Adab-Adab Ketika Bertemu

November 2nd 2008 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Adab-Adab Ketika Bertemu

Berikut beberapa permasalahan penting yang dibahas dalam adab kali ini:

Hukum berjabat tangan setelah shalat.
Berjabatan dengan perempuan dengan pelapis.
Hukum berdiri untuk mengucapkan salam kepada orang yang datang.
Bolehkah mencium tangan ketika bersalaman?
Haramnya membungkuk dan sujud saat memberi salam.

Adab bertemu.doc

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, November 2nd, 2008 at 9:04 pm and is filed under Akhlak dan Adab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

3 responses about “Adab-Adab Ketika Bertemu”

  1. Hukum MEMANDANG dan BERJABAT TANGAN dengan Selain Mahram « ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ said:

    [...] *TAMBAHAN artikel: Adab-Adab Ketika Bertemu [...]

  2. Abu Zaid said:

    Bismillah Ana mau tanya Ustadz :
    1. Apakah boleh berjabat tangan, mencium dan memeluk orang tua kami setelah pulang melaksanakan shalat idul fitri dan idul adha yg merupaka kebiasaan keluarga kami di hari raya dan jika di tinggalkan kwatir orangtua kami sedih dan menyakiti perasaanya?

    2. bgmna juga dengan anak kami yg msih kecil yg senantiasa mencium tangan neneknya dan tangan orang tuanya pada saat berjabat tangan dan bgmna juga dengan istri ana yg jika berjabat tangan dengan ana selalu mencium tangan? syukron atas jawabanya Ustadz

    Semuanya tidak ada masalah insya Allah, selama tidak ada pengagungan yang berlebihan berupa ruku’ dan sujud, dan yang semacamnya. Wallahu a’lam

  3. Rahadianto said:

    Assalamu’alaikum wr wb

    Alhamdulillah saat ini saya sudah bekerja di suatu klinik khusus orang Jepang, dimana saya bekerja sebagai seorang resepsionis. Dalam pekerjaan saya, saya bertemu hampir setiap harinya dengan orang Jepang, yang notabene memiliki kebiasaan untuk membungkuk jika bertemu dan hendak pulang. Yang menjadi ganjalan di hati saya, apakah boleh jika saya membungkuk kepada pasien” tersebut, mengingat itu adalah kebiasaan orang Jepang dan juga tidak ada niat saya untuk menyembah mereka sebagai Tuhan? Terima kasih wassalamu’alaikum wr wb.

    Waalaikumussalam.
    Yang dipermasalahkan di sini adalah perbuatannya menyerupai ruku’ dalam shalat dan ruku’ itu ibadah. Jadi tidak dipandang apa niatnya.