Shalat Taubat dan Syaratnya

February 18th 2009 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Shalat Taubat dan Syaratnya

Tanya:
Apakah ada shalat taubat? Tolong sebutkan syarat-syarat orang yang bertaubat?

085215547574

Jawab:
Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)
Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.
Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Adapun syarat diterimanya taubat, maka Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah- menyebutkan ada delapan, yaitu:
1. Taubatnya harus ikhlas, hanya mengharapkan dengannya wajah Allah. Taubatnya bukan karena riya, bukan pula karena sum’ah (keinginan untuk didengar) dan bukan pula karena dunia.
2. Berlepas diri dari maksiat tersebut.
3. Menyesali dosa yang telah dia kerjakan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.
5. mengembalikan apa yang kita zhalimi kepada pemiliknya, kalau kezhalimannya berupa darah atau harta atau kehormatan.
Kami katakan: Maksudnya kalau kita menzhalimi seseorang pada darahnya, harta atau kehormatannya, maka kita wajib untuk meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalan darinya atas kezhaliman kita.
6. Bertaubat sebelum roh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).
7. Siksaan belum turun menimpa dirinya.
8. Matahari belum terbit dari sebelah barat.
[Fawaid Ammah 5 dari www.shrijhi.com]
Wallahu a’lam.

This entry was posted on Wednesday, February 18th, 2009 at 10:02 am and is filed under Fiqh, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

14 responses about “Shalat Taubat dan Syaratnya”

  1. Taubat, Syarat & Adabnya « T.A.U.B.A.T said:

    [...] Adapun syarat diterimanya taubat, maka dalil-dalil di atas menunjukkan taubat masih diterima selama matahari belum terbit dari sebelah barat dan sebelum nyawa sampai ke tenggorokan. Lihat syarat-syarat serta keterangan lainnya di: http://al-atsariyyah.com/?p=635 [...]

  2. abu salman said:

    Ustadz hafidzakallah, terkait syarat taubat siksaan belum turun menimpa dirinya, bolehkah ustadz memberikan penjelasannya? Jazakumullah khairan

    Kami mendapatkan faidah ini ketika membaca syarh Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi terhadap beberapa kitab. Beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala, “Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.” (QS. Al-Mu’min: 84-85)
    Wallahu a’lam.

  3. earvan said:

    ap hukum nya bila kita sudah melaukuan sholat tobat nashuha, tetapi kita melanggar nya dan berkeinginan untuk benar-benar melakukan nya karna allha ta’ala..

    Kalau memang dia telah bertaubat yang ikhlas dengan semua syaratnya maka insya Allah Allah akan menerima taubatnya. Tapi jika dia melakukan dosa lagi maka itu tidak menunjukkan taubatnya tidak diterima, hanya saja hendaknya dia lebih berusaha dalam mewujudkan taubatnya.

  4. earvan said:

    apakah orang homo yang sering kali melakukan hubungan badan. bila sholat taubat apakah dosa nya d ampunkan oleh allah swt…

    Yang menjadi inti di sini bukanlah shalatnya, akan tetapi istighfar dan taubat sebanyak-banyaknya dengan taubat yang ikhlas lagi terpenuhi syarat-syaratnya. Setelah bertaubat, sempurnakan dengan berhijrah/meninggalkan pelaku dan tempat2nya serta iringi dengan amalan saleh sebanyak-banyaknya, karena amalan saleh ini menghapuskan kesalahan-kesalahan.

  5. Fauzi said:

    Ada sepasang kekasih yang sering melakukan hubungan badan. Dan lalu Laki- laki nya ingin bertaubat! Apakah Laki-laku tersebut harus menikahi wanita nya dan baru akan di hapuskan dosa-dosa nya selama mereka berpacaran??

