Beberapa Catatan Bagi Yang Junub

February 7th 2010 by Abu Muawiah |

23 Shafar

Beberapa Catatan Bagi Yang Junub

Dari Abu Said Al-Khudri  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ بَيْنَهُمَا وُضُوءًا
“Apabila salah seorang dari kalian menyenggamai istrinya, kemudian berkehendak untuk mengulanginya lagi maka hendaklah dia berwudhu di antara keduanya.” (HR. Muslim no. 308)
Dari Ibnu Umar -radhiallahu anhu- dia berkata:
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَرْقُدُ أَحَدُنَا وَهُوَ جُنُبٌ قَالَ نَعَمْ إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ وَهُوَ جُنُبٌ
“Umar bin Al-Khaththab bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah boleh seorang dari kami tidur dalam keadaan dia junub?” Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “Ya. Jika salah seorang dari kalian berwudlu, maka hendaklah dia tidur meskipun dalam keadaan junub.” (HR. Al-Bukhari no. 287 dan Muslim no. 306)

Penjelasan ringkas:
Mengetahui adab dan hukum yang berlaku bagi orang yang junub adalah hal yang sangat penting, mengingat tidak ada seorangpun di antara kita kecuali dia telah atau akan mengalami yang namanya junub. Karenanya berikut beberapa perkara yang penting untuk kita ketahui:
1.    Disyariatkan bagi yang telah melakukan jima’ lalu mau mengulangi jima’ untuk berwudhu di antara kedua jima’ tersebut, berdasarkan hadits Abu Said di atas. Walaupun ada perbedaan pendapat dalam hukumnya, apakah wajib atau sunnah.

2.    Maka ini juga menunjukkan bolehnya mengundurkan mandi junub selama kesucian itu belum dibutuhkan. Misalnya seseorang junub jam 10 pagi maka dia bisa mengundur mandinya sampai mendekati zuhur karena pada saat itu (jam 10) tidak ada perkara yang mengharuskan dia untuk mandi. Ini berdasarkan hadits Abu Hurairah riwayat Al-Bukhari dan Muslim dimana beliau berjalan-jalan di pasar dalam keadaan junub lalu berjumpa dengan Nabi -alaihishshalatu wassalam-. Setelah Nabi -alaihishshalatu wassalam- mengetahui hal tersebut maka beliau tidak menegur Abu Hurairah karena mengundurkan mandi junub.

3.    Karenanya orang yang junub boleh mengerjakan pekerjaan apa saja selama dia junub, kecuali pekerjaan yang dituntut padanya thaharah.

4.    Disyariatkan bagi orang yang junub untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas. Dan juga ada silang pendapat mengenai hukumnya, Azh-Zhahiriah berpendapat wajibnya sementara mayoritas ulama berpendapat sunnahnya, wallahu a’lam.

5.    Adapun hukum berzikir, membaca Al-Qur`an, menyentuh mushaf, dan masuk masjid bagi orang yang junub serta wanita yang haid dan nifas, maka kesimpulannya bisa anda baca di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1008 dan di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1116

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, February 7th, 2010 at 3:20 pm and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

22 responses about “Beberapa Catatan Bagi Yang Junub”

  1. dr.Abu Hana said:

    Baarokallaahu fiikum..

    Wafiikum barakallah

  2. Abu Aisyah said:

    Bismillah

    Bahagia rasanya menyaksikan pembahasan-pembahasan syariat dengan pemahaman yang benar. Ingin rasanya membantu menyebarkannya seeeluas-luassnya…. hhhhh

