Antara Kesabaran dan Dosa

December 2nd 2008 by Abu Muawiah |

Antara Kesabaran dan Dosa

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata, “Musibah-musibah itu menghapuskan kejelekan-kejelekan, akan tetapi pahala hanya akan didapatkan jika seseorang bersabar atas musibah tersebut, dan kesabaran ini hukumnya wajib. Karena seseorang hanya akan diberikan pahala atas perbuatan yang dia kerjakan atas kehendaknya sendiri.”
Saya (Asy-Syaikh Ar-Rajihi) berkata: Ini adalah faidah yang besar, musibah-musibah itu memang menghapuskan kejelekan-kejelekan, dan jika bersabar atas musibah tersebut maka Allah akan memberinya pahala. Karena kesabaran adalah wajib, karenanya jika dia marah atau berkeluh kesah maka dia mendapatkan dosa . Demikianlah keadaan semua kewajiban, siapa yang menunaikannya maka Allah akan memberinya pahala dan siapa yang tidak menunaikannya maka dia akan kehilangan pahala kewajiban tersebut dan justru dia akan mendapatkan dosa.
Adapun ridha terhadap musibah maka hukumnya sunnah berdasarkan pendapat yang terkuat dari dua pendapat di kalangan ulama. Adapun syukur terhadap musibah dan menganggapnya sebagai nikmat, maka ini adalah derajat yang tinggi, tidak ada orang yang diangkat kepadanya kecuali yang memiliki bagian yang sangat besar.

[Diterjemah dari: www.sh-rajhe.com kategori: Fawaid ‘Ammah]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, December 2nd, 2008 at 11:00 am and is filed under Tahukah Anda?. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.