Bacaan Dalam Shalat Jenazah
October 2nd 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
23 Syawal
Bacaan Dalam Shalat Jenazah
Dari Thalhah bin Abdillah bin ‘Auf rahimahullah dia berkata:
صَلَّيْتُ خَلْفَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَلَى جَنَازَةٍ فَقَرَأَ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ قَالَ لِيَعْلَمُوا أَنَّهَا سُنَّةٌ
“Aku shalat di belakang Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma pada suatu jenazah, lalu ia membaca surat Al Fatihah. Lalu beliau berkata, “Agar orang-orang tahu bahwa itu (membaca Al-Fatihah dalam shalat jenazah) adalah sunah.” (HR. Al-Bukhari no. 1335)
Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَحَفِظْتُ مِنْ دُعَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan jenazah, dan saya hafal do’a yang beliau ucapkan: “ALLAHUMMAGHFIR LAHU, WARHAMHU, WA ‘AAFIHI, WA’FU ‘ANHU. WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI’ MUDKHALAHU. WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI, WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADHA MINAD DANASI. WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI. WA ADKHILHUL JANNATA, WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI, AU MIN ‘ADZAABIN NAAR. (Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia, dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya. Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk, dan bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan istri di dunia dengan istri yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).” Hingga saya (Auf) berangan-angan seandainya saya saja yang menjadi mayit itu.” (HR. Muslim no. 963)
Penjelasan ringkas:
Sudah diterangkan pada dua artikel sebelumnya dalam ‘Kaifiat Shalat Jenazah’ bahwa shalat jenazah terdiri dari 4 kali takbir. Adapun perinciannya, maka disebutkan dalam hadits Abu Umamah Sahl bin Hunaif radhiallahu anhu dimana beliau berkata:
السنة في الصلاة على الجنازة أن يكبر ثم يقرأ بأم القرآن ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يخلص الدعاء للميت ولا يقرأ إلا في الأولى
“Yang menjadi sunnah dalam shalat jenazah adalah bertakbir (yang pertama) lalu membaca Al-Fatihah, kemudian (pada takbir kedua) bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian (pada takbir ketiga) mendoakan jenazah. Tidak boleh membaca Al-Qur`an kecuali pada takbir yang pertama.” (HR. Al-Hakim: 1/360, Al-Baihaqi: 4/39, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ahkam Al-Jana`iz hal. 121)
Sementara pada takbir yang keempat tidak disyariatkan untuk membaca apa-apa karena tidak adanya dalil yang shahih dalam permasalahan. Jadi, setelah takbir yang keempat langsung salam.
Maka hadits Abu Umamah di atas merinci dua hadits (hadits Ibnu Abbas dan Anas) yang kami bawakan di atas. Yaitu bahwa Al-Fatihah dibaca pada takbir pertama dan doa kepada jenazah dibaca pada takbir yang ketiga. Adapun lafazh shalawat pada takbir yang kedua, maka disyariatkan untuk membaca shalawat yang biasa dibaca di dalam shalat. Wallahu a’lam.
Incoming search terms:
- bacaan shalat jenazah
- bacaan sholat jenazah
- sholat jenazah
- tata cara shalat jenazah
- bacaan dalam shalat jenazah
Related posts:
This entry was posted on Saturday, October 2nd, 2010 at 11:53 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day, Zikir & Doa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








February 17th, 2011 at 3:27 am
terima kasih telah berbagi
March 8th, 2011 at 2:04 pm
terima kasih
amat bermanfaat
namun knpa ga di tulis semua’a??
buat doa nak kecil?
dan rakaat ke tiga??
May 9th, 2011 at 7:39 pm
sneng bs ada ini praktik jd mudah ..:D
December 23rd, 2011 at 1:24 pm
Trima kasih, bisa menambah pemahaman sy tentang shalat jenazah.
December 23rd, 2011 at 1:30 pm
Ustaz gimana kalau kita mau shalat jenazah tetapi pada saat mau shalat kita lupa apa y harus duluan dibaca?
Trima ksih sblmnya
December 24th, 2011 at 10:03 am
Mohon penjelasannya terkait dengan pelaksanaan sholat jenazah yang dilakukan oleh seseorang yang tidak memahami bacaan dan doa shalt jenazah. persoalan ini sering saya temukan dilapangan ketika ada pelaksanaan sholat jenazah secara berjamaah, kemudian dalm kesempatan itu imam yang memimpin sholat tersebut sebelum dimulai, terkadang melontarkan pernyataan “bagi yang tidak bisa bacaan sholat jenazah cukup berniat sholat seperti yang dilakukan oleh imim” mohon penjelasan yang disertai dengan dalilnya. terima kasih
December 25th, 2011 at 12:35 am
thank’s pejelasan yg sudah ada sdh ckp bagus,tp km berharap klo bisa untuk tulisan arapnya klo bisa mudah di baca klo kita browser dg handpone coz bisa mobile. wassalam
January 11th, 2012 at 10:47 am
terima kasih ustad atas informasinya.
February 24th, 2012 at 7:23 pm
terima kasih atas bantuan nya.
March 3rd, 2012 at 11:17 am
nuwun infonya…..
March 4th, 2012 at 12:33 pm
makasih postingannya..
ini bacaan sholat jenazah laki-laki atau perempuan??
kalau tidak salah untuk keduanya ada sedikit perbedaan kan??
terima kasih
March 10th, 2012 at 11:05 pm
bagaimana bunyi bacannya mensolatkan janazah
March 16th, 2012 at 2:28 pm
jazakumullah khoiran
April 4th, 2012 at 10:00 am
afwan ya akhi, hadits di atas bukan hadits riwayat muslim no. 963, tapi no. 1601.
hadits muslim no. 963 adalah tentang shalat ashar.
April 24th, 2012 at 7:59 am
terima kasih atas informasinya……..
April 26th, 2012 at 2:14 pm
Assalamu’alaikum Ustadz !
Ana masih bingung dengan BACAAN SHALAT JENAZAH bila SI MAYIT WANITA DAN SI MAYIT LEBIH DARI SATU. Apakah BACAAN PADA TAKBIR KE 3 ITU SAMA BACAANNYA ATAUKAH ADA YANG DIRUBAH, MISALNYA HURUF HU DIGANTI DENGAN HURUF HA atau HUM, CONTUHNYA : ALLAHUMMAGH FIRLAHU …. DST.
Untuk Jawabannya saya ucapkan Jazakllahr.
April 30th, 2012 at 4:00 pm
Pertanyaan yang kedua ustadz !
Bila si mayit meninggal pada sore hari, apakah boleh si mayit di kuburnya pada esok harinya ?
May 7th, 2012 at 12:00 am
izin baca..
May 7th, 2012 at 12:54 pm
Assalamu’alaikum yaa Ustadz, afwan…ana mau tanya apa ada dalil menjahar bacaan ketika melakukan Shalat Jenazah ?…Syukron.
May 11th, 2012 at 10:24 am
izin share syeh
syukron
May 11th, 2012 at 1:37 pm
hatur nuhun semoga bermanfaat, amin..