    Barakallahufikum

  3. Kiki said:

    assalamu’alaikum
    ustadz, bagaimana jika saya ke kubur, baca yasin&al-qur’an u/ org yg sudah meninggal saat saya belum mandi junub (beberapa jam setelah berhubungan)
    Itu di lakukan karna, sewaktu saya Malam Pertama, beberapa waktu kemudian ayah saya meninggal dunia (pagi dini hari) dan saya lupa kalau saya blm mandi junub(sibuk u/ mengurusi jenazah sampai ke pemakaman)
    Bagaimana hukumnya?Jika salah, apa yg harus saya perbuat?
    Terima Kasih sebelumnya
    Wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Untuk pertanyaannya, yang terlarang bagi orang yang junub adalah menyentuh mushaf Al-Qur`an, adapun membacanya maka dibolehkan selama dia tidak menyentuhnya, karena tidak ada dalil yang shahih lagi tegas yang melarang orang junub membaca Al-Qur`an.
    Sebagai tambahan atas kejadian di atas kami katakan:
    Saya tidak paham kenapa dia bisa lupa mandi junub, bukannya dia harus shalat subuh sebelumnya? Apakah dia shalat subuh dalam keadaan junub?
    Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, karena setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah dan Ali Imran.”
    Maka dari sini para ulama menyatakan dilarangnya membaca Al-Qur`an di kuburan, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam menyamakan rumah yang tidak ada bacaan Al-Qur`an di dalamnya seperti kuburan, karena kuburan itu tidak dibacakan Al-Qur`an padanya.

  4. akhwat titipan said:

    assalamu’alaikum..alhamdulillah..nambah lg pengetahuan…

  5. akhwat titipan said:

    afwan,pembahasan tsb d publiksn di fb atau tidak ya?ana pengen share…

    Ia ada, silakan dicari di facebook al-atsariyyah. Linknya ada di kanan atas bagian web sponsor

  6. abdul syahid said:

    Kepada Kiki :
    mungkin anda masih belum mengetahui tentang syari’at agama ini,dan kami pun demikian, namun demikian janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’ala, maka saya sarankan untuk sering mengikuti ta’lim/pengajian/dauroh untuk menambah wawasan anda tentang agama ini, dan bertanyalah langsung kepada ustadz/ustadzah. sebab dengan bertanya akan mengurangi kejahilan.

    adapun kesalahan yang telah lalu cukuplah bagi kita untuk bertaubat atas kesalahan yang kita perbuat, dengan sebenar-benarnya taubat,menyesalinya dan tidak akan mengulanginya lagi, sesungguhnya Allah ta’ala menerima taubat hambanya. dan sungguh tidak ada penghalang antara anda dengan taubat kepada Allah ta’ala walaupun kita telah melakukan dosa yang banyak. sebagaimana hadits tentang pembunuh 99 nyawa.

    taubat dikatakan sesungguhnya apabila tidak mengulanginya lagi dan berusaha untuk mencari tahu (mengilmui/mempelajari) atas apa yang belum kita mengetahui. artinya taubat tidaklah cukup hanya menyesal dan tidak akan melakukannya lagi jika tidak dibarengi dengan mempelajari ilmu…

    untuk admin : hendaknya kita lebih hikmah dalam berdakwah, sampaikanlah ilmu Allah dengan tidak membuat putus asa kepada orang yang membuat kesalahan. semoga kita bisa mengambil hikmah dari Hadits pembunuh 99 nyawa dengan tidak memberikan jawaban/fatwa yang membuat orang berputus asa.

    Maksudnya???? kayaknya nggak nyambung akh
    Yang dipertanyakan adalah hukum membaca Al-Qur`an dalam keadaan junub, kami jawab boleh asal tidak menyentuhnya. Bagian mana dari jawaban ini yang membuat putus asa?
    Adapun selebihnya maka itu bukanlah jawaban dari pertanyaan tapi sekedar tambahan yang dirasa butuh untuk diingatkan.
    Ala kulli hal, terima kasih atas komentarnya

  7. amil said:

    pak ustad saya mau tanya ne, saya pernah dengar dari kawan saya bahwa orang yg lagi junub tidaklah berkah segala perbuatan nya sebelum orang tersebut mandi, pa benar ustad?

    Itu tidak benar. Para sahabat ada yang pernah melakukan hal itu akan tetapi Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak menegurnya.

