Aturan Pembagian Warisan

October 7th 2010 by Abu Muawiah |

28 Syawal

Aturan Pembagian Warisan

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ
“Berikanlah bagian fara`idh (warisan yang telah ditetapkan) kepada yang berhak menerimanya. Dan harta yang tersisa setelah pembagian, maka itu bagi pewaris lelaki yang paling dekat (nasabnya).” (HR. Al-Bukhari no. 6235 dan Muslim no. 1615)
Dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada saat khutbah haji wada’:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberi masing-masing orang haknya, karenanya tidak ada wasiat bagi ahli waris.” (HR. Abu Daud no. 3565, At-Tirmizi no. 2120, Ibnu Majah no. 2704, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Irwa` Al-Ghalil no. 1655)
Dari Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhuma Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ وَلَا الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ
“Orang muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim.” (HR. Al-Bukhari no. 6267 dan Muslim no. 1614)

Penjelasan ringkas:
Allah Ta’ala dan Ar-Rasul alaihishshalatu wasallam telah menetapkan hukum dan pembagian warisan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah dengan penjelasan yang gambling dan tegas, tidak ada sedikitpun jalan masuk bagi hawa nafsu dan kepentingan manusiawi untuk merubah atau membatalkannya.

Di antara hukum-hukum tersebut secara global adalah:
1.    Allah Ta’ala sendiri yang langsung merinci pembagian warisan ini dalam kitab-Nya dengan pembagian yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Ini menunjukkan mulianya masalah warisan tatkala Allah sendiri yang langsung merinci dan menjelaskannya.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu :
a.    bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.
b.    Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.
c.    Jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta.
d.    Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak.
e.    Jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga.
f.    Jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam.
g.    (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
h.    Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak.
i.    Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya.
j.    Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak.
k.    Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu.
l.    Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta.
m.    Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris).
(Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari’at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.”
(QS. An-Nisa`: 11-14)

2.    Setelah semua harta dibagikan kepada ahli waris tapi ternyata masih ada harta yang tersisa, maka diserahkan kepada pewaris lelaki yang paling dekat nashabnya (ashabah).

3.    Pada ayat di atas sudah dijelaskan bahwa pembagian warisan dilakukan setelah pembayaran hutan dan wasiat jika ada.

4.    Kerabat yang mendapatkan warisan tidak berhak mendapatkan bagian wasiat.

5.    Antara muslim dan kafir atau sebaliknya tidak boleh saling mewarisi.

Incoming search terms:

  • pembagian warisan
  • cara pembagian harta saudara yang gak punya istri dan anak saudara mati dulu dari yang punya harta
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Thursday, October 7th, 2010 at 11:31 am and is filed under Fiqh, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

60 responses about “Aturan Pembagian Warisan”

  1. muslimah said:

    bismillah,ustadz hafidzokalloh,jika ada seorang laki2 meninggal dunia,meninggalkan ahli waris seorang istri dan seorang anak laki2 dan dua anak perempuan,apakah pembagian warisannya seperti ini,bagian utk istrinya seperdelapan karena ada anak,kemudian sisa harta warisan di bagi 2,bagian pertama utk anak laki2 dan bagian lainnya utk 2 anak perempuan,mohon dibenarkan jika salah,jazaakalloh khoir

    Ia sudah benar seperti itu.

  2. Ummu Aisyah said:

    Assalamu’alaykum ustadz, izin repost untuk posting tanggal 4 Januari 2011.

    Jazakallah khoir.

  3. ermy said:

    Ass ustadz,kami 7 bersaudara,yaitu 3 perempuan dan 4 laki laki,tapi 1 laki2 sdh mninggal dg memiliki 1 anak perempuan dan 1 anak laki2 yg msh balita,yg menjadi pertanyyan saya bgm pembagian warisan dari alhm kedua orangtua kami?

    Yang mau dibagi di sini harta ayah atau ibu. Yang meninggal siapa lebih dahulu, ayah atau ibu?

  4. Ummu khubayb said:

    Bismillah
    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Alhamdulillah,setelah membaca beberapa artikel ttg masalah warisan yg ada di sini,sedikit demi sedikit Ana semakin memahami masalah tersebut.Insyaallah.
    Ada pertanyaan penting yg ingin sekali Ana ketahui:
    1..Apakah dalam pembagian warisan diperlukan adanya pihak khusus dari pemerintahan( contohnya untuk masalah nikah, perlu Ada pihak dari KUA).
    2. Apakah hukum yg sesuai dengan syari’at islam ini yang juga dipakai dalam hukum yg ada di negara Indonesia.

    Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
    1. Asalnya tidak perlu kalau memang semuanya bisa selesai dengan mudah.
    2. Wallahu a’lam, mungkin sebaiknya ditanyakan kepada pihak yang terkait karena kami sendiri tidak mengetahui banyak tentang aturan warisan di negara ini.

  5. Nahar said:

    Assalamulaikum Wr..Wb

    Ustad saya mau bertanya…
    Berapa lama waktu untuk pembagian harta warisan ?
    dan bila tidak dibagikan, bagimana hukumnya?
    Seadainya pembagian tersebut tidak disetujui salah satu keluarga, apakah masih bisa dibagikan ?
    Terima kasih Ustad

    Waalaikumussalam.
    Harta warisan disyariatkan dibagi segera setelah mayit dikuburkan.
    Tidak membagikannya merupakan dosa karena merupakan kezhaliman kepada si mayit dan kepada ahli warisnya.
    Harta warisan tetap harus dibagikan walaupun ada anggota keluarga yang tidak setuju.

  6. Suprapto said:

    assalamualaikum,wr.wb

    Ustad,sy mau tanya…
    bagaima cr pembagian warisan untk keluarga sy,

    sebelum meningal ayah sy sempat berniat utuk menyumbangkan ke masjid,dan ayah sy meninggalkan 1 istri,dan 5 orang anak (2 laki-laki,3 perempuan)
    terima kasih ustad.

    Jika itu adalah wasiat ayah, maka wasiatnya harus dipenuhi.
    Istri mendapatkan 1/8, sementara sisanya dibagi ke anak-anaknya dengan aturan: Wanita mendapatkan 1/2 dari laki-laki.

