Ancaman Keras Bagi Para Teroris

May 21st 2010 by Abu Muawiah |

6 Jumadil Akhir

Ancaman Keras Bagi Para Teroris

Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ
“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah semua perjanjian kalian.” (QS. Al-Maidah: 1)
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti akan dimintai pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra`: 34)
Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika berseteru dia berbuat kefajiran”. (HR. Al-Bukhari no. 89 dan Muslim no. 58)
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ فَقِيلَ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ
“Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir kelak di hari kiamat, maka akan dikibarkan bendera bagi setiap pelanggar janji, lalu dikatakan, “Ini adalah benderanya si fulan bin fulan.” (HR. Muslim no. 1735)

Penjelasan ringkas:
Allah Ta’ala telah memerintahkan setiap muslim untuk menghiasai dirinya dengan akhlak dan prilaku yang mulia, baik kepada sesama muslim maupun kepada non muslim. Karena di antara sarana dakwah yang bermanfaat kepada non muslim adalah dakwah melalui akhlak dan prilaku, karenanya ada syariat perbudakan di dalam Islam. Karena ketika orang kafir dijadikan budak, maka mereka bisa tinggal di tengah kaum muslimin dan melihat akhlak serta prilaku mereka yang mulia, yang pada akhirnya bisa membuat dia tertarik untuk masuk ke dalam Islam dengan izin Allah.

Di antara akhlak mulia yang Allah Ta’ala perintahkan adalah seorang muslim wajib untuk selalu memenuhi janji dan perjanjian yang telah dia buat sendiri, karena setiap janji yang dia buat baik kepada istrinya atau anaknya atau orang lain akan dimintai pertanggung jawaban pada hari kiamat kelak, sekecil apapun janji yang dia buat.

Karenanya Allah Ta’ala menjadikan sifat memenuhi janji dan perjanjian merupakan ciri khas orang-orang yang beriman. Dan sebaliknya Allah Ta’ala mengabarkan melalui lisan Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam bahwa melanggar janji atau perjanjian merupakan salah satu dari ciri-ciri orang munafik. Karenanya semakin sering dia melanggar janjinya maka semakin dekat dia dengan kemunafikan. Bahkan karena sangat tercelanya perbuatan ini, maka Allah Ta’ala akan mempermalukan pelakunya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Setiap pelanggar janji dan perjanjian akan membawa bendera khusus, yang darinya semua manusia akan mengetahui bahwa dulu di dunia orang itu adalah orang yang suka melanggar janji dan perjanjiannya.

Di antara bentuk pelanggaran janji dan perjanjian di zaman ini yang dilakukan oleh para pengkhianat adalah apa yang diperbuat oleh para teroris yang mengadakan penyerangan dan pengeboman di negeri-negeri kafir yang telah mengikat perjanjian damai dengan Indonesia selaku negara Islam. Di dalam Islam dikenal istilah mu’ahadah, yakni perjanjian antara negara Islam dengan negara kafir untuk tidak saling berperang. Baik perjanjian tersebut berupa gencatan senjata maupun berupa kerjasama di berbagai bidang seperti politik, pendidikan, kebudayaan, dan seterusnya. Yang jelas dengan adanya Dubes negara Islam di negara kafir maka itu menunjukkan negara Islam tersebut mengikat perjanjian untuk tidak saling menyerang dengan negara kafir tersebut.

Maka sungguh merupakan tindakan kecurangan, pengkhianatan, pelanggaran janji, plus pengecut, jika ada sebagian orang dari negeri kaum muslimin yang diam-diam mengadakan penyerangan kepada negara kafir, maka keduanya telah diikat perjanjian untuk tidak saling berperang. Posisi mereka di akhirat lebih dekat kepada neraka daripada surga, lebih mirip dengan orang yang bunuh diri daripada mati syahid. Karena sungguh mereka tidak akan mencium baunya surga, sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Barang siapa yang membunuh kafir mu’ahad (orang kafir yang terikat perjanjian tidak saling berperang) maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak 40 tahun perjalanan”. (HR. Al-Bukhari no. 2930 dari sahabat Abdullah bin Amr radhiallahu anhu)
Demikian halnya dengan mereka yang membunuh orang kafir yang tinggal atau berkunjung ke negeri Islam, baik sebagai dubes atau turis atau semacamnya. Karena orang-orang kafir tersebut masuk dan tinggal di dalam negara Islam dengan adanya jaminan keamanan dari pemerintah muslim. Maka membunuh mereka merupakan perbuatan melanggar perjanjian yang telah dibuat oleh penguasa muslim.

Semoga Allah Ta’ala membalas mereka dengan hukuman setimpal atas perbuatan mereka sehingga mencoreng nama agama Islam dan memunculkan kesan Islam adalah agama pengkhianat atau pelanggar janji, wallahul Musta’an.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, May 21st, 2010 at 7:38 am and is filed under Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.