    Keduanya tidak dianggap bertaubat hanya dengan sekedar menikah. Akan tetapi jika keduanya ingin bertaubat maka hendaknya keduanya bertaubat yang betul-betul ikhlas kepada Allah, dengan memenuhi semua syarat taubat. Setelah keduanya bertaubat maka terserah kalau keduanya mau menikah atau tidak.
    Hanya saja jika si wanita hamil, maka tidak ada seorang pun yang boleh menikahinya -termasuk pacarnya-, sampai dia melahirkan kandungannya. Karena pernikahan dalam keadaan hamil adalah tidak syah.

  6. Abu M. Pamungkas said:

    Ustadz apakah ini berlaku juga bagi pelaku syirik? (terkait QS an-Nisaa’: 48)
    Apakah ada bedanya antara taubat pelaku syirik dan selainnya?
    Terima kasih.

    Ia ini berlaku untuk dosa syirik dan semua dosa lainnya tanpa ada perbedaan

  7. Shalat Taubat Dan Syaratnya « Kabut Fajar said:

    [...] : http://al-atsariyyah.com Tags: Tanya Jawab Komentar RSS [...]

  8. wahana said:

    Ada seorang yg suka melakukan hubungan dengan wanita penghibur,,tapi dia menyesalinya dan ingin bertaubat,,apakh dosa2nya itu bs diampuni apabila dia ingin berhenti dantaubat

    Jangankan perzinahan, syirik besar dan murtad sekalipun akan Allah ampuni jika memang dia ikhlas dalam bertaubat dan memenuhi semua syarat-syarat taubat.

  9. wahana said:

    saya ingin belajar agama,tapi saat ini susah menemukan guru atau ustadz yg mantap,,

    Alhamdulillah, pujilah Allah atas minat kebaikan tersebut karena sungguh itu merupakan anugerah yang tidak didapatkan oleh setiap orang. Semoga anda mendapatkan guru agama yang berada di atas ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang sebenarnya.

  10. fitri said:

    assalamualaikum..
    ustad,benarkah shalat taubat ada yg 41 rakaat? dan benarkah manusia bisa melihat org yg sdh meninggal masuk surga/neraka dan bisakah manusia biasa sesuci apapun dia bisa sampai ke langit ke tujuh dan bicara dengan allah? atau itu ajaran sesat? saya resah sekali ustad krn ada pengajian di dekat rumah saya yg ustad nya mengklaim spt itu. dan mereka meramalkan tgl 24 juli tahun ini akan terjadi bencana maha besar. sy jd takut ustad. mohon bantuannya ustad.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    1. Adapun shalat taubat 41 rakaat maka itu tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Keberadaan shalat khusus untuk taubat sendiri masih diperdebatkan di kalangan ulama, apalagi jika ditentukan rakaatnya, maka tentunya tidak ada seorang ulama pun -sepengetahuan kami- yang berpendapat dengannya.
    2. Tidak mungkin. Karena yang menjadi akidah kaum muslimin adalah tidak boleh memastikan seseorang masuki surga atau nekara kecuali siapa yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Lagipula, masalah ‘apakah ada orang masuk surga atau neraka sebelum kiamat’ sendiri masih diperbincangkan oleh para ulama.
    3. Tidak ada seorang manusiapun yang bisa naik ke atas langit ketujuh lalu berbicara kepada Allah secara langsung kecuali Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
    4. Barangsiapa yang mempercayai ramalan tersebut maka dia terancam terjatuh ke dalam amalan kekafiran yaitu meyakini adanya manusia yang tahu perkara ghaib. Lihat pembahannya dalam artikel ‘hukuman bagi para pelanggan dukun’.

  11. vthree said:

    assalamualaikum..
    berarti itu ajaran sesat ya ustad? tp gmn ngejelasin nya sm ortu sy ya pak ustad soalnya ortu sy udh percaya bgt sm pak labai itu. malahan skrg ortu dan anggota pengajian tsb dah prg mengungsi ke gunung merapi krn takut tsunami yg kt pak labai itu akan dtg tgl 24 juli nanti. Sy udh capek ngejelasin ma ortu klo ajaran tsb ngk bener tp ortu ngk nerima malah jd marah sm sy. Skrg sy jd cms jg krn ramalan itu tgl 3 hr lg.