  8. ahmad said:

    pak ustadz setelah ana mandi junub, ana sering merasakan was-was dan ana lawan dengan bahwa ini adalah bisikan syetan yang ingin menggoda iman ana, tetapi kalau dilawan rasa was-wasnya bertambah kuat pak ustadz…
    saya sering berpendapat daripada saya mengikuti rasa was-was yang ditimbulkan syetan lebih baik saya di siksa oleh Allah SWT…
    1. apakah yang saya lakukan benar pak ustadz untuk menghilangkan rasa was-was ini ?!…
    2. apakah rasa was-was ditimbulkan oleh syetan yg terkutuk saja pak ustadz ?!
    mohon bimbingannya …

    Ya betul, anda tidak perlu mengikuti was-was tersebut selama bukan merupakan keyakinan, karena semuanya adalah godaan dari setan.

  9. ahmad said:

    pak ustadz ana mw tanya lagi, apa tanda yang menunjukan bahwa mandi junubnya sudah selesai ?!

    Tanda apa??? Kalau sudah dia kerjakan semua amalan mandi junub, ya sudah selesai.

  10. ahmad said:

    pak ustadz, jika saya sedang melakukan kegiatan atau duduk di kursi ataupun istirahat saya suka merasakan ada yang keluar dari kemaluan saya dan saya merasakan agak sedikit lemas tapi saya tidak sedang syahwat, apakah yang kluar ini wadi pak ustadz ?!

    Kalau baru ‘merasa’, ya itu bukan apa-apa sampai dipastikan.

  11. abu said:

    asssalamu ‘alaikum pak ustadz…
    setelah ana selesai mandi junub yakni saat sedang mencuci kedua kaki, ana melihat di kemaluan ana ada cairan putih tebal tapi ana tidak mencucinya karena amalan terakhir di mandi junub itu mencuci kedua kaki.
    nah yang ingin ana tanyakan, cairan yang keluar ini apa pak ustadz ?!
    mani atau wadi ?!
    apakah mandi junubnya harus diulang. ?!

    Waalaikumussalam.
    Wallahu a’lam, yang jelas mandinya tidak perlu diulang.

  12. dendi said:

    assalamu ‘alaikum. . .
    pak ustadz mohon solusinya. . .
    saya setiap hari selalu mandi junub karena saya suka ragu kalau sudah bangun tidur saya suka melihat celana dalam saya dan saya melihat ada yang menempel di celana dalam saya, tapi saya tidak tahu ini mani atau bukan, karena saya melihat ada beberapa titik lingkaran sebesar biji kacang ijo yang menempel di celana dalam saya. . .
    saya melihat dibagian luar celana dalam tidak ada yang menempel tapi pada bagian dalam celana dalam saya melihat banyak titik lingkaran cairan kering yang menempel di celana dalam. . .
    yang menempel ini cairan apa pak ustadz ?!
    mohon solusinya. .

    Waalaikumussalam.
    Yang jelas itu bukan mani kalau seperti itu, jadi tidak perlu mandi.
    Perbuatan anda itu lahir dari was-was setan, jadi wajib bagi anda untuk tidak memperhatikan was-was itu dan jangan mandi hanya gara-gara itu karena itu akan merusak agama dan mempermalas beribadah.

  13. dendi said:

    pak ustadz, selesai mandi junub, saya selalu memakai handuk, nah saat saya mengeringkan kemaluan saya dengan handuk yakni dengan memencet kemaluan, tiba-tiba di kemaluan saya keluar setetes atau dua tetes cairan, dan cairannya kadang lengket kadang tidak. tapi saya tidak tahu ini cairan apa.
    yang ingin saya tanyakan, ini cairan apa pak ustadz ?!
    apakah saya harus mandi junub lagi ?!
    mohon wawasannya. . .
    sedikit demi sedikit rasa was-was saya dapat hilang karena bimbingan dari pak ustadz. . .

    Mandi junub hanya wajib jika yang keluar adalah mani dalam keadaan memancar dan disertai perasaan nikmat. Jika tidak seperti itu maka tidak wajib mandi.

  14. doni said:

    pak ustadz kenapa setiap saya membaca niat mandi junub yang bahasa arab di dalam hati selalu diulang-ulang karena saya takut salah niat. tapi saya kadang-kadang menghiraukannya.
    apakah jika salah niat atau ada lafal yang tidak kebaca, mandi junub saya masih sah ?!
    apakah rasa was-was ini timbul dari syetan ?!

