Archive for April, 2014

Wajibkah Mencuci Anggota Wudhu 3 kali?

April 29th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Apakah jumlah membasuh ketika wudhu harus berjumlah 3x, atau bolehkah hanya mencukupkan sekali saja?

Jawab:
Ada silang pendapat di kalangan ulama dlm permasalahan ini:
1. Disunnahkan mencuci semua anggota wudhu sebanyak 3 kali kecuali kepala, krn kepala cukup diusap sekali.
Ini adl pendapat al Hanafiah, al Malikiah, dan al Hanabilah.
2. Semuanya disunnahkan dicuci 3 kali, termasuk kepala.
Ini adl pendapat asy Syafiiah.
Yg tepat adl pendapat yg pertama. Berdasarkan hadits Utsman bin Affan radhiallahu anhu riwayat al Bukhari dan Muslim, yg menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam mencuci semua anggota wudhunya 3 kali kecuali kepala. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • apa boleh berwudhu hanya satu kali

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off on Wajibkah Mencuci Anggota Wudhu 3 kali?

Biografi Ringkas al Baiquni

April 25th, 2014 by Abu Muawiah

Berikut biografi ringkas al Baiquni yang disebutkan oleh asy Syaikh Abdullah al Bukhari dalam syarah beliau terhadap al Manzhumah al Baiquniah:

Adapun penulis nazhim (bait-bait syair) ini, maka kebanyakan ulama yang mensyarah al Manzhumah ini tidak bisa menemukan biografi penulisnya. Karenanya, cukup sulit untuk menemukan biografi beliau yang dibahas secara panjang lebar, seperti: Siapa guru-guru beliau, murid-murid beliau, dan semacamnya.

Nama beliau:
Umar bin Muhammad bin Fatuh ad Dimasyqi asy Syafii. Hal ini sebagaimana yang ditemukan oleh al Ujhùri dalam hasyiahnya terhadap manuskrip al Manzhumah dengan tulisan asli penulis. Demikian pula nama ini dipastikan oleh an Nabhani dalam an Nukhbah an Nahbaniah.
Adapun Ridha Kahhalah, maka beliau menyatakan dalam Mu’jam al Buldan, bahwa nama penulis adalah Thaha bin Muhammad bin Fatuh al Baiquni.
Dan berdasarkan keterangan sebelumnya di atas, penetapan nama oleh Ridha Kahhalah di sini adalah keliru. Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off on Biografi Ringkas al Baiquni

Biografi asy Syaikh Dr. Abdullah al Bukhari

April 21st, 2014 by Abu Muawiah

Nama:
‘Abdullâh bin ‘Abdirrahîm bin Husain bin Mahmûd As-Sa’di kemudian Al-Bukhâri Al-Madîni.
As-Sa’di adalah nisbah kepada Bani Sa’d yang berasal dari Ath-Thâ`if. Beliau dilahirkan di Madinah di desa Bâbut Tamâr.

Ayahnya:
Adapun tentang ayah beliau, yaitu Asy-Syaikh ‘Abdurrahîm bin Husain Al-Bukhâri rahimahullah, tumbuh dalam kondisi yatim. Telah hafal Al-Qur`an semenjak kecil. Belajar di Madrasah Al-’Ulûm Asy-Syar’iyyah. Beliau sangat berprestasi. Di tengah aktivitasnya, beliau juga sangat aktif dan bersemangat menghadiri halaqah-halaqah ilmu di Masjid Nabawi dan mengambil ilmu dari para ‘ulama pada waktu itu. Kemudian beliau pindah ke kota Riyâdh, bekerja sebagai staff Al-Malik (Raja) ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah. Setelah itu beliau bekerja pada bidang lain, dan pada awal tahun 1374 H bergabung pada Hai`ât Al-Amri bil Ma’rûf. Pimpinan umumnya waktu itu adalah Asy-Syaikh Al-’Allâmah ‘Umar bin Hasan âlu Asy-Syaikh. Asy-Syaikh ‘Abdurrahîm Al-Bukhâri mendapat ijazah dan rekomendasi yang ditandatangani oleh Asy-Syaikh ‘Umar bin Hasan âlu Asy-Syaikh atas kebaikan prilaku dan tugas beliau. Ijazah tersebut bernomor 2396/Kh/M tertanggal 25/9/1377 H. Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off on Biografi asy Syaikh Dr. Abdullah al Bukhari

Jesus Bukan Nabi Isa

April 17th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Uztadz ada teman ana yg bertanya:
Apakah Jesus itu seorang rasul? Bolehkah meyakini hal tersebut? Ana cuma tahu Nabi Isa sebagai rasul. Mohon pencerahannya uztadz.

Jawab:
Jesus bukanlah nabi dan rasul Allah. Dan Jesus bukan pula Nabi Isa alaihissalam.
Jesus mati dibunuh oleh kaumnya, sementara Nabi Isa diselamatkan oleh Allah dengan mengangkatnya ke langit, sebagaimana yang tersebut dalam al Quran. Dan di akhir zaman, Nabi Isa akan diturunkan ke bumi untuk berhukum dengan hukum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana yang tersebut dalam hadits-hadits yang shahih.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا. بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al Maidah: 157-158) Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Jesus Bukan Nabi Isa

Ancaman Atau Pamali?

