Archive for July, 2012

Fiqih Makanan

July 1st, 2012 by Abu Muawiah

Fiqih Makanan

Terdapat ungkapan mengatakan, “Siapa Anda adalah apa yang Anda makan. Bagaimana Anda juga apa yang Anda makan.” Makanan demikian penting dalam kehidupan manusia sepanjang masa sehingga dibicarakan oleh semua orang dalam berbagai stratanya. Sejumlah jenis makanan dianjurkan untuk dikonsumsi sedangkan sejumlah lainnya diwanti-wanti agar tidak dikonsumsi baik karena pantangan kesehatan maupun karena pantangan kepercayaan. Dalam Islam, asupan makanan yang dikonsumsi seorang Muslim tidak hanya harus baik menurut standar higinis (thayyib) melainkan juga baik menurut substansi dan cara memperoelehnya (halal). Selain menjadi prasyarat asupan bagi seorang Muslim, kethayyiban ~alias empat sehat lima sempurna~, ia juga dituntut agar mengkonsumsi yang halal. Sebab, makanan yang secara higinis memenuhi standar ‘empat sehat lima sempurna’ memang dapat menyehatkan tubuh tetapi jika tidak halal baik substansi maupun cara mendapatkannya akan dapat memberi pengaruh pada kemajalan jiwa dan penyimpangan perilaku.
Terkait dengan hal ini, kiranya patut diteladani dari kisah dua orang ulama besar. Yaitu bahwa Imam Ahmad bin Hanbal biasa menceritakan kepada putrinya perihal kemuliaan Imam asy-Syafii, ilmu dan ketakwaannya sehingga kesan yang tercipta begitu kuat dalam benaknya dan ingin sekali melihatnya. Suatu hari ia mengundang Imam asy-Syafii untuk berkunjung ke rumahnya. Setelah makan malam tamu kehormatannya itu masuk ke kamar tidur, berbaring di atas kasur dan tidur.
Selama kunjungannya itu, ternyata putri Imam Ahmad memperhatikan gerak geriknya untuk mengetahui gambaran yang sebenarnya, lalu bertanya: “Ayah, diakah Imam asy-Syafii yang seringkali engkau ceritakan tentang kebaikan dan ketakwaannya kepadaku?!” Imam Ahmad menjawab: “Benar, dialah orangnya.” Read the rest of this entry »

Category: Info Buku Terbaru | Comments Off on Fiqih Makanan