  7. Ripai said:

    Assalaamu’alaykum.. Ustadz mw nanya tentang “bagian wanita 1/2 dr bgian laki-laki.”
    apakah harta warisan bs dibagikan dgn cara harta dibagi mnjd 3 bagian. 1 bagian untuk wanita dan dibagi rata kpd slruh anak wanita’y. Dan 2 bagian untuk laki-laki dan dibagi rata kpd slruh anak laki-laki’y? Syukron atas jawabannya.

    Waalaikumussalam.
    Soalnya kurang detail. Apakah sudah tidak ada ahli waris lainnya?

  8. Djoko Sularso said:

    Ustad,sy mau tanya…
    bagaima cr pembagian warisan untk keluarga sy,

    Orang tua kami sudah meninggal dan meninggalkan warisan rumah. Kami sekeluarga 9 orang (7 laki dan 2 perempuan), dalam surat wasiat sudah tercantum bahwa pembagian semua SAMA, yaitu masing mendapatkan satu bagian. Kami dari 9 anggota keluarga sudah menikah semua tapi ada 1 yang belum menikah dan sudah meninggal (laki-laki).
    Syukron atas jawabannya.
    Wassalam.
    Pertanyaannya :
    1. Kami sepakat untuk membagikan warisan tersebut sesuai surat wasiat, yaitu masing-masing mendapatkan 1 bagian, apakah hukumnya ?
    2. Apakah yang meninggal (belum menoikah)harus mendapatkan bagiannya dan bila mendapat bagiannya harus diberikan kepada siapa ?

    1. Tidak boleh melaksanakan wasiat tersebut, karena itu adalah wasiat yang melanggar syariat. Kalaupun mau dibagi rata, maka harta tersebut dibagi dahulu sesuai dengan aturan syariat, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Setelah semuanya mendapatkan hak mereka sesuai syariat, barulah yang merasa mendapat banyak harta bersedekah atau hibah kepada keluarganya yang mendapatkan harta yang sedikit. Insya Allah kalau seperti itu tidak ada masalah.
    2. Yang meninggal sudah tidak mendapatkan warisan. Hanya yang masih hidup yang mendapatkan warisan.

  9. nur said:

    Assalaamu’alaykum.. Ustadz
    saya mw tanya bpk angkat saya meninggal dengan meninggalkan 1 orang istri tanpa anak,sebelum sakit beliau sdh ga pernah kasih nafkah selama kurang lebih 10 thn yg bekerja dirumah cm mama yg nyari uang slama ini yg mencari nafkah mama sampe bapak ber ulang x masuk rumah sakit mama yg sibuk sana sini mencari uang keluarga ga da sama se x andil buat bantuin qt ketika dalam kesusahan tapi skr ketika bapak sdh g d keluarga alm bapak meminta yg menjadi haknya sdg kn sertifikat sdh tanah atas nama alm tapi sebelumnya alm sempat membuat surat kuasa menyerahkan smwnya kepada mama,selain itu jg ada yg hrs kami slesaikan jg masalah fidyah, zakat, jg aqiqah alm, dan sebelum meninggal alm sangat ingin berangkat ke tanah suci bersama mama jikalau tanah rumah itu terjualtapi skr bapak tiada saya bingung saya harus bgimn menghadapi smw supaya dapat mempertahankn hak mama jg membereskn yg menjadi kewajiban kami orang yg ditinggalkn. saya mhn saran dari ustadz sebaiknya langkah apa yg hrs saya lakukan dalam menghdpi persoalan ini

    Waalaikumussalam.
    Soalnya kurang spesifik, harap didetailkan permasalahannya.

  10. Dillah said:

    Ass.Wr.Wb.Ustad saya bersaudara kandung 5 orang,ayah saya telah wafat 9 thn yang lalu (me-niggalkan satu istri dan 5 anak)ibu saya masih hidup, permasalahannya sekarang kakak saya tertua wafat belum pernah menikah (bujangan)meninggalkan harta tanpa hutang,tetapi ada wasiat yaitu bangun Masjid (lahan untuk masjid sudah tersedia)dan uang untuk membangun masjid sudah kami sisihkan dengan perhitungan sangat mewah dengan ukuran tanah yg telah disediakan,pertnyaan kami apakah sisa dari harta almarhum kakak saya dibagikan kepada ahli waris menunggu masjid itu selesai (kurang lebih 3 tahun selesai)atau dapat dibagikan tanpa menggu masjid itu selesai dibangun ? mohon bantuan Ustad untuk menjawab sesuai ketentuan Allah yaitu Alquran dan hadis Rosul yang soheh terima kasih Wass. ahliwaris

    Segera dibagikan setelah harta wasiat untuk masjid itu sudah disisihkan, tidak perlu menunggu sampai masjidnya selesai.

  11. johan said said:

    Ass.Wr.Wb Ustad saya sekeluarga ada 5 orang (anak laki-laki 3 orang dan anak wanita 2 orang )ayah saya sudah wafat tinggal ibu.Kakak laki-laki kami yang tertua meninggal dunia ( almarhum belum beristri,alias masih bujangan ),almarhum meninggalkan harta kekayaan cukup banyak tetapi sebelum meninggal kakak saya itu berpesan kekayaannya sebagian untuk membangun masjid ( tanah untuk membangun masjid sudah tersedia )pertanyaan saya apakah sisa harta kakak saya almarhum dapat dibagikan kepada ahliwaris (ahliwaris sesuai aturan di alquran)sebelum masjid itu jadi atau menunggu masjid itu jadi,mohon dijawab ustad sesuai dengan aturan Allah dalam Arquan dan hadis nabi yg soheh terima kasih wass,johan said

    Tidak perlu menunggu sampai masjid itu jadi. Tapi kapan bagian untuk masjid sudah disisihkan maka harta sisanya segera dibagikan. Dalilnya adalah perintah umum dalam Al-Qur`an dan hadits yang memerintahkan untuk mempercepat penyerahan hak (warisan) kepada para pemilik hak (ahli waris).

