Apakah seorang salafy harus bisa bahasa Arab?
February 9th 2009 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Apakah seorang salafy harus bisa bahasa Arab?
Tanya:
Apakah yang pantas menisbatkan dirinya kepada Ahlus Sunnah/Salafy hanya orang-orang yang pandai bahasa Arab atau yang mondok saja?
Lalu bagaimana dengan orang awwam yang menafkahi keluarganya sedangkan mereka mengikuti sunnah semampu mereka, tidak melakukan bid’ah. Apakah mereka juga bisa dinisbahkan kepada salafy?
Wiwit-Bekasi
Jawab:
Iya, semua orang yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dari kalangan tabi’in dan sholihin setelah mereka, maka dia adalah seorang salafy. Baik dia orang Arab atau orang ajam (non-Arab), baik dia seorang alim atau penuntut ilmu atau orang awam. Selama dia tidak mendahulukan sesuatu apapun di atas Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah seorang salafy, sunny.
[Jawaban dari Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwi di Ma'had Darul Hadits Dammaj, dengan sedikit perubahan]
Related posts:
This entry was posted on Monday, February 9th, 2009 at 10:00 am and is filed under Jawaban Pertanyaan, Manhaj. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.








October 21st, 2010 at 5:25 pm
Bismillahirrohmanirrohiim,
Ustadz,bagaimana kalo keadaan seorang pelaku maksiat yang di sisi lain juga beribadah tapi tanpa disertai syirik dan bid’ah, apakah juga dapat dikatakan seorang yang Sunny Salafy?
Jazakallohu khoir…