December 29th, 2009 by Abu Muawiah
Perbedaan Mani, Madzi, Kencing, dan Wadi
Tahukan anda apa perbedaan antara keempat perkara di atas?
Mengetahui hal ini adalah hal yang sangat penting, khususnya perbedaan antara mani dan madzi, karena masih banyak di kalangan kaum muslimin yang belum bisa membedakan antara keduanya. Yang karena ketidaktahuan mereka akan perbedaannya menyebabkan mereka ditimpa oleh fitnah was-was dan dipermainkan oleh setan. Sehingga tidaklah ada cairan yang keluar dari kemaluannya (kecuali kencing dan wadi) yang membuatnya ragu-ragu kecuali dia langsung mandi, padahal boleh jadi dia hanyalah madzi dan bukan mani. Sudah dimaklumi bahwa yang menyebabkan mandi hanyalah mani, sementara madzi cukup dicuci lalu berwudhu dan tidak perlu mandi untuk menghilangkan hadatsnya. Read the rest of this entry »
Category: Fiqh, Tahukah Anda? |
8 Comments »
November 30th, 2009 by Abu Muawiah
Siapakah Suamimu di Surga?
Saudariku muslimah, tahukah kamu siapa suamimu di surga kelak?(1) Artikel di bawah ini akan menjawab pertanyaan anti. Ini bukan ramalan dan bukan pula tebakan, tapi kepastian (atau minimal suatu prediksi yang insya Allah sangat akurat), yang bersumber dari wahyu dan komentar para ulama terhadapnya. Berikut uraiannya:
Perlu diketahui bahwa keadaan wanita di dunia, tidak lepas dari enam keadaan:
1. Dia meninggal sebelum menikah.
2. Dia meninggal setelah ditalak suaminya dan dia belum sempat menikah lagi sampai meninggal.
3. Dia sudah menikah, hanya saja suaminya tidak masuk bersamanya ke dalam surga, wal’iyadzu billah.
4. Dia meninggal setelah menikah baik suaminya menikah lagi sepeninggalnya maupun tidak (yakni jika dia meninggal terlebih dahulu sebelum suaminya).
5. Suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi sampai meninggal.
6. Suaminya meninggal terlebih dahulu, lalu dia menikah lagi setelahnya. Read the rest of this entry »
Category: Muslimah, Tahukah Anda? |
9 Comments »
November 16th, 2009 by Abu Muawiah
5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul
Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebutkan sebahagian di antaranya:
1. Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian. Karena tidak mungkin seorang itu menjadi rasul kecuali setelah menjadi nabi. Oleh karena itulah, para ulama menyatakan bahwa Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- diangkat menjadi nabi dengan 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan diangkat menjadi rasul dengan dengan 7 ayat pertama dari surah Al-Mudatstsir. Telah berlalu keterangan bahwa setiap rasul adalah nabi, tidak sebaliknya.
Imam As-Saffariny -rahimahullah- berkata, “Rasul lebih utama daripada nabi berdasarkan ijma’, karena rasul diistimewakan dengan risalah, yang mana (jenjang) ini lebih ringgi daripada jenjang kenabian”. (Lawami’ Al-Anwar: 1/50)
Al-Hafizh Ibnu Katsir juga menyatakan dalam Tafsirnya (3/47), “Tidak ada perbedaan (di kalangan ulama) bahwasanya para rasul lebih utama daripada seluruh nabi dan bahwa ulul ‘azmi merupakan yang paling utama di antara mereka (para rasul)”. Read the rest of this entry »
Category: Aqidah, Tahukah Anda? |
2 Comments »
April 10th, 2009 by Abu Muawiah
Hukum Al-Qur`an Dijadikan Ring Tone
Telah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin, penggunaan ring tone berupa bacaan ayat-ayat Al-Qur`an atau zikir yang lainnya. Akan tetapi tahukah anda apa hukumnya?
Berikut jawaban dari Asy-Syaikh Saleh Al-Fauzan -hafizhahullah- tatkala beliau ditanya dengan konteks pertanyaan sebagai berikut:
Apa pendapat anda mengenai orang yang menggunakan suara azan atau bacaan Al-Qur`an Al-Karim sebagai ring tone hp sebagai ganti dari ringtone musik? Read the rest of this entry »
Category: Fatawa, Tahukah Anda? |
No Comments »
February 18th, 2009 by Abu Muawiah
Mana yang Afdhal, Orang Kaya yang Bersyukur Ataukah Orang Miskin yang Bersabar?
