Akad Nikah Melalui Telepon

January 2nd 2009 by Abu Muawiah |

Akad Nikah Melalui Telepon

Asy-Syaikh Muqbil pernah ditanya dengan nash pertanyaan sebagai berikut:
Apakah sah perwakilan melalui telepon ketika akad (nikah), persaksian, dan talak (cerai)?

Beliau menjawab:
(Syah) jika diyakini bahwa itu adalah betul suara dia (yang bersangkutan). Jika tidak (yakin), maka sungguh telah ditemukan ada orang yang mampu meniru suara. Saya telah dikabarkan tentang seseorang di Shon’a yang mampu meniru suara fulan dan suara fulan. Maka perkara-perkara ini tidak bisa dijadikan sandaran karena kadang ada seorang lelaki -sebagaimana yang kami katakan- dia memiliki kemampuan untuk mengubah suaranya”.
[Tuhfatul Mujib soal no. 39, karya Syaikh Muqbil rahimahullah]

Incoming search terms:

  • akad nikah melalui telepon
  • nikah lewat telepon
  • makalah persaksian nikah
  • nikah melalui telepon
  • perkawinan lewat telepon
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Friday, January 2nd, 2009 at 7:15 am and is filed under Fatawa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

4 responses about “Akad Nikah Melalui Telepon”

  1. agustini said:

    asslkm,
    pak mengenai nikah lewat telepon, setelah saya baca, saya masih kurang jelas. jadi, bapak bisa tidak melampirkan haditsnya?

    Tentu saja tidak ada hadits khusus dalam masalah ini, karena di zaman Nabi tidak ada telpon. Tapi di sini para ulama berdalil dengan dalil-dalil umum dalam permasalahan perwalian nikah.

  2. Tri Okta hertanto said:

    asslmlykm.
    Pak,apakah kajian ini terbatas ruang dan waktu,artinya hanya berhenti pada suatu titik dimana semua konklusi di sandarkan kepada ada atau tidaknya telepon pada masa itu,mohon penjelasanya,syukron.

    Maksudnya? Tolong diperjelas.

  3. M imron Rosyadi said:

    apakah wali hakim bisa diwakilkan? mohon penjelasan beseta dasar hukumnya, syukron

    Maksudnya? Contohnya bagaimana?

  4. ceps said:

    maap pertanyaan aga melenceng aku mau nanya?.seseorang melakukan jinah kan hukum islam di had sedangkan hukum di idonesia bkn hukum islam yg di pake sedangkan orang itu bener” mau tobat apakah. pertanyaan nya.. apakah dengan tobat saja bisa terhapus dosa nya sedang kan di qur,an harus di had ..mohom penjelasan nya..apa tetep harus menjalani had dlu baru terhapus dosanya.

    Ya, insya Allah sudah cukup dengan bertaubat dengan taubat yang ikhlas.