangkan mereka juga yahudi nsrani, mengundi nasib,judi,dll] ?kan upeti mereka dipakai/dikasihkan sama rasululloh ke anak yatim / fakirmiskin.
    .terus teman saya dapat uang dari undian dikorea [beli kupon,tidak mengikat harganya] 800 juta [dilegalkan oleh pemerintah korea]. uang itu haram tidak ?? dan klau misal dipinjam sama kita untuk modal usaha itu gimana.terimakasih

    Kalau asal uang itu haram, semisal undiannya mengandung judi dan semacamnya, maka tidak sepatutnya kita meminjam uang yang haram, karena hal itu juga bisa membuat usaha tidak berberkah.

  12. hendri said:

    pa hukum nya undia berhadia dari nasabah bank?

    Tergantung aturan mainnya.

  13. rahib said:

    assalamu’alaikum….
    ustadz,pada Q.S Al-maidah ayat 90-91 di artikel dikatakan bahwa mengundi nasib dengan anak panah adalah HARAM,yang mana untuk mengundi nasib dangan anak panahkan tidak perlu bayar agar bisa ikut,apakah itu sama dengan undian lucky draw yang bisa diikuti secara gratis dari perusahaan tempat kerja saya (khusus bagi karyawannya)? ,dan kalau sama berarti haram ya hukumnya ustadz….?

    Waalaikumussalam.
    Mengundi nasib yang dimaksud di situ adalah bentuk pamali. Jika anak panah yang keluar itu kurang bagus, maka mereka tidak jadi mengerjakan pekerjaannya. Tapi jika anak panah yang keluar itu bagus, maka mereka melanjutkan pekerjannya. Jadi tidak termasuk di dalamnya bentuk lucky draw seperti itu.

  14. Purwoko adhi widhi nugroho said:

    Assalamu’alaikum ustadz, ada suatu atpm kendaraan bermotor mengadakan kegiatan tes ride produknya secara gratis, kemudian kita diminta mengisi biodata dengan jelas. atpm tersebut melaksanakan undian berhadiah dengan hadiannya 2 buah mobil, 6 sepeda motor 20 ipad, akan tetapi bila menang, kita diminta membayar pajak atas hadiah undian tersebut dan biaya balik nama untuk mobil dan motor. bagaimana hukummnya.
    Jazakalloh khoir

    Waalaikumussalam.
    Selama anda tidak mengeluarkan biaya sebelum undian dan hadiah undiannya juga tidak berasal dari para peserta, insya Allah tidak mengapa. Itu murni hadiah.
    Adapun pengeluaran uang untuk pajak dan semacamnya, maka itu tidak ada masalah karena hadiah itu sudah syah menjadi milik kita sebelumnya. Wallahu a’lam.

  15. irwanpujianto said:

    assalamualaikum..

    ijin copy artikelnya…

  16. Jamaluddin Kamal said:

    assalamualaikum ustad. maaf kalau banyak pertanyaanya.
    1. kan sekarang di fb banyak lomba yang pemenangnya berdasarkan jumlah like. nah apa hukumnya kita membayar orang untuk memberi like. kalau dibilang tidak jelas, dlm peraturan dikatakan like terbanyak langsung jadi pemenang. artinya kn jelas. krna banyak yang menawarkan jasa like ini jadi pekerjaan mereka. jadi kita bayar jasa mereka tuk cari like ke teman2 mereka. makasih.
    2. ada bank mengadakan sayembara dengan sistem poin. tiap orang mentransfer ke rekening kita dengan software bank tersebut maka kita mendapat 1 poin. dan hadiah berbeda untuk masing poin. nah pertanyaan saya. karna bank ini jarang yang pake. hanya ada beberapa perusahaan yang make dan saya menemukannya. saya berniat mengikuti lomba tersebut dengan cara. saya meminta jasa dengan membayar seseorang untuk mencari tmn di perusahaannya agar transfer menggunakan software bank tersebut ke rekening saya. jadi yang seya bayar jasa orang tersebut mencari orang. dan saya tak merasa dirugikan. bagaimana. mohon djawab secepatnya. terima kasih….

    Waalaikumussalam.
    1. Tidak boleh, itu termasuk bentuk maisir. Tetap gak jelas, karena orang lain bisa melakukan hal yang sama dan bisa jadi bukan anda pemenangnya, jadi tetap gak jelas.
    2. Wallahu a’lam, kami belum tergambar bentuknya. Mungkin harus diperjelas lagi penggambarannya.