  12. ayu said:

    assalamualaikum ustad,mohon beri jawaban sesuai hukum Allah dalam Alkuran dan hadis rasul yg soheh. ayah saya meninggal dunia sebelum meninggal ayahsaya berwasiat membangun masjid dan tanahnya sudah tersedia,kami yg ditinggalkan (istri satu-satunya ayah yaitu ibu kami dan 3 orang anak 1 peria dan 2 wanita ),permasalahannya adalah bolehkah warisan ayah kami dibagikan setelah disisihkan uang untuk membangun masjid atau kami harus menunggu hingga masjid itu jadi? demikian ustad kami menunggu jwb ustad wass

    Waalaikumussalam.
    Tidak perlu menunggu sampai masjid itu jadi. Tapi kapan bagian untuk masjid sudah disisihkan maka harta sisanya segera dibagikan. Dalilnya adalah perintah umum dalam Al-Qur`an dan hadits yang memerintahkan untuk mempercepat penyerahan hak (warisan) kepada para pemilik hak (ahli waris).

  13. tetty said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    Ibu saya wafat meninggalkan ibu, 3 anak perempuan, 2 saudara kandung, 4 saudari kandung. Bagaimanakah posisi 4 saudari kandung tersebut? Apakah dengan adanya 2 saudara kandungnya, mereka menjadi terhalang ataukah mendapat sisa. Mohon penjelasannya. Terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Mereka tetap mendapatkan bagian:
    Ibu: 1/6
    3 anak perempuan: 2/3
    4 saudari kandung: 1/12
    2 saudara kandung: 1/12

  14. jusni said:

    Assalamu’alaykum pa ustadz
    1.Apakah Seorang cucu (tunggal)dari kakek asli dan nenek tiri(tdk punya anak cm anak pungut)cucu tsb tdk berhak atas warisan sedangkan anak kakek (tunggal) sdh meninggal?
    2.Seorang Anak Tunggal ibunya meninggal rumah yg tempati dijual bpknya dan pergi entah kemana apakah anak tsb masih mempunyai hak dan menurut informasi si bpk menikah lg tanpa sepengetahuan anaknya.terima kasih ustadz

    Waalaikumussalam.
    1. Tolong informasinya lebih detail. Yang meninggal ini siapa, cucu ini lelaki atau wanita, apakah kakek sudah tidak punya kerabat lain? Saudara misalnya?
    2. Ya, masih mempunyai hak.

  15. bassam said:

    Assalam mualaikum
    Saya mau menanyakan waris yg ditinggalkan ayah kami yaitu sebuah rumah dan rumah tsb akan dijual.kami 5 bersaudara 1 laki-laki 4 perempuan dan 1 ibu kandung bagaimana cara membaginya pa ustad terima kasih atas penjelasannya

    Waalaikumussalam.
    Ibu dapat 1/8 dari total harta harta.
    Sementara sisanya dibagi di antara seluruh anak-anaknya dengan catatan lelaki mendapatkan 2 kali bagian wanita. Detailnya:
    1 lelaki mendapat 14/48
    4 wanita mendapat 28/48 atau setiap anak wanita mendapatkan 7/48.

  16. bassam said:

    Assalam mualaikum ya ustadd

    Menyambung pertanyaan saya diatas saya mau menanyakan pula ada yg bilang katanya kalau warisan harus dikeluarkan 50% utk ibu dahulu baru 50%nya kemudian dibagi waris sesuai dengan ketentuan yg ustad jelaskan diatas terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Itu tidak benar. Ibu tetap mendapatkan hak sebagaimana yang Allah telah tetapkan, tidak kurang dan tidak lebih.

  17. habibi said:

    bismillah. sekedar saran ustadz, mnrut hemat ana, ahsan antum sertakan contoh pembagian warisnya di setiap poin di artikel di atas dengan jumlah uang dan jumlah anggota keluarganya. misal: apabila seorang meninggalkan harta sejumlah 100.000.000, pembagian utk ahli warisnya sekian dan sekian.
    krn dengan contoh tsb bs memudahkan pemahaman thd pembahasa antum. barakallaahufiikum.

  18. NINING IWA KARTIKA said:

    assalamua’alaikum,

    pak ustadz, ayah saya sudah meninggal dan ibu masih hidup, kami 4 bersaudara seibu dan sebapak parempuan semuanya. bagaimanakah cara pembagian harta waris yang sesuai dengan syariat islam?

    Ayah saya mempunyai 1 saudara laki dan 2 perempuan tetapi yang 1 sudah meninggal, begitu juga dengan ayah dan ibunya. demikian informasi saya sampaikan, terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Istri mendapat 1/8 harta.
    4 anak wanita mendapat 2/3 harta atau per anak mendapatkan 1/6 harta.
    Sisa hartanya adalah untuk kedua saudaranya (1 lelaki dan 1 wanita), dengan aturan saudara lelaki mendapatkan 2 kali bagian saudara perempuan.

  19. Agus prastowo said:

    Assalamua’laikum wr wb
    pak ustad bgmn aturan pembagian waris ,yang meninggal kakak laki2 meninggalkan 1 istri ,ayah ,ibu ,2 saudara perempuan ,3 saudara laki2 , 3saudara perempuan dari ayah(bu dhe) ,, harta kakak yg meninggal adl rumah yg sdh dibeli kakak sblm menikah hanya spd motor dan perabotan rumah dibeli kakak setelah menikah, mohon penjelasan pembagiannya,?

    Waalaikumussalam.
    Yang mendapat warisan di sini hanya istri dan kedua orang tuanya, sementara yang lainnya tidak mendapatkan warisan.
    Istri mendapat 1/4 harta.
    Ibu mendapat 1/4 harta.
    Dan sisanya yaitu 1/2 harta adalah untuk ayahnya.

  20. dhanie said:

    assalamuaalikum
    saya mau menanyakan tentang waris menurut syariah islam….semisal istri meninggal dunia meninggalkan suami dan 3 anak perempuan yang sudah menika semua…bagaimana cara pembagian warisnya….terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Kalau memang sudah tidak ada ahli waris yang lain seperti orang tua istri atau saudara (i) istri maka:
    Suami mendapat 1/4
    3 anak perempuan mendapat 3/4 atau per anak mendapat 1/4 harta.

  21. Abu Wildan said:

    Assalaamu’alaykum
    saya mau bertanya kpd Ustadz..
    Apakah boleh harta warisan di bagikan sebelum yang mempunyai warisan (ayah) meninggal dunia..??
    klw boleh apakah ada dalilnya..?

    Syukron..

    Waalaikumussalam.
    Tidak boleh. Karena di antara syarat syahnya pewarisan adalah pemilik harta telah meninggal dunia.

