Archive for April, 2015

Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern

April 24th, 2015 by Abu Muawiah

Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam rubrik Ekonomi Islam ini, kami akan menampilkan secara berseri, terjemahan dari materi Daurah Fiqh Muamalat, yang disampaikan oleh Dr. Yusuf al-Subaily, Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Imam Muhammad Su’ud, Riyadh, KSA. Daurah ini telah ditranskrip dan disebarkan secara gratis via situs resmi beliau: www.shubily.com, dengan judul: Muqaddimah fi al-Mua’amalat al-Maliyah wa ba’dhu al-Tathbiqat al-Mu’ashirah, yang kami alih bahasakan dengan judul: Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern.

Category: Ekonomi Islam | Comments Off on Pengantar Fiqh Transaksi Keuangan serta Aplikasinya dalam Perekonomian Modern

Tuntunan Hidup ala Ibnu Utsaimin

April 17th, 2015 by Abu Muawiah

Nasehat dari asy-Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah
kepada salah seorang murid beliau mengenai metode yang ditempuh dalam menjalani kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Muhammad bin Saleh al-Utsaimin kepada putranya hafizhahullah.
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kamu -semoga Allah memberkahimu- meminta saya untuk menjelaskan jalan hidup yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan keseharianmu. Dan saya memohon kepada Allah Ta’ala berkenan memberikan taufik kepada kita menuju hidayah, petunjuk, kebenaran, dan keistiqamahan, dan agar Dia menjadikan kita sebagai para pemberi petunjuk dan kebaikan.

Berikut jawaban saya:
Pertama: Jalan hidup dalam bermualah dengan Allah Azza wa Jalla.
1.    Senantiasa bersama Allah dengan menghadirkan keagunganNya dan memikirkan ayat-ayatNya yang bersifat empirik, seperti penciptaan langit dan bumi, serta semua yang ada pada keduanya yang menunjukkan kedalaman hikmah, kebesaran qudrah, dan keluasan rahmat dan nikmatNya. Juga ayat-ayatNya yang bersifat verbal, yang dengannya Dia mengutus para rasul, terkhusus rasul terakhir, Muhammad صلى الله عليه وسلم .
2.    Penuhi hatimu dengan cinta kepada Allah Ta’ala hingga Dia menjadi sesuatu yang paling kamu cintai. Dia telah melimpahkan nikmat kepadamu dan melindungimu dari bencana. Terkhusus nikmat Islam dan istiqamah di atasnya.
3.    Penuhi hatimu dengan pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla hingga Dia menjadi sesuatu yang teragung bagimu.
Dengan memadukan cinta dan pengagungan kepada Allah Ta’ala di dalam hatimu niscaya kamu akan senantiasa taat kepadaNya. Kamu melaksanakan perintahNya karena cinta kepadaNya, dan kamu meninggalkan larangaNya karena mengagungkanNya.
4.    Ikhlaskan ibadahmu hanya kepada Allah Jalla wa Ala seraya bertawakkal kepadaNya dalam semua keadaan, sebagai realisasi dari firmanNya, “Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.” Ingatlah selalu bahwa kamu hanya melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan karena Dia semata. Dengan demikian kamu akan merasakan manisnya ibadah, yang tidak akan kamu rasakan jika kamu melakukannya dalam keadaan lalai. Dan kamu akan mendapatkan bantuan dariNya dalam setiap urusanmu, yang tidak akan kamu dapatkan jika engkau bergantung kepada dirimu sendiri. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Fatawa | Comments Off on Tuntunan Hidup ala Ibnu Utsaimin

