Archive for August, 2014

Syarat-Syarat Hadits Shahih

August 31st, 2014 by Abu Muawiah

Syarat-Syarat Hadits Shahih

Al Baiquni rahimahullah berkata:

أولها الصحيح وهو ما اتصل               إسناده ولم يشذ أو يعل

يرويه عدل ضابط عن مثله                 معتمد في ضبطه ونقله

[Terjemah]
Yang pertama adalah shahih, yaitu hadits yang sanadnya bersambung. Tidak dihukumi syadz dan tidak pula dihukumi mempunyai illah (cacat). Diriwayatkan oleh perawi yang adil (saleh) lagi dhabith (kuat hafalannya) dari perawi yang seperti itu pula, perawi yang hafalan dan periwayatannya bisa dijadikan sebagai sandaran.

 

Syarh:
Ucapan penulis [yang pertama], maksudnya: Yang pertama disebutkan atau jenis hadits yang pertama adalah [shahih]. Yang beliau maksudkan di sini adalah shahih li dzatihi. Dan ini adl salah satu jenis hadits yang disebutkan namanya lalu disertakan definisinya.

Definisi hadits shahih li dzatihi adalah: Hadits yang sanadnya bersambung, tidak dihukumi sebagai hadits yang syadz dan tidak pula mempunyai illah, dan diriwayatkan oleh perawi yang adil lagi sempurna dhabthnya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • syarat hadits shohih

Category: al Manzhumah al Baiquniah, Terjemah Kitab | Comments Off on Syarat-Syarat Hadits Shahih

Pembatal Pertama: Syirik

August 28th, 2014 by Abu Muawiah

Pembatal Pertama: Syirik

[Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah berkata, memulai penyebutan pembatal keislaman:]

Pertama: Syirik dalam beribadah kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sungguh Allah tidak akan mengampuni kesyirikan terhadapNya, dan Dia mengampuni dosa di bawah daripada itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An Nisa’: 48)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ)

“Sungguh barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka sungguh Allah haramkan surga atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan tidak ada seorg pun penolong bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al Maidah: 72)

Di antara bentuk kesyirikan dlm ibadah adalah berdoa kpd org2 yg telah wafat, beristighatsah kpd mereka, bernadzar untuk mereka, dan menyembelih untuk mereka. Read the rest of this entry »

Category: Nawaqidh al Islam, Terjemah Kitab | Comments Off on Pembatal Pertama: Syirik

Ijma’ Dalam Bab Air

August 25th, 2014 by Abu Muawiah

Bab: Hal-Hal yang Menjadi Ijma’ Dalam Masalah Air

1. Para ulama bersepakat akan tidak bolehnya berwudhu dengan menggunakan air bunga ward, air hasil pepohonan, dan air tumbuhan ushfur.
Dan mereka sepakat akan tidak bolehnya thaharah kecuali dengan air mutlak (yang masih berada pada bentuk asal penciptaannya, penj.) yang masih dinamakan sebagai ‘air’.

2. Mereka bersepakat bahwa berwudhu dengan air adalah syah.

3. Mereka bersepakat akan tidak bolehnya mandi (wajib) dan wudhu dengan minuman semacam ini (yang berasal dari buah-buahan, penj.), kecuali nabidz (semacam air dicampur anggur, krn padanya ada perbedaan pendapat, penj.)

Read the rest of this entry »

Category: al Ijma', Terjemah Kitab | Comments Off on Ijma’ Dalam Bab Air

Muqaddimah al Manzhumah

August 22nd, 2014 by Abu Muawiah

Muqaddimah al Manzhumah

al Baiquni rahimahullah berkata:

أبدأ بالحمد مصليا على                محمد خير نبي أرسلا

“Aku memulai dengan ‘al hamdu’ seraya bershalawat kepada Muhammad, nabi terbaik yang pernah diutus.”

 

[Syarh:]
Ucapan beliau: ‘Aku memulai dengan ‘al hamdu’.’
Maksudnya: Aku membuka bait-bait syairku ini dengan memuji Allah Azza wa Jalla.
‘Al hamdu’ adalah pujian dengan ucapan yang ditujukan kepada siapa yang terpuji sifat-sifatnya, baik sifat yang bersifat muta’addi (yang maknanya membutuhkan objek, penj.) maupun yang bersifat lazim (yang maknanya tidak membutuhkan objek, penj.).

Seraya bershalawat.
Maksudnya: Serta mengucapkan salam. Hal itu karena bershalawat saja tanpa mengucapkan salam dan demikian pula sebaliknya, termasuk amalan yang dinyatakan oleh para ulama sebagai amalan yang makruh dan patut dijauhi. Demikian dinyatakan oleh al Hafizh Ibnu ash Shalah dan selainnya. Kata ‘مصليا’ i’robnya adalah hàl dari fà’il yang terdapat dalam kata ‘أبدأ’.