  22. inu murti said:

    Assalamu’alaikum,
    Pak Ustad saya mau menanyakan ihwal pembagian waris secara syariah…sebagai berikut:istri meninggal dunia meninggalkan suami dan seorang anak kandung, namun si istri juga memiliki 6 orang anak dari hasil perkawinan sebelumnya (3 laki-laki dan 3 perempuan). Adapun harta yang ditinggalkan adalah harta bersama dengan suami yang terakhir.
    Bagaimanakah cara pembagian warisnya, mohon penjelasan, terima kasih

    Waalaikumussalam.
    Harta yang dibagikan hanyalah harta milik istri saja, jadi hartanya harus dipisahkan terlebih dahulu.
    Adapun pembagiannya:
    Suami mendapat 1/4 harta.
    Sisanya dibagikan dibagikan untuk ketujuh anaknya, dengan ketentuan laki-laki mendapatkan bagian 2 kali dari bagian anak wanita. Kami tidak merinci karena anda tidak menyebutkan jenis kelamin dari anak kandung tersebut.

  23. agus supriatna said:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Pak. Kiyai, saya mau tanya tentang pembagian harta warisan yang benar menurut syari’at Islam.
    Begini Kasusnya> ” Ayah dan Ibu Saya sudah meninggal dunia,Mereka meninggalkan 1 buah rumah, kemudian mereka mempunyai anak 10 orang, 5 Laki-laki dan 5 lagi Perempuan.” kemudian anak yang paling besar no. 1 ( laki-laki) sudah meninggal dunia..”
    yang jadi pertanyaan adalah :
    1. Bagaimana cara penghitungannya?
    2. Apakah keluarga anak yang paling besar yg sudah meninggal kebagian harta warisan, apa tidak ?
    3. Kemudian Barang-barang peninggalan ayah dan ibu, apa harus dibagikan juga, atau di hitung disatukan dengan warisan?

    Waalaikumussalam.
    Pertama harus diketahui dahulu, siapa yang meninggal lebih dahulu antara ayah atau ibu.

  24. agus supriatna said:

    sebelumnya terima kasih atas jawabannya pak. Kiyai.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  25. ridwan said:

    assalanu’alaikum.pak ustad bpk saya nikah 2 kl.istri pertama sdh meninggal dan punya 2 anak lelaki.istri kedua punya 2 anak lelaki dan 6 anak perempuan.sekarang bpk sdh meninggal.pembagian warisannya bagaimana pak ustad?.wassalammu’alkum.

    Waalaikumussalam.
    Hartanya dibagi untuk istri dan ke10 anaknya, dengan rincian:
    Istri mendapat 1/8 harta.
    Sisanya dibagi untuk ke10 anaknya dengan ketentuan, anak laki-laki mendapat bagian dua kali dari bagian anak perempuan.

  26. hadinara said:

    assalamualaikum pa ustad saya mau tanya…
    apabila ada anak perempuan yang meninggal lebih dulu daripada kita, dan anak tersebut sudah memiliki keturunan apakah keturunan anak tersebut(cucu) mendapat harta warisan seperti anak anak yang lain yang masih ada

    Waalaikumussalam.
    Tidak, jika kita mempunyai anak yang lain. Karena paman/bibi itu menghalangi keponakannya untuk mendapatkan warisan.

  27. dian said:

    assalamualaikum pa ustad saya mau tanya… begini kasusnya pa ustad ayah dan ibu saya sudah meninggal dunia (ibu saya dulu baru ayah saya yang meninggal) dan ayah saya meninggalkan sebuah rumah dan sekarang rumah tersebut akan d jual. ayah saya memiliki 9 orang anak, dan kebetulan anak yang kedua sudah eninggal lebih dulu daripada ayah saya, yang mau saya tanyakan adalah apakah keturunan anak yang kedua tersebut mendapatkan bagian harta warisannya apa tidak??

    Waalaikumussalam.
    Ya, cucunya atau anak dari anak kedua itu tidak mendapat warisan, karena adanya saudara/saudari dari ayahnya atau paman dan bibinya.

  28. wahyu said:

    Bismillah, Pak Ustadz, Nenek saya telah wafat, meninggalkan 4 orang anak, terdiri dari 3 org wanita dan 1 orang laki-laki.namun, sekarang ini, anak dr nenek yang masih hidup hanya 2 orang perempuan. saudara nenek & suami nenek juga sdh wafat.yang mau tanyakan, Bagaimana pembagiannya? apakah anaknya nenek yang meninggal juga dpt bagian warisan ?

    Yang mendapat warisan hanyalah kedua anak perempuan yang masih hidup saja serta cucu dari anak laki-laki yang sudah meninggal kalau ada.

  29. ana citra said:

    askum ! Pak ustad saya mau tanya tolong d jawab . Si fulan meninggalkan warisan sebesar 120 juta bagaimana pembagian warisnya jika fulan meninggalkan:
    . Seorang ibu
    . Seorang istri
    . Dua orang saudra laki- laki
    . Dua orang anak(satu laki-laki, satu perempuan)mohon penguraiannya ya pak ustad, terimaksih wasalm

    Ibu mendapatkan 1/6 dari harta.
    Istri mendapatkan 1/8 harta.
    Sisanya dibagi untuk kedua anaknya, dengan catatan anak laki-kali mendapatkan dua bagian lebih banyak dari anak wanita.
    Sementara saudara laki-lakinya tidak mendapatkan warisan.
    Kalau harta yang akan dibagi adalah 120.000.000, maka:
    Ibu mendapat: 20.000.000
    Istri mendapat: 15.000.000
    Anak lelaki mendapat: 56,6 juta.
    Anak perempuan adalah setengahnya: 28,3 juta.

  30. Bas said:

    Assalamualaikum Pak Ustadz,
    Saya mau tanya 2 kasus:
    Pertama:
    Seorang lelaki mninggal dengan ahli Waris Ibunya, Istri, 1 anak perempuan dan 2 saudara perempuan.
    Apakah 2 saudara perempuan mendapatkan bagian? bagaimana pembagiannya?

