Archive for May, 2013

Apa Makna “Menghitung Asmaaul-Husna” Sebagaimana Dimaksud dalam Hadits ?

May 26th, 2013 by Abu Muawiah

Apa Makna “Menghitung Asmaaul-Husna” Sebagaimana Dimaksud dalam Hadits ?

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إن لله تسعة وتسعين اسما، مائة إلا واحدًا، من أحصاها دخل الجنة

“Sesungguhnya Allah mempunyai 99 (sembilan puluh sembilan) nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang ‘menghitungnya’, niscaya ia masuk surga” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 6410 dan Muslim no. 2677, dari hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu].

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata :

ومعنى (أحصاها) أي: عرفها لفظاً، وعرفها معنى، وتعبد لله بمقتضاها، وليس المراد أن تحفظها فقط، بل لابد من حفظ اللفظ وفهم المعنى، والتعبد لله بها بمقتضاها،

“Makna ‘menghitungnya’ (al-asmaaul-husnaa) adalah : mengetahui lafadhnya dan maknanya, serta beribadah kepada Allah sesuai dengan penunjukan nama-nama tersebut. Bukanlah yang dimaksud dari hadits tersebut hanyalah menghafalnya saja, akan tetapi mencakup menghafalkan lafadhnya, memahami maknanya, dan beribadah kepada Allah sesuai dengan penunjukannya” [Tafsiir Al-‘Allamah Ibni ‘Utsaimin, juz 4 – www.islamspirit.com].

Asy-Syaikh Asyraf bin ‘Abdil-Maqshud hafidhahullah berkata :

إحصاؤها: حفظها لفظا، وفهمها معنىً، وتمامه: أن يتعبد لله تعالى بمقتضاها.

“Menghitungnya (al-asmaaul-husnaa) maknanya adalah : menghafal lafadhnya dan memahami maknanya. Dan untuk kesempurnaannya : beribadah kepada Allah ta’ala sesuai dengan penunjukan nama-nama tersebut” [Al-Qawaaidul-Mutslaa, hal 14; Universitas Islam Madinah, Cet. 3/1421 H – www.islamspirit.com]. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Tahukah Anda? | Comments Off on Apa Makna “Menghitung Asmaaul-Husna” Sebagaimana Dimaksud dalam Hadits ?

Kelemahan Kisah Al-‘Utbiy tentang Tawassul

May 19th, 2013 by Abu Muawiah

Kelemahan Kisah Al-‘Utbiy tentang Tawassul

Sebagian kalangan berhujjah dengan kisah Al-‘Utbiy untuk melegalkan amalan tawassul mereka di kuburan orang (yang dianggap) shaalih. Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya membawakan kisah tersebut sebagai berikut :

وقد ذكر جماعة منهم: الشيخ أبو نصر بن الصباغ في كتابه “الشامل” الحكاية المشهورة عن العُتْبي، قال: كنت جالسا عند قبر النبي صلى الله عليه وسلم، فجاء أعرابي فقال: السلام عليك يا رسول الله، سمعت الله يقول: { وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا } وقد جئتك مستغفرا لذنبي مستشفعا بك إلى ربي ثم أنشأ يقول :

يا خيرَ من دُفنَت بالقاع أعظُمُه … فطاب منْ طيبهنّ القاعُ والأكَمُ …

نَفْسي الفداءُ لقبرٍ أنت ساكنُه … فيه العفافُ وفيه الجودُ والكرمُ …

ثم انصرف الأعرابي فغلبتني عيني، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في النوم فقال: يا عُتْبى، الحقْ الأعرابيّ فبشره أن الله قد غفر له

“Dan telah disebutkan oleh sekelompok ulama, diantaranya : Asy-Syaikh Abu Nashr bin Ash-Shabbaagh dalam kitabnya As-Syaamil sebuah hikayat yang masyhur dari Al-‘Utbiy. Ia (Al-‘Utbiy) berkata : “Aku pernah duduk di sisi kubur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah seorang Arab baduwi yang berkata : ‘Assalaamu ‘alaika yaa Rasuulallaah (salam sejahtera bagimu wahai Rasulullah). Aku telah mendengar firman Allah : Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang (QS. An-Nisaa’ : 64). Dan sungguh aku datang kepadamu sebagai orang yang meminta ampun atas dosaku meminta pertolongan melalui perantaraanmu kepada Rabb-ku’. Kemudian ia mengucapkan syair : Read the rest of this entry »

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah, Syubhat & Jawabannya | 1 Comment »

I Don’t Know….