  17. Jamaluddin Kamal said:

    ustad gmn hukumnya klo kita beli id orang gtu. misal fb, id jual beli. karna ada sistem reputasi untuk menjaga kepercayaan dan banyaknya teman

    Maaf, saya belum paham betul maksud dan bentuknya.

  18. ucu wahyu said:

    assalamu ‘alaikum ?
    pak ustadz,kalau mengikuti kegiatan pawai obor/jalan sehat dsb,tapi kalau di pihak panitia berniat bukan mencari keuntungan tetapi hanya untuk memriahkan suatu event semata itu bagaimana ? terima kasih

    wassalam.

    Waalaikumussalam.
    Tergantung eventnya apa.

  19. prasetyo said:

    assalamualaikum.
    ustad bagaimana hukumnya jika sperti minimal kita harus membeli bensin sekian liter. kemudian kita mendapat kupon undian setelah sekian membeli sekian liter.
    tapi harga barang tersebut tetap sama alias tidak dinaikan.
    kemudian kita pun beranggapan untuk membeli produk tersebut kemudian ikut undian karena siapa tau beruntung walaupun memang dasarnya kita butuh produk tersebut.
    apa hukumnya ustad?

    Waalaikumussalam
    Tidak ada masalah jika seperti itu insya Allah.

  20. Mardhotilah said:

    Assalamualaikum ust bag kupon hadiah umrah dll dr supermarket murah setiap kelipatan belanja 20rb 1kupon diundi 3bln sekali. Apa hadiah haram? Apa ini maisir/goror? Apa hadiah hiburan x elektronik haram? Syukran

    Waalaikumussalam.
    Jika dengan adanya kupon/hadiah itu tidak menyebabkan harga barangnya naik, dan kita tidak dituntut mengeluarkan biaya tambahan, insya Allah undian seperti ini tidak bermasalah, demikian pula hadiahnya.

  21. ria novita said:

    assalamualaikum wr wb…pak ustad saya sering ikutan kuis di fb,sy sdh mengerti intinya klu sengaja mengeluarkan uang untuk ikut kuis itu haram..yg mau sy tnyakan
    1.ada kuis di fb yg tdk mengeluarkan biaya yaitu hny menjawab pertanyaan yg diberikan,jwbn yg benar dan kratif dinilai juri dan di undi sebagai sebagai pemenang bagaimana itu hukumnya.
    2.Ada jg jenis kuis yaitu lomba foto ,menggunakan produk misal produk handbody nivea,tentunya kita hrs membeli produk tp handbody kan kita butuh,hny krn handbody merek nivea ada kuis mk saya membelinya bukan merk yg lain.Bagaimana hukumnya.terima kaasih mhn jawabannya

    Waalaikumussalam.
    1. Boleh saja, tidak mengapa insya Allah.
    2. Kalau memang dibutuhkan produknya, maka itu juga tidak masalah. Kecuali jika fotonya menampakkan aurat, maka tidak boleh mengikutinya.

  22. ummu nida said:

    Ust,
    Apa hukumnya membeli kupon jalan sehat dalam rangka hut provinsi, berhadiah 3 mobil yang disiapkan pihak sponsor. Kupon seharga 5 ribu rupiah. Terimakasih

    Tidak boleh, karena itu termasuk maisir (judi).

  23. penanya said:

    assalamualaikum ustad
    saya mau tanya bagaimana hukumnya jika mengikuti acara lomba banyak banyakan poin. poin tersebut didapat dari penggunaan pulsa.jika ia mendapat urutan 100 teratas(tidak diundi)maka ia akan mendapatkan hadiah… bagaimana hukumnya ustad ?
    mohon jawabanya
    Terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Selama dia memang butuh untuk isi pulsa, dalam artian dia tidak sengaja isi pulsa hanya untuk mengejar undian itu, pdhl pulsanya msh banyak dan belum dia butuhkan, maka tidak mengapa. Tapi jika tidak, maka itu termasuk perlombaan yg terlarang.

  24. insan said:

    Assalamualaikum, Ustadz mau tanya
    bagaimana hukumnya mengikuti lomba banyak2an poin.poin didapat dari penggunaan pulsa dan memiliki minimum poin untuk mengikuti event tersebut.yang mendapat peringkat 50ter atas jumlah poinya akan dapat hadiah.. apa hukumnya ? dan apakah itu termasuk judi ?
    terima kasih wassalamuaikum wr. wb.

    Waalaikumussalam.
    Silakan dibaca lagi dengan seksama artikel di atas. Lagipula pertanyaan anda belum lengkap, bagaimana aturan lengkap undiannya?