Ucapan beliau: ‘Kepada Muhammad, nabi terbaik yang pernah diutus‘.
Tidak diragukan kalau beliau shallallahu alaihi wasallam merupakan nabi terbaik yang pernah diutus kepada jin dan manusia. Bahkan beliau adalah nabi yang terbaik, termulia, dan terutama. Beliau adalah pimpinan seluruh makhluk, tidak terkecuali para rasul ulu al-azmi –alaihimushshalatu wassalam-.
Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أنا سيد الناس يوم القيامة

“Aku adalah pimpinan seluruh manusia pada hari kiamat.”
Hadits ini terdapat dalam ‘ash Shahihain’. Read the rest of this entry »

Category: al Manzhumah al Baiquniah, Terjemah Kitab | Comments Off on Muqaddimah al Manzhumah

Definisi Pembatal Keislaman

August 19th, 2014 by Abu Muawiah

Definisi Pembatal Keislaman

Asy Syaikh Muhammad bin Abdi al Wahhab rahimahullah berkata:

Pembatal-pembatal Islam ada sepuluh.

Syarh:

Penjelasan tentang judul buku ‘نواقض اﻹسلام’
نواقض adalah bentuk plural dari kata ناقض yang bermakna: Perusak.

Islam adalah agama Allah, yang Allah tidak menerima agama lain selainnya. Allah Ta’ala berfirman:

ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه

“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka agama itu tidak akan diterima darinya.” (QS. Ali Imran: 85)
Definisi Islam adalah: Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, merealisasikan tauhid itu dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya. (al Ushul ats Tsalatsah hal. 8)

 

Perbedaan antara Islam dengan Iman
Syaikh al Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa makna kata ‘iman’ dan kata ‘islam’ menghimpun semua bagian agama ini. Jika kata ‘iman’ disebutkan bergandengan dengan kata ‘islam’, maka makna ‘islam’ diarahkan kepada amalan2 lahiriah; seperti 2 kalimat syahadat, shalat, zakat, dan haji. Sementara makna ‘iman’ diarahkan kepada keyakinan yang ada di dalam hati, seperti iman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, dan hari akhir. Namun jika kata ‘iman’ disebutkan tersendiri, maka makna kata ‘islam’ sudah tercakup di dalamnya.” (Lihat Majmu’ al Fatawa: 7/5-14)

Sehingga pembatal-pembatal keislaman adalah semua keyakinan atau ucapan atau perbuatan yang menghilangkan dan merusak keislaman.

Kesimpulannya:

Pembatal-pembatal keislaman adalah semua amalan yang membuat seseorang murtad. Pembatal ini bisa berupa ucapan, bisa berupa amalan, bisa berupa keyakinan, dan bisa berupa keragu-raguan. Karenanya, seseorang bisa murtad karena ucapan yang diucapkannya, atau karena amalan yang diamalkannya, atau karena aqidah yang diyakininya, atau karena keraguan yang muncul di dalam hatinya. Pembatal yang bisa mencacati dan merusak aqidah bisa berupa salah satu dari keempat bentuk di atas. (al Qawadih fi al Aqidah hal. 27, karya asy Syaikh Ibnu Baaz)

Category: Nawaqidh al Islam, Terjemah Kitab | Comments Off on Definisi Pembatal Keislaman

Ijma’ Seputar Pembatal Wudhu

August 16th, 2014 by Abu Muawiah

Bismillahirrahmanirrahim

Shawalat dan salam dari Allah semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad dan para pengikut beliau.

 

Ijma’ Fuqaha dari Berbagai Negeri Seputar Hadats Pembatal Wudhu

al Faqih Abu Bakr Muhammad bin Ibrahim bin al Mundzir rahimahullah berkata kepada kami:

1. Para ulama sepakat bahwa shalat tidak syah tanpa thaharah, selama itu memungkinkan.

2. Mereka juga sepakat bahwa keluarnya tinja dari dubur dan keluarga kencing dari qubul (pada lelaki), dan demikian halnya pada wanita. Juga keluar mani, kentut dari dubur, dan hilangnya akal dengan semua bentuknya, semua di atas adalah hadats yang membatalkan thaharah dan mewajibkan wudhu.

3. Mereka sepakat bahwa darah istihadhah membatalkan thaharah.
Rabi’ah dlm hal ini menyelisihi dengan menyatakan: Tidak membatalkan thaharah.