Keutamaan Akidah Islamiah

April 10th, 2015 by Abu Muawiah

Keutamaan Akidah Islamiah

Mewujudkan Akidah Islamiah merupakan misi para rasul Allah, tujuan diturunkannya semua kitab suci, dan kewajiban atas semua makhluk. Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S. al-Dzariyat/51:56, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” Allah juga berfirman dalam Q.S. al-Nahl/16:36, “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat rasul, untuk menyerukan: Sembahlah Allah semata dan jauhilah tagut.”
Karena pentingnya Akidah Islamiah, maka sudah sepatutnya setap muslim menaruh perhatian besar padanya, mencari tahu tentangnya dan mempelajarinya. Terlebih kebahagian hidup manusia di dunia dan di akhirat ditentukan olehnya. Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S. al-Baqarah/2:256, “Maka siapa saja yang kufur kepada tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat lagi tidak akan terputus.” Itu berarti siapa saja yang tangannya lepas dari Akidah Islamiah ini, berarti dia berpegang pada khayalan batil, karena tiada setelah kebenaran selain kesesatan. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Hajj/22:62, “Hal itu karena Allah Dialah sembahan yang benar, dan semua sembahan yang mereka seru selain-Nya adalah batil.”
Akidah adalah apa saja yang diyakini oleh seseorang. Jika keyakinannya itu sejalan dengan ajaran yang dibawa oleh para rasul, maka itu berarti akidah yang shahih (benar), yang dengannya dia mendapatkan keselamatan dari siksaan Allah dan meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dan demikian halnya sebaliknya. Akidah yang benar akan melindungi nyawa dan harta seseorang. Nabi saw. bersabda, “Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mau mengucapkan “laa ilaaha illallaah”. Jika mereka telah mengucapkannya maka mereka telah menjaga nyawa dan darahnya dariku, kecuali dengan haknya.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abu Hurairah) Beliau juga bersabda, “Sungguh Allah mengharamkan atas neraka semua orang yang mengucapkan “laa ilaaha illallaah” karena mengharapkan wajah Allah.” (Muttafaqun ‘alaih dari Itban bin Malik) Akidah yang benar juga akan menggugurkan semua dosa. al-Tirmizi (w. 279 H) meriwayatkan dari Anas radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi, namun engkau tidak berbuat kesyirikan kepada-Ku, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • amal baik terhapus

Category: Aqidah | Comments Off on Keutamaan Akidah Islamiah

Keutamaan Berzikir Setelah Shalat

April 3rd, 2015 by Abu Muawiah

Keutamaan Berzikir Setelah Shalat

قال الشيخ عبد العزيز بن باز رحمه الله :
الجلـــــوس بعــد الســلام مـن الصـــــــلاةَ المكتـــــوبة  مــن أعظم الأوقـــات التي تنزل فيها رحمــة الله عز وجل. لاتستعـــجل بالقيـــــامَ . استغفر ، سبــح الله ، واحمــده ،وهــلل وكبـــــر  ..
Asy Syaikh Abdul Azìz bin Bàz rahimahullah berkata, “Tetap duduk di tempat setelah salam pada shalat wajib merupakan salah satu waktu terbesar turunnya rahmat Allah Azza wa Jalla. Jangan anda terburu-buru berdiri. Beristigfar, bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbirlah.”

قال ابن بطال رحمه الله :
من كان كثير الذنــوب وأراد أن يحطها الله عنه بغير تعب . فليغتنم ملازمة مصــلاه بعد الصلاة ليستكثر من دعاء الملائكة واستغفارهم  له .

المصدر : شرح ابن بطال
الجزء : الثالث
رقم الصفحة : 114

Ibnu Baththàl rahimahullah berkata, “Siapa saja yang mempunyai banyak dosa dan dia ingin agar Allah menghapuskan semuanya tanpa dia perlu bersusah payah, hendaknya dia komitmen dengan kebiasaan tetap duduk di tempat shalatnya setelah selesai shalat. Karena dengannya dia akan meraih doa dan permohonan ampun dari para malaikat.”
(Syarh Ibnu Baththàl terhadap Shahih al Bukhari: 3/114)

(Faidah dari Ust Fauzan hafizhahullah dalam grup WA Forum Asatidzah Sulselbar)

Category: Ragam | Comments Off on Keutamaan Berzikir Setelah Shalat