May 12th, 2013 by Abu Muawiah

I Don’t Know….

Itulah jawaban orang yang ditanya saat ia tidak mengetahui jawabannya – dengan edisi bahasa Inggris tentu saja. Kalimat tersebut sebenarnya bukan kalimat yang luar biasa. Bahkan tidak indah menurut sebagian orang. Akan tetapi, kalimat ini menjadi sangat indah ketika dikatakan pada tempatnya.

Berikut akan saya contohkan sedikit nukilan singkat nan indah[1], mereka-mereka yang telah mengucapkannya. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran…..

 

دَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ مَالِكٍ حَدَّثَنَا حَكَّامُ بْنُ سَلْمٍ عَنْ أَبِي خَيْثَمَةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ قَالَ سُئِلَ عَطَاءٌ عَنْ شَيْءٍ فَقَالَ لَا أَدْرِي قَالَ قِيلَ لَهُ أَلَا تَقُولُ فِيهَا بِرَأْيِكَ قَالَ إِنِّي أَسْتَحْيِي مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُدَانَ فِي الْأَرْضِ بِرَأْيِي

Telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Maalik : Telah menceritakan kepada kami Hakkaam bin Salm, dari Abu Khaitsamah, dari ‘Abdul-‘Aziiz bin Rufai’, ia berkata : ‘Atha’ pernah ditanya tentang satu permasalahan. Ia pun berkata : “Aku tidak tahu”. Dikatakan kepadanya : “Mengapa engkau tidak menjawabnya menurut pendapatmu ?”. ‘Atha’ berkata : “Sesungguhnya aku malu kepada Allah ‘azza wa jalla untuk menjadikan pendapatku sebagai pedoman di muka bumi” [Diriwayatkan oleh Ad-Daarimiy no. 108, tahqiq : Husain Saliim Asad; Daarul-Mughniy, Cet. 1/1421 – sanadnya shahih].

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْفَزَارِيِّ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ لَأَنْ أَرُدَّهُ بِعِيِّهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَتَكَلَّفَ لَهُ مَا لَا أَعْلَمُ

Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Uyainah, dari Abu Ishaaq Al-Fazaariy, dari Ibnu ‘Aun, dari Ibnu Siiriin, dari Humaid bin ‘Abdirrahmaan, ia berkata : “Menjawab dengan jawaban tidak tahu, itu lebih aku sukai daripada harus memaksakan diri menjawab sesuatu yang tidak aku ketahui” [Diriwayatkan oleh Ad-Daarimiy no. 149 – sanadnya jayyid]. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • ucapan saya tidak tau

Category: Akhlak dan Adab | Comments Off on I Don’t Know….

Musyrikin Quraisy Mengingkari ‘Ar-Rahman’

May 5th, 2013 by Abu Muawiah

Musyrikin Quraisy Mengingkari ‘Ar-Rahman’

ولما سمعت قريش رسول الله صلى الله عليه وسلم يذكر ” الرحمن ” أنكروا ذلك، فأنزل الله فيهم: {وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمَن}

Ketika orang-orang Quraisy mendengar Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam menyebut ‘Ar-Rahmaan’, mereka mengingkarinya. Maka terhadap mereka itu, Allah menurunkan firman-Nya : “Dan mereka kafir kepada Ar-Rahmaan” (QS. Ar-Ra’d : 30).

Keterangan :

Riwayat tentang sababun-nuzul QS. Ar-Ra’d : 30 tersebut dibawakan oleh Ath-Thabari dalam Tafsir-nya (13/101).

Sanad hadits tersebut adalah dla’if karena status ke-mursal­-annya. Asal riwayat ini ada dalam Shahih Al-Bukhari (no. 2731-2732), Musnad Ahmad (4/323,328), Sunan Abi Dawud (no. 2765,4655), dan Sunan An-Nasa’i (5/169-170) tanpa menyebutkan sababun-nuzul ayat.

(Source: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/01/hadits-hadits-dlaif-yang-terdapat-dalam.html)

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | Comments Off on Musyrikin Quraisy Mengingkari ‘Ar-Rahman’