<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Puasa Hari Arafah</title>
	<atom:link href="http://al-atsariyyah.com/?feed=rss2&#038;p=1340" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340</link>
	<description>Meniti Jejak As-Salaf Ash-Shaleh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 03:33:50 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: shidah</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340&#038;cpage=1#comment-2117</link>
		<dc:creator>shidah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 07:53:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1340#comment-2117</guid>
		<description>kenapa ya walaupun kt sentiasa berusaha untuk mendekatkan diri padaNya kt seolah2 semakin jauh drNya,malahan dugaan yg lbh besar jg mendatang.kini,semakin ramai manusia yg beragama islam semakin byk melibatkan dr dlm kemaksiatan.apakah cara untuk kt mengatasi mslh ini?

&lt;blockquote&gt;Satu-satunya jalan keluar adalah kembali mempelajari ilmu-ilmu agama -terkhusus tauhid dan ibadah- lalu mengamalkannya dengan amalan yang benar. Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#039;alaihi wasallam bersabda: 
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
&quot;Jika kalian berjual beli secara cara &#039;inah, mengikuti ekor sapi, ridla dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.&quot; (HR. Abu Daud no. 3003 dan selainnya)&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa ya walaupun kt sentiasa berusaha untuk mendekatkan diri padaNya kt seolah2 semakin jauh drNya,malahan dugaan yg lbh besar jg mendatang.kini,semakin ramai manusia yg beragama islam semakin byk melibatkan dr dlm kemaksiatan.apakah cara untuk kt mengatasi mslh ini?</p>
<blockquote><p>Satu-satunya jalan keluar adalah kembali mempelajari ilmu-ilmu agama -terkhusus tauhid dan ibadah- lalu mengamalkannya dengan amalan yang benar. Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:<br />
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ<br />
&#8220;Jika kalian berjual beli secara cara &#8216;inah, mengikuti ekor sapi, ridla dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.&#8221; (HR. Abu Daud no. 3003 dan selainnya)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Puasa Hari Arafah &#171; T.A.U.B.A.T</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340&#038;cpage=1#comment-501</link>
		<dc:creator>Puasa Hari Arafah &#171; T.A.U.B.A.T</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 09:34:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1340#comment-501</guid>
		<description>[...] : http://al-atsariyyah.com/?p=1340      Categories: Akhlak dan Adab Tags: Puasa       Comments (0) Trackbacks (0) Leave a comment [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] : <a href="http://al-atsariyyah.com/?p=1340" rel="nofollow">http://al-atsariyyah.com/?p=1340</a>      Categories: Akhlak dan Adab Tags: Puasa       Comments (0) Trackbacks (0) Leave a comment [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Puasa Hari Arafah &#171; BlackVeil&#8217;s Private Blog</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340&#038;cpage=1#comment-498</link>
		<dc:creator>Puasa Hari Arafah &#171; BlackVeil&#8217;s Private Blog</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 03:48:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1340#comment-498</guid>
		<description>[...] Sumber : di sini  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sumber : di sini  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widarnoko</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340&#038;cpage=1#comment-494</link>
		<dc:creator>widarnoko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1340#comment-494</guid>
		<description>lebih ...celaka berbuat dosa tidak mendekatkan diri pada Allah.....jangan lupa...selalu dzikir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lebih &#8230;celaka berbuat dosa tidak mendekatkan diri pada Allah&#8230;..jangan lupa&#8230;selalu dzikir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Ibrahim</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340&#038;cpage=1#comment-488</link>
		<dc:creator>Abu Ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 10:06:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1340#comment-488</guid>
		<description>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Setiap bani Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.” (Hasan, dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam [Shifatul Qiyamah/2499], Ibnu Majah di dalam [Az Zuhd/4251], dan dihasankan oleh Al Albani rahimahullah di dalam Shahihul Jami’ [4515]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Setiap bani Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.” (Hasan, dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam [Shifatul Qiyamah/2499], Ibnu Majah di dalam [Az Zuhd/4251], dan dihasankan oleh Al Albani rahimahullah di dalam Shahihul Jami’ [4515]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rizal</title>
		<link>http://al-atsariyyah.com/?p=1340&#038;cpage=1#comment-486</link>
		<dc:creator>Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:08:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-atsariyyah.com/?p=1340#comment-486</guid>
		<description>Bismillah. Ana mau nanya
1. Betapa banyak orang yang berpuasa tapi mereka masih suka bermaksiat. Puasa yang bagaimanakah yang dapat menghapus dosa dan tidak punya keinginan lagi untuk mengulanginya. 
2. apakah kalau kita berbuat dosa lagi pada dosa yang sama lalu puasa dan amal ibadah lainnya yang telah kita kerjakan jadi tertolak ? mohon penjelasannya. sekian dulu Ustadz. Jazakumullah khoiron katsiran

&lt;blockquote&gt;
1. Wallahu a&#039;lam, syarat puasa yang menghapuskan dosa adalah seperti syarat yang terdapat pada puasa ramadhan yaitu karena didorong oleh keimanan dan ihtisab (mengharapkan pahala). Dan sudah dimaklumi bahwa manusia pasti setiap hari berbuat dosa, karenanya baiknya puasa tidak mengharuskan dia tidak akan berbuat dosa lagi. Akan tetapi baiknya puasanya mengharuskan dia akan mendapatkan taufik dari Allah untuk segera bertaubat kepada-Nya ketika terjatuh ke dalam dosa.
2. Tidak ada korelasi di antara keduanya dalam hal yang antum sebutkan. Dosa masalah lain ibadah masalah lain, maka seorang mengulangi dosa tidak menunjukkan ibadahnya tidak diterima, sebagaimana seseorang beribadah dengan baik tidak menunjukkan dia tidak akan lagi berbuat dosa. Dia dapat pahala karena ibadahnya diterima dan dia dapat dosa ketika dia berbuat kesalahan. 
Waiyyakum

&lt;blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah. Ana mau nanya<br />
1. Betapa banyak orang yang berpuasa tapi mereka masih suka bermaksiat. Puasa yang bagaimanakah yang dapat menghapus dosa dan tidak punya keinginan lagi untuk mengulanginya.<br />
2. apakah kalau kita berbuat dosa lagi pada dosa yang sama lalu puasa dan amal ibadah lainnya yang telah kita kerjakan jadi tertolak ? mohon penjelasannya. sekian dulu Ustadz. Jazakumullah khoiron katsiran</p>
<blockquote><p>
1. Wallahu a&#8217;lam, syarat puasa yang menghapuskan dosa adalah seperti syarat yang terdapat pada puasa ramadhan yaitu karena didorong oleh keimanan dan ihtisab (mengharapkan pahala). Dan sudah dimaklumi bahwa manusia pasti setiap hari berbuat dosa, karenanya baiknya puasa tidak mengharuskan dia tidak akan berbuat dosa lagi. Akan tetapi baiknya puasanya mengharuskan dia akan mendapatkan taufik dari Allah untuk segera bertaubat kepada-Nya ketika terjatuh ke dalam dosa.<br />
2. Tidak ada korelasi di antara keduanya dalam hal yang antum sebutkan. Dosa masalah lain ibadah masalah lain, maka seorang mengulangi dosa tidak menunjukkan ibadahnya tidak diterima, sebagaimana seseorang beribadah dengan baik tidak menunjukkan dia tidak akan lagi berbuat dosa. Dia dapat pahala karena ibadahnya diterima dan dia dapat dosa ketika dia berbuat kesalahan.<br />
Waiyyakum</p>
<blockquote></blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
