Adab-Adab Makan

November 25th 2008 by Abu Muawiah |

Adab-Adab Makan

Berikut di antara adab-adab yang kami sebutkan:

  1. Larangan Makan dan Minum pada bejana yang terbuat dari emas dan perak.
  2. Larangan makan sambil bertelekan atau menelungkupkan wajahnya.
  3. Mendahulukan makan dari pada shalat ketika makanan telah dihidangkan.
  4. Mencuci kedua tangan sebelum dan sesudah makan.
  5. Makan dengan makanan yang terdekat.
  6. Disenangi makan dari pinggiran piring bukan bagian atasnya.
  7. Disenangi mengambil butiran yang terjatuh, membasuh yang menempel padanya lalu memakannya.
  8. Larangan mengambil dua kurma bersamaan.
  9. Disenangi memakan suatu makanan setelah tidak panas lagi.
  10. Larangan mencela makanan dan menghinanya.
  11. Hukum minum dan makan sambil berdiri.
  12. Tidak disenangi bernafas dalam bejana dan meniup padanya.
  13. Makruh minum dimulut bejana/cerek air.
  14. Disenangi berbicara ketika menghadapi makanan.

Download Adab Makan

Incoming search terms:

  • hukum makan sambil berdiri
  • adab makan
  • adab-adab makan
  • adat makan dan minum
  • adab makan dan minum
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, November 25th, 2008 at 9:27 am and is filed under Akhlak dan Adab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

10 responses about “Adab-Adab Makan”

  1. Abu Ahmad said:

    Bismillahirrahmanirrahim

    Mohon penjelasan point 14. Disenangi berbicara ketika menghadapi makanan.

    Jazakumullahu khairan katsira

    Abu Ahmad

    Sebagai jawaban ringkas, itu disunnahkan untuk menyelisihi adat orang-orang kafir yang mana mereka tidak senang berbicara ketika makan dan menganggap hal tersebut tidak beradab. Selengkapnya silakan baca langsung dalam tulisannya.

  2. ADAB Makan & Minum (Bg.10. HUKUM MAKAN MINUM SAMBIL BERDIRI..) « –(???? ???? ??????) Dokter Pengobatan Nabawi– said:

    […] http://al-atsariyyah.com/?p=471 […]

  3. Dian said:

    point 8.Larangan mengambil dua kurma bersamaan.

    apakah berlaku pula untuk jenis makanan lainnya seperti tahu,kerupuk,dan lain sebagainnya?

    Wallahu a’lam, lahiriah haditsnya menunjukkan seperti itu jika makanannya sama seperti korma dalam hal dia biasanya diambil satu persatu. Karenanya, semua makanan yang menurut kebiasaan diambil satu persatu maka hendaknya jangan mengambil dua sekaligus. Dan perlu diingat bahwa larangan ini hanya berlaku bagi yang makan berjamaah, bukan bagi yang makan sendirian, silakan download artikelnya.

  4. Ahmad said:

    Bismillaah.
    Afwan, untuk point 14, makan sambil berbicara.
    Meskipun maksud adalah agar tidak bertasyabbuh dengan orang kafir. Tapi apakah hal itu memang harus atau wajib dilakukan. Karena, kita biasa dengar kalau makan jangan sambil bicara karena bisa kesedak disebabkan kalau kita bicara tenggorokan kita terbuka yang membuat apabila ada. benda asing, katakanlah nasi. meski hanya satu butir akan membuat tenggorokan terangsang untuk mengeluarkan benda itu dengan cara menyedak. bukankah tidak enak sekali jika tersedak. ana sendiri kadang sampai keluar air mata jika tersedak. apalagi bila makanan itu pedas atau yang bercabai. lebih tersiksa lagi. Jadi apa hal ini memang perlu dilakukan. apakah hal itu juga berlaku untuk sendok atau garpu. karena yang ana ketahui budaya kita ataupun ketika Islam diturunkan manusia pada umumnya makan dengan tangan kosong. apakah bila kita makan dengan sendok termasuk tasyabbuh.
    Jazakalloh khoiroo. atas artikel-artikelnya. perbanyak dong artikel tentang keluarga.