    Yg kedua:
    Seorang wanita menninggalkan ahli Waris: 2 orang anak perempuan dan cucu2 dari 4 anak laki2nya yang sudah meninggal sebelumnya. Apakah para cucu tsb mendapat bagian? berapa bagiannya, Pengertian saya kedua anak perempuan mendapa 2/3 dan sisa yang 1/3 untuk dibagi ke seluruh para cucu dengan cucu lelaki mendapat 2 bagian. apa betul begitu?

    Terima kasih
    Wassalam

    Waalaikumussalam.
    Kasus pertama:
    Ibu: 4/24 bagian
    Istri: 3/24 bagian
    anak perempuan: 12/24
    2 saudari: Sisanya.

    Kasus kedua:
    Ya, insya Allah sudah betul begitu. Wallahu a’lam.

  31. teguh said:

    ayah saya meninggal, trus ayah membagi warisan kepada kami, yaitu ibu, 2 orang laki2 dan 3 orang perempuan.. bagaimana pembagiannya secara islami..

    trimakasih
    wassalam

    Ibu mendapatkan 1/8 bagian dari total harta.
    Sementara 7/8nya dibagikan kepada pada ke5 anaknya, dengan ketentuan laki-laki mendapatkan dua kali dari bagian anak wanita.

  32. wahyu said:

    Jazakallohu khoir pak Ustadz.Menyambung pertanyaan no 28, bila cucu nenek dari anak lelakinya terdiri 1 orang pria dan 2 orang wanita sedangkan harta warisan bila dinilai dengan uang,misal sejumlah Rp. 100.000.000,-, berapa pembagian harta waris u/masing2 ahli waris ? Mengapa cucu nenek dari anak lelaki mendapat bagian,sedangkan cucu nenek dari anak perempuan nenek tdk mendapatbagian?

    Maaf, tolong diinput ulang pertanyaan yang lalu agar bisa nyambung.

  33. imron said:

    duda bawa anak perempuan 1, janda bawa anak laki-laki 1, keduanya menikah mempunyai 5 anak perempuan. Yang suaminya meninggal ,bagaimana cara pembagian warisnya?

    Apakah sudah tidak ada ahli waris lain? Misalnya saudara kandung suami?
    Jika tidak, maka pembagiannya:
    Istrinya mendapat 1/8 dari total harta.
    Sementara sisanya 7/8 dibagi rata untuk keenam anak perempuannya.
    Sementara anak laki-lakinya tidak mendapat warisan karena dia anak tiri. Wallahu a’lam.

  34. aip s said:

    Assalamu’alaykum wr. wb.
    Jika seorang suami meninggal dan meninggalkan harta warisan,
    1. Kapan sebaiknya harta warisan itu dibagikan? Adakah batasan waktu?
    2. Bolehkah istri almarhum menyedekahkan harta almarhum sebelum waris dibagikan, baik kepada anaknya maupun orang lain, tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya?
    3. Jika salah seorang ahli waris meminjam harta warisan (sebelum harta itu dibagikan), apakah perlu memberitahu semua ahli waris lainnya?

    Terima kasih.
    Wassalamualaykum wr. wb.

    Waalaikumussalam.
    1. Sesegera mungkin setelah mayit dikuburkan.
    2. Tidak boleh, karena harta itu semuanya bukan miliknya, melainkan milik bersama. Kalau dia mau bersedekah, maka dia boleh bersedekah dengan bagiannya sendiri nantinya dari harta warisan.
    3. Kenapa dia harus meminjam jika dia memang mempunyai hak dari harta tersebut. Karenanya, masalah yang kedua dan ketiga ini tidak akan muncul kalau hartanya segera dibagikan.

  35. juju said:

    Ustad.kedua org tua dari ayah saya (kakek nenek saya)sudah meninggal.istri ayah(ibu saya) sudah meninggal.keturunan ayah saya hanya saya sebagai anak satu2nya(anak tunggal).ayah saya memiliki 1 org kakak laki2 dan beberapa adik laki-laki dan perempuan.pertanyaan saya bagaimanakah pembagian harta warisan yang sesuai sunnah jika ayah saya meninggal?ayah saya sering mengatakan kalau saya mungkin akan menjadi pewaris tunggal,benarkah itu ustad?

    Ya, apa yang ayah anda katakan itu betul. Anda adalah pewaris tunggal.

  36. juju said:

    Melanjutkan pertanyaan saya..jika memang saya sebagai anak kandung laki-laki satu2nya adalah pewaris tunggal,berapa bagian dari harta waris yang akan diwariskan kepada saya?apakah seluruhnya ataukah sebagian saja?

    ya jelas seluruhnya, karena tidak ada lagi ahli waris lainnya.

  37. ipol said:

    assw , p ustaz , saudara laki2 saya meninggal dunia , tidak mempunyai istri dan anak. mempunyai seorang ibu,adik laki2 satu orang, empat orang saudara perempuan, bagaimana mengenai pembagian harta warisan yang ditinggalkan almarhun. wwsb

    Ibu mendapatkan 1/6 harta.
    1 Saudara lelaki mendapat bagian 10/36 dari harta.
    Dan ke-4 saudara wanita mendapatkan bagian 20/36 dari harta.

  38. eza said:

    assalamu’alaikum pak ustadz,
    ayah saya telah meninggal dunia dan meninggalkan 1 orang istri dan 2 anak perempuan saja, bagaimanakah pembagian warisan almarhum ayah saya? apakah paman dan bibi saya dari ayah saya juga mendapat bagian?
    terima kasih.

    Waalaikumussalam.
    Ya, saudara/saudari ayah juga mendapat bagian warisan.
    Pembagian lengkapnya, tergantnung berapa jumlah saudara(i) ayah.

  39. ihsan_solo said:

    assalam ustadz:bolhkh rumh peninggalan ayah itu tidak dibagi sbg warisan tp disepkati olh kluarga utk rumh kluarga dan bekumpul kluarga,krn ibu msh ada.syukron

    Sebaiknya dibagi dahulu, baru kemudian semuanya merelakan bagiannya dari rumah itu untuk ibunya.

  40. Ami said:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Pak Ustadz, kakak perempuan Ibu saya meninggal. Suaminya sdh meninggal lebih dulu, kedua org tuanya jg sdh meninggal. Beliau tidak punya anak, punya 2 saudara perempuan. Bagaimana cara membagi warisannya? Syukron.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Waalaikumussalam.
    Semua hartanya dibagi rata untuk kedua saudaranya.