Yang benar dalam permasalahan ini adalah: Bahwa orang kaya yang bersyukur itu lebih utama daripada orang miskin yang bersabar. hal ini berdasarkan banyak dalil, di antaranya:
1. Hadits Abu Hurairah -radhiallahu anhu- tentang kisah datangnya orang-orang fakir Al-Muhajirin kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- lalu mereka berkata, “Para pemilik harta telah pergi jauh (meninggalkan kami) dengan membawa banyak pahala,” kemudian tatkala mereka berkata, “Saudara-saudara kami yang kaya mengetahui amalan (zikir) itu lalu mereka pun mengerjakan seperti apa yang kami kerjakan.” Maka beliau bersabda, “Itulah (kekayaan) keutamaan Allah yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.”
2. Di antara dalilnya adalah: Bahwa manfaat (kebaikan) dari orang kaya yang bersyukur juga akan mengenai orang di sekitarnya (dengan sedekah dan semacamnya). Sementara manfaat dari orang miskin yang sabar hanya didapatkan oleh dirinya seorang.
3. Di antaranya adalah: Bahwa orang yang kaya akan didatangi oleh banyak syahwat, lalu dia berjihad melawan jiwanya dan mengekang hawa nafsunya dari semua syahwat yang diharamkan, sehingga dia bisa menjadi orang yang bersyukur. (Berbeda halnya dengan orang yang miskin)
[Fawaid Ammah 6, Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah-. Dan tulisan di dalam kurung adalah dari kami]
Category: Tahukah Anda? |
1 Comment »
January 12th, 2009 by Abu Muawiah
Selang Waktu Pembangunan Masjidil Haram dengan Masjidil Aqsha
Abu Dzar pernah bertanya, ”Wahai Rasulullah, masjid apakah yang paling pertama kali dibangun di bumi?” beliau menjawab, ”Al-Masjid Al-Haram.” Saya bertanya lagi, ”Kemudian apa?” beliau menjawab, ”Al-Masjid Al-Aqsha.” Saya bertanya, ”Berapa lama selang waktu di antara keduanya?” beliau menjawab, ”40 tahun. Dimana saja shalat menjumpai kamu maka shalatlah karena itu adalah masjid.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6/315-317,359), Muslim (2/63), An-Nasai (1/112), Ibnu Majah (1/254), Al-Baihaqi (2/434), Ath-Thayalisi (hal. 62 no. 462) dan Ahmad (5/150,156,157,160,166) dari beberapa jalan dari Al-A’masy dari Ibrahim At-Taimi dari ayahnya darinya.
Sabda beliau dalam hadits ini, ”Sesungguhnya selang waktu antara Al-Masjid Al-Haram dengan Al-Aqsha adalah 40 tahun,” sedikit ganjal, karena yang membangun Al-Aqsha adalah Sulaiman -alaihissalam- sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits Abdullah bin Amr yang akan datang sebentar lagi insya Allah. Sedangkan jarak antara dia dengan Ibrahim -alaihissalam- adalah lebih dari 1000 tahun menurut apa yang dikatakan oleh para pakar sejarah. Kemudian, dalam nash Al-Qur`an -sebagaimana yang Al-Hafizh katakan- disebutkan bahwa kisah Daud yang membunuh Jalut adalah jauh setelah zaman Musa.
Keganjilan ini telah dijawab dengan beberapa jawaban, dan mungkin jawaban yang lebih dekat kepada kebenaran adalah ucapan Al-Khaththabi, ”Kelihatannya yang pertama kali memulai pembangunan Al-Masjid Al-Aqsha adalah sebagian wali-wali Allah sebelum Daud dan Sulaiman. Kemudian Daud dan Sulaiman menambahinya dan memperluasnya, karenanya pembangunannya disandarkan kepada keduanya.”
Lihat kelanjutan pembahasan dan jawaban-jawaban lainnya dari keganjilan ini dalam Al-Fath (6/316) dan Al-Mirqah (1/478).
