Air Musta’mal dan Hukumnya

December 6th 2011 by Abu Muawiah |

Air Musta’mal dan Hukumnya

Definisi Air Musta’mal
Apa itu air musta’mal (اَلْمُسْتَعْمَلُ)?
Air musta’mal secara bahasa maknanya: Air yang sudah digunakan. Sementara menurut istilah, air musta’mal di kalangan ulama diperuntukkan untuk dua keadaan:
1. Air yang menetes dari tubuh ketika seseorang berwudhu atau mandi junub(1).
2. Air yang telah telah digunakan untuk bersuci (mandi atau wudhu), sementara airnya sedikit(2).
Karenanya, jika seseorang berwudhu atau mandi, lalu air dari kulitnya masuk lagi ke dalam bejananya maka air dalam bejana itu sudah dihukumi musta’mal. Atau seseorang berwudhu melalui kran dan di bawahnya ditadah dengan bejana, maka air dalam bejana itu adalah musta’mal. Atau seseorang berwudhu atau mandi dari bejana, dengan cara dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana ketika dia menciduk air, maka air dalam bejana itu juga sudah musta’mal.

Hukum Air Musta’mal
Pendapat yang paling benar dalam hukumnya adalah bahwa air musta’mal itu suci dan menyucikan atau bisa dipakai bersuci. Adapun dalil bahwa air musta’mal adalah suci:
Dari Al-Miswar bin Makhramah radhiallahu anhu dia berkata:
وَإِذَا تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَادُوا يَقْتَتِلُونَ عَلَى وَضُوئِهِ
“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu, hampir-hampir saja mereka berkelahi memperebutkan air bekas wudhu beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 516)
Dari ‘Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ
“Aku pernah mandi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana, dan tangan kami saling bersentuhan.” (HR. Al-Bukhari no. 261 dan Muslim no. 484)
Dan hadits-hadits lain yang semakna dengannya. Sisi pendalilannya jelas: Seandainya air musta’mal najis, niscaya para sahabat dan Aisyah radhiallahu anhum tidak akan menggunakannya untuk bersuci.

Adapun dalil bahwa air musta’mal itu bisa dipakai bersuci:
1. Hukum asal setiap air adalah suci dan bisa dipakai bersuci, sampai ada dalil yang mengeluarkannya dari sifat ini. Dan tidak ada satupun dalil shahih lagi tegas yang mengeluarkan air musta’mal dari hukum asal ini. Penjabaran dalil-dalil pendapat lain telah kami paparkan dalam Ezine Islami Al-Atsariyyah.
2. Air itu hanya ada dua: Suci dan najis. Karenanya, setiap air yang suci pasti bisa dipakai bersuci. Adapun jenis air yang suci tapi tidak bisa dipakai bersuci, maka tidak ada dalil shahih lagi tegas yang menunjukkan adanya. Karenanya, kedua hadits di atas yang menunjukkan dalilnya air musta’mal, keduanya sekaligus menunjukkan bahwa air itu bisa dipakai bersuci.
3. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ بِفَضْلِ مَيْمُونَةَ
“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mandi dengan sisa air mandi Maimunah.” (HR. Muslim no. 487)
Inilah pendapat yang paling tepat insya Allah, bahwa air musta’mal itu suci dan bisa dipakai bersuci. Ini adalah sebuah riwayat dari Ahmad. Ini juga adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri, Atha’, Ibrahim An-Nakha’i, Az-Zuhri, Mak-hul, Sufyan Ats-Tsauri, Daud Azh-Zhahiri dan selainnya. Ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Hazm, Ibnu Taimiah, Ibnu Abdi Al-Hadi, Asy-Syaukani, dan selainnya.
_____________
(1) Penulis Ahkam Ath-Thaharah (hal. 187) menyatakan kalau jenis ini disepakati oleh para ulama bahwa dia musta’mal.
(2) Mereka lantas berbeda pendapat mengenai berapa kadar air yang dikatakan sedikit. Dan dari semua pendapat yang ada, mungkin yang paling tepat adalah pendapat Al-Malikiah yang menyatakan bahwa: Air sedikit itu seukuran bejana untuk wudhu dan mandi. Wallahu A’lam. (Al-Istidzkar: 1/253 dan At-Tamhid: 4/43)