    Niat mandi junub tidak perlu diucapkan karena Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melakukannya.
    Cukup munculkan dalam hati mau mandi junub lalu mandi, maka itu sudah syah.

  15. argian said:

    Assalamu’alaikum pak ustadz..
    di dalam islam kn di syariatkan untuk “meninggalkan yang meragukan, ambillah yang yakin”
    seperti kasus kawan2 diatas yg suka was-was.. pertanyaannya :
    1. bagaimana hukumnya jika ternyata apa yang kita yakini itu keliru ?? apakah berdosa??
    2. apakah sudah benar jika mencukupkan diri kita dgn perintah utk meninggalkan yg ragu2 agar tidak timbul waswas dari syetan??

    d tunggu jawabannya pak ustadza

    Waalaikumussalam.
    1. Insya Allah tidak berdosa, karena Allah menghukumi kita sesuai dengan ilmu yang kita yakini.
    2. Ya, insya Allah itu cukup disertai dengan meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.

  16. argian said:

    melanjutkan pertanyaan saya tanggal 15 November 2011, jadi begini pak ustadz saya punya masalah yg selalu was-was sehabis buang air kecil, yaitu saya “merasa” keluar air seni lagi beberapa tetes tp saya msh meragukannya. Karena takut itu hanya was-was syeitan maka saya tdk menghiraukannya dan mengambil keyakinan tdk keluar apapun dari nya. Apakah saya berdosa jika keyakinan saya keliru, pdhl saya sdh mengkuti cara2 Buang air kecil sesuai tuntunan rosul, yaitu dengan jongkok dan memercikkan air pada kemaluan setelahnya.
    bagaimana pak ustadz?

    Jika memang apa yang diyakini ternyata salah maka insya Allah tidak berdosa.

  17. Taufik Ridwan said:

    Assalamu’alaikum pa ustadz
    saya mau tanya,apakah pada saat kita junub,kita tidak boleh memotong kuku,memotong rambut,bahkan bila rambut kita rontok atau patah pun harus di ambil dan ikut di mandikan ketika mandi junub?

    Waalaikumussalam.
    Semua itu tidak benar dan tidak berdasar sama sekali.

  18. dewi said:

    bagaimana hukumnya suami istri melakukan jimak tiba tiba suaminya wafat…apakah perlu dimandikan junub juga atau bagaimana sebaiknya

    Mandinya ketika jenazahnya dimandikan insya Allah sudah mencukupi. Lagipula orang yang sudah meninggal sudah tidak terkena beban syariat, tidak ada masalah jika dia tidak mandi junub karena dia sudah tidak mampu melakukannya.

  19. suhendi said:

    Aslkm Ustadz,..

    Saya mau tanya jika lupa niat / lupa membaca doa mandi wajib, apakah sah solatnya,…???

    terimakasih

    Niat itu adalah keinginan untuk mandi junub. Karenanya, kapan dia sudah berkeinginan untuk mandi junub, maka itulah niatnya, walaupun dia tidak mengucapkannya, dan mandinya syah.
    Mandi junub tidak ada doa khusus di dalamnya.

  20. hendi said:

    pak ustad saya mau tanya, jika saya sedang junub tapi sebelum mandi junub saya memotong rambut dulu di salon, sesudah itu saya baru melaksanakan mandi junub, apakah mandi saya sah atau tidak pak karena saya meninggalakan rambut yang terpotong disalon?!

    Tidak ada masalah sama sekali. Orang yang junub tidak dilarang memotong rambut.

  21. zy said:

    bagaimana hukumnya mandi junub di kamar mandi mesjid?

    Boleh saja, tidak ada masalah.

  22. oding budiman said:

    Ass. pa Ust
    bagaimana kalau orang yang meningal dunia. tapi sebelum meninggalnya dia belum sempat mandi junub. bagaimana hukumnya? apakah dia berdosa?

    Tidak berdosa, karena maut itu datang bukan atas keinginannya.