April 13th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Assalaamu ‘alaikum, ustadz ada potongan BC sebagai berikut ;

Kerugian meninggalkan solat:
Subuh: Cahaya wajah akan pudar.
Zuhur: Barokah penghasilan akan hilang.
Asar: Kesehatan mulai terganggu.
Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.
Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Adakah dalil shohih tentang kerugian meninggalkan sholat seperti di atas? Baarokallohu fiykum

Jawab:
Waalaikumussalam.
Tidak ada hadits shahih yg menjelaskan ancaman meninggalkan shalat lima waktu secara detil seperti itu.

Kemudian, apa yang tersebut di atas itu lebih dekat kepada bentuk pamali, karena itu adalah perbuatan menghubungkan dua hal yang tidak memiliki hubungan sebab akibat yg jelas di antara keduanya, tidak dari sisi syar’i dan tidak pula dari sisi kauni atau medis.

Kemudian, apa yang tersebut di atas juga murni merupakan perbuatan berkata atas nama Allah tanpa ilmu, yang merupakan salah satu dosa terbesar di sisi Allah. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Ancaman Atau Pamali?

Ringkasan Hukum Diyat Pembunuhan Sengaja

April 9th, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
Afwan, adakah batasan nilai diyat? Karena ada sebagian orang yang mengkritik mahkamah syariah Saudi karena tidak membatasi diyat maksimal 1000 dinar.

Jawab:
Secara umum, para ulama sepakat bahwa keluarga korban pembunuhan yang disengaja memiliki salah satu dari 3 hak berikut:
1. Menuntut pelakunya dihukum mati (qishash).
2. Atau menggugurkan tuntutan hukuman mati tapi dengan ganti diyat (ganti rugi).
3. Atau memaafkan pembunuh tanpa qishash dan tanpa meminta diyat, dan ini yg lebih utama.

Adapun diyat pembunuhan yang disengaja, maka asalnya adalah 100 ekor onta. Jika tdk ada onta, maka diganti dgn uang 1000 dinar atau yg setara dgnnya dr nilai mata uang di negara tempat keluarga korban.
1 dinar setara dgn 4,25 gram emas. Jika kita asumsikan 1 gram emas sekarang seharga Rp. 500.000,-, maka 1000 dinar itu setara dgn:
Rp. 2.125.000.000,- (Dua milyar seratus dua puluh lima juta). Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA, Fiqh, Syubhat & Jawabannya | Comments Off on Ringkasan Hukum Diyat Pembunuhan Sengaja

Hakikat Kesyirikan

April 5th, 2014 by Abu Muawiah

Ibnu al Qayyim rahimahullah berkata dlm menjelaskan kekejian dan kebobrokan kesyirikan:
“Allah Subhanah telah mengabarkan bahwa Dia mengutus para rasul dan menurunkan kitab2 agar manusia menegakkan al qisth, yaitu keadilan. Dan di antara keadilan terbesar adl tauhid, bahkan tauhid adl puncak dan penegak keadilan. Sementara kesyirikan adl kezhaliman, sbgmn firman Allah Ta’ala:
(إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)
“Sesungguhnya kesyirikan adl kezhaliman yg sangat besar.” (QS. Luqman: 13)
Maka kesyirikan adl puncak kezhaliman dan tauhid adl puncak keadilan. Sehingga amalan apa saja yg paling bertentangan dgn tujuan (tauhid, penj.) ini maka itu adl dosa yg paling besar. Dan tingkatan dosa2 ini sesuai dgn tingkatan penentangan trhdp tujuan ini. Dan amalan apa saja yg paling sejalan dgn tujuan ini mk itu adl amalan dan ketaatan yg paling wajib. Karenanya, telaahlah tujuan ini dgn seksama dan ambillah pelajaran dr perincian di dalamnya, niscaya anda akan mengenal Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Berilmu, dengan mengetahui apa2 yg Dia wajibkan dan haramkan atas hamba2Nya, dan mengetahui berjenjangnya tingkatan2 ketaatan dan kemaksiatan. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off on Hakikat Kesyirikan

Tidak Boleh Baca Shalawat Ini

April 1st, 2014 by Abu Muawiah

Tanya:
assalamu’alaykum ustadz, mau tanya.
Apakah boleh bershalawat seperti ini :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang
membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran
dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya,
sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung”.
jazakallahu khairan.

Jawab:
Waalaikumussalam.
Pertama: Lafazh shalawat ini tdk pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kpd para sahabat beberapa lafazh dlm bershalawat untuk beliau, shg yg jauh lebih utama adl hanya membaca shalawat yg telah diajarkan oleh beliau.

Kedua: Terdapat pengkultusan yg berlebihan kpd Nabi shallalahu alaihi wasallam dlm shalawat di atas, bahkan mencapai derajat kesyirikan. Yakni pd kalimat ‘yang membuka semua yg tertutup’. Kalimat ini mempunyai multi tafsir:
Bisa bermakna bahwa Nabi membuka semua ilmu ghaib yg tertutup.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka semua kesulitan hamba.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka hidayah pd hati yg tertutup.
Dan semacamnya. Dan semua penafsiran ini mengandung kesyirikan.

Karena 2 alasan di atas, mk lafazh shalawat di atas tdk boleh dibaca. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off on Tidak Boleh Baca Shalawat Ini