Al-Hafizh Ibnu Katsir telah memastikan dalam Al-Bidayah (1/196)(2/26) ”bahwa Israil -dan dia adalah Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim- adalah orang yang pertama kali membangun Al-Masjid Al-Aqsha, dan bahwa Sulaiman -alaihissalam- yang memperbaharuinya setelah itu.”
Kalau ini benar maka itu dekat dengan apa yang ditunjukkan oleh hadits tentang selang waktu antara pembangunan kedua masjid ini, wallahu a’lam.
[Diringkas dari Ats-Tsamar Al-Mustathab karya Al-Albani: 1/511-513]
Category: Tahukah Anda? |
2 Comments »
January 3rd, 2009 by Abu Muawiah
Sujud kepada makhluk
Sujudnya para malaikat kepada Adam dan demikian pula sujudnya Ya’qub dan anak-anaknya kepada Yusuf -alaihishshalatu wassalam- adalah bentuk penghormatan dan pemuliaan, bukan sujud ibadah. Hal ini adalah sesuatu dibolehkan pada syariat umat sebelum kita kemudian hal ini mansukh (terhapus hukumnya) dalam syariat kita. Karenanya barangsiapa yang sujud kepada selain Allah maka dia telah berbuat kesyirikan, karena sujud adalah ibadah mahdhah (murni) yang tidak boleh diarahkan kecuali hanya kepada Allah semata.
[Asy-Syaikh Ar-Rajihi. Diterjemah dari www.sh-rajhe.com kategori: Fawaid fil Aqidah 40]
Category: Aqidah, Tahukah Anda? |
No Comments »
December 13th, 2008 by Abu Muawiah
Mayat Tidak Bisa Mendengar
Orang-orang yang sudah meninggal tidak bisa mendengar apa-apa. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
“Dan kamu tidaklah mampu membuat orang di dalam kubur mendengar.”
Dan Allah berfirman:
إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى
“Sesungguhnya engkau tidak bisa memperdengarkan orang yang mati.”
Dikecualikan darinya tiga keadaan, dimana nash menunjukkan mereka bisa mendengar: Read the rest of this entry »
Category: Aqidah, Tahukah Anda? |
No Comments »
December 2nd, 2008 by Abu Muawiah
Antara Kesabaran dan Dosa
Syaikhul Islam Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata, “Musibah-musibah itu menghapuskan kejelekan-kejelekan, akan tetapi pahala hanya akan didapatkan jika seseorang bersabar atas musibah tersebut, dan kesabaran ini hukumnya wajib. Karena seseorang hanya akan diberikan pahala atas perbuatan yang dia kerjakan atas kehendaknya sendiri.”
Saya (Asy-Syaikh Ar-Rajihi) berkata: Ini adalah faidah yang besar, musibah-musibah itu memang menghapuskan kejelekan-kejelekan, dan jika bersabar atas musibah tersebut maka Allah akan memberinya pahala. Karena kesabaran adalah wajib, karenanya jika dia marah atau berkeluh kesah maka dia mendapatkan dosa . Demikianlah keadaan semua kewajiban, siapa yang menunaikannya maka Allah akan memberinya pahala dan siapa yang tidak menunaikannya maka dia akan kehilangan pahala kewajiban tersebut dan justru dia akan mendapatkan dosa.
Adapun ridha terhadap musibah maka hukumnya sunnah berdasarkan pendapat yang terkuat dari dua pendapat di kalangan ulama. Adapun syukur terhadap musibah dan menganggapnya sebagai nikmat, maka ini adalah derajat yang tinggi, tidak ada orang yang diangkat kepadanya kecuali yang memiliki bagian yang sangat besar.
[Diterjemah dari: www.sh-rajhe.com kategori: Fawaid ‘Ammah]
Category: Tahukah Anda? |
No Comments »
November 24th, 2008 by Abu Muawiah
Dimanakah kiblatnya doa ?
Langit adalah kiblatnya doa dan diangkatnya tangan ke langit termasuk dalil-dalil Ahlus Sunnah (yang menunjukkan) akan ketinggian Allah Ta’ala. Sampai binatangpun, jika dia tertimpa musibah maka dia akan menengadahkan kepalanya ke atas. Dan ka’bah juga merupakan kiblatnya doa sebagaimana dia adalah kiblatnya shalat.
[Fatawa Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi, bagian Aqidah no. 22]
Category: Tahukah Anda? |
4 Comments »