  41. isman ineni, SE said:

    ustad , bapak saya Alm mendapatkan pembagian warisan dari orang tua nya Alm ( kakek saya ),yg telah di bagi oleh saudara 2 nya dgn rata. dan bagian bapak saya telah di berikan kepada kami sekeluarga, sekarang kami sekeluarga timggal: 1 istri bapak, 4 anak ,( 1 wanita 3 pria .) bagaimanakah cara pembagian harta dari kakek kami itu .

    Yang dapat warisan dari kakek hanya ayah anda dan saudara2nya. Adapun ibu serta anda bersaudara, tidak mendapatkan bagian dari harta warisan kakek.

  42. Hari ISmail said:

    Aslkum wr.wb.. stad mau tanya…
    ayah saya meninggal dunia… meninggalkan istri, 1 anak laki2 3 anak perempuan… tapi ayah saya juga mempunyai 2 anak laki2 dan 3 anak perempuan tapi tidak se ibu…… apakah semuanya mendapatkan warisan.. gmn pembagiannya… Jajakalloh stad.. Qoblahu.. :)

    Istri mendapatkan 1/8 bagian karena ada anak.
    7/8 sisanya dibagi untuk anak-anaknya, dengan aturan yang lelaki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan.
    Sementara saudara sebapaknya tidak mendapatkan warisan karena adanya anak.

  43. ahmad said:

    ak paling pusing tentang warisan ustad bagaimana hukum tidak menerima warisan dengan alasan agar di gnakan untk adik-adiknya

    Sebaiknya dia terima dulu bagiannya, baru dia sedekahkan untuk adik-adiknya.

  44. Adibfairuzalbarru said:

    Assalamu’alaikum pa ust.
    Ayah sy meninggal 1 thn ya lalu, tp sampe skarag, kami sbgai anaknya ( 2 lakilaki & 1 prmpuan ) tdak pernah membicrakan membcrakan mslah warisan, karena kami ingin menjaga perasaan ibu kami ! Trs kami, sbg anaknya jg spakat tdak akan mengungkit mslah warisan kcuali ibu kami sndiri ya mulai, gmana menurut pa ustd ? Gmana jg pmbgianya ? Trimksh
    wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Sebaiknya anda membicarakan baik-baik dengan ibu, bahwa pembagian ini adalah untuk kebaikan ayah sendiri agar sempurna semua sangkut pautnya di dunia ini. Yang penting dibagi dahulu, masalah kapan dia mau mengambil haknya, maka itu bisa ditunda sampai saat yang tepat. Yang jelas semua ahli waris sudah tahu haknya masing-masing.
    Pembagiannya, jika memang ayah tidak mempunyai orang tua dan saudara lagi:
    Ibu mendapatkan 1/8 harta karena adanya anak.
    7/8 sisanya dibagi ke semua anak-anaknya, dengan ketentuan, anak lelaki mendapatkan dua kali lipat dari bagian anak perempuan.

  45. agus miftah said:

    assalamu’alaikum p uzthad mau tanya aku anak ke 3 dari 3 saudara kakak ke 2 dah meninggal dulu bpk/ibu masih hidup; meniggalkan 3 anak.kemudian bpk meninggal.trus kakak yg pertama meninggal.mempunyai 3 anak 2lk,1prmpuan.punya 1rumah kami tempati saya dan ibu saya.seumpama anak kakak saya minta hak waris gimana cara pembagian sah secara syariat agama . walaupun sementara ini blum menagih haknya . trims wassamualaikum.

    Waalaikumussalam.
    Maaf, soalnya masih kurang detail, harap diperjelas. Jenis kelamin kakaknya apa? Trus saudaranya yang satu lagi jg tidak disinggung.

  46. abdillah said:

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Pak Ustadz, bila seorang laki2 wafat, dan meninggalkan seorang istri, 1 orang anak perempuan, 1 orang saudara kandung laki2 dan 1 orang saudara kandung perempuan, bagaimana pembagian warisannya. trimakasih

    Waalaikumussalam.
    Istrinya mendapatkan 1/8 bagian dari harta.
    4/8 bagian untuk anak perempuannya.
    Dan sisanya dibagikan untuk kedua saudaranya, dengan ketentuan: saudara lelaki mendapat bagian dua kali lipat dari saudara perempuan.

  47. agus miftah said:

    assalamu’alaikum wr. wb. pak ustadz mengulang pertanyaan kemarin,aku punya 3 saudara sekandung laki2 semua. misal 1.A. anak pertama 2.B.anak kedua 3.C.anak ketiga B meninggal, Bpk dan Ibu msh hidup,kemudian Bpk meninggal. terus A meninggal. tinggal C anak ketiga dan Ibu,sedangkan meninggalkan sebuah rumah. Bgmnkah cara pembagiannya7 apakah juga Ibu dapat waris dari B anak kedua dan A anak pertam7 Trims.

    Waalaikumussalam.
    Masih kurang lengkap soalnya. Apakah si B dan si A punya istri dan anak atau tidak?

  48. Lidya said:

    Ass ustad
    jika seorang bapak telah meninggal dunia dan meninggalkan 1 orang istri dgn 2 orang anak prmpuan serta 2 orang anak (1 laki n 1 prmpuan) dari istri pertama yg sdh dceraikan. bagaimana aturan pembagian warisannya? semasa hidup si bapak telah membuatkan rumah untuk anak2 dari istri yg sdh diceraikannya sdgkn untuk anak2 dari istrinya yg msh sah blm sempat dibelikan msh dlm bentuk uang yg ditinggalkan dlm tab.

    Apa yang sudah diberikan bapak kepada istrinya terdahulu dan anak-anaknya, maka itu sudah jadi harta mereka, tidak lagi masuk dalam kategori harta yang dibagikan, kalau memang bapak sudah menghibahkannya.
    Jika tidak ada ahli waris lain dari bapak, maka pembagiannya sbb:
    Istri sekarang mendapatkan 1/8 dari total harta warisan, karena dia mempunyai anak.
    7/8 sisanya dibagikan untuk keempat anaknya, dengan ketentuan: Anak lelaki mendapatkan bagian dua kali lebih banyak dari anak wanita.