Incoming search terms:

  • maksud air musta\mal
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, December 6th, 2011 at 6:38 am and is filed under Fiqh. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

8 responses about “Air Musta’mal dan Hukumnya”

  1. fajar said:

    bissmillah. afwan ustadz Dari dalil-dalil di atas sepertinya tidak ada yang menunjukkan bahwa air musta’mal tersebut di gunakan untuk berwudhu. Dalil yang pertama hanya di perebutkan, dalil yang ke-2 hanya menunjukkan aisya radiallahu anhu mandi bersama rasulullah 1 bejana, dan dalil yang ketiga hanya di sebutkan rasulullah mandi dari sisa air mandi maimunnah bukan bekas mandi maimunah. Mohon penjelasan ustad. Jazakallahu khairan

    Saya rasa jelas sisi pendalilannya. Semua dalil di atas menunjukkan bahwa air musta’mal itu suci. Dan kalau dia suci maka dia syah dipakai bersuci.

  2. wildan said:

    semua hadits yang anda tulis di situ kurang sepadan dengan yang di bahas, disitu jelas para sahabat hanya untuk tabarukan, bkn u/ ber sesuci……..

    Betul, itu untuk tabarruk. Tapi apakah para sahabat bertabarruk dengan air yang najis? Kalau anda mengakui bahwa air bekas Nabi shallallahu alaihi wasallam itu suci, maka itulah yang kami inginkan. Setiap air yang suci maka dia syah dipakai bersuci.
    Tapi kalau anda mengatakan air suci bekas Nabi itu boleh dipakai bersuci sementara air suci bekas Abu Bakar itu tidak boleh dipakai bersuci, maka anda harus mendatangkan dalil tegas dalam pembedaan seperti ini. Karena asalnya, semua hukum yang berlaku untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam juga berlaku untuk umatnya sampai ada dalil tegas yang menunjukkan itu kekhususan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

  3. mas joko said:

    saya mau tanya pak,
    sy punya penyakit kencing beser.bagaimana hukum rembesan air kencing yang sedikit,yang menempel di celana.najis engga? mhn di jawab secepatnya pak.trims…

    ya, tetap najis.

  4. abu layl said:

    kalau memang air musta’mal itu suci dan mensucikan,kenapa mesti dibahas?
    bukankah rasul juga mandi dari air bejana kecil,dan mengambil air dengan kedua tangannya?ini menunjukkan tidak adanya air hukum musta’mal tsb.lalu siapakah tokoh yang mula mula mencetuskan hukum air musta’mal itu???

    Istilah musta’mal ini masyhur di kalangan ulama seperti imam madzhab yang empat dan selainnya. Wallahu a’lam siapa tepatnya yang memunculkan penamaannya.

  5. sri lestari said:

    Assalamualaikum ustadz…. Mau bertanya, bgmn hukumnya bersuci dg air hangat?

    Waalaikumussalam.
    Boleh saja.

  6. ujang said:

    Asslamualikum..
    Klo air musta’mal di pake untuk wudhu sah tidak?

    Waalaikumussalam.
    Kan sudah dijelaskan di atas, kalau air musta’mal adalah suci dan boleh dipakai bersuci.

  7. yana said:

    Asslamualakum ustadz..
    bagaimana hukumnya berwudhu di bak mandi?apa wudhunya sah?truz bagaimana kalau kita mau mandi bersih (mandi haid) dengan air di bak mandi tersebut?

    Waalaikumussalam.
    Semuanya tidak ada masalah.

  8. tata suwanta said:

    Assalamu’alaikum

    ust…apa hukum berwudlu dengan air kelapa atau air dari pohon-pohonan

    Waalaikumussalam.
    Tidak syah wudhunya. Wudhu hanya syah pakai air.