<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Batasan Masjid</title>
	<atom:link href="http://al-atsariyyah.com/?feed=rss2&#038;p=1387" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1387</link>
	<description>Meniti Jejak As-Salaf Ash-Shaleh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 03:33:50 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Larangan Jual Beli dan Meludah Dalam Masjid &#171; Salafyun Pangkalan Susu</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1387&#038;cpage=1#comment-2209</link>
		<dc:creator>Larangan Jual Beli dan Meludah Dalam Masjid &#171; Salafyun Pangkalan Susu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 01:45:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1387#comment-2209</guid>
		<description>[...] 9.    Larangan berjual beli di dalam masjid. Adapun batasan masjid yang seseorang tidak boleh jual beli di situ, maka silakan baca pembahasannya di sini: http://al-atsariyyah.com/?p=1387  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 9.    Larangan berjual beli di dalam masjid. Adapun batasan masjid yang seseorang tidak boleh jual beli di situ, maka silakan baca pembahasannya di sini: <a href="http://al-atsariyyah.com/?p=1387" rel="nofollow">http://al-atsariyyah.com/?p=1387</a>  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: randi</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1387&#038;cpage=1#comment-1975</link>
		<dc:creator>randi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 05:40:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1387#comment-1975</guid>
		<description>&#039;afwan ustadz bagaimana dg pendapat yg mengatakan bahwa yg dimaksudkan masjid adl seluruh bagian yg ada di dlm pagar masjid, melingkupi halaman dan tmpt parkirnya jg?

http://ia311311.us.archive.org/3/items/burmburm/feek.pdf

&lt;blockquote&gt;Wallahu a&#039;lam, kami tidak mengetahui ada ulama salaf yang berpendapat dengannya. Justru pendapat para ulama yang ada bertentangan dengan pendapat di atas. Karena mereka menyatakan tidak syahnya shalat yang dikerjakan di dalam masjid yang ada kuburnya, sementara mereka membolehkan shalat di dalam masjid yang di halamannya ada kubur selama kubur tersebut ada pemisahnya dari masjid berupa dinding atau yang semacamnya. Ini menunjukkan mereka menganggap halaman masjid itu bukan termasuk masjid.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;afwan ustadz bagaimana dg pendapat yg mengatakan bahwa yg dimaksudkan masjid adl seluruh bagian yg ada di dlm pagar masjid, melingkupi halaman dan tmpt parkirnya jg?</p>
<p><a href="http://ia311311.us.archive.org/3/items/burmburm/feek.pdf" rel="nofollow">http://ia311311.us.archive.org/3/items/burmburm/feek.pdf</a></p>
<blockquote><p>Wallahu a&#8217;lam, kami tidak mengetahui ada ulama salaf yang berpendapat dengannya. Justru pendapat para ulama yang ada bertentangan dengan pendapat di atas. Karena mereka menyatakan tidak syahnya shalat yang dikerjakan di dalam masjid yang ada kuburnya, sementara mereka membolehkan shalat di dalam masjid yang di halamannya ada kubur selama kubur tersebut ada pemisahnya dari masjid berupa dinding atau yang semacamnya. Ini menunjukkan mereka menganggap halaman masjid itu bukan termasuk masjid.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fatimah</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1387&#038;cpage=1#comment-1666</link>
		<dc:creator>fatimah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 14:58:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1387#comment-1666</guid>
		<description>assalamualaikum,
ustadz, saya masih bingung mengenai tidak bolehnya  mencari barang di masjid. bisa diperjelas ustadz?jk barang kita hilang di masjid bagaimana ustadz?, jazakallah untuk jawabannya.