  49. aji said:

    assalamualaikum ustadz…suami isteri hdp lebih dari 30 tahun memilki harta berupa rmh dll dan memilki 2 anak perempuan dan 7 org anak laki laki…ketika si isteri meninggal lebih dahulu dan sisuami ingin kawin lagi apa yg harus dilakukan oleh si suami terhadap harta benda selama ia berumah tangga dgn isteri yg meninggal terdahulu ? syukran ustadz atas jawaban nantinya

    Waalaikumussalam.
    Dia harus memisahkan mana harta istrinya dan mana harta dia. Lalu harta istrinya dibagikan sebagai warisan darinya, setelah melunasi hutang, wasiat, dan biaya penyelenggaraan jenazah istrinya.

  50. apriyanti said:

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Pak ustadz, bila seorang laki2 wafat Dan meninggalkan 2 anak perempuan hasil Dari pernikhan yg pertama (sudh bercerai), Dan telah menikah lagi tanpa memiliki anak kandung (hanya ada ank tiri : 1 ank perempuan & 2 ank laki2).. bagaimana pembagiannya? Terimakasih sebelumnya

    Waalaikumussalam.
    Istrinya mendapat 1/8 bagian karena adanya anak suaminya.
    Sisanya berupa 7/8 harta, dibagi rata untuk kedua anak kandungnya. Adapun anak tirinya, maka mereka tdk mendapatkan warisan darinya.

  51. Agung Nurhidayat said:

    Asslm ustadz, apakah boleh kami anak2nya menuntut pembagian harta warisan ibu saya yang telah meninggal 7 tahun yang lalu, dikarenakan ayah kami menikah lagi. Almarhumah sebelum menikah mempunyai (mis: 7 juta) dan pada saat meninggal mempunyai harta bersama(mis:10 juta), kami anaknya ada 5 orang laki2 dan 1 orang perempuan? dan almarhumah mempunyai seorang ibu yang masih hidup. terimakasih ustadz atas informasinya.

    Tentu saja boleh, itu hak anda dan saudara sebagai ahli warisnya. Pembagiannya sbb:
    Suaminya mendapat 1/4 bagian dr total harta karena adanya anak.
    Ibunya mendapat 1/6 bagian.
    Sisanya dibagikan untuk ke6 orang anaknya, dengan ketentuan: Anak lelaki mendapatkan bagian dua kali lebih banyak drpd anak wanita.

  52. Dicky said:

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz,
    Dimohon sekali bantuannya. Ayah saya wafat dan meninggalkan harta, anggaplah harta yang ditinggalkannya sebesar 1 Milyard. Ayah saya meninggalkan 1 orang istri, 2 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan. Sebelum harta warisan dibagikan, tak lama berselang, salah satu dari anak laki-lakinya (abang saya) meninggal dunia dan meninggalkan 1 orang istri dan 3 orang anak laki-laki (anak laki-laki yang ke-3 masih didalam kandungan dengan usia kandungan 6 bulan saat abang saya ini wafat). Mohon dibantu untuk tata cara penguraian pembagian hartanya. Terimaksih Wassalam…

    Waalaikumussalam.
    Pertama-tama yang dibagi adalah harta ayah, sbb:
    Istri mendapatkan bagian 1/8 dr harta karena adanya anak.
    7/8 bagian sisanya dibagikan kpd ke5 anaknya, dengan ketentuan: Anak lelaki mendapatkan bagian dua kali lebih banyak drpd anak wanita.

    Kemudian, harta abang (harta asalnya ditambah warisan dr ayah) dibagikan lagi, sbb:
    Istri mendapat 1/8 bagian karena adanya anak.
    Ibu mendapat 1/6 bagian dar harta.
    Dan sisanya untuk kedua anak lelakinya. Calon anak ke3 belum mendapat warisan karena dia belum lahir.

  53. Nia said:

    Assallamuallaikum Wr. Wb.
    Pak Ustadz Ysh,
    Saudara laki-laki kami wafat saat kami mulai membahas pembagian harta waris peninggalan Ayah kami. Adapun hak waris yg sudah kami perhitungan secara islam untuk saudara kami yang laki-laki ini adalah sebesar kurang lebih 200 juta. Saudara laki-laki kami ini meninggalkan 1 orang istri dan 3 orang anak laki-laki yang masih dibawah umur (yg paling tua berumur 8 tahun). Yang jadi pertanyaan adalah:
    1). Bagaimana cara membagikan 200 juta hak waris tersebut ke istri dan anak-anaknya menurut hukum islam?
    2). Apakah hak waris anak-anak tersebut bisa diwalikan ke saudara kami yang laki-laki satunya lagi untuk dijaga dan diberikan kelak jika anak-anak tersebut sudah dewasa/cerdas dalam mengelolah keuangan hasil harta waris ini? Terus terang, kami sekeluarga punya kekuatiran terhadap Ibu anak-anak tersebut yang selama ini kami anggap boros. Saat ini kami yang men-Support semua kebutuhan anak-anak Yatim dari Saudara laki-laki kami ini tanpa menggunakan harta hak waris tersebut.
    3). Jika boleh diwalikan ke saudara laki-laki kami, apakah harta waris yang menjadi hak anak-anak tersebut bisa dikonversikan/digantikan/dibelanjakan untuk membeli Emas/Tanah yang setara jumlahnya agar nilainya kelak dapat mengikuti perkembangan zaman saat diberikan kepada anak-anak tersebut dikala dewasa?
    4). Siapakah yang menjadi wali wariS anak-anak tersebut dan yang lebih mempunyai hak? Ibu anak-anak tersebut atau Saudara Laki-Laki dari ayah anak-anak tersebut?
    5). Dosakah kami jika kami menolak memberikan hak wali waris kepada Ibu anak-anak tersebut, mengingat perilaku Ibu anak-anak tersebut?
    Demikian. Wassallammuallaikum….

    Waalaikumussalam.
    1. Istrinya mendapatkan 1/8 bagian dr 200 juta. Dan sisanya dibagikan secara rata untuk ke3 anak lelakinya.
    2. Boleh saja, apalagi dgn adanya kekhawatiran seperti di atas.
    3. Jika ada potensi harta anak yatim itu bisa berkurang, maka tdk boleh menginvestasikannya. Tapi jika hartanya itu -dr kebiasaan yg ada- pasti bisa bertambah, maka insya Allah tidak mengapa. Wallahu a’lam. Walaupun membiarkan harta itu seperti adanya, itu lebih utama.
    4. Jika kondisi ibunya seperti yg anda gambarkan, maka paman2nya lebih berhak terhadapnya.
    5. Insya Allah tdk berdosa, karena anda mempunyai alasan syar’i dari perbuatan anda tersebut. Wallahu a’lam.

