Archive for July, 2013

KOLOM KOMENTAR KEMBALI DIAKTIFKAN

July 8th, 2013 by Arvan

Kolom Komentar Kembali Diaktifkan

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Dengan izin dan bantuan hanya dari Allah semata, kami sudah selesai menjawab sekitar 800 komentar yang selama ini menumpuk belum sempat kami jawab. Kami memohon maaf kepada semua pengunjung yang pernah berkomentar atau bertanya, karena baru sekarang kami bisa menyelesaikan jawabannya untuk semua komentar dan pertanyaan anda sekalian. Dan kepada para pengunjung yang pernah bertanya melalui kolom berkomentar, kami persilakan anda untuk melihat jawabannya pada artikel dimana anda memasukkan pertanyaan. Dan jika ada pengunjung yang merasa pertanyaannya atau komentarnya tidak dijawab, maka hal itu sebagaimana yang sudah kami jelaskan di sini.

Selanjutnya, kolom komentar untuk setiap artikel dalam al-atsariyyah.com ini kembali kami aktifkan. Silakan para pengunjung kembali mengomentari artikel-artikel kami atau menanyakan sesuatu yang tidak jelas tentangnya, dengan tetap memperhatikan aturan komentar/bertanya yang kami telah jelaskan di sini.

Jazaakumullahu khairan wa baaraka fiikum atas atensinya selama ini terhadap blog kami.

Category: Info Kegiatan | 1 Comment »

Anastesi atau Pembiusan Membatalkan Puasa?

July 7th, 2013 by Arvan

Anastesi atau Pembiusan Membatalkan Puasa?

Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-“tidak, tanpa” dan aesthētos, “persepsi, kemampuan untuk merasa”), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Anestesi)

Mengenai hukum anastesi -apakah dia membatalkan puasa atau tidak-, perlu dirinci berdasarkan bentuknya. Perinciannya sebagai berikut:
1. Anastesi lokal melalui hidung.
Dimana pasien menghirup gas tertentu yang akan mempengaruhi syarafnya, sampai akhirnya dia terbius.
Hukumnya:
Anastesi seperti ini tidaklah membatalkan puasa, karena gas yang masuk ke hidung bukanlah zat makanan atau menambah daya tahan tubuh.

2. Anastesi lokal Cina (baca: anastesi kering/akupuntur Cina).
dengan memasukkan jarum kering ke pusat syaraf perasa yang ada di bawah kulit sehingga akan menghasilkan semacam kelenjar untuk melakukan sekresi terhadap morfin alami yang ada dalam tubuh. Dengan itu, si pasien akan kehilangan kemampuan untuk merasa.
Hukumnya:
Tidak membatalkan puasa selama anastesinya bersifat lokal, karena tidak ada satu pun zat yang masuk ke dalam perut. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 1 Comment »

Masuknya Gastroscope Membatalkan Puasa?

July 4th, 2013 by Arvan

Masuknya Gastroscope Membatalkan Puasa?

Gastroscope adalah endoskop khusus untuk memeriksa bagian organ yang ada dalam perut. Sementara endoskop sendiri merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa bagian atau organ dalam tubuh melalui celah atau bagian tubuh yang diiris. Gastroscope biasanya dimasukkan melalui mulut kemudian turun ke faring lalu ke kerongkongan kemudian ke dalam perut.

Apa hukumnya? Apakah penggunaan alat ini bisa menyebabkan batalnya puasa?

Sebenarnya, para ulama terdahulu telah membahas mengenai kasus yang mirip seperti ini. Mereka membahas mengenai hukum kerikil atau potongan besi dan semacamnya yang masuk ke dalam perut, apakah itu membatalkan puasa atau tidak:

Mayoritas ulama berpendapat bahwa masuknya benda-benda ini -sebagaimana halnya gastroscope- membatalkan puasa.
Mereka memandang bahwa zat apa saja yang sampai ke dalam perut, maka itu membatalkan puasa. Hanya saja Al-Hanafiah mensyaratkan jika zat itu tetap berada di dalam perut sepanjang hari hingga waktu berbuka.
Mereka berdalil dengan hadits yang berisi larangan Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk mengenakan celak atau eyeliner bagi orang yang berpuasa, karena dia bisa masuk sampai ke dalam perut.
Karenanya, menurut mayoritas ulama, penggunaan gastroscope membatalkan puasa. Sementara menurut Al-Hanafiah itu tidak membatalkan puasa, karena gastroscope ini hanya berada sementara di dalam perut. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | No Comments »

Hukum Menggunakan Inhaler

July 1st, 2013 by Arvan

Hukum Menggunakan Inhaler

Sebagaimana yang diketahui bersama, inhaler adalah obat hirup yang biasa digunakan oleh para penderita penyakit asma. Mengingat banyaknya kaum muslimin yang menggunakan inhaler ini, maka di sini kami akan membawakan pembahasan ringkas mengeni hukum menggunakan inhaler bagi orang yang berpuasa, apakah dia membatalkan puasa atau tidak.

Para ulama kontemporer berbeda pendapat mengenai hukumnya:
1.    Inhaler tidak membatalkan puasa.
Ini adalah pendapat dari para masyaikh: Abdul Aziz bin Baaz, Muhammad Al-Utsaimin, Abdullah bin Jibrin, dan Al-Lajnah Ad-Da`imah rahimahumullah.
Mereka berdalil dengan:

  • Mereka menganalogikan  hal ini dengan berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung. Para ulama telah bersepakat bahwa orang yang berpuasa dibolehkan untuk berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, baik ketika berwudhu, maupun selainnya. Padahal tidak diragukan bahwa akan ada sedikit sekali bagian air bekas berkumur yang akan tertelan bersama ludah dan akan masuk ke dalam perut. Dan memang betul, akan ada bagian dari obat hirup ini yang akan sampai ke tenggorokan dan mungkin saja sampai masuk ke dalam perut, hanya saja dalam jumlah yang sangat kecil. Maka jika berkumur itu boleh bagi orang yang berpuasa, maka demikian halnya menggunakan inhaler.
  • Sampainya zat hirup ke dalam perut masih diragukan kepastiannya, sementara hukum asal dalam hal ini adalah tetap syahnya puasa sampai ada bukti meyakinkan yang menyatakan batalnya. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | No Comments »