Adab-Adab Kepada Jenazah

October 3rd 2010 by Abu Muawiah |

24 Syawal

Adab-Adab Kepada Jenazah

Dari Aisyah dan Ibnu Abbas radhiallahu anhuma keduanya berkata:
أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَبَّلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ مَوْتِهِ
“Abu Bakar radhiallahu ‘anhu mencium Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setelah beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari no. 1241)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha dia berkata: Nabi Shallallahu’alaihiwasallam telah bersabda:
لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا
“Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka kerjakan”. (HR. Al-Bukhari no. 6516)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa bersabda:
أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ
“Bersegeralah kalian menyelesaikan penyelenggaraan jenazah. Karena bila jenazah itu orang saleh maka berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya, dan jika dia bukan orang saleh maka berarti kalian telah menyingkirkan kejelekan dari pundak kalian”. (HR. Al-Bukhari no. 1315 dan Muslim no. 944)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
“Jiwa seorang mukmin itu bergantung dengan hutangnya hingga terbayar.” (HR. At-Tirmizi no. 1079, Ibnu Majah no. 2404, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6779)

Penjelasan ringkas:
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (QS. Al-Isra`: 70) Karenanya disyariatkan untuk memuliakan seluruh manusia secara umum, baik yang muslim maupun yang kafir, tentunya sesuai dengan bentuk pemuliaan yang dibenarkan oleh syariat Islam itu sendiri. Pemuliaan ini baik ketika mereka masih hidup maupun setelah mereka meninggal.

Di antara bentuk pemuliaan kepada orang yang telah meninggal adalah beradab kepada mereka dan memperlakukan mereka sesuai dengan tuntunan Islam. Di antara adab tersebut adalah:
1.    Dibolehkan untuk mencium jenazah.
2.    Dilarang mencela jenazah walaupun itu jenazah orang fasik dan orang kafir. Kecuali jika pada celaan itu ada maslahat besar kepada yang mendengarnya agar mereka waspada dari amalan jelek jenazah tersebut.
3.    Dilarang menyebarkan aib dan kejelekan fisik dan sifat si mayit kecuali ada maslahat yang besar seperti di atas.
4.    Menyegerakan pengurusan jenazahnya secepat mungkin, mulai dari pemandian sampai penguburan.
5.    Dilarang memperlambat penyelenggaraan jenazah tanpa uzur yang dibenarkan syariat apalagi jika uzurnya melanggar syariat.
6.    Keluarga melunasi semua hutang jenazah. Pelunasannya bisa diambil dari harta jenazah atau kalau dia tidak mempunyai harta maka dianjurkan ahli warisnya atau keluarganya yang lain membayarkannya karena jiwanya tergantung dengan utangnya.
7.    Dilarang duduk dan menginjak kuburan. Ini telah kami sebutkan pada artikel tersendiri.

Incoming search terms:

  • adab jenazah
  • adab mengurus jenazah
  • adab menjenguk jenazah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Sunday, October 3rd, 2010 at 3:07 am and is filed under Akhlak dan Adab, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

4 responses about “Adab-Adab Kepada Jenazah”

  1. Eko sriyono said:

    Assalamualaikum
    ustadz,beberapa waktu yang lalu ibumertua saya sakit lalu istri sayapun pulang kampung hingga sang mertua di kemudian harinya meninggal,tapi karena keadaan ekonomi/ongkos dan juga untuk meninggalkan pekerjaan ijinya susah sehingga saya tidak melayat/ta’ziah.
    apakah saya berdosa tadz,jujur dalam hati saya sampai saat ini menyesal.dan apa yang sekarang harus saya lakukan tadz?.terimakasih

    Waalaikumussalam.
    Insya Allah tidak berdosa, karena anda sudah berusaha maksimal tapi toh ternyata tetap tidak bisa datang.

  2. naya said:

    assalamu’alaikum ustadz, bagaimana hukumnya menshalatkan jenazah yang dulunya ketika hidup jenazah itu tidak melaksanakan shalat?

    Waalaikumussalam. Tetap disyariatkan.

  3. Bayu Putro said:

    Assalamualaikum
    ustd, bagaimana pandangan dari segi hadist dan agama apabila jenazah tidak di adzankan dan iqomat pada saat pemakaman
    jazakallah

    Waalaikumussalam.
    Silakan dibaca di sini: http://al-atsariyyah.com/hukum-azan-dan-iqamah-saat-penguburan.html

  4. Helmy said:

    Pak gimna hukumnya…….menanggguhkan mengubur jenazah karena garus menunggu family yg datang (karena wasiat jenazah sebelum meninggal, tidak boleh dikubur sebelum yg ditunggu dateng)

    Jika itu memakan waktu yang lama, maka wasiatnya tidak boleh dilakukan, karena wasiat itu bertentangan dengan agama. Dia harus segera dikuburkan.