Adab-Adab di Hari Jumat

April 13th 2010 by Abu Muawiah |

28 Rabiul Akhir

Adab-Adab di Hari Jumat

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الجُمْعَتَيْنِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam jumat maka dia akan diterangi oleh cahaya antara jumat itu hingga jumat depannya.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, serta dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6470)
Dari Abdullah bin Busr radhiallahu anhu dia berkata:
أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ اجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ
“Ada seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang berkhutbah di hadapan manusia pada hari jumat. Maka beliau bersabda kepadanya, “Duduklah. Sungguh, kamu telah mengganggu dan membuat orang lain terlambat.” (HR. Ahmad no. 17014 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 155)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
“Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari jumat, “Diamlah,” sementara imam sedang memberikan khutbah, maka sungguh kamu sudah berbuat sia-sia.” (HR. Al-Bukhari no. 414 dan Muslim no. 851)
Dari Aus bin Aus radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمْ
“Sesungguhnya hari jumat adalah di antara hari-hari kalian yang terbaik, karenanya perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu. Karena sesungguhnya shalawat kalian disampaikan kepadaku.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami disampaikan kepadamu, sementara engkau telah meninggal?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengharamkan atas bumi untuk menghancurkan jasad para nabi shallallahu ‘alaihim.” (HR. Abu Daud no. 1047 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2212)

Penjelasan ringkas:
Di antara adab-adab pada hari jumat yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk dilakukan -karena besarnya pahala yang ada di dalamnya- adalah disunnahkan untuk membaca surah Al-Kahfi di malam jumat serta memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam pada malam dan siang hari jumat. Dan beliau juga melarang untuk melakukan semua amalan yang bisa mengganggu manusia mendengarkan khutbah, semisal datang terlambat lalu melangkahi leher-leher mereka dan juga berbicara, walaupun tujuan pembicaraannya adalah untuk amar ma’ruf nahi mungkar.

Dan di antara dalil yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada beliau pada hari jumat adalah hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu secara marfu’:
أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَليلَةَ الْجُمُعَةِ, فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشَرًا.
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali.” (HR. Al-Baihaqi (3/249) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1407)
Penjelasan lebih lanjut mengenai kesalahan-kesalahan pada hari jumat, silakan baca artikel: Kesalahan-Kesalahan Pada Hari Jumat.

Incoming search terms:

  • adab hari jumat
  • adab jumat
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Tuesday, April 13th, 2010 at 2:05 am and is filed under Akhlak dan Adab, Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

12 responses about “Adab-Adab di Hari Jumat”

  1. Abu M. Pamungkas said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    Mohon dibahas tentang khutbah Jumat, seperti hukumnya, haruskah dengan bahasa arab atau boleh dengan bahasa indonesia, dll berserta dalil-dalil yang mendasarinya.
    Terima kasih.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Ia, insya Allah akan kami bahas pada tempatnya. Jazakallahu khairan atas sarannya.

  2. Misteri Malam Jum’at « Apa yang saya tahu & Apa yang saya alami said:

    […] Sumber hadits dari sini dan sini […]

  3. Abu Salman said:

    Ustadz, ana ingin supaya ustadz menyampaikan nasihat kepada segenap kaum muslimin pengunjung situs ini dan juga kepada ana pribadi yang terkadang suka mengantuk ketika khatib sedang menyampaikan khutbahnya. Jazakumullah khairan

    Mana nasihatnya ya? Ditunggu …

  4. abu salman said:

    bismillah,

    ustadz barokallohu fiik, mohon dijelaskan tntg pakaian syuhroh? apakah dibenarkan seorang yg dia menanggalkan peci, gamis, atw jubahnya krn di tmpt itu hny dia sendiri yg memakainya, dg berhujjahkan dg yg dilakukan oleh abdulloh ibn mubarak.