4. Mereka sepakat bahwa ‘menyentuh’ (baca: jimak) adalah hadats yang membatalkan thaharah.

5. Mereka sepakat bahwa tertawa di luar shalat tidaklah membatalkan thaharah dan tidak mengharuskan pengulangan wudhu.

6. Mereka sepakat bahwa tertawa di dalam shalat membatalkan shalat.

Category: al Ijma', Terjemah Kitab | Comments Off on Ijma’ Seputar Pembatal Wudhu

Terjemah Kitab

August 13th, 2014 by Abu Muawiah

Terjemah Kitab

Bismillah.
Insya Allah mulai bulan ini, artikel-artikel dalam al-atsariyyah.com akan lebih bervariasi dengan ditambahkannya page ‘Terjemah Kitab’ dan kategori-kategori baru sesuai dengan judul kitab yang diterjemah.
Penerjemahan ini insya Allah akan terus berlanjut dari satu kitab ke kitab lainnya, dengan harapan kami bisa membawakan ilmu dari para ulama kepada seluruh kaum muslimin dengan cara yang lebih mudah, walaupun mereka belum mampu membaca langsung dari kitab aslinya.

Kemudian, asal artikel-artikel ini adalah terjemahan yang kami sebar di grup Telegram ‘al Ijma” yang berisi terjemahan kitab al Ijma’ karya Ibnu al Mundzir rahimahullah, grup Telegram ‘Nawaqidh al Islam’ yang berisi terjemahan kitab Syarh Nawaqidh al Islam (pembatal keislaman) yang matannya ditulis oleh asy Syaikh Muhammad bin Abdi al Wahhab rahimahullah, dan grup WhatsApp ‘al Manzhumah al Baiquniah’ yang matannya ditulis oleh Imam al Baiquni rahimahullah. Namun mengingat besarnya manfaat dari kedua kitab ini dan terbatasnya jumlah member dalam grup Telegram, maka dengan izin Allah kami akan mempublish dalam blog ini semua terjemahan dari kedua kitab tersebut, baik yang telah maupun yang akan kami terjemahkan. Yassarallahul umuur.

Keterangan ringkas mengenai ketiga kitab di atas:

Kitab al Ijma’ karya Ibnu al Mundzir, adalah salah satu kitab yang sangat bermanfaat dalam bidang fiqhi. Di dalamnya penulis mengumpulkan permasalahan-permasalahan yang menjadi ijma’ (kesepakatan) di kalangan ulama, setidaknya itu berdasarkan keilmuan beliau. Cetakan yang kami terjemah di sini adalah cetakan Daar al Aatsaar, cetakan pertama. Yang ditahqiq oleh Abu Abdi al A’la Khalid bin Muhammad bin Utsman.

Sementara kitab Nawaqidh al Islam (Pembatal Keislaman) adalah kitab yang sudah masyhur di kalangan ahlussunnah. Dari judulnya sudah nampak kalau risalah bergenre tauhid ini berisi amalan-amalan yang membatlkan keislaman seseorang. Syarh yang kami terjemah di sini adalah syarh dari asy Syaikh Sa’ad bin Muhammad al Qahthani hafizhahullah, yang berjudul Taysir dzi al Jalaali wa al Ikraam bi Syarh Nawaqidh al Islam.

Dan kitab al Manzhumah al Baiquniah adalah kitab yang bergenre musthalah hadits. Di dalamnya, penulis membawakan teori-teori ringkas ilmu musthalah hadits dalam bentuk nazham (sajak). Syarh yang kami terjemahkan di sini adalah syarh dari asy Syaikh Abdullah al Bukhari hafizhahullah.

Kritik dan ralat atas kesalahan terjemah yang mungkin terjadi senantiasa kami tunggu guna kesempurnaan penyampaian ilmu para ulama kita. Sebagaimana saran dan dukungan dalam bentuk apapun insya Allah akan sangat membantu kami dalam penerjemahan ini.

Demikian info dari kami, semoga kita semua bisa mendapatkan banyak manfaat ilmu dan iman dari kitab-kitab para ulama. Dan kami memohon kepada Allah agar senantiasa memberikan kesehatan, keistiqamahan, dan waktu luang kepada kita semua untuk terus menjadi sebab dalam tersebarnya ilmu dan kebaikan. Allahumma amiin

Category: Info Kegiatan | Comments Off on Terjemah Kitab

Arahan-arahan Lembut Berhiaskan Faedah

August 9th, 2014 by Abu Muawiah

Arahan-arahan Lembut Berhiaskan Faedah
Oleh : Ustadz Ibnu Yunushafizhahullah

Berikut ini adalah nasehat yang indah serta faedah yang tak ternilai harganya yang disampaikan oleh Syaikh (Professor) Dr. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily, – Semoga Allah menjaga beliau – ,guru besar aqidah pada Universitas Islam Madinah, Kerajaan Saudi Arabia, yang disampaikan oleh beliau sebagai arahan dan nasehat bagi seluruh kaum muslimin dan secara khusus kepada para pemuda Ahlus Sunnah. Kami nukilkan dari buku tulisan beliau yang berjudul   

” النصيحة فيما يجب مراعاته عند الإختلاف و ضوابط هجر المخالف و الرد عليه

(Nasehat tentang perkara-perkara yang wajib untuk dijaga ketika terjadi perbedaan pendapat serta kaedah-kaedah dalam memboikot ahlul bidah dan membantah mereka ) , cetakan pertama, penerbit Daaru Al Imam Ahmad,1424 H/ 2003 M. Selamat menyimak dan semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan bagi kita untuk dapat mengamalkan nasehat-nasehat indah tersebut,amin.