    Hukumnya di sini tentu saja sunnah dan tidak sampai dalam derajat wajib. Hanya saja, maksud adab ini adalah hendaknya orang yang makan tidak diam selama dia makan, akan tetapi disunnahkan dia berbicara di dalam makannya walaupun sedikit atau sebentar. Ini untuk menyelisihi adat orang kafir yang mereka menganggap berbicara ketika makan adalah hal yang tercela. Demikian yang disebutkan oleh Al-Ghazali dalam Al-Ihya`.
    Jadi, bukan artinya harus berbicara terus sepanjang makan atau berbicara sambil mengunyah. Tapi sekedar dia berbicara sedikit atau sebentar selama dia makan. Inilah yang saya pahami dari amalan imam Ahmad yang tersebut dalam artikelnya, silakan didownload untuk lebih jelas, wallahu a’lam.
    Adapun makan dengan sendok maka hal tersebut tidaklah terlarang dan tidak teranggap tasyabbuh, hanya saja sebaiknya menggunakan tangan. Karena makan dengan sendok menyebabkan tidak diamalkannya sunnah makan dengan 3 jari dan sunnah mengisap jari-jemari setelah makan.

  5. abdul mufid said:

    Assalamu’alaykum. Orangtua kita dulu, khususnya dalam adat Jawa, mengajarkan untuk tidak makan sambil bicara atau bersuara yang keluar dari mulut saat mengunyah (bhs jawa : kecap). Pada kenyataannya, apabila saat makan sambil bicara, berdasarkan pengalaman, mudah tidak waspada dan bisa tersendak, yang mana makanan masuk dalam saluran pernapasan, dan bisa berakibat dada sakit. Mohon penjelasan dikaitkan hal ini. Jazakumullahu khairan katsira

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Maksudnya di sini hendaknya orang yang makan tidak diam selama dia makan, akan tetapi disunnahkan dia berbicara di dalam makannya walaupun sedikit atau sebentar. Ini untuk menyelisihi adat orang kafir yang mereka menganggap berbicara ketika makan adalah hal yang tercela. Demikian yang disebutkan oleh Al-Ghazali dalam Al-Ihya`.
    Jadi, bukan artinya harus berbicara terus sepanjang makan atau berbicara sambil mengunyah. Tapi sekedar dia berbicara sedikit atau sebentar selama dia makan. Inilah yang saya pahami dari amalan imam Ahmad yang tersebut dalam artikelnya, silakan didownload untuk lebih jelas, wallahu a’lam.

  6. Ika Zahwa said:

    ustd…saya mau tanya ketika kita minum / makan itu di larang utk berdiri
    namun ad kawan saya ketika sy baru mengenal dia, makan berdiri itu boleh asal tidak berjalan, di dalam ilmu kedoktreran pun menyarankan bila
    kita makan minum sambil berdiri percernaan yg masuk tidak bagus, sehingga mengalami pembesaran pada pencernaan, mhn informasi / ilmu ?
    jazakillah

    Dibolehkan seseorang makan dan minum sambil berdiri berdasarkan hadits Maimunah bintu Al-Harits dan Ummu Al-Fadhl bintu Al-Harits yang keduanya diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 1575, 1887, 1888) dan Muslim (no. 1123) bahwa Nabi -alaihishshalatu wassalam- meminum susu pada hari arafah dalam keadaan berdiri, dan juga berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pernah minum air zamzam dalam keadaan berdiri.
    Walaupun hal itu boleh hanya saja lebih utama jika seseorang itu makan dan minum dalam keadaan duduk. Wallahu a’lam

  7. Wajibnya Baca Bismillah Sebelum Makan « Afrioni_blog's said:

    […] Selengkapnya mengenai adab makan dan minum, silakan baca di sini: http://al-atsariyyah.com/adab-adab-makan.html […]

  8. bip said:

    assalamu’alaikum
    apakah makan disunnahkan dengan 3 jari atau hanya menggunakan tangan kosong?
    atau 3 jari saat makan kurma saja?

    Waalaikumussalam
    Tiga jari disunnahkan pada semua makanan, wallahu a’lam.

  9. andi said:

    Bismillah,
    afwan ustadz, sepertinya link donlod adab makan corrupted, mohon dicek ulang dan diperbaiki. jazakallahu khairan.

    Jazakallahu khairan, sudah diperbaiki.

  10. Adab-Adab Makan dan Minum (3); Mendahulukan Makan Daripada Shalat Ketika Makanan Telah Dihidangkan | Islam Untuk Kita said:

    […] & downloaded fr. : http://al-atsariyyah.com/adab-adab-makan.html -6.260026 107.114525 Share this:TwitterFacebookTumblrSurat elektronikCetakLinkedInLike […]