Archive for April, 2018

Adab dan Hukum yang Berkenaan dengan al-Quran

April 12th, 2018 by Arvan

Adab dan Hukum yang Berkenaan dengan al-Quran

Hadits Kesebelas

Kecemburuan Positif kepada Ahlil Qur`an

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ» رواه البخاري وأحمد، واللفظ للبخاري

Dari Abu Hurairah t (dia berkata): Rasulullah r bersabda, “Tidak ada kecemburuan kecuali pada dua hal: (1) Seseorang yang Allah ajari al-Quran kemudian dia membacanya sepanjang malam dan siang. Lalu ada tetangganya yang mendengar bacaannya dan berkata, ‘Seandainya aku diberikan anugerah seperti dia niscaya aku akan melakukan seperti yang dia lakukan.’ (2) Seseorang yang Allah beri harta kemudian dia menginfakkannya dalam ketaatan dan kebaikan. Lalu seseorang berkata, ‘Seandainya aku diberikan anugerah seperti dia niscaya aku akan melakukan seperti yang dia lakukan.’” (HR. al-Bukhari dan Ahmad, dan ini adalah lafazh al-Bukhari)

Hadits Kedua Belas

Cara Nabi r Membaca al-Quran

عَنْ حُذَيْفَةَ رضي الله عنه «أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ اسْتَجَارَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَنْزِيهٌ لِلَّهِ سَبَّحَ» رواه ابن ماجه وصححه الألباني

Dari Hudzaifah t (dia berkata), “Bahwa Nabi r pernah mengerjakan shalat. Jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau meminta rahmat, jika beliau membaca ayat tentang azab maka beliau memohon perlindungan, dan jika beliau membaca ayat yang menyebut kesucian Allah maka beliau bertasbih.” (HR. Ibnu Majah dan dinyatakan sahih oleh al-Albani)

وَعَنْهُ رضي الله عنه «أَنَّهُ صَلَّى إِلَى جَنْبِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً فَقَرَأَ، فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ وَقَفَ وَتَعَوَّذَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ وَقَفَ فَدَعَا»  رواه النسائي وصححه الألباني

Juga dari Hudzaifah t (dia berkata), bahwa pada suatu malam dirinya pernah shalat di samping Nabi r lalu beliau membaca. Jika beliau membaca ayat tentang azab maka beliau berhenti sejenak dan meminta perlindungan, dan jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau berhenti sejenak lalu berdoa. (HR. al-Nasai dan dinyatakan sahih oleh al-Albani) Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

April 11th, 2018 by Arvan

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

Hadits Pertama

Keutamaan Mempelajari al-Quran

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ» رواه مسلم وأبو داود وغيرهما

Dari Abu Hurairah t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah guna membaca dan mempelajari kitabullah kecuali ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di sisi para malaikat. Siapa yang terlambat (masuk surga) karena amalannya (yang buruk) maka nasab keturunannya tidak akan bisa menyegerakannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan selainnya)

Komentar:

Keutamaan dalam hadits ini tidak hanya berlaku bagi ‘kaum’ (sekumpulan orang), tapi juga berlaku walaupun dia seorang diri. Karenanya jika ada satu orang yang berzikir kepada Allah sendirian maka dia telah meraih pahala yang tersebut dalam hadits di atas.

Hadits Kedua

Satu Huruf al-Quran Bernilai Sepuluh Pahala

عَنْ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ (الـم) حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ» رواه الترمذي والدارمي

Dari Abdullah bin Mas’ud t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah maka dia memperoleh satu kebajikan, sementara satu kebajikan akan diganjar sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘Alif, lam, mim’ itu satu huruf, akan tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘lam’ satu huruf, dan ‘mim’ satu huruf.” (HR. al-Tirmidzi dan al-Darimi)

Abu Isa (al-Tirmidzi) berkata, “Ini adalah hadits yang hasan shahih gharib.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani. Dan aku menanyakan status hadits ini kepada guru kami, Abdullah al-Sa’ad, maka beliau menjawab, “Laa ba`sa bih (baca: Hasan, penj.).” Read the rest of this entry »

Category: Fadha`il Al-A'mal, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Info Kajian Pekanan Wilayah Bantaeng SulSel

April 7th, 2018 by Arvan

Category: Info Kegiatan | No Comments »

Teruntuk Para Pencela

April 7th, 2018 by Arvan

Teruntuk Para Pencela

Teruntuk para pencela, kupersembahkan kepadamu nasehat dari al-Faqih al-Ilbiri rahimahullah -seorang ulama dari Andalus, Spanyol-, ketika beliau menasehati putranya yang memiliki kun-yah Abu Bakar:

 

“Wahai Abu Bakar, engkau hanya menyingkap sedikit aibku, namun sebagian besarnya justru kamu tutupi.
Karenanya silakan kamu cela diriku sesuka hatimu, bahkan silakan tambah celaannya berkali-kali lipat, karena sungguh semua celaanmu itu benar adanya.
Betapa pun banyaknya aibku yang engkau beberkan, aku menganggap semua itu sebagai pujian karena aku sangat mengetahui siapa diriku.”

Ketiga bait di atas adalah penggalan dari 112 bait syair beliau, yang dikenal di kalangan penuntut ilmu dengan judul Manzhumah Abi Ishaq al-Ilbiri. Nama lengkap beliau adalah Ibrahim bin Mas’ud al-Tujibi al-Ilbiri (375-460 H).

Maksud ketiga bait di atas adalah beliau mengingatkan putranya bahwa ketika seseorang mencela kita, maka sebenarnya aib yang dia sebutkan itu hanyalah sedikit dari aib kita yang begitu banyak. Dia menutupi (baca: tidak menyebutkan) sebagian besar aib kita karena dia memang tidak mengetahuinya. Karenanya, silakan yang mencela, sebutkan aibku sebanyak yang engkau tahu sampai kamu puas, karena semua aib itu benar adanya. Yakni karena kita selaku manusia yang bergelimang dengan dosa memanglah makhluk yang penuh dengan aib dan kekurangan. Semua aib yang kamu sebutkan itu justru kuanggap sebagai pujian, karena yang kamu sebutkan hanya sedikit. Aku lebih tahu tentang diriku sendiri, bahwa sebenarnya aibku jauh lebih banyak daripada yang kamu sebutkan. Karenanya ketika aib yang kamu sebut hanya sedikit dari aibku yang sangat banyak, maka itu kuanggap sebagai pujian darimu.

Subhanallah, betapa indahnya nasehat ini

Sebuah ucapan yang keluar dari hati yang tulus lagi mengetahui kadar dirinya sendiri

Membaca ketiga bait ini mengingatkan kami akan ucapan Syaikh Muqbil rahimahullah, yang dahulu sangat sering diulang oleh guru kami Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah, yang maknanya, “Adapun kami (jika ada yang mencela) maka diri kami ini tidak layak untuk dibela.”

Category: Akhlak dan Adab | No Comments »

Download Rekaman Kajian al-Qawaid al-Arba’

April 6th, 2018 by Arvan

Download Rekaman Kajian al-Qawaid al-Arba’

Asal rekaman ini merupakan kajian berseri via WhatsApp.

Silakan mendownload semua file kajiannya melalui link berikut:

Download

Category: Aqidah, Download | No Comments »