Berkata Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily – semoga Allah Ta’ala menjaga beliau- :

Aku menutup nasehat ini dengan beberapa arahan yang lembut serta faedah yang banyak yang menurut pendapatku dengan mengamalkannya (kita) akan mendapatkan pahala yang besar serta kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala. Aku mengajak saudara-saudaraku untuk mengamalkan dan menjaganya, secara khusus pada zaman-zaman sekarang ini. Zaman dimana fitnah merajalela, hawa nafsu memimpin, serta kejahilan yang menyebar di tengah-tengah manusia, kecuali orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah dan petunjuk-Nya. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Manhaj | Comments Off on Arahan-arahan Lembut Berhiaskan Faedah

Dalang Isu Dibongkarnya Makam Nabi

August 5th, 2014 by Abu Muawiah

Dalang Isu Dibongkarnya Makam Nabi

 

Salam,

Maaf Ustad, apa benar makam Nabi Muhammad SAW mau dibongkar pemerintah Arab Saudi? Mohon pencerahannya. Krn ini sangat meresahkan.

 

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kita memohon kepada Allah, semoga Allah menampakkan kepada kita kebenaran sebagai kebenaran, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Dan semoga Allah menampakkan kepada kita kebatilan sebagai kebatilan, dan memudahkan kita untuk menjauhinya.

Karena manusia buta adalah manusia yang memandang kebenaran sebagaimana kebatilan dan memandang kebatilan sebagai kebenaran. Kita berlindung kepada Allah dari manusia semacam ini.

Terkait isu pembongkaran makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, banyak pihak yang memanfaatkannya untuk menyudutkan islam dan kaum muslimin. Terutama masyarakat dan pemerintahan ahlus sunah Arab Saudi.

Kami sendiri kesulitan mencari sumber isu ini, dara mana asalnya. Kami belum pernah mendengar informasi dari pemerintah Saudi tentang itu, maupun media yang berkembang di saudi, yang mereka paling tahu tentang situasi di sana. Bahkan beberapa media saudi menyangkal, adanya isu itu. Memang benar akan ada rencana perluasan Masjid Nabawi sebagaimana yang terjadi di masjidil haram. Hanya saja ke arah utama dan melengkapi beberapa ruangan bagian atas. Anda bisa baca beritanya di:

http://www.alarabiya.net/ar/saudi-today/2014/09/03/نقل-قبر-الرسول-دراسة-باحث-وليس-قرار-حكومي.html

atau

http://www.rumonline.net/index.php?page=article&id=175909

Dalam laman itu, juga disebutkan sumber isu pembongkaran makam tersebut. Ternyata, muaranya kembali pada dua situs berita inggris: dailymail dan independent. Keduanya situs milik orang kafir inggris. Read the rest of this entry »

Category: Tanpa Kategori | Comments Off on Dalang Isu Dibongkarnya Makam Nabi

Aleva Herba – Sponsor Resmi al-atsariyyah.com

August 1st, 2014 by Abu Muawiah

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, dengan izin dan bantuan dari Allah Ta’ala, kini al-atsariyyah.com telah disponsori oleh produsen madu dan herbal Aleva Herba Indonesia. Kantor dan pemasaran Aleva Herba bertempat di daerah Kranggan Bekasi, dan dikelola oleh saudara-saudara kita dari kalangan ahlussunnah.

Dan sebagai bentuk apresiasi dari kami, maka kami memasang banner iklan Aleva Herba di widget al-atsariyyah.com. Bagi para pembaca setia al-atsariyyah.com, mari dukung web kita ini dengan me-like FP Aleva Herba Indonesia dan tentu saja dengan mengonsumsi produk-produk Aleva Herba sesuai dengan kebutuhan.

Demikian info dari admin, jazakumullahu khairan atas atensinya.

 

Aleva Herba Indonesia

Info dan Pemasaran/Keagenan:
CP. 0812 8523 5499 (sms & wa only)
Pin BB: 758495FD

Category: Info Kegiatan | Comments Off on Aleva Herba – Sponsor Resmi al-atsariyyah.com