Hukum Belajar Bahasa Arab
February 6th 2010 by Abu Muawiah | Kirim via Email
Hukum Belajar Bahasa Arab
Tanya:
Bismillah,
Kepada asatidzah yang semoga dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala. Mohon jawabannya: bagaimana hukum belajar bahasa arob (mis: durusul lughah, nahwu, dll) ? Dimaklumi utk mempelajarinya butuh waktu & harus intensif. Mengingat saya adalah pekerja, sehingga terkadang banyak kendala. Mohon jawaban ustadz, juga jika ada fatwa ulama tentang hal ini.
Jazakumullah wa barokallahu fiikum.
“Abu Aisyah Amin” <setiawan.amin@yahoo.com>
Jawab:
Ilmu bahasa arab mempunyai dua tujuan:
1. Memahami Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar.
2. Menjaga lidah agar tidak salah dalam mengucapkan kedua wahyu tersebut.
Berhubung kedua perkara di atas adalah wajib, maka hukum mempelajari bahasa arab juga wajib, tapi wajib kifayah, bukan wajib ain.
Jadi, hukum mempelajari bahasa arab sama seperti hukum mempelajari ilmu-ilmu alat lainnya, yaitu fardhu kifayah. Karenanya jika di suatu daerah ilmu-ilmu alat seperti ini dibutuhkan maka wajib atas penduduk daerah tersebut -secara umum- untuk mempelajari ilmu tersebut. Tapi jika sudah ada sebagian dari penduduk daerah tersebut yang mempelajarinya maka gugurlah kewajiban dari yang lainnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berkata, “Sudah dimaklumi bersama bahwa hukum mempelajari dan mengajarkan bahasa Arab adalah fardhu kifayah.” (Majmu’ Al-Fatawa: 32/252)
Dan di tempat yang lain beliau berkata, “Ditambah lagi, bahasa Arab itu sendiri merupakan bagian dari agama sehingga mengetahui bahasa Arab adalah wajib. Karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah adalah wajib, sementara keduanya tidak mungkin bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Dan sesuatu yang kewajiban tidak sempurna terlaksana kecuali dengannya maka sesuatu itu juga wajib.” Mirip dengannya diutarakan oleh Ar-Razi dalam Al-Mahshul (1/275).
This entry was posted on Saturday, February 6th, 2010 at 1:50 am and is filed under Fadha`il Al-A'mal, Jawaban Pertanyaan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
February 6th, 2010 at 8:09 am
Assalamu’alaikum
Ustadz, apakah jawaban yang menyatakan belajar bahasa arab adalah “fardhu kifayah” diatas merupakan kesepakatan ulama salaf atau masih ada khilaf di kalangan ulama. mohon penjelasan lebih lanjut. Jazakallah.
February 7th, 2010 at 5:39 am
Assalamu ‘alaikum
Ustad,
Ana ingin tanya bagaimana menentukan bahwa belajar bahasa arab fardhu kifayah bukan fardhu ‘ain,mohon disertai dalilnya
February 8th, 2010 at 9:27 am
Ustadz yang saya hormati, bolehkah ustadz mencontohkan kepada kami metode untuk belajar bahasa Arab, sekedar contoh untuk yang benar2 nol dalam bahasa arab, misalnya dari kitab ini caranya seperti ini, kemudian kitab selanjutnya dan selanjutnya. Barangkali ustadz mempunyai pandangan mana kitab yang paling mudah menuju kitab yang lebih sulit. Jazakallah khair
February 23rd, 2010 at 4:22 am
bagaimana kaitannya belajar arab dengan belajar Qiro’ah???