&lt;blockquote&gt;Waalaikumussalam warahmatullah.
Maksudnya dia jangan mengumumkan atau bertanya-tanya kepada orang. Cukup dia mencari saja barangnya di tempat yang kira-kira barangnya mungkin ada di situ. Wallahu a&#039;lam&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum,<br />
ustadz, saya masih bingung mengenai tidak bolehnya  mencari barang di masjid. bisa diperjelas ustadz?jk barang kita hilang di masjid bagaimana ustadz?, jazakallah untuk jawabannya.</p>
<blockquote><p>Waalaikumussalam warahmatullah.<br />
Maksudnya dia jangan mengumumkan atau bertanya-tanya kepada orang. Cukup dia mencari saja barangnya di tempat yang kira-kira barangnya mungkin ada di situ. Wallahu a&#8217;lam</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nisa</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1387&#038;cpage=1#comment-1547</link>
		<dc:creator>nisa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 09:50:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1387#comment-1547</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum
ustadz, di tempat ana ta&#039;lim banyak ummahat yang menjual kitab,jubah,jilbab dll di teras masjid, mereka berjualan di sana untuk memudahkan para akhwat yang ingin membeli jubah atau kitab2 ahlussunnah dan tak mungkin mereka para akhwat membeli di tempat ikhwan. pada awalnya ana membeli di tempat ummahat berjualan, tapi setelah tahu tentang hukumnya, ana tidak lagi membelinya.bagaimana menurut ustadz tentang permasalahn ini?

&lt;blockquote&gt;Waalaikumussalam warahmatullah.
Hendaknya yang mengetahui hukumnya memberikan nasehat kepada yang melanggarnya dengan nasehat yang baik. Atau dia mengajukan pertanyaan kepada ustadz pemberi materi agar sang ustadz bisa menasehati dan melarang mereka berjualan di dalam masjid.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum<br />
ustadz, di tempat ana ta&#8217;lim banyak ummahat yang menjual kitab,jubah,jilbab dll di teras masjid, mereka berjualan di sana untuk memudahkan para akhwat yang ingin membeli jubah atau kitab2 ahlussunnah dan tak mungkin mereka para akhwat membeli di tempat ikhwan. pada awalnya ana membeli di tempat ummahat berjualan, tapi setelah tahu tentang hukumnya, ana tidak lagi membelinya.bagaimana menurut ustadz tentang permasalahn ini?</p>
<blockquote><p>Waalaikumussalam warahmatullah.<br />
Hendaknya yang mengetahui hukumnya memberikan nasehat kepada yang melanggarnya dengan nasehat yang baik. Atau dia mengajukan pertanyaan kepada ustadz pemberi materi agar sang ustadz bisa menasehati dan melarang mereka berjualan di dalam masjid.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nandikram</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1387&#038;cpage=1#comment-533</link>
		<dc:creator>nandikram</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 23:46:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1387#comment-533</guid>
		<description>bismillah,

ustadz abu muawiyah -hafizhokallahu ta&#039;ala-, sekedar memperjelas definisi ar rahbah, apakah termasuk juga di dalamnya tangga masjid &amp; halaman yang di paving di sekitar masjid yang biasa dipakai untuk parkir kendaraan ?, kemudian apakah juga termasuk gudang yang tersambung dengan bangunan masjid namun dipisahkan dengan pintu masjid ?  

semoga dengan contoh rincian yang jelas, akan memudahkan ana memahami definisi ar rahbah ini.

jazakallahu khoir wa zadakallahu &#039;ilman

&lt;blockquote&gt;Wallahu a&#039;lam, berkaca pada pembahasan di atas, maka tangga masjid dan gudang yang antum sebutkan juga termasuk masjid selama lantainya bersambung dengan masjid dan tidak terpisah darinya. Adapun halaman masjid, maka dia dihukumi terpisah dari bangunan masjid, maka dia tidak dihukumi sebagai masjid. 
Waiyakum, Allahumma amin.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah,</p>
<p>ustadz abu muawiyah -hafizhokallahu ta&#8217;ala-, sekedar memperjelas definisi ar rahbah, apakah termasuk juga di dalamnya tangga masjid &amp; halaman yang di paving di sekitar masjid yang biasa dipakai untuk parkir kendaraan ?, kemudian apakah juga termasuk gudang yang tersambung dengan bangunan masjid namun dipisahkan dengan pintu masjid ?  </p>
<p>semoga dengan contoh rincian yang jelas, akan memudahkan ana memahami definisi ar rahbah ini.</p>
<p>jazakallahu khoir wa zadakallahu &#8216;ilman</p>
<blockquote><p>Wallahu a&#8217;lam, berkaca pada pembahasan di atas, maka tangga masjid dan gudang yang antum sebutkan juga termasuk masjid selama lantainya bersambung dengan masjid dan tidak terpisah darinya. Adapun halaman masjid, maka dia dihukumi terpisah dari bangunan masjid, maka dia tidak dihukumi sebagai masjid.<br />
Waiyakum, Allahumma amin.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