    Ibnul Jauzi membawakan riwayat dengan sanadnya dari Bisyr bin al Harits, “Sesungguhnya Abdullah bin Mubarak pada hari Jumat masuk ke dalam sebuah masjid untuk melaksanakan shalat Jumat dalam keadaan memakai peci. Ternyata di masjid tidak ada satu pun orang yang memakai peci. Akhirnya beliau lepas peci yang beliau kenakan dan beliau sembunyikan di lengan baju beliau” [Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi hal 237, terbitan Darul Aqidah Mesir, cetakan pertama 1420 H].

    yang ini dibahas di sini :
    http://ustadzaris.com/pakai-kopiah-di-kampus

    mohon penjelasannya ustadz, krn teman saya stlh membaca artikel tsb, yg sblmnya dia selalu shalat dan keluar rumah dg menggunakan peci, skrg dia menjadi takut utk menggunakan peci krn trmsk pakaian syuhroh.

    jazaakumullohu khairan katsiro

    Kasus semisal pernah kami terangkan dalam jawaban salah satu komentar pada artikel ‘Adab Berhias’, silakan dibaca.

  5. abu luthfi said:

    Assalamu’alaikum, ustadz izin copas semua artikel yang ada di web ini, Jazakallahu Khairan wa Barakallahu Fiik.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Tafadhdhal wajazakallahu khairan.

  6. aan said:

    terima kasih atas sharingnya

    Sama-sama

  7. Abu Fudhail said:

    Assalaamu ‘alaikum

    Bismillah,,
    Mohon dilengkapi potongan Hadits berikut,

    “…..Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Gigit Sunnah itu dengan gigi geraham kalian…..”

    Sekali lagi ana mohon hadits di atas disempurnakan teksnya dan kalau bisa disertai dengan Teks Arabnya beserta yang meriwayatkan hadits tersebut.

    Jazaakumullahu Khairan Katsiran !!!

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Irbadh berkata, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat bersama kami, beliau lantas menghadap ke arah kami dan memberikan sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat untuk perpisahan! Lalu apa yang engkau washiatkan kepada kami?” Beliau mengatakan:
    أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
    “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, senantiasa taat dan mendengar meskipun yang memerintah adalah seorang budak habsyi yang hitam. Sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, hendaklah kalian berpegang dengan sunahku, sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setaip bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan selainnya)

  8. Malam Jum’at Baca Surah Yasin Atau Al Kahfi? | Indonesian Blog Directories said:

    […] Sumber hadits dari sini dan sini […]

  9. Abu Fudhail said:

    Jazaakumullahu Khair atas jawabannya. Ana ingin bertanya lagi, Hadits yang berbunyi :

    ” Sesungguhnya hati anak cucu Adam lebih cepat terbalik daripada tungku yang penuh mendidih ”

    Siapa yang meriwayatkan Hadits di atas ??
    Kalau bisa tolong sertakan Teks Arabnya !!

    Jazaakumullahu Khairan Katsiran !!!

    Wallahu A’lam.

  10. Tentang Hari Jumaat « ماريا ياسمين صفية said:

    […] Adab-adab di Hari Jumaat – http://al-atsariyyah.com/adab-adab-di-hari-jumat.html […]

  11. putra said:

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    tentang keutamaan surat kahfi,bolehkah dijadikan kebiasaan dihari jumat untuk dibaca?
    maksud malam jumat itu apakah dihari kamis malam atau selama hari jumat?

    Waalaikumussalam.
    Ya, boleh dijadikan kebiasaan.
    Maksudnya kamis malam.

  12. Adi said:

    Afwan ustadz, ada pertanyaan:
    1. Tentang sunnah membaca surat al-kahfi, itu hadits dari Rasulullah atau atsar shahabat?
    2. Sunnah membaca surat al-kahfi, apakah khusus malam jumat ataukah bisa juga hari jumat (siangnya)? Sebab saya pernah baca teks,
    من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاءله من النور ما بينه و بين البيت العتيق
    “Barangsiapa membaca surat al-kahfi pada hari jumat, akan bersinar baginya cahaya antara dirinya dan Baitul Haram”. (Riwayat al-Baihaqi dlm asy-Syu’ab dan dinyatakan shahih oleh al-Albani dlm Shahih al-Jami’)
    3. Bagaimana bila membacanya tidak bisa langsung selesai dan dilanjutkan berikutnya dikarenakan satu hal atau yg lainnya, semisal bekerja atau waktu yg kurang memungkinkan
    Jazakumullahu khairan

    1. Jelas di atas bahwa dia adalah sabda Nabi.
    2. Lahiriah haditsnya hanya pada malam jumat. Namun tidak mengapa membacanya di siang hari jumat.
    3. Boleh.