    Waalaikumussalam warahmatullah.
    Semua ajaran yang mengklaim mengetahui perkara ghaib adalah kesesatan. Saudari tidak boleh merasa cemas karena itu hanyalah ramalan semata dan waspadalah jangan sampai saudari mempercayainya, karena mempercayai suatu ramalan adalah amalan yang mengkafirkan dan bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam, sebagaimana yang telah kami jelaskan dalam artikel ‘hukuman bagi para pelanggan dukun’.
    Silakan baca artikelnya, dan mungkin artikel tersebut bisa sebagai referensi ringkas bagi saudari dalam menjelaskan kepada kedua orang tua mengenai kesalahan mereka.

  12. vthree said:

    assalamualaikum…
    Pak ustadz, tp menurut guru tsb kejadian itu bukan ramalan tp malaikat jibril yg datang kpdnya dan memberi tahu ttg kejadian tsb. Sampai skrg org tua sy masih maksa2 sy spy ikut dengan mereka ke gunung itu tp sy ngk mau. Mohon petunjukknya pak ustad atau sy laporkan aja ttg pengajian itu kpd polisi? krn ortu sy ttp ngk mau dengarin sy. Saya ngk mau ortu sy jd kafir gr2 ajaran labai itu. Pdhl ortu sy rajin bgt sholatnya.

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Itu lebih parah lagi, karena artinya guru itu mengaku sebagai Nabi. Bukankah tugas Jibril alaihissalam adalah mengantarkan wahyu kepada para Nabi. Kalau dia mengaku dapatkan wahyu dari Jibril maka berarti dia mengaku Nabi dan dia dihukumi kafir karenanya.
    Sebaiknya memang orang ini dilaporkan ke polisi karena ramalannya sudah meresahkan masyarakat dan menyesatkan mereka. Tidak ada bedanya dengan aliran-aliran yang sudah dihukumi sesat oleh pemerintah karena mengaku didatangi oleh Jibril.

  13. zahari said:

    aslmualaikum ustaz,
    saya ingin bertanya..adakah sekirany d telah melakukan dosa dengan wanitanya..dan d terlalu sayang kan wanita tu.. dan ingin memperistrikan
    ny tetapi sayangny wanita itu menolak..adakah
    si lelaki itu berdosa atau wanita itu..adakah d di pertangung dgn dosa yang telah di buat..sekira wanita itu menolak..walau wanita itu dan lelaki itu bertaubat..tapi wanita menolak utk di-nikahi

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Yang jelas, keduanya wajib bertaubat terlebih dahulu dari dosa perzinahan dengan taubat yang nasuhah. Setelah itu masalah wanita itu menikah dengan siapa maka itu urusan wanita tersebut, apakah dia mau menikah dengan lelaki yang berzina dengannya atau tidak. Yang jelas kalau dia tidak boleh menikah dalam keadaan hamil sampai dia melahirkan. Jika wanita itu tidak hamil maka dia boleh menikah setelah satu kali haid.
    Jika keduanya telah bertaubat dan wanita tidak mau menikahi lelaki yang berzina dengannya, maka lelaki itu tidak berdosa dan tidak wajib bertanggung jawab atas wanita tersebut, karena semuanya dikembalikan pada kehendak wanita tersebut. Wallahu a’lam

  14. oktria said:

    assalamuallaikum…pak ustadz..saya mau menanyakan, apakah sholat taubat bisa dilakukan secara berjama’ah?trimakasi saya harap jawaban pak ustadz detail beserta alasannya,wassalamuallaikum

    Waalaikumussalam warahmatullah
    Tidak disyariatkan mengerjakannya secara berjamaah karena tidak adanya dalil yang menunjukkan hal itu. Hukum asal suatu ibadah adalah tidak boleh dikerjakan sampai ada dalil yang memerintahkan. Maka dalam hal ini, yang dituntut membawa dalil adalah mereka yang berpendapat bolehnya berjamaah.

Leave a Reply