  54. Budi Fajar said:

    Assalamu ‘alaykum wr. wb.
    Pak Ustadz, bila seorang laki2 wafat dan meninggalkan seorang istri, 3 orang anak laki2, 2 orang anak perempuan, 2 orang cucu laki2, 2 orang cucu perempuan, 1 orang saudara kandung laki2 dan 1 orang saudara kandung perempuan, bagaimana pembagian warisannya ? Jazakalloh.

    Waalaikumussalam.
    Istri mendapat 1/8 bagian dr total harta.
    Sementara 7/8 sisanya dibagikan untuk kesemua anaknya, dengan ketentuan: Anak lelaki mendapatkan bagian 2 kali lebih banyak drpd anak wanita.
    Cucu dan saudaranya tidak mendapatkan warisan karena adanya anak lelaki.

  55. mangsud said:

    Permisi mau nyeletuk….
    Di atas dikatakan “lakukan secepatnya untuk urusan pembagian harta warisan” (mudah mudahan saya gaa keliru membaca jawaban dr pertanyaan2 di atas),
    Lantas bagaimana mengenai “kewajiban” orangtua?? Ternyata si bapak memililiki kewajiban lain, spt utang,,baik itu utang bank ataupun utang dgn pribadi seseorang. Apakah akan diperlakukan sama dengan pembagian warisan??
    Tks

    #maaf cuma bertanya, no offence feeling.

    Harta warisannya digunakan dulu tuk membayar semua kewajibannya berupa hutang, wasiat, dan biaya penyelenggaraan jenazah. Jika setelah itu, masih ada sisa hartanya, maka sisa harta itu yang dibagikan sebagai warisan.

  56. nurlela said:

    assalamu alaikum pak ustad,,,saya mau tanya bagaimana cara membagi warisan dengan ibu tiri yang menikah dengan ayah saya sebelum meninggal mempunyai anak,,,singkat cerita saya 3 bersaudara satu perempuan dan 2 laki laki dan ketika ibu saya meninggal ayah menikah lagi dengan seorang perempuan lalu memiliki anak 6 ( 3 laki laki dan 3 perempuan )…lalu ayah saya meninggal.dan meninggalkan sebuah rumah dan sebidang tanah,,bagaimana cara membagi dengan ibu tiri saya ..

    Waalaikumussalam.
    Ibu tiri anda mendapatkan 1/8 bagian dari harta ayah.
    7/8 sisanya dibagikan untuk ke-9 anaknya semuanya, dengan ketentuan: Anak lelaki mendapatkan bagian 2 kali lebih banyak drpd anak wanita.

  57. nurlela said:

    assalamu alaikum,,,terima kasih

  58. comaria agustina said:

    assalamualaikum…
    saya ingin bertanya,bagaimana pembagian harta warisan jika ayah meninggal.
    meninggalkan ibu dan anak 7orang{4laki2 dan 3 perempuan}1laki2 belum menikah dan masih sekolah.
    masing2 anaknya sudah memiliki anak.

    Waalaikumussalam.
    Kalau tidak ada ahli waris yang lain, maka:
    Ibu mendapatkan 1/8 bagian dr harta.
    7/8 sisanya dibagi untuk ke7 orang anaknya, dengan catatan: Anak lelaki mendapatkan bagian dua kali lipat dari anak wanita.

  59. salvi said:

    Assalamu’alaikum pa ust.
    Ayah sya meninggal 8 thn yg lalu, tp sampe skarag, kami sbgai anaknya 2 lakilaki dan 2 prmpuan tdak pernah menyinggung maslah warisan kepada ibu kami, gmana menurut pa ustd pembagiannya? Gmana jg pmbgianya kepada abg kami yg pling tua dia cacat sejak lahir tidak bisa berkomunikasi secara normal apakah mendapatkan warisan juga/tdak ?
    wassalamu’alaikum

    Waalaikumussalam.
    Harta ayah sebaiknya segera dibagikan, agar urusannya di dunia bisa selesai. Jika sudah dibagi, dan anak2 ingin menyerahkan bagian mereka kepada ibunya, maka itu hak mereka.
    Pembagiannya, jika tidak ada ahli waris yang lain:
    Ibu mendapatkan 1/8 bagian dr harta.
    7/8 sisanya dibagi untuk ke4 orang anaknya, dengan catatan: Anak lelaki mendapatkan bagian dua kali lipat dari anak wanita.
    Cacatnya kakak tidak menghalangi dia mendapatkan warisan, dia tetap berhak mendapat warisan.

  60. ummu yazid said:

    ustadz, ana mau bertanya seputar hukum faraid ini:
    1. ana punya nenek yg masih hidup( janda) namun sedang dalam keadaan sakit. beliau memiliki tanah dan saat ini ada perusahaan yg ingin membelinya sebesar 10 milyar. nenek sudah setuju kalau tanahnya dijual dan nnti dibagi-bagikan kepada anak2nya.
    2. jumlah anak nenek 6 org. 1 anak laki-laki tertua, dan 5 perempuan.
    pertanyaan.
    1. apakah harta tersebut sudah boleh dibagi sekarang pdhl nenek msh ada?
    2. apakah cucu nenek baik laki laki maupun perempuan yg jumlahnya ada 12 boleh dapat bagian? karna keluarga udah sepakat mau membagi sisanya pada cucu-cucu nenek
    3. benarkah jika kalau nenek masih ada, harta tersebut bukan terhitung harta warisan dan harusnya dibagi rata?
    mohon sekali jawabannya ustadz karna ini penting sekali untuk ana sampaikan ke keluarga agr tidak terjadi salah paham.

    1. Belum boleh. Warisan hanya dibagi setelah pemilik hartanya wafat.
    2. Tidak dapat. Semua cucu anak lelaki terhalangi dapat warisan karena adanya anak-anak nenek. Sementara cucu dari anak perempuan, memang pada dasarnya tidak dapat warisan.
    3. Jika itu sifatnya hibah atau wasiat, maka ada aturan lain yang harus diperhatikan.