Bab Air dan Bejana

January 10th 2014 by Abu Muawiah |

KITAB BERSUCI

Air yang bisa digunakan bersuci ada 7 air:

1. Air hujan.

2. Air laut.

3. Air sungai.

4. Air sumur.

5. Mata air.

6. Air salju.

7. Air dingin.

Kemudian, air terbagi menjadi 4 jenis:

1. Air suci lg bisa digunakan bersuci dan tdk makruh. Ini adalah air mutlak (yg masih di atas bentuk asal penciptaannya, penj.)

2. Air suci namun makruh digunakan bersuci. Yaitu air yg dipanaskan dgn sinar matahari.

3. Air suci namun tdk bisa digunakan bersuci. Ini adalah air musta’mal (bekas bersuci, penj.) dan air yang berubah sifatnya karena bercampur dengan benda suci.

4. Air najis. Yaitu air yang kemasukan najis sementara jumlahnya kurang dari 2 qullah, atau jumlahnya 2 qullah (atau lebih, penj.) namun sifatnya berubah (karena masuknya najis, penj.). Sementara 2 qullah adalah sekitar 500 ritl baghdad (sekitar 190 liter, penj.) menurut pendapat yg paling kuat.

Fasal
Kulit bangkai bisa disucikan dengan cara disamak, kecuali kulit anjing dan babi, serta kulit hewan hasil perkawinan keduanya atau peranakan dari salah satunya. Tulang dan bulu bangkai adalah najis, kecuali pada bangkai (mayat, penj.) manusia.

Fasal
Tidak boleh memanfaatkan bejana yang berbahan baku emas dan perak. Sementara bejana dari bahan baku selainnya boleh dimanfaatkan.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, January 10th, 2014 at 10:34 pm and is filed under Ragam. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.